AIR MATA CLARA

AIR MATA CLARA
"Sama-sama Egois"


__ADS_3

Aku terlambat menjemput Niko pulang dari sekolah. Dengan langkah cepat dan sedikit berlari aku langsung berlari ke arah gerbang sekolah. Benar saja sekolah sudah sepi dan aku terlambat menjemput Niko.


Aku panik dan berjalan menuju pos scurity dan menanyakan Niko.


"Maaf bu, tadi saya lihat Niko 5 menit yang lalu di jemput ayahnya" ujar scurity


"apa Ayahnya??" aku kaget dan aku langsung berlari keluar gerbang sekolah dan melihat ke sekeliling berharap Niko masih ada di sekitar sekolah.


Dan pada saat aku akan menghubungi mas Rio Ayah dari Niko tiba-tiba terdengar suara anak kecil berteriak dari arah taman.


"Niko" bisikku dan aku langsung berlari ke arah taman dan aku berharap Niko ada ditaman itu.


"Niko" panggilku dengan mencari di sekeliling taman berharap Niko bisa mendengar suara panggilanku.


Air mataku berlinang deras, aku menangis takut terjadi apa-apa dengan Niko.


"Nikooo" panggilku kembali dengan nada panjang.


Aku terus mencari disekitar taman dan berharap Niko masih berada ditaman.


"mamaaaa"...


aku mendengar suara anak kecil memanggil mama, aku terus mencari arah suara anak itu hingga akhirnya.


"mamaaa" panggil Niko menghampiri dan menangis dipelukanku.


"Niko nggak apa-apakan?"tanya aku panik melihatnya dan memeluk Niko kembali.


"aku nggak mau sama papa ma, tapi papa memaksa aku untuk ikut" jelas Niko yang terus menangis.


"papa" bisikku


Aku sudah meyakini yang melakukan ini semua adalah mas Rio, untuk apa dia menjemput Niko paksa tampa memberi tahu aku terlebih dahulu.


"papanya mana nak?"tanyaku dengan hati penuh kekesalan.


"aku nggak tahu ma, tadi pas papa sama tante itu mau ajak masuk mobil aku langsung lari, aku nggak mau sama mereka" jelas Niko kembali


Aku langsung ambil ponsel didalam tas dan langsung menghubungi mas Rio dan mas Rio mengangkatnya.


"iya Clara ada apa" jawab mas Rio basa-basi yang sepertinya tidak pernah terjadi apa-apa

__ADS_1


"aku tidak suka dengan cara kamu memaksa anakku untuk ikut kamu, itu udah membuat Niko takut bahkan membenci kamu"...


" aku itu ayahnya, aku berhak membawa Niko kapanpun aku mau"


"kamu itu tidak berhak membawa Niko tanpa sepengetahuan aku, Niko itu anakku hak asuhnya ada di aku, kalau kamu ingin bertemu dengan Niko kamu harus izin dulu sama aku"


"kamu kok, bisa serakah begitu, aku itu cuma ingin bertemu Niko ajak dia main dan senang-senang sama Niko salahh..."


" tapi dengan cara kamu seperti itu memaksanya, itu udah membuat Niko takut,


aku mohon sama kamu mas jangan pernah lakukan itu lagi kasian Niko, aku tidak mau terjadi apa-apa dengan Niko hanya karena ego kamu"


Aku langsung menutup telponnya dan mengajak Niko pulang


Mungkin aku dan mas Rio sama-sama egois yang satu sama lain ingin bersama Niko, tetapi aku yang lebih berhak atas Niko karena aku ibunya dan hak asuhnya memang sudah jatuh padaku.


Tetapi aku tetap saja takut mas Rio mengambil Niko dari aku, walaupun mas Rio adalah ayahnya.


Biarlah dia berkata kalau aku ini serakah, aku terima asalkan Niko tetap bersama aku selamanya.


Karena aku terlalu sakit bila mengingat semua pengkhianatannya bahkan lebih sakit lagi ketika ingat tentang kepergian Nara untuk selamanya hanya karena rindu akan ayahnya


"mama kenapa?" tanya Niko menghapus air mataku.


"maafin Niko ya ma, sudah membuat mama kuatir" ungkap Niko.


Saat sedang menunggu taksi lewat tiba-tiba terdengar suara klakson mobil dan berhenti tepat didepan kami.


" om Andrey" panggil Niko menghampiri dan menunggu Andrey keluar dari dalam mobil.


"maaf ya lama jemputnya" ujar Andrey keluar dari mobilnya


Aku hanya tersenyum karena aku juga lupa kalau Andrey akan menjemput kami.


"Niko kenapa, sepertinya habis nangis " tanya Andrey yang memperhatikan raut wajahnya Niko.


"iya ndrey, tadi hampir aja mas Rio membawa Niko, dan dia berlari ketakutan karena tidak mau pulang bareng sama ayahnya" jawabku.


"kenapa harus takut sayang, kan itu papanya Niko?" tanya Andrey pada Niko


"aku tidak mau sama papa" jawab Niko teriak kesal

__ADS_1


Andrey berusaha menenangkannya dan mengajak Niko untuk masuk kedalam mobil


"maafin Niko ya?" ucapku berharap Andrey bisa mengerti dengan sikapnya Niko.


"iya tidak apa-apa " jawab Andrey lalu membukakan pintu mobil untukku.Dan melaju mengantarkan kami pulang


Mobil Andrey tepat berhenti didepan rumah orang tuaku.


Sesegera mungkin Andrey keluar dari dalam mobilnya dan mengangkat Niko yang tertidur pulas hingga masuk kedalam rumah dan membaringkannya ditempat tidur.


"Niko sangat lelah sekali, tidak biasanya dia tertidur pulas begitu setelah pulang sekolah" ucap Ibu yang mengikuti Andrey masuk dalam kamar.


Lalu Andrey keluar kamar yang diikuti Ibu dan langsung duduk diruang tamu.


"Ndrey ini minumnya?" aku menyuguhkan minuman


"terimakasih Clara" ucapnya dan tersenyum manis kearahku.


"Bu Bapak mana?" tanyaku


" sesak nafasnya Bapak kambuh lagi, sekarang lagi tidur setelah minum obat" sahut Ibu


"Bapak baik-baik aja kok" sahut Bapak yang keluar dari dalam kamar dan menghampiri kami.


Andrey tersenyum ke arah Bapak dan berusaha membantu Bapak untuk duduk di samping Ibu.


"terimakasih ya Ndrey" ucap Bapak


"Bapak sudah terima telepon dari Orang Tua kamu Andrey, dalam waktu dekat ini kamu akan melamar Clara semoga rencana ini semua berjalan dengan lancar" ucap Bapak kembali


"Amin, tetapi rencananya malam ini Orang tua Andrey akan datang" jawab Andrey


Bapak dan Ibu tersenyum lebar dan saling memandang.


"Alhamdulilah "jawab Bapak dan ibu bersamaan.


Aku hanya menunduk malu seperti seorang gadis yang akan dilamar pacarnya.


"kalau begitu Ibu harus siap-siap dan masak yang banyak dan harus enak untuk makan malam nanti " ucap Bapak ke Ibu


"iya pak, nanti di bantu Clara juga, Clara kan pintar masak" sahut Ibu memandangku.

__ADS_1


Orang Tuaku sangatlah bahagia ketika mendengar bahkan langsung dari Andrey sendiri klo Andrey akan melamarku.


Demi orang tuaku demi kebahagiaan anakku Niko aku menerima perjodohan ini, bukan aku tidak mencintainya tetapi aku belum sepenuhnya mencintai Andrey, walaupun dia baik dan mau menerima keadaan status aku, tetapi belum 100% aku mencintainya dan aku akan belajar mencintainya dan berbakti kepadanya sebagai suamiku.


__ADS_2