
Pernah sedekat nadi dan sekarang sejauh matahari
Gue ada di perpustakaan untuk memilih buku legenda.ia legenda gue suka sama buku sejarah makanya gue ambil IPS.
"Please div,jangan putusin gue! Gue mohon gue cinta banget sama Lo" tangis wanita itu mampu membuat aktivitas sila berhenti dan melihat kejadian itu.
"Gue udah bilang,gue capek gue pingin sendiri!" Laki laki itu terus saja memaki wanita yang sedang menangis itu.
"Gue tau kok Lo udah bosan sama gue,tapi gak kayak gini! Lo buat gue baper trus Lo tinggalin gue! Lo jahat div Lo jahat!" Wanita itu terus saja memukuli laki laki yang hanya diam di depannya.
"IYA GUE BOSAN SAMA LO! Gue bosan sama sikap manja Lo!gue bosan sama sikap curiga Lo! Gue bosan Lo atur atur trus!gue kayak di penjara sal! Gue pingin bebas! Lo emang pacar gue tapi bukan berarti Lo berhak untuk ngatur hidup gue!" Div menepis tangan salma,ia pergi ninggalin Salma yang menangis terisak-isak.
Tidak ada orang di perpustakaan hanya ada div,Salma,dan sila ini masih waktu jam pelajaran berlangsung, langkah kaki div berhenti saat melihat sila berdiri di samping rak buku,ia melipat kedua tangannya di depan dada.
"Udah puas Lo sakitin hati anak orang?" Mata sila menatap tajam ke arah div.
"Bukan urusan Lo sil!
"Ini urusan gue!karena gue menjadi saksi mata atas perkelahian kalian,tidak ada seorang pun disini selain kita bertiga!"
"Gue gak peduli! Gue udah putusin salma"
"Dasar cowok brengsek" satu pukulan menghantam ujung mata div membuat cowok itu terjatuh dan tidak bisa mengelak.
"Gue ingatin Lo div! Lo pilih pergi dari sekolah ini atau minta maaf sama salma?! Gue paling ilfy liat laki laki brengsek kayak Lo atau sejenis dengan Lo! Gue gak bakalan biarin laki laki kayak Lo ada di sekolah ini!" Sila mencengkram erat kerah baju div.
Div menepis tangan sila. "Lo gak ada hak buat ngatur hidup gu--" ucapan div terpotong satu pukulan menghantam perut laki laki itu,kini laki laki itu ter telentang di bawah kaki sila atau yang lebih tepatnya kaki sila ada di atas tubuh div.
"Lo bakalan nyesel kalo gak dengarin ucapan gue div" sila menendang badan div dan menyuruh laki laki itu pergi
"pergi Lo!" . Div pun pergi dari perpustakaan meninggalkan sila dan salma.
"Lo gak papa?" Tanya sila dan mendekati Salma yang menyembunyikan mata merahnya.
"Gue gak papa kok sil" salma memeluk sila,dan sila membalas pelukan tersebut.
"Gue gak suka liat laki laki nyakitin hati perempuan gue paling benci itu" sila membisikan pada salma,pelukan itu tidak berlangsung lama tapi mampu membuat salma tenang.
"Makasih sila,Lo baik banget"
"Iya sama sama"
"Gue bacut dulu ya" pamit sila dan membiarkan salma di perpustakaan.
"Iya"
---
Gue berjalan menuju kelas dengan keadaan lemas. Langkah kaki gue berhenti ada yang memegang pundak gue,gue membalik dan ternyata itu GALANG.
"Ngapain Lo disini?"
"Hello nona arsilla ini tu sekolah tempat umum"
"Gue tau"
__ADS_1
"Trus ?"
"Maksud gue ngapain Lo ada di depan gue? Menghentikan jalan gue?"
"Mama gue tadi nelpn---" ucapan Galang di potong sama sila.
"Trus? Hubungan sama gue apa?"
"Gue belum selesai bicara cu--"
"Gue bukan cupu!" Sila meninggalkan Galang.
"Ehh tunggu" Galang mengikuti sila dari belakang.
"Apa lagi?" Sila pun menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya.
Astaga! Muka galang terlihat jelas di mata sila rasanya nyawa gue telah melayang melihat begitu tampanya galang.
" WOI jangan ngelamun " galang pun meniup mata sila yang sedari tadi menatapnya.
"Apaan si Lo"
kok gue jadi salah tingkah sih! Au ah
"Gue tau kalo gue itu tampan makanya Lo gak bisa berpaling dari muka gue " pede galang.
"Lo mau ngomong apa tadi ? Cepat gue lagi sibuk!"
" Lo di suruh pulang barang gue! Karena ga ada yang mau jemput Lo! Nyokap Lo ada arisan di rumah Bu RT bokap Lo lagi meeting sama bokap gue"
"Gue bercanda"
"Ihh galang!"
"Gak deng,gue benaran kalo gak percaya yaudah Lo bakalan jalan kaki pulang"
Sila masih terbengong..
"Hello arsilla!"
"Aa-pa aa? Jawab sila gugup
"Lo mau kan pulang sama gue?kalo ga mau yaudah gue gak maksa" Galang membalikan badannya dan meninggal sila yang masih berfikir.
"Iya gue mau" suara sila yang berteriak pada Galang yang hampir menjauh. Galang hanya mengangkat jari jempol ke atas.
---
Jam pelajaran begitu cepat berakhir rasanya sila belum siap untuk pulang dengan Galang,ia sangat bodoh.
"Ngapa gue gak bawa mobil aja tadi ya! Adduhhh sillllaa "
"Sil ada yang nyrain Lo tu " Dila menunjuk ke arah pintu yang sudah dari tadi ada Galang.
"Siapa?" Sila masukan buku bukunya kedalam tas.
__ADS_1
"Galang"
"Serius Lo? ****** gue?
"Kenapa emangnya? Dila menaikan alisnya dengan penasaran.
"Gue pulang barang dia"
"Kok bisa?"
"Nyokap sama Bokap gue gak bisa jemput"
"Tadi pagi Lo pergi sama siapa?"
"Maura"
"Mobil Lo?"
"Di pinjam Maura"
"Aduhh sil,Lo jangan Canggu dong,udah gih sana samperin" ujar Dila mendorong sila agar keluar kelas.
"Hmm" sila pun menjauhi dila dan mendekati pintu kelas.
---
"Lama banget mbak gibahnya" Galang yang sedari tadi menunggu sadar kalo sila telah keluar.
"Palalu tu gibah! Cepat dong" sila berjalan duluan meninggalkan Galang dan berjalan menuju tempat parkir.
---
"Ni pakai" Galang memberikan helm pada sila. Dengan cepat sila mengambilnya dan memakainya.
"Tq" jawab sila jutek.
---
Untuk pertama kalinya Galang mengantarkan cewek pulang.ia benar PERTAMAKALI. Galang emang playboy tapi ia belum pernah mengantar cewek untuk pulang, setiap cewek yang dekat dengannya tidak pernah ia antar pulang dan setiap cewek yang minta di antar pulang pasti ia tolak dengan berbagai macam alasan.
Gue emang seorang playboy tapi gue pasti hanya memiliki satu.bukan semua. Gue hanya ingin bergaul dengan para wanita tapi mereka menganggap gue seorang playboy.
Diperjalanan pulang tidak ada percakapan antara mereka berdua dan tidak ada yang memulai pembicaraan. Hanya terdengar suara kendaraan.
---
Sila menuruni motor Galang dan memberikan helm milik.
"Nih" Galang menerima helmnya.
"Tq gal"
"Iya,gue pulang dulu" Galang tersenyum pada sila,dan wanita itu membalas senyumannya.
"Hati hati"
__ADS_1
---