
Satu bulan kemudian
Kini Raka terus mencari keberadaan Fira
Raka putus asa,,, sudah berkeliling Jakarta tetapi tidak juga menemukan Fira
Raka sedang duduk di kamar dan sedang melihat foto pernikahan mereka
" Fir,,, di mana kamu Sayang,,, aku merindukanmu,,, pulanglah Fir,,aku tidak bisa hidup tanpamu,," Ucap Raka sambil mengusap foto pernikahan mereka
Raka seperti tidak bersemangat dalam menjalani hidup,, separuh jiwanya pergi
bahkan Raka tidak makan selama Fira pergi
yang ada di pikiran Raka hanya Fira
Raka terpuruk tidak lagi ceria seperti dulu
bahkan kumis" nya sudah mulai tumbuh dan Raka tidak memikirkan penampilannya
Terkadang Raka hanya melamun, berharap Fira akan pulang ke rumah
Ibu Dian datang ke rumah Raka,,rumah yang kini terlihat tidak terawat dan sepi
Raka sehari" nya hanya di kamar melamun
" Raka,,, kamu harus makan dulu nak,,, kamu harus semangat. untuk apa kamu terus memikirkan Fira, dia sudah pergi meninggalkan kamu,, " ucap Bu Dian
" Dia pergi meninggalkan aku juga gara" Mama kan,, seharusnya Mama memikirkan perasaan aku Mah,, aku tidak bisa hidup tanpa Fira,,, " ucap Raka meneteskan air mata
" Fira itu sudah pergi,, kamu harus memikirkan perusahaan juga,, apa kamu mau perusahaan bangkrut Raka,, apa hidup kamu hanya buat Fira,, tidak Raka. Kamu harus pikirkan perusahaan juga,, " ucap Bu Dian
" Raka tidak perduli,, kalau Mama pikir perusahaan lebih penting dari Fira, silahkan saja Mama urus sendiri perusahaan Papa, aku sudah tidak mau mengurusnya,, " ucap Raka pergi
" Raka,,,!! mau ke mana kamu,,, dengarkan Mama dulu Raka,,!!! " ucap Bu Dian
Raka terus pergi mengemudikan mobilnya entah ke mana
Kini perut Fira sudah mulai Membesar tetapi Fira harus tetap bekerja
Dia bekerja di Toko Kue depan jalan raya
Fira bekerja dari pukul 7 sampai 4 Sore
Pemilik Toko kue tersebut masih Saudara dengan Adit
" Neng Fira,,, kala cape mending istirahat dulu ya,, kasian dede bayi nya,, " ucap Bu Sukma pemilik Toko kue
" Iya Bu,, aku ngga apa" kok. lagian kerja disini ngga terlalu cape kok Bu,, " ucap Fira sambil tersenyum
__ADS_1
"Neng Fira,,, kalau sampai neng kecapean nanti malah Ibu yang di marahi sana Adit neng,, dia itu kayaknya Sayang banget sama neng,, " ucap Bu Sukma
Fira hanya tersenyum menanggapi perkataan Bu Sukma
" Neng,, ini sudah waktunya makan,, lebih baik neng makan dulu ya,, biar di sini wati yang jaga dulu
" Iya Bu,, " ucap Fira sambil berjalan ke belakang
Raka mengemudikan mobilnya,, dia pergi ke Bandung untuk berkunjung ke rumah Temannya
Raka mampir dulu ke Toko kue untuk membeli oleh" untuk temannya
Kebetulan di depan ada Toko kue yang lumayan ramai pengunjung
Tempatnya lumayan strategis,, berada tidak jauh dari lampu merah
Raka berhenti dan memarkirkan mobilnya di depan Toko kue tersebut
Raka masuk untuk melihat" jenis kue
Fira yang baru selesai makan berjalan lagi ke depan
karena Toko saat ini cukup ramai pembeli
" Mba Fira,,, itu ada yang mau beli mungkin, tolong mba Fira layani dulu ya,, aku layani mba ini dulu, " ucap Wati
" Maaf bapak,, ada yang bisa saya bantu,, " ucap Fira mendekat
deg,,,, Raka seperti mengenali suara itu,,
dia langsung menoleh ke sumber suara
" Fi,,, Fira,, " ucap Raka
Deg,,, " Bang Raka,, " ucap Fira
Fira sadar dan dia cepat pergi dari hadapan Raka
Raka masuk mengejar Fira
" Maaf Bu,, apa di sini ada karyawan yang bernama Fira,, " ucap Raka ke Ibu Sukma
" Iya,, maaf anda siapa ya,, " ucap Ibu Sukma
" Saya Suaminya Bu,, " ucap Raka
Fira terus berjalan ke belakang,, dia mengambil tas dan pergi dari Toko kue tersebut
Raka meminta ijin untuk menemui Fira
__ADS_1
Bu Sukma mencari Fira namun tidak di temukan
"Maaf mas,,, Neng Fira nya ngga ada. mungkin dia pulang mas,, " ucap Bu Sukma
" Kalau begitu,, bolehkah saya meminta alamat Fira Bu,, " ucap Raka
" Jalan melati no 35 Mas,,, " ucap Bu Sukma
"Baik,, kalau begitu saya permisi dulu Bu,, " ucap Raka sambil masuk ke mobilnya
Raka terus mencari rumah Fira,,, hingga ia melihat rumah yang cukup besar dan Raka turun dari mobil dan mengeruk pintu rumah Fira
Fira yang baru sampai dia langsung masuk ke kamar,, Ibu Fatimah pun tidak tau apa yang terjadi pada Fira
Tok,, tok,, tok,, " Assalamu'alaikum,,, " ucap Raka
" Wa'alaikum salam,, " ucap Bu Fatimah sambil membuka pintu
Alangkah kagetnya Bu Fatimah melihat Raka yang datang ke rumah
" Raka,, " ucap Ibu Fatimah kaget
" Ibu,,, Bu tolong izinkan aku masuk Bu,, izinkan aku bertemu Fira Bu,, aku mohon,, " ucap Raka memohon ke Ibu Fatimah
" Nak,,,lebih baik kamu pergi. jauhi kami jauhi anak Ibu,,, Ibu tidak mau kalau Orang Tuamu akan menyakiti Fira lagi nak,,, " ucap Bu Fatimah
" Bu,,, aku ini Suami Fira Bu,,,kami masih suami istri. Saya masih berhak atas diri Fira Bu,,, aku mohon izinkan aku bertemu Fira Bu,, " ucap Raka meneteskan air mata
"Baiklah,, silahkan masuk,, " ucap Bu Fatimah
Bu Fatimah menunjukkan kamar Fira
Tok,, tok,, tok,, Fir,,, buka nak,, ini Ibu,, " ucap Bu Fatimah
tidak ada jawaban dari Fira
Raka mulai khawatir
"Bu,, Kenapa Fira tidak menjawab Bu,, " ucap Raka
" Mungkin Fira tidak mau di ganggu nak,,, dia ingin sendiri dulu,, " ucap Bu Fatimah
" Fira Sayang ,,, buka pintunya Fir,,, Abang kangen sama kamu,, sama anak kita. Abang tidak bisa hidup tanpa kalian Fir,,, Selama ini Abang mencari kalian,,, Abang janji akan menjaga kalian dan akan membawa kalian jauh dari OrangTuaku Fir,, " ucap Raka
Bu Fatimah pergi ke belakang, dia tidak mau ikut campur urusan rumah tangga anaknya
Fira di dalam kamar hanya menangis mendengar ucapan Raka.
Sebenarnya Fira sangat rindu pada Suaminya tersebut. tetapi Fira masih marah dan takut kalau Orang tua Raka tau,pasti mereka akan menyuruh Fira pergi jauh lagi
__ADS_1