
Mas Rio menghubungiku agar dipesta pernikahannya Niko harus ada di acaranya, dan aku berusaha membujuk Niko agar dia mau datang di acara pernikahan papahnya.
Aku tidak mengajarkan Niko untuk membenci
papahnya, tetapi Niko sendiri yang punya penilaian terhadap papahnya. Walaupun aku tahu didalam hati kecilnya Niko merindukan papahnya.
"aku benci papah, gara-gara papah ka Nara meninggal" ucap Niko mengagetkan aku.
"bukan gara-gara papa nak, tetapi itu kecelakaan"...
"iya memang kecelakaan tapi kalau papa nggak sibuk sama tante itu kaka, nggak akan kecelakaan" ucap Niko seperti mengingatkan kembali tentang kecelakaan itu yang menimpa kakanya yang disaksikan Niko sendiri.
Niko tetap dengan pendiriannya tidak ingin ikut ke pesta pernikahan papanya. Walaupun kakek dan nenek ikut membujuknya.
"Niko memang tidak kangen sama papa?" ujar Ibu.
Niko Diam
"papa ingin bertemu Niko, dihari bahagianya papa" ujar ibu kembali.
Niko tetap diam
Ibu menghampiriku.
"mungkin Niko kecewa sama papahnya" ucapku
"terus kamu akan datang di acara pernikahan mantan suamimu itu?" ujar ibu
"nggak bu, bila aku datang di acaranya hatiku akan tambah kecewa"...
Jodohku dengan mas Rio sudah berakhir kini jodohnya mas Rio bersama perempuan itu Shinta yang sudah menghancurkan segalanya bagiku.
***
Dengan tidak sengaja aku memergoki suamiku sedang berduaan dengan wanita lain didalam ruang kerjanya.
"apa-apan ini?" tanyaku marah.
mas Rio kaget dan menjauhi perempuan itu lalu menghampiriku berusaha menjelaskan agar aku tidak salah paham kepada perempuan itu.
Tetapi aku tidak percaya karena aku melihat ada senyum licik diwajah perempuan itu.
__ADS_1
"aku tahu kalian ada hubungan, kamu bukan karyawan dikantor ini, jahat kamu mas khianati aku" tangisan aku pecah dan aku keluar dari ruang kerjanya dengan menahan luka dan setega itu suami yang aku cintai yang aku anggap setia ternyata kenyataannya dia berkhianat.
Awalnya aku akan memberi dia kejutan dengan datang kekantornya, karena sudah lama tidak pernah datang kekantornya mas Rio dan membawa makanan yang suamiku suka dan aku masak sendiri spesial buat suamiku.
tetapi pada saat aku datang kekantor dan masuk ke ruang kerjanya, aku melihat suamiku sedang makan dan menyuapi wanita lain.
Hatiku hancur ketika aku harus melihat pemandangan yang menghancurkan hatiku.
Aku pikir suamiku akan berubah setelah jauh dari Merry dan seutuhnya mencintaiku ternyata pemikiran aku salah dia semakin berulah setelah putus dari Merry dan mendekati wanita lain.
"ya Ampun mas kamu bukanya berubah malah berulah, wanita itu siapa lagi? sudah cukup kamu menyakiti aku dengan berhubungan sama Merry, sekarang wanita lain, salah dan kurang aku apa sama kamu?"...
"aku bosan sama kamu" ucapnya enteng
Tidak terasa air mataku menetes begitu saja dengan ucapan mas Rio.
semudah itu dia mengatakan bosan kepadaku.
Langkah mas Rio berhenti saat dia akan masuk kedalam kamar
"tahu dari mana kamu, aku pernah berhubungan dengan Merry?" tanyanya dengan tatapan mata tajam .
"tidak penting buat kamu aku tahu dari mana, tapi aku tahu semuanya mas, tapi kenapa kamu ulangi lagi kesalahan kamu"...
"yang tadi aku bilang sama kamu, aku bosan aku cari hiburan yang bisa membuat hidupku bahagia" ujarnya yang membuat aku semakin tersakiti.
"jadi selama ini kamu nggak bahagia hidup bersamaku, tega kamu mas"...
Semua orang ingin bahagia tetapi kenapa suamiku mencari kebahagiaannya harus diluar sana?
Hingga ada rasa jenuh dalam hatinya kepadaku, apa kekuranganku hingga dia tega melakukan itu padaku.
Aku selalu berusaha menahan rasa sakit dalam hati ini, berusaha untuk selalu membuat anak-anakku bahagia, walaupun aku memendam rasa sakit yang amat dalam. Demi anak-anakku demi rumah Tanggaku dan keluarga kecilku yang dilihat banyak orang kami keluarga bahagia.
Tetapi kenyataannya banyak luka yang sulit untuk dihilangkan.
Anak-anakku terlalu kecil untuk tahu masalah orang tuanya tetapi mereka juga bisa merasakan apa yang terjadi kepada ibunya atau perhatian papahnya yang berkurang kepada mereka.
Berusaha menyembunyikan tetapi dengan akhirnya anak-anakku tahu bahkan melihat sendiri kelakuan papahnya pergi dengan wanita lain selain mamanya.
Mereka tidak banyak bertanya hanya sekedar tahu kalau papanya telah menyakiti hati mamanya.
__ADS_1
"papah jahat papah lebih mementingkan tante itu sedangkan aku sama Niko, papah pura-pura nggak lihat" ujar Nara kecewa.
Sejak kejadian itu, sejak Nara dan Niko melihat papahnya berduaan dengan perempuan lain di kedai Es Crim sejak itulah anak-anakku mulai cuek kepada papahnya.
Aku tidak pernah mengajarkan hal itu kepada Anak-anakku tetapi anak-anak juga punya penilaian sendiri terhadap papahnya.
Demi keutuhan keluarga akupun harus menyelamatkan rumah Tanggaku agar kembali kesedia kala dan suamiku bisa mencintaiku kembali dan sayang kepada anak-anaknya.
Dengan terpaksa seusai mengantar Nara dan Niko kesekolah aku sempatkan mampir ke rumah Wanita itu, dan wanita itu bernama Shinta.
Aku ketuk pintu rumahnya dan dia langsung membuka pintu rumahnya.
Shinta kaget saat tahu yang datang kerumahnya istri pacarnya,
"Clara...."
Shinta menutup kembali pintu rumahnya dan masuk kedalam karena enggan menemuiku.
Aku terus mengetuk-ngetuk pintu rumahnya agar dia kembali membuka pintunya.
"Shinta buka pintunya aku mau bicara sama kamu, aku mohon buka pintunya" Aku terus mengetuk-ngetuk pintunya agar Shinta mau membukanya dan keluar menemuiku.
"kalau kamu wanita baik-baik bicaralah denganku dengan cara baik-baik, kalau tidak aku akan permalukan kamu, dengan cara kamu telah merebut suamiku, aku akan berteriak memanggil orang-orang yang ada disekitar sini, supaya mereka tahu kalau kamu itu telah selingkuh dengan suamiku" Aku tahu Shinta pasti mendengar apa yang aku katakan.
Aku bukan mengancam tetapi memang kenyataannya seperti itu.
Dan akhirnya Shinta membuka pintu rumahnya.
"terus mau kamu apa?"ujar Shinta
"mau aku, kamu jauhi suamiku, dia ayah anak-anakku, aku mohon sama kamu dan kamu carilah laki-laki yang tidak beristri dia suamiku"...
"aku tahu itu...dan aku tahu kalau mas Rio itu udah beristri dan aku mencintainya, Mas Rio juga mencintaiku dan buat apa kamu meminta aku untuk menjauhi suamimu, toh mas Rio sudah tidak mencintaimu lagi dan itu yang dikatakan suamimu kepadaku" sahut Shinta.
Tega sekali mas Rio kepadaku dengan mengatakan kalau dia tidak mencintaiku lagi kepada wanita lain.
"mendingan kamu pulang, percuma kamu meminta aku untuk menjauhi mas Rio, itu akan menjadi sia-sia buat kamu" ujar Shinta kembali dan mengusir aku.
"pergi kamu dari rumahku" usir Shinta kembali
Sia-sia aku memintanya dan aku yang kalah, suami yang aku anggap setia dan berubah karena dia telah mendua.
__ADS_1