AIR MATA CLARA

AIR MATA CLARA
"tinggalkan rumah"


__ADS_3

Mas Rio marah besar saat tahu anaknya Nara tahu ayahnya pergi dengan wanita lain selain ibunya.


Bahkan menuduh aku yang mengajari anak-anaknya untuk tidak menurut kepada papanya.


"aku tidak pernah mengajari anak-anak untuk bersifat seperti itu, mereka sendiri yang punya penilaian" ...


"ohh....jadi kamu menyalahkan aku?" mas Rio semakin marah


"aku bukan menyalahkanmu mas, aku bicara sesuai kenyataannya"...


Plakkk.... tangannya melayang kewajahku dan itu selalu dilakukan mas Rio setiap dia marah kepadaku.


Aku menangis bukan menahan rasa sakit karena tamparan yang dilakukan mas Rio. Aku menangis karena menahan rasa sakit dalam hati dengan sikap suamiku yang tidak pernah menghargai aku sebagai istrinya dan selalu menyakiti aku fisik ataupun non fisik.


Dengan hati penuh luka, akupun punya kesabaran yang ada batasnya. Aku pergi dari rumah meninggalkan suamiku dan juga anak-anakku, aku terlanjur kecewa dengan sikap suamiku yang tidak pernah menghargai aku.


Mungkin ini akan menjadi lebih baik bila aku keluar dari rumah.


Mas Rio memang tidak mengusirku tapi sikapnya menandakan dia tidak menginginkanku untuk tinggal bersamanya lagi.


"semoga kamu tidak menyesal" ujarku dan aku langsung tarik koper dan berjalan pergi meninggalkan rumah.


Berat sekali kakiku melangkah untuk meninggalkan rumah, dan terlalu banyak kenangan yang tidak mungkin aku lupakan dirumah yang selama 8 tahun aku tempati.


Mas Rio hanya diam bahkan tidak peduli padaku dan dia merelakan aku untuk pergi dari rumah.


Nara dan Niko berlari menghampiriku.


"mama mau kemana aku ikut"...ujar Nara menangis sedangkan Niko memeluk aku erat agar aku tidak pergi meninggalkannya.

__ADS_1


"sayang maafkan mama... kalian baik-baik sama papa, harus nurut sama papa, mama nggak akan pergi lama, mama akan kembali lagi" aku menangis dan memeluk anak-anakku


Mas Rio menghampiri Nara dan Niko dan membawa mereka masuk kedalam rumah, Nara dan Niko menangis histeris memanggil-manggilku.


"mama...mama...mama.."...


Tapi Tetap aja mas Rio membawa mereka masuk tanpa pedulikan perasaan anak-anaknya.


Aku pikir dengan kesabaranku menghadapi semua tingkah suamiku aku akan mendapat kebahagiaan dan dengan akhirnya aku harus terluka dan kenyataannya pahit yang aku rasakan.


Aku harus pergi meninggalkan rumah dan terutama aku harus meninggalkan anak-anakku yang belum mengerti dengan keadaan yang terjadi kepada orang tuanya.


Aku jatuh tersungkur didepan pintu rumah orang tuaku dengan seluruh tubuhku basah kuyup karena diguyur air hujan.


Ibu kaget saat pintu dibuka ternyata ada aku tergeletak tidak berdaya didepan pintu.


Aku menangis dan memeluk dipangkuan ibu setelah itu aku tidak sadarkan diri.


"maafkan Clara bu, pak sudah merepotkan kalian"...


Lalu aku duduk bersandar ditempat tidurku, aku lihat ibu menangis.


"ada apa denganmu nak, kenapa bisa seperti ini?"ujar ibu memandangku berharap anaknya baik-baik saja.


"aku meninggalkan rumah aku tinggalkan suami dan anak-anakku, aku sudah tidak tahan lagi dengan mas Rio bu, mas Rio sudah tidak mencintaiku dia mencintai wanita lain dan tidak menghargai aku sebagai istrinya, dia sudah menyakiti aku bu"...air mataku berlinang


"bagaimana dengan anak-anakmu mereka membutuhkanmu"...


"aku tahu itu, tapi mas Rio melarang Aku untuk membawa anak-anak ikut denganku"...

__ADS_1


Ibu memelukku memberi aku ketenangan,


"kamu yang sabar ya nak, semoga akan ada jalan yang baik buat kamu"...


"terimakasih bu, Amiin"...


Aku rindu dengan anak-anakku aku rindu ingin memeluk mereka aku rindu ingin main bersama mereka, sudah 1 minggu aku meninggalkan rumah


"Nara Niko mama kangen mama ingin bertemu kalian" bisikku.


Ibu merangkul dari belakang


"pulanglah, lihat anak-anakmu, jangan kamu besarkan egomu, kasian Nara dan Niko mereka pasti membutuhkan kamu"...


Mungkin benar apa kata ibu aku harus pulang aku harus kuat demi anak-anakku walaupun aku yang mengalah tapi setidaknya aku tidak meninggalkan anak-anakku.


Aku pamit sama ibu bapak untuk pulang kerumah dan melihat anak-anakku Nara dan Niko, pulang bukan berarti aku kembali.


Disaat menuju rumah aku melihat Merry sedang duduk dikursi taman yang seperti nya sedang menunggu seseorang dan saat aku akan menghampirinya tiba-tiba aku melihat Mas Rio mendekatinya, langkahku berhenti dan menjauh dari mereka agar mereka tidak melihatku ada ditempat itu juga.


"kamu jahat mas Rio kamu egois, aku mengalah demi istrimu agar dia tidak tersakiti olehku yang mencintaimu, dan kenapa kamu harus menyakitinya dan pergi dengan wanita lain" ujar Merry


"wanita itu sama aja ya, menangis dan mengakui kalau dia tersakiti, salah kamu sendiri kenapa kamu meninggalkan aku " sahut Rio


"aku meninggalkanmu karena aku tidak mau jadi orang ketiga di Rumah Tanggamu, inget mas Rio jangan pernah kamu zholim kepada istrimu, dia istri yang baik dan juga ibu yang baik untuk anak-anakmu"...


Lalu Merry pergi meninggalkan mas Rio.


Aku pikir Merry adalah orang ketiga yang merusak rumah tangga ku ternyata aku salah. Merry wanita baik yang telah salah mencintai suamiku tetapi dia mengalah untuk tidak merusak rumah tangga ku dan tidak ingin menyakitiku. Dia rela meninggalkan mas Rio dan berusaha melupakannya dan ternyata kenyataannya lelaki yang dia lupakan didalam hatinya ternyata memiliki wanita lain pula.

__ADS_1


Bukan hanya aku saja yang tersakiti oleh mas Rio tetapi Merry juga menjadi korban pengkhianatan suamiku.


__ADS_2