
pagi menjelang,, kini fira sudah bangun, dia akan melaksanakan sholat subuh
fira keluar untuk ke kamar mandi,, fira melihat raka yang masih tertidur di lantai yang hanya beralaskan karpet..
fira memandangi wajah raka ada rasa kasian, karena selama ini dia selalu tidur di kasur yang empuk dan mewah, sekarang harus merasakan tidur di lantai, meringkuk kedinginan
" bang,,dalam tidur pun kamu terlihat gagah,, tapi apalah dayaku,, walaupun aku mencintaimu,, tapi mama sama papa tidak merestui kita,, " ucap fira dalam hati
kini fira melanjutkan aktifitasnya,,
sehabis sholat dia pergi ke pasar untuk belanja
raka bangun dan melihat sekeliling,, dia langsung mencari fira,, tetapi tidak di temukan
" fir,, fira,, di mana kamu fir,, " ucap raka panik
tiba" fira masuk dan membawa kantong keresek,,
" ya Allah,, fir abang kira kamu kabur lagi,, " ucap raka
" aku habis ke pasar bang belanja,, " ucap fira sambil tersenyum kecil
kini fira sibuk memasak
raka menghubungi andra
" halo ndra,, selama beberapa hari ini lo handle pekerjaan,, gue lagi di luar kota,, " ucap raka
" waduh rak,, lo ada di mana,, kok ngga bilang" kalo elo lagi liburan,, " ucap andra
" liburan" gue ada urusan di luar kota. pokonya gue percayakan semuanya sama elo,, " ucap raka
raka langsung memutus panggilannya dan itu membuat andra kesal di sana
kini fira sudah selesai memasak dan fira menyiapkan semuanya di depan
" sarapan dulu bang,, " ucap fira
" emm,, " ucap raka
mereka makan dalam diam hingga selesai
kini raka menyuruh fira duduk dan akan membicarakan sesuatu
" fir,, sebenarnya dari dulu abang sangat mencintaimu,, makannya abang tidak mau menikah dengan siapapun,, dan abang ingin kita menikah fir,, " ucap raka
" bang,, jujur aku juga mencintai abang,, tapi mama sama papa tidak merestui kita bang,, ucap fira sambil meneteskan air mata
" jadi,, kamu mau jadi istri abang,, " ucap raka
" fir,, abang janji akan menyayangi kamu dengan sepenuh hati,, abang tidak perduli kalau mama sama papa tidak merestui kita,, abang akan tetap menikahi kamu fir,, " ucap raka sambil memeluk fira
__ADS_1
" fir,, bagaimana kalau kita menikah minggu depan,, biar abang yang mengurus semuanya. abang tidak akan memberitahu mama dan papa,, abang cuma akan memberi tahu aksa sana andra,, " ucap raka
" bang itu namanya kawin lari,, itu salah bang,, " ucap fira
" abang tidak perduli fir,, pokoknya abang akan tetap menikahimu,, "ucap raka
kini raka pamit pulang je jakarta untuk mengurus semua persiapan pernikahan,,
tadinya si mau nikah di bogor tapi bukan kota mereka jadi raka memutuskan untuk mengurus pernikahan mereka di jakarta
fira tetap masih di bogor.
raka akan mengurus pernikahan mereka,, pernikahan yang sederhana....
raka akan meminta bantuan andra dan aksa
sekarang fira ingin mencari informasi ke ibu kontrakan dulu,, siapa tau dia mengetahui semuanya
kebetulan ibu kontrakan datang ke tempat fira
" siang neng,,, boleh ibu masuk,, " ucap Ibu kontrakan
" iya bu,, silahkan,, " ucap fira
" kakaknya sudah pulang neng,, " ucap Ibu kontrakan
" iya bu,, sudah tadi ,, " ucap fira
" saya Ibu Sulis neng,,,,, memangnya ibu neng fira tinggal di mana?,, " ucap bu Sulis
" enggak tau bu,, kata orangtua angkat saya. dulu sekitar 19 tahun yang lalu mereka menemukan aku di dekat jembatan itu. mereka melihat seorang perempuan yang membuang bayi dalam kardus,, " ucap fira meneteskan air mata
" dulu sih ibu dengar di sini ada wanita yang hamil tapi warga tidak pernah melihat bayinya ada di mana, itu juga sekitar 19 tahunan,, " ucap bu Sulis
" ibu tau rumah wanita itu dan namanya siapa,,,, " ucap fira antusias
" namanya Fatimah,, rumahnya di ujung sini dekat sawah,, " ucap bu Sulis
" baiklah bu terimakasih,, kalau begitu saya akan coba cari tau kesana,, " ucap fira
" iya neng,, semoga saja kamu cepat menemukan orangtua kandungmu,, " ucap bu Sulis
" amin bu,, terimakasih,, " ucap fira
kini fira bergegas ke tempat yang di tunjukan bu Sulis
terlihat rumah sederhana yang nampaknya sepi
tok,, tok,, tok,, "assalamu'alaikum,, " ucap fira
" mau cari siapa neng,, ibu Fatimah lagi kerja di sawah,, tuh dari sini kelihatan,, " ucap orang tersebut
__ADS_1
" ooh iya bu,, terimakasih,, " ucap fira
fira mendekati ibu" yang sedang di sawah menanam padi,fira melihat ibu yang wajahnya persis dengannya.dia bermandikan keringat.
" permisi ibu" maaf mengganggu. apakah disini ada yang bernama ibu Fatimah,, ,, " ucap fira
Ibu Fatimah mendongak,, dia heran kenapa ada gadis cantik yang terlihat dari kota tapi mencarinya,,
" iya neng saya ibu fatimah,, " ucap Ibu yang wajahnya mirip fira
" maaf Bu bisa kita bicara di rumah ibu sebentar,, " ucap fira
" iya baiklah,, bentar ya neng ibu membersihkan diri dulu di sana,, " ucap bu Fatimah membersihkan badannya dari lumpur
wajahnya terlihat letih, garis halus mulai terlihat di wajahnya
umurnya mungkin masih sekitar 40 tahun tetapi wajahnya terlihat lebih tua dari usianya, ya karena mungkin tidak pernah tersentuh alat make up,,
" ayo neng,,kita kerumah,, " ucap Ibu Fatimah
fira mengekori Ibu Fatimah,, dia berjalan di sisinya sambil terus memandangi wajah bu Fatimah
kini mereka sudah sampai dan Ibu fatimsh mengajak fira masuk
" silahkan neng,, " ucap bu Fatimah mempersilahkan fira masuk
" iya bu,, assalamu'alaikum,, " ucap fira
" wa' alaikumsalam,, silahkan duduk neng,, maaf ngga ada kursi jadi di lantai duduknya,, " ucap Ibu fatimah
" iya bu ngga apa" ,, " ucap fira sambil duduk.
" perkenalkan saya fira dari jakarta bu,,,," ucap fira
" saya ibu Fatimah neng,, memang ada keperluan apa neng datang mencari saya,, " ucap bu Fatimah
" saya sedang mencari Ibu kandung saya bu, sekitar 19 tahun lalu orangtua angkat saya menemukan saya di dekat jembatan,, dan mereka melihat ada wanita yang membuangnya,, " ucap fira mulai meneteskan air mata
"jadi,,, kamu anak yang di buang ibu mertuaku,,ya alloh anakku,,akhirnya kamu kembali nak,,hiks,,hiks,,"ucap ibu Fatimah menangis dan langsung memeluk fira
" dulu sekitar 19 tahun yang lalu,,ibu melahirkan seorang bayi perempuan yang sangat cantik,,tapi di bawa oleh mertua ibu karena tidak setuju anaknya menikah dengan ibu. ibu sudah mencari kemana" bayi itu tetapi tidak di temukan juga,, hingga ibu menyerah,, " ucap ibu Fatimah menangis
" jadi bukan ibu yang membuang bayi itu,, " ucap fira
" bukan nak,, ibu sangat menyayangi bayi ibu.
mertua ibu ingin ibu dan suami ibu pisah.. " ucap ibu Fatimah
fira memeluk ibunya dan menangis haru
akhirnya mereka bertemu setelah sekian lama terpisah
__ADS_1