
Aku bawa anak--anakku pulang kerumah orang tua ku, tanpa sepengetahuan mas Rio dan ibu mertuaku mengizinkannya.
"Bawa aja Nara dan Niko dan akan lebih baik mereka sama kamu" ujar ibu yang membantu Nara dan Niko membereskan pakaian.
"Terus bagai mana dengan mas Rio bu?"...
"biar ibu yang bicara sama Rio" sahut ibu.
Lalu ibu mengantarkan kami ke teras depan sambil menunggu taksi datang.
"Ibu baik-baik disini, maafkan aku sudah merepotkan ibu " aku memeluk ibu mertuaku yang sangat baik
"kamu tidak merepotkan ibu, Rio yang sudah kelewatan sama kmu clara, lagi pula ibu juga akan pulang, besok sebelum ibu pulang, ibu akan menemui cucu-cucu ibu yang pintar ini" ibu memeluk Nara dan Niko.
Aku melepaskan pelukan dan melambaikan tangan ke arah ibu karena taksi yang aku pesan sudah datang tepat didepan rumah.
sekilas aku melihat ibu meneteskan air mata, aku tersenyum dibalik jendela mobil.
" jalan pak"..
"dadahhhhh omah....
" Nara dan Niko melambaikan tangannya kearah omah nya dan omahnya membalas lambaian cucu-cucunya.
Mas Rio datang kerumah dengan raut wajah penuh marah, aku menariknya menjauh dari rumah agar Bapak dan Ibu tidak mendengar mas Rio marah-marah karena aku takut dada bapak menjadi sesak kalau mendengar kemarahan mas Rio kepadaku.
"mana anak-anakku?"ujar mas Rio dengan nada marah.
"Nara dan Niko ada didalam, dan mereka akan baik-baik aja sama aku"...
__ADS_1
"nggak, aku akan bawa anak-anak pulang, aku nggak mau anak-anakku tinggal sama kamu" mas Rio berjalan ke arah rumah dan aku berusaha mencegahnya.
"aku ibunya mas, mereka berhak sama aku, lagi pula kamu nggak bisa jagain anak-anak, kamu sibuk, anak-anak bisa terlantar"...
"dirumah ada ibu, ibu yang akan jagain mereka selama aku sibuk diluar" sahutnya angkuh.
"ibu nggak bisa, lagi pula ibu akan pulang ke surabaya"...
"aku akan suruh pengasuh untuk jagain anak-anak dan semuanya pengasuh yang akan urus, gampangkan" ujarnya.
"Aku nggak setuju pengasuh yang urus, aku ibunya dan aku sanggup mengurus anak-anakku, pokoknya Nara dan Niko sama aku, sekarang kamu pulang" aku mendorongnya dan mengusirnya pulang.
"harus kamu inget clara, Nara dan Niko hak asuhnya akan jatuh kepadaku" mas Rio berjalan pergi dengan kemarahannya.
Seperti petir menyambar aku, ketika mas Rio yang masih menjadi suamiku, mengatakan kalau anak-anakku hak asuhnya akan jatuh kepadanya.
Apakah aku akan benar- benar berpisah dengan suamiku yang dulu amat aku cintai.
"ada apa clara?" ibu menghampiri aku dan duduk disampingku
"aku lagi berpikir bu, salah aku apa ya sama mas Rio sampai-sampai mas Rio perlakukan aku Seperti ini, aku udah berusaha jadi istri yang baik untuk mas Rio bu, tapi kenapa balasannya seperti ini" aku menangis dipelukan ibu.
"jadi wanita itu harus kuat, sabar dan ikhlas, sholatlah minta sama Allah apa yang terbaik buat kamu" ujar ibu menasihatiku
Mungkin ini cobaan untuk aku, agar banyak sabar dan ikhlas dan teguran pula atas segala kelalaian aku yang tidak pernah sujud kepada Tuhan ku, hingga Tuhan rindu padaku sehingga aku diberi cobaan, agar aku mengingat atas nikmat yang aku rasakan selama ini.
"Ya Allah ampunilah segala dosa ku, aku bersujud memohon ampun ke padaaMU, mungkin ini semua dosa-dosaku dan aku mohon ke padaMU ya Allah selamatkanlah pernikahan aku bila memang suamiku adalah jodohku tapi bila memang bukan jodohku lagi aku mohon ya Allah berilah jalan yang terbaik buat kami.Amiin." doaku.
Ibu buka pintu dan masuk kedalam kamarku
__ADS_1
"Clara, ada ibu mertua mu"...
"iya bu, Nara dan Niko mana bu?"tanyaku lalu aku keluar bersamaan dengan ibu.
"Nara dan Niko bersama ibu mertuamu" sahut ibu
Aku berjalan menghampiri ibu mertuaku yang sedang bersama anak-anak.
"Mama omah mau pulang kesurabaya" Nara menghampiri dan duduk dipangkuanku.
"Iya sayang....tidak apa-apa ya, masuk kamar dulu ya ajak Niko mama mau bicara dulu sama omah"
"iya ma, Niko ayo kita main dikamar" ajak Nara ke adiknya lalu mereka berjalan masuk kamar.
"Rio datang kesini?" tanya ibu mertua
"iya bu, bahkan hak asuh Anak-anak akan diproses jatuh ke mas Rio, aku mohon bu, bantu aku, aku tidak mau jauh dari anak-anakku ibu ngertikan perasaan aku" aku menggenggam tangan ibu mertuaku.
"nanti ibu akan usahakan bicara sama Rio, kamu yang sabar ya"...
Aku menangis dipelukan ibu mertua dan memohon agar ibu bisa membantu aku.
Bukan aku lemah yang tidak bisa berbuat apa-apa, tetapi aku tidak berdaya dengan segala apa yang ada dihadapan aku yang nantinya akan menjadi kenyataan yang aku hadapi menjadi pahit yang aku rasakan.
Ibu mertua pamit. pulang dengan memberi aku sebuah amplop tebal berisi uang untuk keperluan aku dan anak-anak.
Aku berusaha menolaknya karena aku tidak mau ketergantungan kepada orang lain walaupun itu mertua aku sendiri. Tetapi mertuaku memaksa agar aku mengambilnya, dan aku tetap bersikeras menolaknya hingga akhirnya ibu menyerah.
" ok , ibu tidak akan memaksa, dan bila kamu membutuhkan apapun itu, tolong hubungi ibu" pinta ibu mertua dan berjalan menghampiri Nara dan Niko yang berada dikamar.
__ADS_1
Lalu tidak lama kemudian ibu keluar kamar dan pamit pulang.