
Sudah hampir satu bulan dan kondisi Nara belum ada perubahan malahan semakin memburuk Bahkan dokter mengatakan kalo Nara sedang keritis.
Air mataku tidak pernah berhenti menetes dan doa di setiap denyut nadiku aku panjatkan untuk kesembuhan anakku.
Seluruh keluargaku berkumpul dirumah sakit, ketika tahu kondisi Nara memburuk.
Bahkan Merry yang akhir-akhir ini sering datang kerumah sakit melihat kondisinya Nara. Ikut menemani dan menguatkan aku, agar aku diberi kesabaran.
Niko yang tidak begitu dekat dengan Merry, akhirnya menjadi dekat bahkan ketika ibu tidak sempat menjaga Niko karena sibuk denga bapak yang belakangan ini jatuh sakit karena memikirkan keadaannya Nara. Merrylah yang menjaga Niko, bahkan Merry menyempatkan mengantar dan menjemput Niko sekolah.
Walaupun aku tahu Merry adalah wanita Karir dan dia sibuk. tetapi dengan seperti ini Merry bisa meluangkan waktu untuk keluargaku padahal dia bukan siapa-siapa dikeluargaku hanya orang lain yang sangat baik kepadaku dan anak-anakku.
Aku tersenyum kepada Merry walaupun hatiku dalam keadaan cemas memikirkan tentang kondisi putriku yang kini semakin memburuk.
"Merry terimakasih ya, kamu sudah baik kepada ku dan anak-anakku dan sudah meluangkan waktu untuk menemaniku dirumah sakit ini" ucapku dan Merry hanya menjawab dengan senyuman lalu memelukku.
Merry bukan hanya teman tetapi sahabat yang baik, yang selalu ada setiap aku membutuhkannya.
Dulu Merry pacarnya mas Rio yang aku kira dia akan merebut mas Rio dariku ternyata aku salah dia wanita baik yang rela meninggalkan mas Rio buat kebahagiaanku.
Dan keputusannya meninggalkan mas Rio demi aku tidak membuat aku bahagia dan tidak membuat mas Rio sadar, dan semakin bertingkah dan meninggalkan aku dengan Shinta wanita penggantinya Merry.
Mas Rio datang menghampiriku dengan terburu-buru setelah aku mengabarinya kalau Nara keritis.
"bagaimana dengan nara?"tanya mas Rio panik.
"belum tahu mas, dokter belum mengabari lagi kondisi Nara saat ini" sahutku dengan mata sembab karena banyak menangis.
Lalu mas Rio duduk dengan raut wajah sedih.
"yang sabar ya mas" ucap Merry
"Merry.... kamu ko ada disini?" ujar Rio kaget, saat tahu Merry mantan pacarnya ada dirumah sakit.
" iya " sahutnya
Aku tidak cemburu Merry dekat dengan mas Rio pada saat seperti ini, dan aku percaya sama Merry dia tidak akan mencintai mas Rio kembali walaupun saat ini mas Rio sudah menjadi mantan suamiku.
__ADS_1
"selama aku di rumah sakit, Merry yang sibuk mengantar dan menjemput Niko sekolah" ceritaku kepada mas Rio
"terimakasih ya Merry" ucap Rio
"sama-sama,,, Apapun itu aku akan selalu membantu sahabatku yang hebat ini" ujarnya Merry sembari merangkulku.
Aku tersenyum bahagia mempunyai sahabat baru yang sangat baik kepadaku.
Mas Rio tersenyum dan sedikit bingung dengan kedekatan aku bersama Merry mantan pacarnya.
Dokter keluar dari ruangan, aku langsung menghampirinya dibarengi oleh mas Rio.
"dok bagaimana dengan kondisi Nara?" tanya mas Rio kuatir
"kondisi Nara sangat memburuk dan..."ucap dokter terputus karena dipanggil suster dan langsung masuk kembali ke ruangan dimana didalam ruangan itu ada Nara yang sedang ditangani para dokter.
Aku semakin panik bahkan berteriak memanggil-manggil dokter agar dokter bisa memberitahukan kondisi Nara.
"Mba Clara yang tenang, dokter sedang menangani Nara, semua orang disini kuatir dengan kondisi Nara tapi mba harus tenang" ucap Merry menenangkan aku dan membantu aku untuk duduk dibangku Tunggu.
"ibu"...
Mereka bisa berbicara tentang sabar, harus tenang apa mereka merasakan ketakutan aku disaat kondisi anakku Nara benar-benar diujung kesabaran aku, berjuang antara hidup dan mati.
Dan aku takut putri kecilku pergi meninggalkanku itulah yang kini ada dipikiranku yang membuat aku tidak bisa tenang bahkan rasa takut menyelimuti hatiku.
"mba Clara mau kemana?" tanya Merry menghentikan langkahku ketika aku ingin menenangkan jiwaku di tengah kesedihanku.
"iya nak mau kemana kamu " tanya ibu mertua cemas
"aku ingin mengadu sama Allah bu" jawabku sedih.
Lalu mereka diam dan membiarkan aku pergi menuju musholla rumah sakit..
***
"kasian mba Clara, anak-anaknya adalah semangatnya, akupun bila menjadi mba Clara mungkin tidak akan sekuat mba Clara" ucap Merry
__ADS_1
"Clara wanita baik wanita yang sabar, tekun bahkan wanita yang sangat sayang sama keluarganya, dan suaminya tapi sayang suaminya tidak bersyukur memiliki istri sebaik Clara" sahut sindi keponakan dari ibunya Clara. Dan memandang Rio agak sinis.
Merry diam dan merasa menyesal telah setega itu menyakiti hatinya Clara yang mencintai suaminya.
"kamu sudah ngambil keputusan yang terbaik mungkin dianya aja yang kurang ajar" ujar sindi makin kesal
"aku tidak ingin terjadi seperti ini mba Clara harus menderita batin karena sikap suaminya" sahut Merry sedih
"sekarang sudah jadi mantan suami, karena kesalahan yang sama, karena dia punya wanita lagi"...
Merry dan Sindi sudah saling mengenal karena Sindi teman SMA nya Merry, sindi juga mengetahui kedekatan Merry dengan Rio,karena mereka sama-sama satu SMA.
Tapi setelah lulus Merry harus melanjutkan kuliahnya ke Bandung.
Setelah selesai kuliah Merry kembali lagi ke jakarta dan bekerja di sebuah perusahaan besar yang ada dijakarta.
Merry bertemu kembali dengan Rio dan menjalin hubungan karena di masa-masa SMA mereka memang sudah saling menyukai.
Rio yang di cintai Merry ternyata sudah beristri dan Merry belum mengetahuinya. hingga akhirnya Sindi sepupu dari Clara marah besar setelah mengetahui kalau temannya bernama Merry berhubungan spesial dengan Rio suami dari Clara.
"Merry, putusin hubungan kamu dengan Rio?" pinta Sindi yang datang tiba-tiba kekantor Merry bekerja.
"apa-apaan sih kamu Sindi datang tiba-tiba terus menyuruh aku mutusin hubungan aku sama Rio, Rio itu pacar aku dan tidak mungkin aku mutusin dia" jawab Merry
"karena Rio pacar kamu, makanya aku menyuruh kamu untuk tinggalin Rio. Merry asal kamu tahu ya, Rio itu udah punya istri dan anak, dan istrinya itu sepupu aku, aku mohon sama kamu tinggalin Rio, kasian sepupu aku, harus di selingkuhin, dan selingkuhnya itu kamu teman aku"...
Merry terdiam dan sekaligus kaget saat tahu kalau lelaki yang dia cintai ternyata sudah beristri.
"itu tidak mungkin" ucap Merry lirih
"itu mungkin dan kenyataannya seperti itu, aku tidak mau kamu dicap perusak rumah tangga orang" sahut Sindi
"siapa nama istri dan anak-anaknya?"tanya Merry
"istrinya Clara dia sepupu aku dan anak-anaknya namanya Nara dan Niko" jawab Sindi lalu meninggalkan Merry dengan penuh penyesalan.
"aku tidak mungkin berhubungan dengan Rio yang kenyataannya Rio ternyata suami orang dan aku tidak akan setega itu merebut Rio dari istrinya" bisik hatinya Merry.
__ADS_1