
Raka tetap membujuk Fira untuk membuka pintu kamar nya
" Fir,,, Abang mohon buka pintu Fir,, kita bicara baik" ,, Aku merindukanmu Sayang,, " ucap Raka menangis
Sebenarnya Bu Fatimah tidak tega melihat Raka sedih begitu,jelas terlihat Raka begitu menyayangi Fira
Fira yang di dalam kamar mulai luluh juga hatinya,, Dia berjalan ke pintu untuk membukanya. Tetapi tiba" perut Fira terasa kram dan Fira kesakitan
" Ah,,, Bang tolongin Fira bang,,, perut Fira sakit,, " ucap Fira meremas perutnya, dia terduduk di lantai kamar
Raka yang mendengar Fira merintih menjadi panik,, dia berusaha membuka pintu tetapi masih terkunci dari dalam
Raka mendobrak pintu kamar Fira dan akhirnya terbuka juga
" Ya Alloh Fira,,, " ucap Raka ketika melihat Fira sedang kesakitan di lantai kamarnya
Bu Fatimah masuk ke kamar Fira
" Ya Alloh nak,, kamu kenapa,, " ucap Bu Fatimah
" Sakit Bu,,tolongin aku ,,, hiks,, hiks,,, aku takut terjadi apa" sama bayiku Bu,,,, " ucap Fira sambil memegang perutnya
Raka langsung membopong Fira untuk di bawa ke rumah sakit
" Ayo Bu,, cepat kita bawa Fira ke rumah sakit,, " ucap Raka sambil berjalan keluar menuju mobil
Kini mereka pergi ke rumah sakit. Raka mengemudikan mobilnya dengan cepat
Kini mereka sudah sampai di rumah sakit,,,
Fira langsung di tangani oleh Dokter untuk di periksa
Setelah Fira di periksa,, kini Dokter keluar ruangan
" Maaf Dok,, bagaimana keadaan Istri saya dan kandungannya,, " ucap Raka
" Alhamdulillah Istri Bapak tidak apa" dan kandungannya juga masih bisa di selamatkan,, untung kalian cepat membawanya ke mari. Untuk pasien ,Saya sarankan jangan banyak Pikiran dulu,, sekarang Pasien sedang Istirahat. mungkin sekitar 1 jam lagi akan siuman,, " ucap Dokter
" Baik dokter,, terimakasih. kalau begitu apa kami sudah boleh masuk dok,, " ucap Raka
" Iya Pak,, silahkan... maaf saya permisi dulu,, " ucap Dokter
Kini Raka dan Ibu Fatimah masuk ke dalam
Fira yang terbaring di ranjang pasien dengan infus yang menempel di tangannya
" Bu,, lebih baik Ibu pulang saja,, biar aku yang jaga Fira,,, takutnya Ibu kecapean Bu,, " ucap Raka
" Tidak nak,, Ibu ingin menjaga Fira,,,di rumah pun pasti Ibu kepikiran Fira,, " ucap Ibu Fatimah
" Ya sudah ngga apa",, terserah Ibu kala begitu,," ucap Raka
Ibu Fatimah duduk di kursi dekat ranjang Fira,,, dia mengusap kepala Fira seakan ikut merasakan sakit yang Fira rasakan
Raka yang melihatnya menjadi terharu,, kasih sayang Ibu memang sangat luar biasa untuk anaknya
"Bu,, aku mau keluar sebentar ya,, mau cari makanan buat Ibu,, takutnya Ibu lapar,,, " ucap Raka
__ADS_1
" Tidak usah nak,, Ibu tidak lapar,, " ucap Ibu Fatimah
"Bu,, Ibu juga harus makan. kalau Ibu ikut sakit bagaimana,, kasihan Fira juga Bu,, " ucap Raka
" Baiklah nak,, terserah kamu saja,, " ucap Bu Fatimah
" Sekalian mau cari buah Bu buat Fira,, " ucap Raka
" Iya nak,,, biar Ibu yang jaga Fira di sini,, " Ucap Bu Fatimah
Raka pergi mencari makanan untuk Ibu mertuanya dan juga Fira,,
Bu Fatimah terus mengelus tangan Fira
" Nak,,,kamu yang kuat ya,,, Ibu hanya punya kamu. kasihan sekali kamu Fir,, harus menderita seperti ini, walaupun Suami kamu begitu mencintai dan menyayangimu,, tetapi mertuamu begitu membenci pernikahan kalian,,semoga hati mereka terbuka ya nak,,, " ucap Bu Fatimah
Kini Raka kembali dengan membawa banyak makanan dan buah" an
" Bu,, Ibu makan dulu ya,,, ini ada nasi padang dan juga martabak manis.Ibu makan dulu biar ngga sakit,, " ucap Raka
" Iya nak,, kamu makan juga kan,, " ucap Bu Fatimah
" Aku nanti saja Bu,, tunggu Fira sadar,, " ucap Raka
Kini Bu Fatimah duduk di kursi panjang untuk makan
Sementara Raka duduk di kursi dekat ranjang Fira,,
Dia menggenggam tangan Fira dan mengelus nya
" Fir,, maafin aku,,,,, aku tidak bisa menjaga kalian,, aku belum bisa jadi suami yang baik buat kamu Fir,,, Tapi aku berjanji akan selalu melindungi kalian dari apapun,, " ucap Raka dalam hati
Raka yang melihat Fira sudah siuman langsung mengusap air matanya
" Fira Sayang,, Syukurlah kamu sudah sadar Sayang,, apa kamu lapar atau mau minum hemm,,,, " ucap Raka
" Ehmm,,, " Fira mengangguk
Raka mengambil minum dan memberikan ke Fira,,
Ibu Fatimah langsung mendekati Fira dan duduk di pinggir ranjang
" Sayang,,, mau makan? Ibu ambilkan ya,, "Ucap Ibu Fatimah
Fira mengangguk dan dia menatap Raka
Fira melihat wajah Raka,, wajah yang sudah mulai tumbuh jambang dan kumis yang agak panjang
Rambut juga sudah tidak serapi dulu
Raka kini berbeda, seperti tidak menjaga penampilannya
Ada rasa kasihan di hati Fira,, pasti Raka sibuk mencari Fira sehingga tidak memikirkan dirinya sendiri
Fira duduk di pegangin Raka
Ibu Fatimah membawa makanan untuk Fira
__ADS_1
"Bu,, biar aku saja yang menyuapi Fira ya,, " ucap Raka sambil mengambil sebungkus nasi dari tangan Ibu Fatimah
" Iya nak silahkan,, " ucap Bu Fatimah
Kini Raka menyuapi Fira makan
Fira merasakan Kasih Sayang Raka begitu tulus untuknya
Fira meneteskan air mata ketika Raka tersenyum melihat Fira mau makan
" Kenapa kamu menangis Sayang,, ada aku disini yang menjaga kalian,, " ucap Raka sambil mengusap air mata di pipi Fira
Ibu Fatimah mengambilkan minum untuk Fira
" Sudah Nak,,, makan dulu kasihan bayi kamu kalau kamu tidak makan ya,, " ucap Bu Fatimah
Raka memeluk Fira,,, menumpahkan rasa rindu yang selama sebulan ini terpendam
Fira semakin menangis di pelukan Raka,,
dia membenamkan wajahnya di dada Raka
" Sudah Sayang,,, jangan nangis lagi kasihan anak kita,, jangan bersedih dan jangan banyak Pikiran,,, " ucap Raka sambil mengelus punggung Fira dan mencium kening nya
Bu Fatimah ikut meneteskan air mata,, beliau terharu.. Rasa Cinta dan Sayang mereka begitu kuat, tidak mudah di putuskan
" Ya Alloh kuatkan lah hubungan mereka,,berikanlah mereka kebahagiaan Ya Alloh,, Amin,, " ucap Bu Fatimah dalam hati
" Sudah jangan bersedih lagi,,sekarang habiskan makanannya ya atau mau makan buah,, " ucap Raka sambil mengusap air mata Fira
" Buah saja Bang,, aku sudah kenyang,, " ucap Fira menundukkan wajahnya
Ibu Fatimah mengupaskan Apel dan jeruk
Ditaruh nya di piring dan di kasihkan ke Raka agar Raka yang menyuapi Fira
Bu Fatimah pamit ke mushola untuk sholat maghrib dulu
"Nak,, Ibu Sholat dulu ya di mushola,, " ucap Bu Fatimah
"Iya Bu,, " ucap keduanya
Kini tinggal mereka berdua
" Sayang,, jangan pergi lagi ya dari hidup Abang,, aku tidak bisa hidup tanpa kalian,, " ucap Raka
" Bang,, kenapa penampilan Abang jadi seperti ini,, " ucap Fira
" Maksud kamu Abang berbeda,, " ucap Raka
Fira hanya mengangguk
" Selama kamu pergi,, aku tidak lagi bersemangat. setiap hari hanya kamu yang ada di Pikiranku Fir. aku bahkan tidak mengurus Perusahaan dengan baik, aku tidak fokus apapun,, separuh jiwaku pergi,, hidupku hampa,, " ucap Raka meneteskan air mata
" Maafkan aku Bang,, aku terpaksa,, " ucap Fira juga meneteskan air mata
" Sudahlah,,, yang penting sekarang kamu jangan pernah tinggalkan aku lagi ya,, " ucap Raka sambil mencium kening Fira
__ADS_1
Fira mengangguk dan memeluk Raka