Air Mata Dalam Pernikahan

Air Mata Dalam Pernikahan
Pindah ke Rumah Baru


__ADS_3

Kini Fira sudah boleh pulang,,


Raka terus menemani Fira sampai kondisinya sehat kembali


" Sayang,,, kita pulang ke Jakarta ya,, ? " ucap Raka


" Tapi Bang bagaimana kalau Mama sama Papa tau aku kembali lagi ke rumah itu,, " ucap Fira


" Abang akan mengajak kamu dan Ibu pindah ke rumah baru, dan aku juga akan meninggalkan Perusahaan Papa dan akan mengurus bisnis abang sendiri,,Sebenarnya aku punya cafe dan juga bisnis kecil lainnya. dan Mama sama Papa tidak tau aku punya bisnis itu,, " ucap Raka


" Terserah Abang saja kalau begitu,, yang penting jangan pernah tinggalin aku Bang,, " ucap Fira


" Engga Sayang,, Abang akan menjaga kalian semampu Abang,, " ucap Raka sambil memeluk Fira


Kini mereka kembali ke rumah yang di tempati Fira dan Ibunya,untuk mengambil barang" dan juga akan berpamitan ke Adit.


Walaupun hanya lewat Orang yang mengurus rumah tersebut dan juga lewat HP. Fira tetap berterimakasih ke Adit karena sudah menolongnya selama ini


Raka merasa bersalah ke Fira dan Ibunya,, akibat ulah Orang tuanya, Fira dan Ibunya menjadi menderita seperti ini


" Bu,, Fir maafin Mama dan Papa ya,,, karena mereka, kalian jadi seperti ini,, " ucap Raka sambil mengemudikan mobilnya


" Nak,,, Ibu tidak menyalahkan siapa" mungkin ini sudah takdir. pasti di balik semua ini akan ada keindahan dan kebahagiaan untuk kita semua,, " ucap Bu Fatimah


"Saya akan bawa kalian pindah ke rumah baru yang lebih aman untuk kalian,, " ucap Raka


Fira hanya mendengarkan omongan Raka,,


Fira berharap Mama dan Papa Raka suatu saat akan menyayanginya seperti dulu


" Sayang,, kalau kamu cape istirahat saja, lagi pula perjalanan masih jauh,, " ucap Raka melirik ke Fira


Selama perjalanan kurang lebih 4 jam,, kini Raka sudah sampai di Rumah baru. Rumah yang tidak terlalu mewah dan besar tetapi berada di lingkungan padat penduduk

__ADS_1


" Bu,, Fira,,, kita sudah sampai,, ini adalah rumah yang akan kita tempati, semoga kalian nyaman tinggal di sini,, " ucap Raka sambil turun dari mobil


Mereka masuk ke rumah baru dan Raka menunjukkan kamar untuk Ibu Fatimah dan juga kamar untuk Fira dan dirinya


" Bu,, ini kamar Ibu dan kamar kita ada di atas,, " ucap Raka menunjukkan kamar untuk Ibu mertuanya


" Iya nak,, terimakasih karena kamu sudah berkorban untuk kita sejauh ini,, " ucap Bu Fatimah terharu


"Bu,,, seharusnya saya yang minta maaf pada kalian, karena belum bisa membahagiakan kalian,, " ucap Raka


" Bang,,, ini sudah sangat membuat aku dan Ibu bahagia,, aku sangat bahagia dan beruntung mempunyai suami seperti Abang,, " ucap Fira


" Ya sudah sekarang kita beres" dulu ya Bu,, setelah itu kita istirahat,, " ucap Raka


Kini mereka masuk ke kamar masing" dan membereskan barang" ke lemari


Fira kini duduk di tepi ranjang


" Sayang,, aku akan berusaha menjaga kalian semampuku. walaupun Mama dan Papa ngga menganggap ku anak lagi. aku akan berusaha membahagiakan kalian,, " ucap Raka sambil menggenggam tangan Fira


" Terima kasih ya bang,, kamu sudah rela meninggalkan kemewahan dari Orang tuamu demi aku dan anakmu,, " ucap Fira


" Sayang,, kalian adalah tanggung jawab ku,, sudah kewajibanku untuk menjaga, melindungi kalian orang yang aku cintai dan sayangi,, kalian lah penyemangat hidupku,, separuh jiwaku,, aku akan mengorbankan apapun termasuk harta. nyawa pun rela ku korbankan untuk kalian,, " ucap Raka memeluk Fira


" Sekarang kita istirahat ya,, hari sudah malam dan juga lelah seharian kesana kemari,, " ucap Raka


Kini mereka tidur di rumah yang baru


berharap masa lalu yang buruk tidak akan terulang lagi di rumah ini


Raka membawa Fira dan Ibunya pindah karena menghindari Orang tuanya


Raka tidak mau mereka mengusik kehidupan rumah tangganya bersama Fira

__ADS_1


Raka ingin hidup bahagia bersama anak dan Istrinya,,,


Raka rela meninggalkan harta dari Orang tuanya bahkan rela tidak di akui Orang tuanya.


Andra memberi kabar ke Bu Dian dan Pak Anjas,bahwa Raka mengundurkan diri memimpin Perusahaan Ayahnya


" Halo Om selamat malam,, maaf saya mau memberitahukan bahwa Raka sudah mengundurkan diri dari Perusahaan,, " ucap Andra


" Apa,,,!! mau apa lagi itu anak. sok" an mengundurkan diri memangnya bisa hidup tanpa hartaku dia,, " ucap Pak Anjas


"Maaf Om,, Raka hanya bilang ke saya untuk menyampaikan ini ke Om,, " ucap Andra


" Dasar anak kurang ajar,,!!! tidak tahu di untung. mau jadi gelandangan apa dia. berani"nya tidak mau mengurus Perusahaan. bisa apa dia tanpa harta dariku,, " ucap Pak Anjas


Andra langsung menutup telepon karena tidak mau jadi sasaran kemarahan Pak Anjas


Bu Dian yang mendengar Suaminya marah" pun jadi bertanya


"Ada apa Pah,, kok kamu emosi begitu,, " ucap Bu Dian


" Papa pusing mah,, anak kurang ajar itu sudah berani mengundurkan diri dari Perusahaan dan tidak mau mengurusnya,, mau jadi apa dia tanpa harta dari kita,,!! " ucap Pak Anjas marah


" Ini pasti ada hubungannya dengan Fira,, Raka jadi kurang ajar dan berani menantang kita Pah,, " ucap Bu Dian


" Kita lihat saja mereka,, apa Raka akan bisa hidup tanpa kemewahan,,Papa tidak sudi mengakui dia anak mah,Raka sudah menghina kita sebagai Orang tua,,!! " ucap Pak Anjas


" Sudah lah pah,, percuma juga kita ngotot memisahkan mereka,,, Raka sudah berani durhaka pada kita Pah,,mau jadi apa mereka,, " ucap Bu Dian


Pak Anjas hanya menghela napas panjang


Dia bingung kalau tidak ada Raka, terus siapa yang akan memimpin Perusahaan yang di Jakarta


Raka adalah anak satu" nya,tetapi malah meninggalkan perusahaan demi wanita.

__ADS_1


Dia rela hidup miskin hanya karena cinta


__ADS_2