Air Mata Dalam Pernikahan

Air Mata Dalam Pernikahan
surat perjanjian pernikahan


__ADS_3

Hari sudah sore,,, zahra sedang menyiram bunga" yang di taman samping rumah,,, terlihat Aksa pulang dan turun dari mobil,,,


zahra yang melihat menyapa Aksa dan menunduk,,


Aksa tetap berjalan dengan dinginnya,, tanpa menoleh sedikitpun,, dengan jas yang di tangannya dan dia berjalan sambil mengendorkan dasinya,,,


di belakangnya ada devan yang mengekori bosnya,,, sambil membawakan tas milik Aksa


devan melihat zahra,,, dan menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis, zahra pun membalas sebaliknya


setelah sampai di kamar,, Aksa membersihkan diri dan berganti pakaian di walk in closet,,, devan menunggu di ruang kerja


Aksa menghampiri devan dan menanyakan sesuatu padanya,,


" Dev,,, kamu sudah buat surat pernyataan tertulis kan,,,, " ucap Aksa sambil duduk


" sudah bos,,, tinggal di tanda tangani saja bos,,, " ucap devan


" panggil wanita itu kesini,, " perintah Aksa


"baik bos,, " jawab devan sambil berjalan keluar untuk memanggil zahra


devan turun ke bawah dan mencari zahra yang tadi ada di depan,,, zahra yang masih menyirami bunga" terkejut di panggil devan


" mba zahra,,, di panggil pak Aksa mba,,, suruh keruangan kerjanya,, mari ikuti saya mba,, ucap devan


" iya,,, mas,,, " ucap zahra langsung mengekori devan di belakangnya


zahra di suruh duduk di kursi,,, dan devan masih berdiri. Aksa langsung melemparkan map berisi kertas kehadapan zahra


" cepat tanda tangani itu,,, kalau perlu kamu baca,,!! " ucap Aksa sedikit membentak


zahra yang kaget,,, langsung mengambil map tersebut dan membukanya,, dia membaca sekilas dan,,, alangkah terkejutnya zahra membaca isi pernyataan tersebut


isi surat pernyataan


pihak 1 : Aksa pradana Wijaya


pihak 2: Adinda syafa azzahra


- pihak ke dua tidak boleh mencampuri urusan pribadi pihak pertama.



pihak pertama berhak mengatur pihak ke 2,,dan pihak ke 2 harus nurut dan tidak ada bantahan

__ADS_1


-pernikahan ini hanya bersifat sementara,, ketika pihak pertama menginginkan perpisahan maka pihak ke 2 harus menerima


- tidak ada harta gono gini


- pihak ke 2 dilarang melawan pihak pertama


- tidak ada nafkah batin di dalam pernikahan ini



seperti itulah isi surat pernyataannya,, zahra hanya pasrah,, dia membubuhkan tanda tangannya di sebelah tanda tangan Aksa


setelah itu Aksa berbicara pada zahra


" kamu tidak boleh mencampuri semua urusanku,,, dan saya juga tidak sudi memberikan nafkah padamu,, baik lahir maupun batin,,!!! " ucap Aksa


" baik mas,, permisi saya mau keluar,, " ucap zahra sambil berdiri dan berjalan menuju pintu


tapi tiba" tangannya di cekal oleh Aksa,,,


" ingat,, saya tidak akan memaafkan kamu,, karena kami kekasih saya jadi pergi meninggalkanku di hari pernikahan kita,,!! " ucap Aksa emosi


" gara" kamu dia pergi,,!! saya akan menceraikan kamu kalau bella kembali,, saya tidak sudi mempunyai istri udik,, kampungan,, jelek seperti kamu,, ciuh,, " ucap Aksa sambil meludah di depan zahra


zahra membantah tuduhan itu meneteskan air mata


devan hanya diam dan memperhatikan mereka sambil tetap berdiri


" alah,, omong kosong,, dasar munafik,, " ucap Aksa sambil menarik kerudung yang di pakai zahra hingga terlepas


dan mencengkeram pipi zahra,,,


" ingat baik" wanita murahan,, saya tidak akan sudi menganggap kamu istri,,!! " ucap Aksa sambil mendorong zahra dan dia jatuh terduduk


zahra lalu berdiri dan berbicara


" seharusnya saya yang marah,, bukan anda tuan aksa yang terhormat,, di sini yang jadi korban itu saya bukan anda ataupun mba bella. tapi kenapa anda menyalahkan saya,,, saya tidak bersalah,, jika anda membenci saya silahkan,, suatu saat pasti anda akan menyesal,,!! ingat itu,,!! " ucap zahra sambil melangkah keluar


devan dan Aksa kaget,, ternyata zahra sudah mulai melawan Aksa


" kurang ajar dasar wanita murahan,, akan aku bunuh kamu,,,!!! " ucap Aksa


devan yang melihat pertengkaran mereka berusaha menenangkan Aksa


" sudah bos,, memang benar zahra tidak salah,, dia juga korban disini. yang salah bella yang meninggalkan bos di hari pernikahan kalian,, " ucap devan

__ADS_1


" diam kamu,,!! saya tidak akan pernah memaafkan wanita murahan itu,, " ucap Aksa menakutkan


zahra turun dari ruangan Aksa dan mendengar kalau Aksa akan membunuhnya


zahra cepat" masuk ke kamarnya,, dan mengunci pintu dari dalam


bi marni yang melihat zahra menangis mau masuk ke kamar zahra tapi takut di marahi oleh Aksa


" ya Alloh neng,,, pasti den Aksa menyakiti neng lagi,,, kasian ya Alloh,, sebenarnya kamu orang baik neng,, tapi kenapa den Aksa membenci kamu,, " ucap bi marni sambil mengusap dadanya


zahra langsung terduduk lemas di dalam kamarnya,,, dia menangis sejadi" nya,,,


" ya Alloh,, kenapa takdirku seperti ini,,, ibu jemput zahra bu,, zahra tidak kuat lagi menjalani hidup sendiri di dunia ini,, hikss,,, hikss,,, " ucap zahra sambil memukul" dadanya


zahra merasa di rendahkan saat Aksa menarik kerudungnya sampai lepas,, dia seperti tidak ada harga dirinya sama sekali di mata Aksa,, apalagi disana ada devan


" kamu kejam mas,, jahat,, aku tidak akan pernah melupakan perlakuan kamu mas,,, kamu akan menerima balasannya,,, suatu saat kamu akan menyesal,,, " ucap zahra di dalam tangisannya


zahra terus menangis,,, zahra merasa hidup ini tidak adil,,


sedari kecil sudah di tinggal ibunya,,,dari SD kelas 4 sudah di tinggal ibunya dan ayahnya menikah lagi. ibu tiri dan saudara tirinya tidak pernah menyayangi zahra,, sampai zahra SMA,, zahra tidak diperbolehkan kuliah beda dengan bella.


dalam makan dan pakaian pun zahra selalu di bedakan,,


ayahnya juga sama,, dia tidak perduli dengan zahra


akhirnya karena cape menangis , zahra ketiduran dan sampai waktu maghrib zahra baru bangun saat mendengar suara adzan


karena zahra puasa jadi zahra mau berbuka puasa,, tapi zahra takut dimarahi aksa,, akhirnya zahra berbuka hanya minum air putih saja,,


bi marni yang melihat zahra tidak makan,, memberikan roti untuk berbuka puasa


" neng,, makan roti ini ya,, buat buka neng,, " ucap bi marni


" ngga usah bi,, nanti malah bibi di marahin sama mas Aksa,, kalau dia tau bi,, " ucap zahra


" engga neng, itu juga roti bibi yang bibi beli waktu belanja sayuran tadi pagi,, udah makan saja neng,," ucap bi marni sambil menaruh roti di tangan zahra


" ya Alloh bi,, Terima kasih ya bi,,, semoga Alloh membalas kebaikan bibi,, " ucap zahra sambil meneteskan air mata


akhirnya zahra bisa makan roti untuk berbuka,,, dia bersyukur di saat ada banyak orang yang membencinya masih ada orang yang baik di sekelilingnya


devan menenangkan Aksa


" bos,, jangan begitu bos,, kasihan zahra,, " ucap devan

__ADS_1


Aksa melemparkan kerudung zahra


__ADS_2