
pagi" sekali zahra dan diva sudah rapi,, mereka mau berangkat kerja,, mereka duduk di meja makan untuk sarapan
" div,, nanti pulang kerja aku mau cari kontrakan ya dekat sini,, " ucap zahra
" loh,, kenapa ngga disini saja zah,,, lagian kalau kamu di sini,,aku jadi ada temannya,, " ucap diva
" takut ngerepotin kamu dan abang kamu div,, ngga enak," ucap zahra
tiba" andra duduk di kursi depan zahra,,
" ehmm,,, ambilin abang nasi gorengnya dong dek,, " ucap andra
zahra mendongak menatap andra dan,, zahra begitu kaget
" uhuk,,,uhuk,," zahra tersedak nasi goreng ketika menatap andra,,,
" nih minum,, pelan " kalau makan zah,,, " ucap diva sambil mennberikan minum pada zahra dan menepuk punggungnya
" maaf,," ucap zahra nyengir
" mas andra,,,,,, jadi mas andra abang kamu div,, " ucap zahra sambil meminta penjelasan sama diva
" iya zah,,kok kamu kenal sama bang andra,, " ucap diva penasaran
" iya,, kemaren malem kita ketemu di jalan,, waktu zahra mau di copet,, abang yang nolongin,, " ucap andra sambil terus mengunyah nasi goreng
" emang betul zah,, kamu mau di copet,, terus kamu ngga kenapa" kan,, " ucap diva
" e,,,, enggak kok div,, iya Mas andra nolongin aku kemaren malam,, " ucap zahra sambil melirik andra
kini mereka sudah selesai sarapan dan berangkat kerja bersama
sekitar 20 menit mereka sampai,, dan biasa seluruh karyawan berbaris di depan untuk menyambut bos mereka
zahra biasa berdiri di ujung,,, zahra tetap menundukkan kepalanya,,
hingga aksa dan devan kini berjalan masuk,,
ternyata devan melihat zahra yang berdiri paling ujung,,, tetapi aksa tidak memperhatikan sehingga aksa tidak melihat zahra
aksa berjalan dengan menatap lurus ke depan dengan tangan yang di masukkan ke kantong celana,, memakai kacamata hitam yang menambah ke gantengannya
" zahra,, bukannya itu zahra ya,, kok dia memakai seragam ob,,,apa aksa tau ya istrinya bekerja di sini,,, " ucap devan dalam hati
devan hanya melirik ke zahra saat mereka melewati zahra,, zahra tetap fokus menatap ke bawah
kini aksa sampai di ruangannya,, dia langsung duduk di dikursi kebesarannya
kini jam menunjukkan jam 10,,aksa merasakan ngantuk jadi dia menyuruh devan
__ADS_1
" Dev,, suruh ob buatkan kopi dan antar kemari,, " perintah aksa
" baik bos,, " ucap devan yang sedang duduk di kursi kerjanya
devan berjalan ke bawah dan menyuruh ob untuk mengantarkan kopi ke ruangan CEO,,
" pak maman,, tolong buatin kopi dan antar ke meja pak aksa ya,, " ucap devan
" baik pak devan,, " ucap pak maman
pak maman sedang membuat kopi,, ternyata zahra datang untuk menaruh alat pel
" mba zahra,, tolong antarkan kopi ke ruangan CEO ya,, yang berada di lantai 5 " ucap pak maman
" iya pak,, " ucap zahra
zahra membawa kopi dan naik lift untuk menuju lantai 5,,
kini zahra sudah berada di depan ruangan aksa
tok,, tok,, tok,,, "zahra mengetok pintu ruangan aksa
tapi hening tidak ada jawaban
zahra masuk membuka pintu,,,
deg,,," seperti ada batu besar yang menghantam jantungnya,, dadanya terasa sesak,,,
membuat zahra terkejut adalah orang itu aksa sama bella
prang,,,," zahra menjatuhkan nampan yang berisi secangkir kopi,,
zahra menutup mulutnya dan melangkah mundur,, air matanya menetes
sepasang manusia yang sedang bermesraan pun kaget dan menatap ke zahra
" za,,, zahra,,, " ucap aksa terkejut
sedangkan bella hanya tersenyum miring dan mengejek zahra
" kenapa kamu ada di sini zah,, ini tidak seperti yang kamu lihat,, " ucap aksa
" ternyata si gembel jadi ob,,, tapi pantas sih,, " ucap bella tertawa mengejek
zahra keluar dari ruangan tersebut dan berlari
zahra tidak menyangka kalau ternyata ini kantor milik suaminya,, dan kenapa zahra harus melihat itu semua,,, melihat suaminya bermesraan dengan saudara tirinya
zahra menaiki lift dan pikirannya kini tertuju untuk segera pergi dari kantor ini
__ADS_1
setelah berhasil sampai di lantai bawah zahra langsung mengambil tasnya dan cepat" pergi dari perusahaan milik aksa
zahra menyusuri jalan,,, dia tidak tau lagi harus kemana
zahra akhirnya pulang kerumah diva dan akan mengambil barang" nya
kini zahra sudah sampai dirumah diva,, dia langsung menuju kamar diva dan mengambil barang" nya,, lalu dia pergi
diva berencana akan pergi jauh dari kota ini,,, tapi terlebih dahulu zahra menghubungi diva
" halo zah,, kamu di mana kok ngga ada di kantor,,, " ucap diva
" maaf div,, aku pulang ke rumah kamu dan aku mengambil baju" ku,, aku harus pergi dari kota ini,, terimakasih kamu sudah baik sama aku,," ucap zahra
" maksud kamu apa,, kenapa kamu tiba" pergi zah,, " tanya diva khawatir
" ternyata selama ini kita bekerja di kantor milik aksa suamiku,, dan tadi aku melihat mas aksa dan bella saudara tiriku sedang bermesraan dengan mas aksa di kantor,,, " ucap zahra sambil menahan tangisnya
" aku harus pergi jauh div,,aku pamit dan terimakasih atas kebaikanmu padaku selama ini,, " ucap zahra
" tut,, tut,,, zahra langsung mematikan telepon dengan diva
" zah,, zahra,,, tunggu dulu zah,, " ucap diva di telepon,,
tapi percuma zahra sudah mematikan HP nya
kini zahra pergi ke terminal untuk menaiki bis luar kota
zahra tidak tau akan pergi ke mana,,, yang ada di pikiran zahra sekarang harus cepat" pergi dari kota ini
akhirnya zahra menaiki bis untuk ke setasiun
dia berencana pergi keluar kota
kini zahra menaiki kereta tujuan surabaya
sementara dengan aksa,, aksa mengejar zahra namun di tahan oleh bella
" beb,, ngapain kamu kejar zahra,, dia itu ga pantas buat kamu tau ngga,, " ucap bella sambil memegang tangan aksa
" lepas,,, " ucap aksa sambil mendorong bella
aksa berlari menaiki lift,,
" cepetan dong,,,, ah,,,, lama amat si turunnya,, " ucap aksa panik sambil terus memencet tombol lift
kini aksa sudah sampai di bawah,, tapi kehilangan jejak zahra,, zahra mencari ke sekeliling juga ngga ada
akhirnya aksa mengambil mobil dan menelusuri jalan,, siapa tau dia menemukan zahra
__ADS_1
" zahra,,, kamu kemana zah,,maafkan aku,, aku salah. selama ini aku sudah menyakiti hati kamu,, " ucap aksa sambil terus mengemudikan mobilnya