Air Mata Dalam Pernikahan

Air Mata Dalam Pernikahan
Amar dan Fira tunangan


__ADS_3

Raka yang berada di Amerika mendapat kabar dari Aksa


"Halo bro,, kemana aja sih HP lo baru aktif, " ucap Aksa


"Sory bro,, gue akhir" ini sibuk banget,, gue di suruh bokap buat memulihkan perusahaan di sini, jadi gue terpaksa ninggalin Fira bro,, " ucap Raka


" Lo itu sudah janji kan akan tanggung jawab sama Fira,, kenapa lo malah pergi,, tanpa kabar lagi. kasihan tuh Fira,, kamu tau ngga sekarang dia lagi,,," tut,,,, tu,,ttt,,tiba" percakapannya terputus karena sinyalnya jelek


" Ah sial,, kok terputus sih,, " ucap Raka


Sementara Aksa juga sewot karena tevonnya terputus dengan Raka


" Ya ampun,,, Sinyalnya ngga ada,,b***,,, " ucap Aksa


Raka, penasaran apa yang akan di katakan oleh Aksa


" Sebenarnya apa yang akan di katakan oleh Aksa ya tentang Fira,, ah lebih baik aku akan menyelesaikan pekerjaanku dulu supaya aku cepat kembali ke Indonesia,, " ucap Raka


Siang malam Raka tetap bekerja keras untuk memulihkan kondisi perusahaan Ayahnya


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Sementara Fira kini menerima lamaran dari Amar.Amar juga tidak berbicara jujur kepada Orang tuanya mengenai kondisi Fira. Amar ingin menikahi Fira,karena ingin menutupi aib Fira dan Ibunya.karena dia merasa kasihan kalau nanti Fira sampai di hina oleh warga sekitar


Sekarang Lamaran Fira dan Amar


Mereka sekaligus membahas pernikahan Amar dan Fira


Fira yang memakai gamis sederhana terlihat anggun dan sangat cantik di mata Amar..

__ADS_1


" Baiklah Bu Fatimah kita memutuskan pernikahan Amar dan Fira akan di laksanakan dua minggu lagi,, " ucap Ayahnya Amar


" Terserah kalian saja Bu,Pak,,,, kami nurut saja sama kalian,, " ucap Bu Fatimah tersenyum


Akhirnya mereka sepakat pernikahan akan diadakan dua minggu lagi, Fira ingin pernikahan diadakan sederhana di rumahnya.


Kini Fira masih tetap mengajar sekolah. Walaupun keadaannya sekarang lemah, tetapi Fira paksakan untuk tetap mengajar karena memang sudah kewajibannya


Pada saat istirahat Fira merasa pusing tak tertahankan,, dia sedang berjalan dari ruang kelas menuju ruang guru. tetapi tiba" pandangannya mulai kabur dan Fira pingsan


Amar yang kebetulan berada tidak jauh dari Fira langsung membopong Fira ke ruangan UKS,,


"Fir,,, sadar Fir,,, " ucap Amar sambil menepuk pelan pipi Fira


" Bu Fira kenapa Pak Amar,,, apa dia masih sakit,, " ucap Bu Desi


Amar mengolesi hidung Fira dengan minyak kayu putih supaya cepat sadar


Kini Fira sudah mulai sadar,, dia mulai membuka matanya


"Alhamdulillah Fir,, kamu sudah sadar,, " ucap Amar sambil menggenggam tangan Fira


"Mas Amar,, kok aku bisa ada disini mas,, " ucap Fira sambil memegangi kepalanya


" Apa kamu masih pusing Fir,, Kamu tadi pingsan di depan kelas dua,, jadi aku bawa kamu ke UKS,, " ucap Amar


" Terimakasih ya Mas,, sudah membawaku kemari,, " ucap Fira


Ya sudah lebih baik aku antar kamu pulang dulu Fir,,biar kamu istirahat di rumah,, " ucap Amar

__ADS_1


Akhirnya Amar mengantarkan Fira pulang


Sekarang mereka sudah sampai di rumah Fira


" Fir,, lebih baik kamu istirahat dulu, jangan pikirkan anak" di sekolahan.biar nanti guru" yang lain yang menggantikan kamu untuk sementara,, " ucap Amar saat berada di kamar Fira


" Tapi Mas,, kasihan Anak" nanti malah pelajarannya terganggu gara" aku ga berangkat,,, "ucap Fira


" Fir,, pikirkan juga kesehatanmu dan anak dalam kandunganmu,, kamu jangan banyak fikiran dulu,, " ucap Amar


" Iy Mas baiklah,, " ucap Fira


Kini Fira istirahat dan Amar keluar dari kamar Fira


" Bu,,, lebih baik Fira istirahat di rumah dulu untuk beberapa hari,, karena keadaannya sangat lemah,, kasihan kalau di paksa mengajar terus,, " ucap Amar


"Iya Mar,, biar nanti Ibu bilangin sama Fira,, " ucap Bu Fatimah


" Ya sudah Bu,, saya kembali ke sekolahan lagi,,titip Fira ya Bu,, " ucap Amar


" Iya Mar,, Fira ksn anak Ibu,, jadi kamu jangan kawatir,, " ucap Bu Fatimah sambil senyum


Kini Amar sudah pergi dan Bu Fatimah masuk ke kamar Fira


" Fira sayang,, sebaiknya kamu cuti dulu nak,, kasihan bayi kamu.jangan di paksakan nanti malah takutnya kenapa" ,, "ucap Bu Fatimah


" Iya Bu,, terimakasih Bu,, sudah mau menemani Fira dalam kondisi seperti ini,, " ucap Fira


" Kamu itu anak ibu,, jadi sudah kewajiban Ibu menemani kamu,, merawat kamu,, " ucap Bu Fatimah sambil memeluk Fira

__ADS_1


__ADS_2