Air Mata Dalam Pernikahan

Air Mata Dalam Pernikahan
Fira hamil


__ADS_3

Pagi" sekali Fira bangun dan merasakan pusing dan mual. Fira berjalan ke belakang untuk memuntahkan sesuatu yang bergejolak diperutnya


"howek,,, howek,,, ,, suara Fira di kamar mandi


Ibu Fatimah yang mendengar Fira muntah" segera mendekati Fira


" Nak kamu kenapa,, sakit??,, " tanya Bu Fatimah sambil memijit tengkuk leher Fira


Fira hanya bisa menggelengkan kepalanya


Sesaat kemudian Fira menjawab pertanyaan Ibu Fatimah


" Mungkin hanya masuk angin Bu,, karena tadi malam pulang agak malam,, " ucap Fira


" Ya sudah lebih baik kamu jangan berangkat mengajar dulu,, ucap Bu Fatimah


"Iya Bu,, " ucap Fira


Kini Fira masuk ke kamarnya untuk istirahat,, tetapi dia ingat kalau bulan ini belum datang bulan


" Ya Alloh,, ternyata aku belum datang bulan,, " ucap Fira sambil melihat kalender di kamarnya


" Aku harus membeli tes pek,,, Tapi aku takut Ya Alloh,, " ucap Fira gemetar


Akhirnya Fira ijin keluar sebentar ke Ibu nya


" Bu,, aku mau pergi ke Apotik sebentar ya untuk membeli obat,, " ucap Fira


" Loh nak emang kamu kuat berjalan jauh,, biar Ibu saja ya yang mdmbeliksn obatnya,," ucap Bu Fatimah


" Eng,,, enggak usah Bu,,aku masih kuat kok,, biar aku saja yang membelinya ,, lagian Aku mau sekalian beli sesuatu Bu,, " ucap Fira


Kini Fira berangkat ke Apotik,,Fira memakai masker untuk menutupi wajahnya.


" Permisi mba mau beli tespek,, ucap Fira memelankan suaranya


" Iya mba,,mba masih pengantin baru ya,, kayanya masih malu" " ucap pelayan Apotik nya


Fira hanya diam saja,, dan pelayan apotik memberikan tespeknya pada Fira


Fira langsung membayarnya dan langsung pergi dari sana


Kini Fira sudah sampai di rumah,, dia langsung mengecek nya karena penasaran


Fira masuk ke kamar mandi dan mulai melakukannya sesuai petunjuk di kertas bungkusnya


Setelah satu menit,, dua menit,, Fira tetap menunggu hasilnya


Fira kaget dengan hasil tespeknya,,


" Ya Alloh,, ternyata hasilnya positif,, a,, aku hamil,, hiks,, hiks,, " ucap Fira menangis


Bu Fatimah yang mendengar Fira menangis di kamar mandi pun mengetuk pintu nya

__ADS_1


Tok,, tok,, tok,, Fir,, kamu di dalam nak,, kamu kenapa Fir,, " ucap Bi Fatimah khawatir


Fira keluar dari dalam kamar mandi dan langsung menangis sujud di kaki Ibunya


" Bu,,, maafin aku Bu,,, aku sudah buat Ibu malu,, hiks,, hiks,, " ucap Fira


" Ad apa ini nak,,coba jelaskan pada Ibu,,bangunlah jangan seperti ini,,ayo kita bicara di kamar kamu,,"ucap Ibu Fatimah sambil memegang pundak Fira


Akhirnya mereka berjalan menuju kamar Fira


dan mereka duduk di tepi ranjang


"Bu,,, a,,, aku ,,,,, ha,,, hamil Bu,, hiks,,,, hiks,, maafin Fira Bu,, " ucap Fira sambil memberikan bukti tespek ke Ibunya


" Astaghfirullah,,, nak,,, Ya Alloh,, " ucap Bu Fatimah sambil memeluk Fira


" Nak kita harus meminta pertanggung jawaban dari Raka nak,, kita harus datang memberi tahu kan ke keluarganya,, " ucap Bu Fatimah


" Tapi Bu,, bang Raka di luar negeri,, " ucap Fira


Akhirnya Fira memberitahukan ke Zahra lewat WA,, dan Zahra akan memberitahukan ke Tante Dian dan Om Anjas


Ternyata Pak Anjas dan Bu Dian sampai juga di rumah Bu Fatimah


"Ooh jadi ini rumah Ibunya Fira pah,, kasihan juga sih keadaannya seperti ini,, " ucap Bu Dian sambil tersenyum miring


Tok,, tok,, tok,, " Assalamualaikum,, " ucap Bu Dian


" Wa'alaikum salam,, " ucap Bu Fatimah sambil membuka pintu rumahnya


" Iya Bu memang benar,, silahkan masuk, silahkan duduk Bu,,Pak,, " ucap Bu Fatimah


Kini mereka duduk di lantai yang beralaskan karpet,,


Fira tiba" datang dari kamar dan mendekati Pak Anjas dan Bu Dian


" Pah,, Mah,,, " ucap Fira sambil menyalami mereka dan ada rindu yang tertahan di dafa Fina,,


" Langsung saja Fir,, kami datang kesini karena mendengar bahwa kamu hamil anak Arka,, " ucap Bu Dian


" Iya Mah,, memang benar aku sedang hamil anak bang Arka mah,, " ucap Fira sambil menunduk


" Arka sedang di luar negeri dan tidak mungkin kembali,, jadi lebih baik kamu jangan mengharapkan Arka untuk bertanggung jawab,, " ucap Bu Dian


" Tapi Mah,, anak ini butuh sosok seorang Ayah,,, " ucap Fira sambil menangis


" Lebih baik kamu gugurkan saja kandungan kamu,, jadi tidak menjadi beban buat kamu,,ini ada cek silahkan kamu isi sendiri berapa pun yang kamu mau,, tapi tolong jangan ganggu Arka lagi,, " ucap Pak Anjas


" Kami tidak butuh uang anda Pak Anjas yang terhormat,, kamu hanya butuh tanggung jawab Arka untuk menikahi anak saya,, " ucap Bu Fatimah


" Sudah saya katakan,, kami tidak akan setuju kalau Fira menikah dengan Arka,, dulu memang kami menyayangi Fira tetapi sekarang tidak lagi karena kami tau ternyata ada niat busuk di dalam hati Fira,, " ucap Bu Dian


" Niat busuk apa Bu Dian yang terhormat,, saya rasa saya tidak pernah melakukan apapun,, " ucap Fira

__ADS_1


" Kamu tidak merasakannya Fira,, kamu sudah menggoda Raka agar meniduri kamu,, dan sekarang terbukti kamu mengaku hamil anak Arka,, supaya semua harta kami jatuh ke tangan anakmu nanti begitu,,,!! " ucap Bu Dian membentak Fira


" Demi Tuhan,,, saya tidak pernah menggoda bang Arka. memang saya menyayangi bang Arka tapi tidak ada niat sedikitpun untuk menggoda bang Arka dan merebut harta kalian,, " ucap Fira sambil menangis


" Sudahlah nak,, biarkan kita membesarkan bayi dalam kandungan kamu,, walaupun tanpa pengakuan ayahnya,, " ucap Bu Fatimah


" Baguslah kalau begitu,, Saya ingatkan pada kalian, jangan pernah lagi mencari Raka,, " ucap Bu Dian


Akhirnya mereka pergi dari rumah Bu Fatimah,,


" Ya Alloh Bu,, kenapa mereka sejahat itu pada kita,, padahal dulu mereka adalah orang yang sangat baik dan sangat sayang sama Fira Bu,, tapi kenapa sekarang berubah,, " ucap Fira sambil menangis memeluk ibunya


"Sudahlah nak,, kita akan hadapi ini bersama,, " ucap Bu Fatimah sambil mengelus rambut Fira


Kini Amar datang ke rumah Fira,, dia datang menjenguk Fira karena mendengar kalau Fira sakit dan tidak mengajar hari ini


Tok,, tok,, tok, "Assalamualaikum,, Fir,,, " ucap Amar


" Wa'alaikum salam,,eh Nak Amar. silahkan masuk,,silahkan duduk dulu Nak Amar,, biar Ibu panggil kan Fira,, " ucap Bu Fatimah


Bu Fatimah masuk ke kamar Fira,, Fira yang sedang duduk melamun pun hanya melirik sebentar ke arah ibunya,,


" Nak,,,di luar ada Amar,, temuin dulu ya,," ucap Bu Fatimah


" Bu,, Fira malu kalau harus menemui Mas Amar Bu,, aku takut kalau sampai Mas Amar tau yang sebenarnya,, dia akan marah dan menjauhiku Bu,, " ucap Fira sambil meneteskan air mata


" Sayang,, coba saja kalau kamu jujur pada Amar,,, biar dia tidak mengharapkanmu terus nak,, kasian dia,, " ucap Bi Fatimah sambil mengelus tangan Fira


Akhirnya Fira keluar kamar dan mendekati Amar


" Fir,, katanya kamu sakit,, kamu sakit apa,,," ucap Amar


" Em,,, cuma masuk angin kok Mas,, ucap Fira


Bu Fatimah meletakkan secangkir teh dan dia pamit pergi ke sawah,, karena Bu Fatimah tau Fira harus berbicara dari hati ke hati


"Mas,, sebelumnya aku minta maaf yang sebesar2nya" nya,,sebenarnya aku sekarang lagi hamil mas,,aku hamil karena di p****** oleh bang Raka.katanya dia mau menikahi aku tetapi sampai sekarang dia malah pergi ke luar Negeri,, " ucap Fira sambil menangis


" A,, apa,, jadi,,, ya ampun Fir,, begitu bejatnya Raka terhadapmu,, " ucap Amar emosi


Fira hanya menangis dan meremas kedua tangannya


" Lalu bagaimana dengan kandungan kamu Fir,, semakin lama akan semakin membesar dan apa kata orang" nanti kalau tau kamu hamil di luar nikah,, " ucap Amar


Fira hanya menggelengkan kepalanya,, dia bingung. digugurkan juga tidak mungkin, di pertahankan dia harus siap menanggung malu


" Baiklah Fir,, bagaimana kalau kita menikah,, aku akan menutupi aib kamu. lagipula itu bukan kesalahan kamu Fir,, aku sangat mencintai kamu,, aku tidak perduli apapun yang terjadi padamu. aku akan menganggap anak dalam kandunganmu sebagai anaku,, " ucap Amar sambil menggenggam tangan Fira


" Tapi Mas,, aku tidak mau kalau kamu berkorban untukku dan anakku Mas, kamu orang baik lebih baik kamu mencari istri yang baik juga mas,, " ucap Fira sambil menangis


" Fir,,, aku tulus menolongmu itu demi anak yang kamu kandung,, aku janji tidak akan menyentuhmu walaupun kita sudah menikah. kita menikah hanya status saja Fir,, " ucap Amar


Tanpa mereka tahu ternyata Bu Fatimah mendengar semua perkataan Amar,, Bu Fatimah menangis harus,, karena masih ada orang baik yang mau menolong Fira

__ADS_1


" Ya Alloh nak Amar,, ternyata kamu orang yang sangat baik,, " ucap Bu Fatimah


Sebenarnya Bu Fatimah memang kesawah . tetapi karena gerimis jadi Bu Fatimah pulang,, dan tidak masuk kerumah melainkan berdiri di luar. tetapi percakapan Amar dan Fira terdengar jelas oleh Bu Fatimah


__ADS_2