AIR MATA CLARA

AIR MATA CLARA
"Komanya Nara"


__ADS_3

Dokter keluar dari ruangan UGD, dan kami semua keluarga menghampiri dokter berharap dokter memberi kabar baik tentang kondisi Nara.


Dan dokter mengatakan kalo Nara harus di operasi dan dokter meminta salah satu keluarga harus menandatangani persetujuan penanganan operasinya Nara.


"operasi dok?" tanyaku takut sekaligus kaget


"pasien terlalu banyak mengeluarkan darah dan ada ada benturan cukup keras dikepalanya hingga kami harus melakukan operasi" penjelasan dokter


"apa anak saya akan baik-baik saja dok" tanyaku berharap


"semoga saja, dan banyak-banyak berdoa" jawab dokter dan masuk kedalam ruangan UGD lagi diiringi oleh suster yang sudah menerima berkas persetujuan dan tanda tangannya mas Rio ayahnya.


Aku semakin takut, Dengan keadaan Nara dan apalagi setelah dokter mengatakan kalau Nara harus dioperasi karena ada benturan dikepalaku."ya Allah selamatkan anakku,"...


Ibu mertua pamit, dan membawa pulang Niko.


"Niko baik-baik ya sama omah,mama belum bisa pulang dulu harus menunggu kabar dari dokter dulu" peluk cium ku kepada jagoan kecilku


"iya ma, aku akan berdoa buat ka Nara semoga ka Nara cepat sembuh" ujar Niko dan menghapus air mataku yang tidak berhenti menetes.


"Amiin, terimakasih sayang" pelukan aku semakin erat.


Hampir 2 jam lebih, operasinya Nara belum juga selesai, dan dokterpun belum juga memberi kabar.


Mata aku semakin memerah karena dari terjadinya kecelakaan dan sampai saat ini air mata aku tidak berhenti menetes.


Ibu dan bapak menenangkan aku..


"sebaiknya kamu berwudhu dan sholatlah supaya kamu bisa tenang" ... Perintah ibu langsung aku kerjakan dan jalan yang terbaik adalah berdoa.


Aku pasrahkan kepada sang Pencipta aku ikhlaskan semuanya yang terjadi pada anakku Nara dan aku meminta pada Tuhanku


"YA Allah selamatkanlah anakku Nara sembuhkan lah kembali, Aku memohon kepadaMu ya Allah Amiin..."...


Sesegera mungkin aku rapihkan kembali mukena yang selesai aku kenakan, dan hatiku pun sedikit tenang, aku senderkan tubuhku di tembok Mushola rumah sakit dan sejenak aku pejamkan mata, Tiba-tiba aku mendengar suara isak tangis dibalik hordeng tanpa berpikir panjang aku hampiri ke arah yang menangis itu, dan mungkinkah keluarga pasien rumah sakit yang sama seperti aku mengadu dan meminta pada Tuhan agar diberi kesembuhan.

__ADS_1


Aku melihat sosok laki-laki yang sedang berdoa dan tidak lain adalah mas Rio, aku kaget karena selama ini aku tidak pernah melihat mas Rio ke Mushola, ataupun berdoa dalam sholatnya, dan aku melihat pemandangan yang begitu indah hingga air mataku pun menetes melihat dan mendengar doanya..


"ya Allah betapa jahatnya aku, hingga Anakku Nara harus berjuang untuk hidup hanya karena kesalahanku, mungkin bila aku lebih peduli kepada Anak-anakku tidak akan pernah terjadi seperti ini,Anak-anakku membutuhkanku tetapi aku egois, aku lebih mementingkan hidupku hingga tanggung jawabku aku tinggalkan, ya Allah ampunilah dosaku dan maafkanlah kesalahanku dan aku memohon ke padaMu ya Allah sembuhkan lah anakku, dan selamatkanlah nyawa anakku dan aku memohon kepadaMu ya Allah kabulkanlah doaku"..


"Amiin" sahutku didalam doanya mas Rio


Mas Rio menengok kearah ku yang sedang duduk dibelakangnya dan meAmiinkan doanya. Airmata nya langsung dia hapus dan tersenyum kearah ku


"kamu sedari tadi disitu" tanyanya Dan aku menganggukan kepala.


"maafkan aku ya Ra, ini semua gara-gara aku Nara bisa seperti ini,kalau aku lebih dulu menghampiri Nara mungkin tidak akan terjadi"..ujarnya menyesal


Aku melihat tatapan matanya Mas Rio seperti tatapan pertama kali aku melihatnya disaat aku dan dia sedang jatuh cinta. Ahh mungkin hanya perasaan aku saja.


Handphone berdering, Ibu memanggil dan aku langsung berdiri dan berjalan keluar Mushola


"iya bu aku masih di mushola, sebentar lagi menuju ke sana "...


"Clara operasi sudah selesai dan dokter ingin bertemu kamu dan Rio" suara ibu dibalik telepon sedikit panik.


"iya bu"...


sesampainya depan kamar ruangan operasi ibu dan bapak kaget melihat kami jalan berdua dari arah yang sama bahkan shinta menatapku dengan tatapan tidak suka melihat aku dan pacarnya jalan bersamaan.


"kamu masih di sini?" tanya mas Rio ke pada shinta yang dia kira shinta sudah pulang ternyata masih betah menunggunya.


"aku menunggu kamu sayang" jawabnya merangkul mas Rio manja dan mas Rio melepaskan rangkulan shinta dan menyuruhnya untuk pulang.


"mendingan kamu pulang, aku akan menunggu putriku sampai dia sadar" sahutnya mas Rio yang mulai tidak nyaman dengan adanya shinta ditengah kelurgaku.


Dan shinta memutuskan pulang dengan raut wajah kesal dan tatapan sinis kepadaku.


Air mataku terus menetes saat mendengar kata-kata dokter kalau putri kecilku Koma. dikarenakan benturan dikepalanya sehingga mengakibatkan kepalanya cidera.


"terus dok, apa putri kami akan sembuh?" tanya mas Rio berusaha kuat mendengar semua ucapan dokter.

__ADS_1


"kemungkinannya sangat kecil, tetapi kami semua dokter, akan semampu kami untuk membuat pasien Nara sadar dari komanya"...


"apa dok, kemungkinan sangat kecil, terus anak saya tidak akan sembuh gitu maksud dokter"...ucapku kecewa.


"ajak terus pasien berbicara, karena pasien masih bisa mendengar walaupun dalam keadaan koma" ujar dokter.


"baik dok, terimakasih" ucap mas Rio menyudahi pembicaraan dan keluar dari ruangan dokter.


Aku berjalan dengan hati guncang masuk kedalam ruang rawatnya Nara. Aku menangis mencium tangannya Nara yang tubuhnya penuh dengan selang oksigen.


"Nara putri kecil mama, mama tahu kamu mendengar suara mama, mama kangen Naraaa"...


Ibu menghampiri dan merangkul serta memelukku.


"kamu yang sabar nak, pulanglah dan istirahatlah dari sejak kemarin kamu belum istirahat, jaga kesehatanmu nak, kalau kamu sakit siapa yang menjaga Nara, kasian Niko dirumah membutuhkan kamu juga"...


"trus siapa yang akan menjaga Nara di sini bu?" tanyaku cemas


"biar ibu sama bapak yang menjaga Nara disini"...


"terimakasih bu, aku akan pulang"..


Aku meninggalkan ibu dan bapak diruang rawatnya Nara.


Mas Rio menghampiriku saat aku sedang berjalan ke arah loby rumah sakit.


"Clara tunggu" pangil mas Rio menghentikan langkahku


"kamu mau kemana" tanyanya


"aku mau pulang, biar ibu yang menjaga Nara, aku lelah"...


"aku antar ya" pintanya.


"tidak usah mas, aku bisa pulang sendiri"...

__ADS_1


"tidak apa-apa, aku kuatir kalau kamu pulang sendiri "paksanya.


Dan Aku tersenyum me iyakan ajakan mas Rio, aku melihat dari tatapan matanya dia tulus mau mengantarkan aku pulang.


__ADS_2