
Hari ini Raka akan ada meeting sehingga dia harus datang ke kantor,,
Sebenarnya hari ini Raka akan menemani Fira ke Dokter untuk periksa kandungan.
Tetapi karena Raka tidak bisa jadi Ibu Fatimah yang akan menemani Fira
" Sayang,,, kamu ngga apa" kan periksa kandungannya di temani Ibu,, " ucap Raka
" Engga apa" kok Bang,,, kamu tenang saja,, " ucap Fira sambil tersenyum kecil
Dalam hati Fira sebenarnya ingin Raka yang menemaninya. tetapi apalah daya karena Raka sibuk hari ini
" Ya sudah aku berangkat dulu ya Sayang,, hati" nanti pergi ke Dokter nya,, " ucap Raka sambil mencium kening Fira
Fira hanya mengangguk dan mengantar suaminya sampai depan rumah
Sekarang Fira akan pergi ke Dokter, Dia sudah bersiap" untuk pergi. Tiba" ada sebuah mobil yang datang, Fira hanya memandangi mobil tersebut. dalam hati bertanya" siapa yang datang ke rumah.
"Bu,,, siapa yang datang ke sini ya Bu,, kok tumben ada tamu,, " ucap Fira sambil melihat siapa yang turun dari mobil
" Ibu juga ngga tau nak,, mungkin temannya Raka,, ucap Ibu Fatimah
Tiba" mereka kaget sekaligus takut,, karena melihat siapa yang turun dari mobil
" Ya Alloh,,,, Mama sama Papa,, " ucap Fira ke Ibu nya
" Sabar Sayang,, semoga saja mereka tidak berbuat yang tidak",,, " ucap Bu Fatimah sambil menggenggam tangan Fira
Bu Dian dan Pak Anjas langsung mendatangi Fira dan Ibunya
" Assalamu'alaikum,, " ucap Bu Dian
"Wa'alaikum salam,, " ucap Fira dan Ibunya
"Fira,, Raka mana? apa dia sudah ke Kantor?,, " ucap Bu Dian
" Su,,,,, sudah mah,, " ucap Fira sambil tersenyum kecil
" Silahkan masuk Mah,, Pah,, " ucap Fira berjalan ke arah pintu untuk membuka nya
Kini mereka sudah masuk dan Orang tua Raka sudah duduk di kursi,
Ibu Fatimah mengambil minuman untuk Orang tua Raka
" Fira,, apa benar kamu sama Raka sudah menikah,,, " ucap Bu Dian mengintrogasi
" I,,,, iya Mah,,, kami memang sudah menikah,, " ucap Fira sambil meremas kedua tangannya
" Kapan kalian menikah,, kenapa Raka tidak memberi tahu kami,,, memangnya Raka sudah tidak menganggap kami sorang tuanya,, " ucap Bu Dian menggebu"
" Mah,, maafin kita,,, saya juga ngga tau kalau Bang Raka akan datang untuk menikahi saya Mah,, " ucap Fira menundukkan wajahnya
Bu Fatimah datang membawa minuman dan meletakkannya di depan Orang tua Raka
"Maaf Ibu,, Bapak,, sebelumnya saya minta maaf karena anak saya sudah menikah dengan Raka. tetapi sebenarnya kami juga tidak tau kalau Raka akan datang ke pernikahan anak saya. sebenarnya Fira akan menikah dengan orang lain sebab kehamilannya lama kelamaan akan membesar dan semua orang akan mencemooh nya.Tetapi pada saat akan melakukan Ijab qobul tiba" Raka datang dan meminta kalau dia yang seharusnya menikahi Fira.. " ucap Bu Fatimah panjang lebar
" Tapi setidaknya Raka harus tetap meminta ijin pada kami Orang tuanya,, " ucap Pak Anjas
" Kalau begitu silahkan kalian berbicara sendiri saja kepada Raka,, itu bukan urusan kami. kami hanya menuruti kemauan Raka,, " ucap Bu Fatimah
__ADS_1
Bu Dian malah semakin kesal atas jawaban Bu Fatimah
" Kamu Fira,,, apa yang kamu lakukan sehingga Raka bisa menentang kami,,
seharusnya kamu jangan mau di nikahi Raka, karena bagaimanapun juga kalian pernah jadi saudara,, " ucap Bu Dian
" Mah,,, seandainya Bang Raka tidak menikahi Fira. terus apa kata orang" tentang anak yang aku kandung Mah,,, " ucap Fira sambil menangis
" Mama kan sudah bilang gugurkan kamu agar kalian tidak terikat hubungan apapun,, kenapa kamu bandel si Fira,, " ucap Bu Dian emosi
" Maaf Bu,, sebaiknya kalian jangan menyalahkan Fira saja tapi Raka juga disini ikut bersalah,, seandainya Raka tidak memperkosa Fira,, Fira juga tidak akan hamil,, " ucap Bu Fatimah
" Di sini tetap Fira yang salah,, dia tidak bisa menjaga diri, sehingga Raka merenggut kesuciannya,, menyesal kami dulu mengizinkan kalian tinggal bersama,, " ucap Bu Dian
Fira hanya bisa menangis mendengar kata" Bu Dian,,
" Kalau saja kamu pergi jauh dari Raka pasti kalian tidak akan sampai menikah,, " ucap Bu Dian
Fira hanya menghembuskan nafas kasar,,Terlalu sulit hubungan dia dengan Raka
" Ya sudah kami permisi dulu,, nanti kamu bilang ke Raka untuk datang ke rumah Opa,, " ucap Ibu Dian
Fira hanya mengangguk tanpa menjawab
Ibu Fatimah memeluk Fira selepas Orang tua Raka pergi
" Bu,,,, apa yang harus aku lakukan,,, aku bingung Mama sama Papa selalu saja menyalahkan aku Bu,,, " ucap Fira sambil menangis
" Nak,,, sampai kapanpun pasti mereka akan selalu begitu padamu nak,, Ibu tidak tega melihat kamu di di perlakukan seperti ini nak,, Ibu ikut sakit,, " ucap Bu Fatimah sambil memeluk dan meneteskan air mata
" Bu lebih baik kita pergi saja Bu,, aku tidak mau merusak hubungan Bang Raka dan Orang tuanya Bu,, " ucap Fira
" Itu terserah kamu nak,, Ibu akan mendukung apapun yang akan kamu putuskan,, " ucap Bu Fatimah
Untuk Bang Raka
Assalamu'alaikum Bang,, kalau abang baca surat ini, berarti aku dan Ibu sudah pergi Bang
Tadi Mama dan Papa datang ke mari dan Abang disuruh menemuinya di rumah Opa dan Oma
Maafin aku Bang,, aku pergi jauh meninggalkan Abang karena ini permintaan Orang tuamu,,
Aku sangat mencintaimu Bang,, tapi untuk bersatu rasanya sangat sulit.
Jaga diri Abang baik" dan tetaplah jadi anak kebanggan Mama dan Papa
Aku pamit,,, Love U suamiku,,,
Kini Fira sudah pergi dari rumah Raka
Mereka akan pergi jauh dari kehidupan Raka
Biarlah Fira akan membesarkan anaknya
Sekarang statusnya sudah menikah, jadi Fira tidak khawatir lagi tentang status anaknya kelak
Raka merasakan hatinya gelisah,, selama Meeting pikirannya tidak fokus
Setelah selesai meeting, Raka langsung pulang ke rumah takut terjadi apa" sama Fira
__ADS_1
Setelah sampai rumah,, keadaan rumah sepi dan pintu terkunci dari luar tetapi kunci masih menggantung di pintu
Raka langsung masuk ke rumah dan memanggil " Fira
" Fir,, Fira sayang,,, Ibu,,,, kemana kalian Bu,, Fira,, " ucap Raka sambil teriak" dan langsung menuju ke kamar
Raka melihat meja rias Fira kosong,, sehingga Raka langsung menuju lemari dan membukanya, ternyata kosong. tidak satupun baju" milik Fira yang tertinggal
" Ya Alloh Fira,,, kemana kamu pergi Sayang,, ada apa ini sebenarnya,, " ucap Raka sambil terduduk di lantai
Tiba" matanya melihat selembar kertas dan dia langsung mengambilnya
Raka langsung membaca surat dari Fira,, dan dadanya bergemuruh,, ini semua ulah dari Orang tuanya
" Ya Alloh mereka lagi yang buat Fira pergi,, " ucap Raka menangis
Raka langsung pergi ke rumah Opa nya,, dia mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi
Sekarang Raka sudah sampai di rumah Oma dan Opa nya
Dia langsung berjalan cepat ke arah pintu dan masuk ke dalam tanpa mengucap salam
Semua orang tang ada di rumah itu kaget melihat Raka datang dengan kemarahan
" Mama Papa keluar kalian,, mau kalian apa hah!!!! kalian tega pada anak kalian sendiri,,, keluar kalian!!! " ucap Raka marah
" Ada apa ini nak,, kamu kenapa Raka,,, sabar sayang,,, duduk dulu. kita bicarakan dengan kepala dingin,, " Ucap Oma Ida sambil mendekati Raka dan mengelus pundaknya
" Oma,,,,, mereka datang ke rumah Raka dan menyuruh Fira pergi dari kehidupan Raka Oma,, " ucap Raka menangis
" Ya ampun,,, Dian,,,,, Astaghfirullah,,, Sabar dulu nak,, sabar,, " ucap Oma mengusap punggung Raka
Tiba" Bu Dian datang dan duduk di kursi dekat Raka
"Raka,,, maafin mama nak,, ini semua demi kebaikan kamu,, " ucap Bu Dian
"Kebaikan,,,,,,, kebaikan apa yang Mama maksud hah,, aku mencintai Fira mah,, dan Kita akan segera punya anak,, cucu Mama,, " ucap Raka sambil menangis
" Kenapa kalian tega memisahkan kami mah,,aku tidak bisa hidup tanpa mereka mah,, Raka tidak bisa jauh dengan Fira mah,, " ucap Raka sambil menangis di pelukan Oma Ida
" Dian,,, ini akibat keegoisan kamu Raka dan Fira jadi korban,,, apa mau kalian Dian Anjas,, " ucap Opa Surya
" Kalian sebagai Orang Tua seharusnya memikirkan kebahagiaan anak kalian bukan keegoisan kalian,,, kenapa kalian jadi sejahat ini sama mereka,, " ucap Oma Ida
" Tapi Bu,,, mereka itu salah. tidak seharusnya mereka menikah. aku tidak setuju mereka menikah,, " ucap Bu Dian
" Kamu itu keras kepala Dian,, mereka bukan saudara kandung. mereka bisa menikah,,, " ucap Oma Ida
" Pokonya aku tidak setuju Bu,, biar saja Fira pergi ,, itu lebih baik,,, " ucap Ibu Dian
" Oke Mah,, Raka akan mencari Fira dan Ibunya. kalau Mama tetap tidak merestui hubungan kita. lebih baik Raka pergi dari kehidupan kalian,,!! " ucap Raka sambil pergi
"Raka,, jangan pergi dalam keadaan marah nak,, itu tidak baik,, " Ucap Oma mengejar Raka
Raka tidak mendengarkan omongan Oma nya
dia tetap pergi mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi
" Ya Alloh Raka,,, gimana ini Yah,,, Raka pergi dengan mengendarai mobil dan ugal" an,,, Ibu takut Yah terjadi apa" sama Raka,, " ucap Oma Ida sambil menangis
__ADS_1
" Lihat kamu Dian,, akibat keegoisan kamu,, Raka jadi begitu. dimana hati nurani mu sebagai Ibu Dian,,, " ucap Opa Surya
"Biarin Bu,, biar Raka pergi mencari Fira,,, aku tidak akan merubah keputusanku, aku tidak akan merestui mereka,, " ucap Bu Dian sambil pergi ke kamar