Air Mata Dalam Pernikahan

Air Mata Dalam Pernikahan
di rumah sakit


__ADS_3

Kini zahra mulai siuman,, dia membuka matanya


" apa aku sudah di syurga,,, aku sudah mati,, tapi kenapa aku masih merasakan sakit,, " ucap zahra lemah


" kamu belum mati,, kamu di rumah sakit,, " ucap aksa yang duduk di kursi panjang agak jauh dari ranjang pasien


zahra kaget,, dia langsung duduk bersandar di ranjang


" kenapa kamu menolong saya hah,,, apa belum puas kamu menyakiti saya,,, dasar jahat kamu,, kejam,,!!! " ucap zahra sedikit berteriak


" iya,, aku belum puas menyakiti kamu,, aku akan terus menyiksa kamu,, itu karena kamu sudah jahat kepada saudaramu sendiri,, " bentak aksa


zahra hanya diam,,, bukannya minta maaf aksa malah berbicara yang menambah sakit hati zahra


tadinya aksa akan pulang,, tapi karena devan datang akhirnya bi marni yang pulang dengan diantar devan


dokter datang memeriksa,,


ternyata dia kakak temannya zahra dulu waktu di SMA


" Zahra,,,?? " ucap dokter fatih


" mas fatih,,, " ucap zahra antusias


" iya zah,, kamu kenapa bisa seperti ini,, " tanya fatih


" enggak apa" kok mas,, jawab zahra


aksa memang sedang ke toilet,, jadi dia tidak tau kalau zahra kenal dengan dokter nya


" ya sudah,,, jangan lupa minum obatnya ya,, saya permisi dulu,, " ucap fatih


" i,, iya mas,, " ucap zahra tapi matanya berkaca-kaca


sebenarnya zahra butuh sandaran,,tapi kepada siapa,,


ibunya sudah lama tiada,, saudara pun tak punya,,, dia seperti hidup sendiri di dunia ini


aksa masuk ke ruangan zahra,, dia habis menerima telepon


" saya mau pulang,,, tidak ada gunanya juga menemani kamu di sini,, " ucap aksa sambil melangkah keluar dari ruangan


zahra hanya diam tidak menanggapi,, zahra sadar,dia tidak berarti di mata suaminya,,


selepas aksa pergi,, zahra duduk bersandar di ranjang dan menutupi wajahnya,dia menangis sendiri,, dia meluapkan kesedihannya,,

__ADS_1


" ya Alloh kenapa tidak kau cabut saja nyawaku,,,hatiku sakit,, aku tidak kuat lagi ya alloh,, aku tidak sanggup lagi menjalani ini semua,,, hiks,, hikss,, " tangis zahra terdengar pilu sambil memukul" dadanya


setelah puas menangis,, zahra kini meminum obatnya,,


setelah itu dia berbaring,,, memiringkan badannya membelakangi pintu


Fatih yang kebetulan sedang piket malam,,, masuk ke ruangan zahra,,,


sebenarnya fatih mendengar semua tangisan zahra,,, fatih tetap berdiri di depan pintu menunggu zahra tenang,,,


setelah zahra tidur,, fatih baru masuk


zahra yang mendengar langkah mendekati ranjangnya, membalikkan badannya,,


fatih langsung menghampiri zahra dan memeriksa keadaannya,,


" bagaimana zah,, apa sudah mendingan lukanya tidak terlalu sakit lagi,, " tanya fatih


" engga mas,,, sedikit berkurang,, " ucap zahra tersenyum kecil


" zah,, kalau boleh tau ada apa dengan kamu,,, cerita sama aku zah,, " ucap zahra


zahra hanya menundukkan kepalanya dan meneteskan air mata,,


aku siap mendengarkannya,,kamu ini teman dinda jadi kamu sudah aku anggap seperti adikku sendiri,,, " ucap fatih sambil mengelus tangan zahra


akhirnya zahra menceritakan semuanya,, dan dia terus meneteskan air mata ketika bercerita ke fatih


" jadi,,, kamu sudah nikah,, " tanya fatih sambil mengusap wajahnya kasar


sebenarnya fatih dari dulu suka sama zahra,, tapi fatih tidak berani mengatakan nya


" zah,,, yang kuat ya,, kamu pasti bisa menghadapi ini semua,,, kamu wanita kuat,,, kamu wanita hebat,, jangan pernah menyerah,,, " ucap fatih


" iya mas,, terimakasih,, " ucap zahra


kamu sudah makan belum zah,, makan dulu ya,, " ucap fatih


" sudah mas, tadi waktu mau makan obat,, " ucap zahra


" ya sudah kamu istirahat,, jangan banyak pikiran,,aku pergi dulu ya,, mau memeriksa pasien lain,, nanti aku kembali lagi kesini kalau sudah selesai,, " ucap fatih


" iya mas,, " jawab zahra


fatih merasa kasihan kepada zahra,, nasibnya tak secantik wajahnya,,, sebenarnya zahra wanita yang cantik baik dan solehah. tapi kenapa takdir begitu kejam padanya

__ADS_1


fatih ingin menolong zahra,, ingin membawa pergi zahra dari suaminya,, tapi takut zahra tidak mau


jam menunjukkan pukul 01 dinihari,,, fatih menemani zahra,,karena kasihan zahra yang sedang sakit tidak ada yang menemani,, dia butuh dukungan,,


fatih tidur di kursi panjang sebelah ranjang zahra,,, dengan ber sedekap dada dan jas dokternya yang ia gunakan untuk menutupi badannya


pada jam 03 pagi,, zahra turun dari ranjang,, dia mau ke kamar mandi


karena kurang hati" infusnya jatuh dan itu mengagetkan fatih yang tertidur


" zahra,, kamu tidak apa",, kamu mau kemana,, ini masih pagi,, " ucap fatih sambil menolong zahra


" emm,, mau ke kamar mandi mas,, " ucap zahra


" ya sudah mari aku anterin,, " ucap fatih menuntun zahra


kini zahra di kamar mandi,, dia berwudhu untuk sholat tahajud,,


"ceklek,," suara pintu kamar mandi di buka


zahra berjalan keluar dan fatih langsung akan menuntun,, tetapi zahra menolak nya


" maaf mas,, aku sudah berwudhu,,nanti batal,, " ucap zahra


" ooh,, iya,, iya,, maaf,, " ucap fatih menjauh


zahra sholat sambil duduk di ranjang,, fatih yang melihatnya tambah kagum dengan zahra


selesai sholat zahra berdoa dalam diam,,, dia meneteskan air mata,, zahra menangis sesenggukkan,,


fatih yang melihatnya,, hanya diam,,, dia ikut sedih,, ikut merasakan sakit,, melihat zahra diperlakukan seperti itu oleh suaminya


setelah selesai sholat,, fatih mendekati zahra


" zah,,, gimana kalau kamu pergi saja dari suamimu,,, aku akan bantu zah,, " ucap fatih


" ini belum saatnya mas,, kalau aku pergi sekarang,, pasti ayah akan menyalahkan aku,, aku akan menunggu waktu yang tepat untuk pergi mas,, nanti kalau aku butuh bantuan,, aku akan menghubungi mas,, " ucap zahra


" ya sudah terserah kamu zah,, ini no HP aku,, kalau ada apa" hubungi aku ya,, mas mau keliling dulu memeriksa pasien, " ucap fatih


" iya mas,, terimakasih sudah mau menemani zahra ya mas,, " ucap zahra tersenyum


" iya,, ngga apa,, " ucap fatih


kini zahra kembali sendiri di ruangan yang serba putih itu,,, suasana sunyi,,, seakan menggambarkan kehidupan zahra yang sepi sendiri tiada yang perduli

__ADS_1


__ADS_2