
Zahra kini terduduk di dekat ranjang,,, aksa mendekat dan langsung menjambak rambut zahra yang tertutup hijab,,
zahra hanya diam tangannya menahan tangan aksa yang menjambak rambutnya
" dasar wanita murahan,, p******,,, aku jadi penasaran bagaimana kamu melayani mereka semua,, sedangkan aku suamimu belum pernah menjamahmu,," ucap aksa murka
aksa langsung membuka hijab zahra dengan kasar dan menarik baju zahra,, zahra memberontak,, ia melawan
" tidak,,, mau apa kamu mas,,, lepaskan,, " ucap zahra sambil memegangi baju nya
" aku ini suamimu sayang,, ayo layani aku seperti kamu melayani mereka,, " ucap aksa tatapannya nyalang menakutkan
zahra berusaha melawan,, tetapi tenaganya tidak sebanding dengan tenaga aksa
aksa emosi dan membanting zahra ke ranjang,, dia seperti hewan buas yang akan memangsa makanannya
aksa terus berusaha membuka semua kain yang melekat di tubuh zahra,, kini zahra terlihat polos dan itu membuat aksa semakin panas
kulit yang halus,, mulus,, putih bersih,, terlihat sangat menggoda
" jangan lakukan itu mas,, jangan sakiti aku,, aku mohon,, hiks,, hiks,, " tangis zahra pilu
tanpa aba" aksa langsung saja memasukkan rudalnya ke area sensitif milik zahra dengan kasar,, tanpa mendengarkan ucapan zahra
ketika aksa memaksa masuk,, terasa sangat susah,, dan terasa sangat sempit,,
dan akhirnya,,,
"aahhh,, tidak,, hiks,, hiks,,,
kamu jahat mas,, aku tidak akan memaafkan kamu,,, hiks,, hiks,, " zahra sambil menangis di bawah kungkungan aksa
aksa berhenti sejenak
" kamu,,, ternyata kamu masih perawan,,,,, " tanya aksa pada zahra
zahra hanya menangis dalam diam,, dia menatap lurus,, kini sudah hancur,,
dia sudah tidak punya harga diri lagi,, walaupun suaminya sendiri yang merenggut kesuciannya,, tetapi bukan dengan cara seperti itu yang zahra inginkan,,
aksa terus menyelesaikan permainannya,,
hingga akhirnya,,, aksa ambrug di atas tubuh zahra
__ADS_1
tidak ada kata" yang terucap di bibir zahra,,, hanya air mata yang terus menetes
kini aksa tertidur pulas,, zahra langsung bangun dan memunguti pakaian yang berserakan,,,
dia memakai pakaiannya,, dan berjalan keluar dari kamar aksa,,
area sensitifnya terasa ngilu,, sakit,,
zahra berjalan dengan lambat dan berpegangan pada dinding,,, keadaannya sangat kacau. zahra segera turun untuk cepat masuk ke kamarnya,, dia masuk kamar dan segera mengunci pintu kamarnya
" ibu,,, aku ingin ikut ibu,,, hidup ini kejam bu,,, " ucap zahra dalam tangisannya
zahra duduk bersandar di dinding,,, dia terus menangis dan putus asa,,
" ya Alloh,,, kenapa nasibku seperti ini ya Alloh,, kapan aku bahagia,,, " ucap zahra
zahra melihat ada silet di kamar,,, pikiran zahra buntu,, daripada hidup menderita,, lebih baik zahra mati,, pikirnya
lagipula hidup pun tidak ada gunanya,, suami yang kejam,,, ayah yang tidak menyayanginya,,,
dan aksa pun menginginkan kematian zahra,,
akhirnya zahra mengambil silet itu,, dan mengiris pergelangan tangannya sendiri
dan darah mengalir banyak dari tangan zahra,,,
pandangan zahra mulai kabur,,
" ibu,, tunggu aku bu,,, jemput aku,, aku sudah tidak kuat lagi,,, sakit,,bu sakit,,," ucap zahra sambil terus meneteskan air mata,,hingga akhirnya zahra ambrug dan tak sadarkan diri
bi marni memanggil zahra karena khawatir setelah mengantarkan kopi,, bi marni belum melihat zahra,,
tok,, tok,, tok,, neng,,, neng zahra,, " ucap bi marni
tapi tidak ada sahutan dari dalam,,
dan kebetulan aksa turun,, aksa bangun tapi tidak melihat zahra di sampingnya,, aksa juga menyesal,, telah menyakiti zahra
aksa menghampiri bi marni yang terus mengetok pintu kamar zahra
" bibi,, ada apa bi,, kok bibi ada disini,, " tanya aksa
" emm,, ini den dari tadi bibi ketok" pintu kamar neng zahra,, tapi tidak ada sahutan den,, biasanya si langsung menjawab neng zahra nya,, pintunya juga di kunci dari dalam,, " ucap bi marni
__ADS_1
aksa langsung memutar knop pintunya,, ternyata benar di kunci. aksa langsung mendobrag pintu kamar zahra
dan pada tendangan ke dua pintu berhasil terbuka,,mereka langsung masuk,, dan,,,
mata mereka langsung tertuju ke zahra yang tergeletak dengan darah yang banyak di tangannya,,,
" astaghfirullah,,, neng,, ya Alloh,, den,,hiks,, hiks,, " ucap bi marni langsung mendekat ke zahra
aksa juga langsung mendekat dan langsung mengecek denyut nadinya,,
" bi cepat ambilin kain bi buat ngiket tangannya bi,, " ucap aksa panik
aksa langsung mengikat tangan zahra dengan kain,, untuk menahan agar darahnya tidak keluar lebih banyak lagi
" ayo bi cepat kita bawa ke rumah sakit,, ambilin kunci mobil bi di atas nakas,, cepat,,!! ucap aksa
aksa langsung membopong zahra untuk di bawa kerumah sakit,,,
" maafkan aku zahra,, aku menyesal sudah menyakiti kamu,,, " ucap aksa sambil menatap wajah zahra yang berada di gendongannya
aksa langsung memasukkan zahra di belakang,, bi marni menyusulnya dan memangku kepala zahra,,
aksa dengan cepat menjalankan mobilnya ke rumah sakit,,
Setelah sekitar 20 menit mereka sampai dan zahra langsung di bawa ke ruangan UGD,,
" gimana dok,, keadaan istri saya,, " ucap aksa saat dokter keluar dari ruangan
" syukurlah,, istri anda selamat,, untung cepat di bawa ke mari kalau tidak,, pasti nyawanya tidak akan tertolong," jawab dokter
" boleh saya melihatnya dok,,, " ucap aksa
" iy,, silahkan pak,,pasien sekarang masih belum sadar,,, mungkin sekitar 3 jam lagi baru sadar,, " ucap dokter
aksa kini masuk dan melihat zahra yang tergolek lemah,, dengan infus di tangannya,,,
aksa mendekat dan menatap wajah zahra cukup lama
bibir yang tipis,, wajah yang cantik alami,, buku mata yang lentik,, hidung sedikit mancing,,,
" ternyata kamu sangat cantik zahra,, tapi kenapa sifat kamu jahat pada saudaramu sendiri,, " ucap aksa dalam hati
aksa pulang,, dan menyuruh bi marni untuk menemani zahra
__ADS_1