AIR MATA CLARA

AIR MATA CLARA
"Jawabanku"


__ADS_3

Orang Tuaku berusaha meyakinkan aku tentang Andrey dan keluarganya dan menginginkan aku untuk menjadi menantunya.


Tetapi tidak semudah itu aku memutuskan karena hati kecilku belum yakin apakah Andrey benar-benar baik untuk aku dan anakku?


karena aku tidak ingin gagal lagi, aku ingin bahagia dan anakku juga harus bahagia.


"Biarlah berjalan apa adanya, karena aku tidak ingin mengambil keputusan terlalu cepat, aku belum sepenuhnya mengenal Andrey" ucapku dengan suara pelan


"bukannya kamu bersahabat dengan Andrey sejak dulu pasti kamu tahu tentang sikap dan sifatnya?" ujar Bapak


"iya nak" suara ibu lembut


"aku dulu memang bersahabat Bu, dekat dengan Andrey tetapi lain dengan sekarang, aku mohon sama Ibu sama Bapak mengerti dengan keputusan aku" sahutku.


Lalu aku meninggalkan Ibu dan Bapak diruang keluarga dan menghampiri Niko yang sedang belajar.


"gimana sayang PRnya sudah selesai"...


"sudah ma" sahut Niko dengan menunjukkannya hasilnya dan semuanya benar.


"ihh pintar banget sih anak mama"


"iya dong siapa dulu Niko anaknya Mama" Niko Berdiri dengan percaya dirinya.


"siapa sih yang pintar, cucu nenek ya?"ucap Ibu menghampiri dan duduk disamping Niko


"PRnya udah selesaikan, sekarang kamu masuk kamar dan bobo, nanti mama nyusul"...


"iya ma" sahut Niko sembari merapikan buku-buku sekolahnya.


"selamat malam sayang, selamat bobo juga" ucap Ibu dan mengecup kening cucunya.


Setelah Niko masuk kedalam kamar untuk istirahat lalu Ibu duduk mendekati aku.


Aku tersenyum ke arahnya


"Ada apa Bu?"...


"maafkan Ibu ya Clara, Ibu sama Bapak terlalu memaksakan kehendak sedangkan kamu butuh waktu untuk bisa menerima, Ibu dan Bapak hanya ingin melihat kamu dan Niko bahagia,hanya itu ko, Ibu dan Bapak sudah tua nak, apalagi Bapak yang kadang ngawur bicaranya"...


"ngawur bicaranya gimana bu?"tanyaku kuatir


"ya mungkin terlalu kuatir dengan kamu dan Niko " jawab Ibu


"Ibu, apa yang harus dikuatirkan aku dan Niko baik-baik saja"...


"iya"...


Ibu beranjak dari tempat duduknya dan berjalan masuk kedalam kamar.


Terkadang menjadi pilihan yang sulit untukku Orang Tuaku ingin melihat aku bahagia dengan aku menikah lagi, tetapi tidak dengan hati kecilku.


Apakah harus Andrey yang Orang Tuaku piliihkan? sedangkan hati aku belum yakin apakah Andrey memang yang terbaik untukku atau memang dia jodohku?

__ADS_1


Aku dengan Andrey memang sudah dekat, karena dia memang teman lamaku bahkan boleh dikatakan jujur aku memang suka dengan Andrey karena dia baik dan dia juga sayang dengan Niko anakku.


Aku menghubungi Andrey lewat telepon tanpa menunggu lama Andrey langsung menjawab telepon dari aku.


" Iya Clara ada apa?"...


" Ndrey, besok bisa kita bertemu ada yang ingin aku bicarakan"...


" iya dimana?"


" Ditaman dekat sekolahnya Niko" ...


" Ok sampai bertemu besok ya, apa aku jemput kamu aja sekalian antar Niko sekolah?"...


"Tidak usah bertemu di sana aja"...


"baiklah..."


Seusai menyiapkan sarapan untuk Orang Tuaku dan Juga Niko dan bekal Niko pun sudah siap.


"Niko sudah selesai sarapannya, yuk kita berangkat?" ajak aku pada Niko.


"iya ma" jawab Niko sambil menghabiskan susunya.


"belajar yang rajin ya sayang" ucap Bapak pada cucunya dan mengecup keningnya.


"iya kek"...


"jangan lupa bekalnya dimakan, biar belajarnya tambah semangat" ucap Ibu lalu mencium keningnya.


"Bu, pak aku antar Niko dulu ya" pamitku.


Dan mereka meneruskan sarapannya.


Aku antar Niko sampai depan kelas


"nanti mama jemput lagi, ingat sebelum mama jemput jangan kemana-mana"...


"iya ma" jawab Niko dengan mencium tanganku dan masuk kedalam kelas.


Aku kuatir karena akhir-akhir ini, dunia luar untuk anak-anak sangatlah berbahaya, Bahkan info penculikan anak menjadi ketakutan untuk para orang tua terhadap anaknya.


"haii..." sapa Andrey


Mengagetkan aku dalam lamunan...


"heyy"...


"kamu kenapa?"tanyanya


"ko, aku jadi kepikiran Niko ya!"...


"Niko sudah masuk kelaskan? kenapa harus kuatir?"

__ADS_1


Aku tersenyum kearahnya.


"katanya ada yang mau dibicarakan, ayo mau bicara apa?" tanya Andrey tidak sabar


Aku berjalan ke arah taman dan duduk di bangku taman yang biasa aku duduki dengan di ikuti Andrey yang ikut duduk disampingku dan menatapku, hingga membuat aku malu dengan tatapannya.


"jangan menatap aku seperti itu?"...


Aku beranjak dari tempat duduk dan berdiri membelakanginya.


"kenapa kamu tidak suka?" tanyanya dan menghampiriku.


"aku... (aku tersenyum) apa kamu yakin terhadapku dengan orang tua kita dan perjodohan kita"...


"aku yakin kamu akan jadi jodohku" sahutnya tanpa basa-basi.


"apa kamu menerima segala kekurangan aku?" tanyaku dengan wajah sedikit sedih dan duduk kembali.


Andrey mendekatiku dan tangannya menggenggam tanganku.


"apapun kekurangan kamu aku akan terima, aku mencintaimu bukan kelebihan kamu saja tapi segala kekurangan kamu" jawab Andrey


"semoga kamu tidak kecewa dengan keputusanmu yang memilih aku"..


"kamu menerima aku?" tanya Andrey dengan tersenyum lebar.


Aku menganggukkan kepala dan tersenyum ke arahnya.


"kabar bahagia ini akan aku sampaikan ke kedua orang tua kita, pasti mereka akan senang mendengarnya" kata Andrey dengan senyum sumbringahnya karena bahagia dan langsung menghubungi kedua orang tuanya.


Semoga jawaban aku dengan menerima perjodohan dan menerima lamaran ini akan menjadi awal kebahagianku.


Andrey baik, keluarganya juga baik semoga Andrey menjadi jodohku yang terakhir.


"nanti malam aku dan kedua orang Tuaku akan datang kerumah melamar kamu, dan membahas tentang pernikahan kita" ujar Andrey setelah selesai menghubungi orang tuanya.


"iya" sahut aku dengan senyum manis ke arahnya.


"terimakasih ya kamu sudah mau menerima aku, aku janji aku akan bahagiakan kamu dan juga Niko" ucap Andrey dengan janjinya.


"Amiin"...


"aku harus kembali ke kantor, sudah terlalu lama aku meninggalkan kantor" ucapnya yang beranjak dari tempat duduk dengan mata melirik ke arah jam tangannya.


"iya, hati-hati ya"...


"kamu mau langsung pulang?"tanya Andrey


"aku ke toko dulu, nanti balik lagi ke sekolah jemput Niko"...


"ok, nanti sekalian aku jemput kalian pulang" sahutnya lalu pergi melaju menuju kantornya.


Aku bahagia dan ada sedikit lega dalam hatiku, mungkin karena jawabanku menerima perjodohan dan lamaran Andrey.

__ADS_1


Dan semoga Andrey akan menjadi jodohku yang terbaik.


__ADS_2