
Harusnya mas Rio libur dihari minggu tapi alasannya dia sibuk dikantor dan harus bertemu dengan orang-orang penting itu dihari minggu.
Dan trus tidak pentingkan anak-anaknya yang ingin kumpul bersama dengan papahnya dihari minggu juga?.Dan mas Rio lebih mementingkan kesibukannya dikantor dari pada kumpul bersama dengan anak-anaknya padahal Nara dan Niko berharap papahnya ada dirumah dan mengajak pergi jalan-jalan walaupun hanya sekedar main ditaman.
"nggak apa-apa ya sayang... kan bisa jalan-jalannya sama mamah" bujuk aku
"aku ingin sama papah juga" rengek Nara
"papah sibuk, papah udah nggak sayang lagi sama kita" ujar Niko kecewa.
Aku peluk anak-anakku
"papah sayang sama Niko sama Nara tapi papah cuma sibuk aja, nanti setelah tidak sibuk lagi pasti ada waktu buat kita" sahutku memberi penjelasan.
Anak-anakku terlalu kecil untuk tahu masalah orangtuanya.
Untuk melupakan kesedihan Nara dan Niko aku ajak mereka jalan-jalan dan bermain ditaman.Setelah bosen main ditaman aku ajak mereka menuju kios es crim, mereka bisa memilih rasa es crim sesuka hatinya.
"suka...enak ya es crimnya?" tanyaku bahagia melihat anak-anak lahap memakan es crimnya. Dan Nara dan Niko mengangguk senang
" Nara dan Niko tunggu disini ya, mamah pergi ke toilet dulu, habiskan es crimnya "...
" iya mah" sahut Nara dan Niko barengan.
Aku keluar dari toilet, saat akan menghampiri anak-anakku yang sedang asik makan es crim tidak sengaja mata ku sekilas melihat suamiku mas Rio sedang berjalan bergandengan tangan bersama wanita yang tidak aku kenal menuju kios es crim juga. Mereka sangat mesra seperti sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta.
Dadaku sesak hatiku sakit, tidak terasa air mata ku menetes.
"kamu bilang sibuk dengan pekerjaanmu padahal kenyataannya kamu punya wanita lain dibelakangku dan tidak ada waktu untuk anak-anakmu?" bisik dalam hatiku hingga dadaku terasa sesak.
Aku alihkan pandanganku dan langsung menghampiri anak-anakku dengan sedikit mata bengkak.
Niko kaget, karena terburu-burunya aku hingga aku tidak sengaja menabrak meja yang ada disamping anak-anakku.
"mamah kenapa?" ujar Niko kaget sedangkan dengan Nara dia hanya memandang ke arah mataku.
"mata mamah kenapa?" ujar Nara penasaran.
__ADS_1
" tidak apa-apa sayang hanya perih sedikit. karena kelilipan debu tadi pas di toilet... makan es crimnya sudah selesai belum kita pulang yuk" aku sedikit panik karena takut anak-anakku melihat papahnya bersama wanita lain .
Tampa menunggu lama aku langsung berjalan menuju kasir dan membayar pesanan es crim yang anak-anakku pesan diikuti Nara dan Niko dibelakangku. karena aku takut anak-anakku melihat ada papahnya ditempat itu juga aku rangkul mereka dari belakang dan agar tidak melihat papahnya yang sedang duduk berdua bersama wanita.
Aku tahu mas Rio menyadarinya klau aku melihat dia dengan wanita lain karena dia sempat melewati aku saat dia akan memesan es crim untuk teman wanita nya, tetapi dia pura-pura tidak mengenaliku hanya melirik aku dan memberi isyarat agar aku segera membawa Nara dan Niko keluar dari kios es crim itu.
kenapa aku hanya diam saja melihat suamiku berdua dengan wanita lain? aku menyalahkan diriku sendiri yang seenaknya suamiku menyakitiku tetapi aku hanya diam saja.
Air mata ku tiba- tiba menetes, tetapi aku segera menghapusnya.
"mamah nangis?"ujar Nara memelukku dan aku balik memeluknya.
"nggak sayang" sahutku mengelak.
"aku tahu ko, tadi pas di kios es crim aku lihat papah sama tante itu" ...
Aku kaget ternyata Nara melihatnya
"mamah nangis gara-gara papah sama tante itukan?"...
Nara terlalu kecil untuk tahu masalah orang tuanya dia baru usia 9 tahun, belum sepantasnya Nara tahu apa yang terjadi dengan mamahnya.
"niko mana, dari tadi mamah nggak liat niko, kemana dia?"...
"niko tidur mungkin kelelahan" sahut Nara.
Aku tersenyum dan melanjutkan memeluk gadis kecilku.
Mas Rio pulang dan pulangnya lebih awal tidak seperti biasanya yang selalu pulang larut malam. Aku menghampiri dan duduk disampingnya
"Nara dan niko mana?aku bawa hadiah untuk mereka" tanya mas Rio Tampa merasa berdosa.
"perempuan itu siapa mas,kamu punya hubungan dengan perempuan itu? kamu tidak menghargai perasaan aku, perasaan anak-anak juga, kamu egois kamu lebih mementingkan dia perempuan itu ketimbang keluargamu sendiri alasanmu sibuk sibuk dan sibuk padahal kamu sibuk dengan perempuan itukan?"....
Mas Rio hanya tersenyum licik dan meninggalkan ku Tampa menjawab sepatah katapun.
Hatiku seperti disambar petir Sakiiiiit.....mas Rio seperti membenarkan dengan senyuman licik nya itu kalau dia ada hubungan dengan perempuan itu.
__ADS_1
Dikamar Nara dan Niko
Papahnya menghampiri Nara yang sedang belajar
"Nara sedang belajar apa?"ujar papahnya mengagetkan. Nara menengok kearah papahnya lalu melanjutkan belajarnya lagi.
papahnya lalu menghampiri Niko yang sedang bermain mobil-mobilannya dan menghindar setelah tahu papanya menghampirinya.
"Niko?"panggil papahnya
Niko tetap cuek dan tidak perduli kalau papahnya memanggilnya.
" ok papah minta maaf, tapi jangan cuekin papah donk"...
Nara dan Niko memandangi papahnya
"papah punya hadiah untuk kalian" tangannya mengangkat ke atas menunjukan hadiah untuk anak-anaknya.
lalu Nara dan Niko menghampiri papahnya dan berharap hadiahnya cepat diberikan kepada mereka.
"ini untuk Nara dan yang warna biru ini untuk jagoan papah"
" terimakasih pah" ucap Nara dan Niko bersamaan
"kalian lanjutkan belajar dan mainya papah mau istirahat dulu... o iyah jangan cuekin papah lagi ya?"...
Papahnya duduk dan berhadap-hadapan dengan anak-anaknya
"papah minta maaf ya, papah janji minggu depan papah akan ajak kalian jalan-jalan"...
"papah janji ya jangan bohong lagi" sahut Nara
" iya gadis kecil papah... papah janji"...
lalu mereka memeluk papahnya.
"oh iyah... tante itu siapa pah?" ujar Nara melepaskan pelukannya.
__ADS_1
Papahnya diam sekaligus kaget saat gadis kecilnya menanyakan perempuan yang jalan berdua bersamanya.
" papah istirahat dulu ya... semoga kalian berdua suka dengan hadiahnya" alasan papahnya lalu keluar kamar agar anaknya tidak menanyakan perempuan bersamanya itu dan lagi pula mereka terlalu kecil untuk tahu hal-hal yang bersangkutan dengan masalah orang tuanya.