
zahra terbangun dia ingin ke kamar mandi,, dia melihat raka masih tertidur di sofa dengan jaket yang menutupi wajahnya,,
tiba" zahra merasakan mual dan dia cepat" pergi ke kamar mandi,,
dia muntah" di kamar mandi sampai lemes
ternyata ada tangan yang memijit tengkuknya dan zahra kira adalah raka
" mas raka keluar saja sana,,, aku ngga apa" ucap zahra,, tapi dia terus merasakan mual
seseorang tersebut tak bersuara,,
hingga zahra berbalik niatnya mau mengusir orang yang di kira raka
" mas rak,,,, ucapan zahra terhenti karena kaget
" m,,, mas aksa,, apa aku sedang bermimpi,, " ucap zahra sambil menepuk " wajahnya dan mengucek matanya
" iya sayang,, ini aku,, " ucap aksa tersenyum
dan sesaat kemudian aksa memeluk zahra,, dan zahra juga membalas pelukan aksa dengan erat...
zahra menangis sesenggukkan dia menumpahkan rasa rindu yang selama ini tertahan. begitupun juga aksa yang ikut menangis dan mencium pucuk kepala zahra
tiba" ada suara yang mengganggu
" ehem,, ehem,,, " raka berdehem
akhirnya zahra dan aksa keluar dari kamar mandi dan zahra duduk di ranjang
__ADS_1
" apaan si bro,, ganggu aja,, " ucap aksa
" hha,, ha,, ya elo bermesraan ngga lihat tempat,,, " ucap raka
" makasih ya bro sudah jagain zahra,,ucap aksa
"dan bantuin gue bikin zahra nangis,, " ucap aksa lagi sambil berbisik,,
raka tertawa,, tapi langsung di injak kakinya oleh aksa
" apaan sih lo bro,, main injek kaki orang aja,, " ucap raka
" bodo amat,, lagian lo tertawa di waktu yang tidak tepat,, " ucap aksa
"iya,, iya,, gue salah deh,,
cie,, cie,, yang lagi kasmaran,, duh bahagianya,, " ucap raka
" kalian berisik banget sih,, aku mau tidur tau ngga,, udah mas raka pulang sana kasian istrinya,, " ucap zahra
" idih,, mentang" sudah ada sang suami,, kaka nya di usir,, " ucap raka
" sabar bro,,kita tidur di sini bareng ya,, lagian ini masih jam 3 pagi,,,emangnya lo berani pulang sendirian,, " ucap aksa
" ya iya lah,,, " ucap raka
" iya apa,, " ucap aksa
" gue tidur di sini lah,,,ngga berani gue pulang sendirian menelusuri lorong" rumah sakit sendirian jam segini,, " ucap raka
__ADS_1
" gue berani,, buktinya gue sudah sampai di sini,, " ucap aksa
" oh iya,, lo tadi ke sini lari ya kok berani sih,, " ucap raka
" gue ngga tau,, yang gue pikirin hanya zahra,, gue ngga perduli apapun,, " ucap aksa
" hebat lo,, salut gue sama lo,, ya udah sekarang lo aja yang keluar beli makan ya,, lapar gue,, " ucap raka
" what,,, ogah gue,, jam segini mana berani gue keluar di rumah sakit sebesar ini,, " ucap aksa merinding
" ah elah,, tadi aja berani,, sekarang nyalinya menciut,, ah cemen lo,, " ejek raka
" ih kalian ya,, berisik banget,, aku jadi ngga bisa tidur,,, lapar,, " ucap zahra
" what,,, " ucap keduanya sambil berlari ke sofa
akhirnya aksa dan raka tidur di sofa, mereka tidur dengan duduk berdekatan. mereka takut zahra akan menyuruh beli makanan diluar,, mereka ngga berani karena rumah sakit yang besar dan juga masih dinihari
kini waktu sudah pagi,,
zahra diperbolehkan pulang,, dan akhirnya aksa membawa zahra pulang ke rumah kakek surya
setelah sampai di rumah,, aksa meminta izin ke kakek dan neneknya zahra
" kek saya ingin meminta izin untuk membawa zahra kembali ke rumah kami nek,, kek,, kami ingin membuka lembaran baru lagi, " ucap aksa
" kami serahkan semua ke zahra nak,, karena dia yang akan menjalani,, kamu sebagai orangtua hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kalian,, " ucap nenek ida
" iya nak,,tapi juga kamu harus ingat, jangan sekali" kamu menyakiti zahra lagi, kalau sampai kamu menyakiti lagi seperti dulu,, kami tidak akan memaafkanmu,, " ucap kakek surya
__ADS_1
" iya nek,, kek,, saya berjanji tidak akan menyakiti zahra lagi, dan saya akan mencintai zahra dan anak kita dengan sepenuh jiwa dan ragaku,, " ucap aksa