AIR MATA CLARA

AIR MATA CLARA
"Surat Undangan"


__ADS_3

Surat Undangan pernikahan aku dengan Andrey sudah siap.


Dengan bercorak bunga warna merah muda.


Deretan Nama-nama yang akan kami undang sudah tersusun rapi.


Andrey mendekati aku dan tersenyum dan duduk disampingku.


Aku membalas senyumnya.


"siapa lagi yang akan kita undang, apa sudah cukup?" tanyaku dengan memberi selebaran kertas yang tercantum nama-nama undangan.


Andrey mengambil selembaran kertas yang aku berikan lalu matanya tertuju dengan membaca satu persatu nama-nama tamu yang akan diundang.


"Clara...."panggil Andrey pelan dengan mata terus mengarah ke selembaran kertas itu.


"iya, ada apa?"


"Rio tidak kamu undang?" tanya Andrey menatapku


"Tidak perlu" jawabku datar


"Orang tuanya?"tanya Andrey kembali


"Itu pasti aku undang, Beliaukan neneknya Niko"


"Kenapa, Rio tidak kamu undang juga, diakan ayahnya Niko"


"iya, tetapi aku tidak ingin dia mengacaukan acara kita" Jawabku sedikit kesal


Degg... tiba-tiba hatiku merasa sakit kenapa Andrey harus menyuruhku untuk mengundang mantan suamiku.


Aku tidak ingin mantan suamiku melihat pernikahanku bersama Andrey.


Mantan Ibu Mertuaku memelukku dengan erat, saat aku memberinya surat undangan pernikahanku.


"Lara, Ibu harap kamu tidak akan pernah melupakan ibu setelah kamu menikah lagi, kamu menantu Ibu yang baik" ucap mantan Ibu Mertuaku


" datang ya Bu, dipernikahanku, pasti Niko akan senang sekali dengan kedatangan Ibu"


" Ibu pasti datang... semoga kamu selalu bahagia dipernikahan kamu yang sekarang"

__ADS_1


"Amiin terimakasih Bu" ucapku


Rumah ini tidak berbeda sama seperti dulu saat aku masih menempati bersama keluarga kecilku, keluarga yang aku harap keluarga yang amat bahagia.


Dan kini rumah ini hanya akan menjadi kenangan, dan kenangan yang amat pahit bagi hidupku.


Setelah aku bercerai dengan Rio dan meninggalkan rumah, Rio pula meninggalkan Rumah dan Membeli rumah baru bersama istri barunya.


Karena rumah kosong, akhirnya Ibu Mertua yang mengisi rumah.


Sejenak aku menatap kebun bunga mawarku yang ditanam dihalaman belakang rumah dengan tumbuh subur.


"Ibu yang setiap hari menyiramnya?"ungkap Ibu yang menghampiriku


"pantas saja bunganya tumbuh subur" ucapku tersenyum


"itu taman Bunga mawar kamu dan Ibu harus merawatnya dengan baik "..


"terimakasih Bu, Ibu sudah merawat bunga-bunga itu, dan masih mau menerima aku untuk datang kerumah ini"...


"Rumah ini akan selalu terbuka lebar untuk kamu dan Niko, karena ini semua milik kalian dan Rio tidak berhak untuk memilikinya, dan karena itu Rio tidak tinggal disini dan lebih memilih untuk membeli rumah Baru"


"Tetapi aku tidak mengharapkan ini semua menjadi milikku, karena aku tidak ingin hanya akan membuat aku teringat semua masa lakuku.


"Trusu bagaimana kabar Bapak?" tanyaku


Karena sejak aku bercerai dengan Rio aku tidak pernah mendengar lagi kabar dari suami dari mantan Ibu Mertuaku dan Ibu dan Bapak dari mantan suamiku.


Karena terakhir aku dengat saat masa perceraian aku dengan Rio Bapak sedang sakit.


"Alhamdulilah Bapak baik-baik saja, Rencananya minggu ini akan datang kejakarta" jawab Ibu


"syukurlah..."


" Rumah ini menjadi sepi setelah kalian Berpisah" ucap Ibu yang sepertinya menyayangkan perpisahan kami


"maafkan Lara ya Bu"


Aku menjadi merasa bersalah dengan apa yang terjadi pada kehidupan keluargaku.


"bukan salah kamu nak, mungkin ini memang sudah menjadi takdir kehidupan kalian... yang Ibu harapkan semoga kamu akan lebih bahagia dan tidak melupakan Ibu" ucap Ibu dan mengusap air matanya yang menetes.

__ADS_1


Entah Air mata Bahagia atau air mata kesedihan.


Hanya Ibu yang merasakannya karena aku tidak ingin banyak tahu, yang akhirnya akan membuat aku teringat semua cerita sedih itu, dirumah ini.


Dan dengan pernikahan aku bersama Andrey akan menjadi cerita yang indah dan bahagia☺


Hampir 2 jam aku dirumah yang dulu yang pernah aku tempati dan sekarang mantan Ibu mertua yang menempatinya.


Andrey sudah datang menjemput dan hampir 15 menit dia menunggu aku keluar dari dalam rumah.


"Terimakasih Bu, jangan sampai tidak datang ya" ucapku


Andrey keluar dari dalam mobil dan menghampiri aku yang sedang bersama mantan Ibu Mertuaku


" Bu, perkenalkan Ini calon suami aku Andrey namanya "


"Andrey Bu" Andrey menyebutkan Namanya dan mencium tangan mantan Ibu Mertuaku seperti seorang anak kepada Ibunya.


Menjadi hal yang biasa karena Andrey selalu melakukan itu kepada orang yang pantas untuk dihormati.


"sepertinya Ibu pernah melihat kamu, tapi dimana ya"


"iya, jelas Ibu pernah melihat aku, karena Ibu teman orang Tua aku"


"Siapa Orang Tua kamu? maklum Ibu sudah Tua jadi banyak lupanya" senyum Ibu memecahkan suasana.


"Nama Orang Tuaku Ella dan Drian" jawab Andrey


" o, ya ampun jadi kamu anaknya Mba Ella dan Mas Drian, pantas saja"...


" iya Bu"


"selamat ya untuk kalian berdua semoga acaranya lancar dan selalu bahagia untuk kalian berdua... Ibu titip Clara ya Andrey bahagiakan dia"


" iya Bu.... "jawab Andrey


"kita pamit ya Bu" Aku berpamitan dan meluncur dengan mobil yang dikendarai Andrey.


Mantan Ibu Mertuaku tidak merasa keberatan untuk aku menikah kembali, apalagi setelah tahu ternyata calon suamiku Andrey adalah anak dari temannya.


Restu yang aku dapatkan dari mantan Mertuaku adalah hal yang membuat hati aku sedikit lega.

__ADS_1


Karena bagaimanapun juga beliau adalah Ibu dan nenek dari anakku Niko.


__ADS_2