
Sila pun memasuki mobil sport Lamborghini bewarna merah kedalam gergasi rumahnya. Sila masuk kedalam rumah dalam keadaan lesuh dan tidak bersemangat,iya bersandar di sofa dekat ruang keluarga yang disana ada kakaknya Maura!. Maura Dheviyara cewek cantik dan tinggi serta kepintaran membuat laki laki yang melihat akan jatuh cinta,sangat berbeda dengan sila!. Maura memiliki banyak teman cowok serta pacar yang Gonta ganti,serta sila cewek cantik yang bisa dikatakan sangat dingin saat laki laki mendekatinya!
---
"Ngapain Lo?! kayak orang udah bosan hidup?" Maura bertanya pada sila yang sedang duduk di samping,sambil makan popcorn dan menonton film "Upin Ipin". Sila yang duduk di samping Maura pun hanya diam dan mengambil popcorn yang ada di toples plastik yang di pegang oleh kakak.
"Woii! Orang ngomong tu di jawab!" Ketus Maura yang tidak terima saat di kacangin oleh Adeknya, yang sedang duduk di samping sambil memasuki popcorn kedalam mulutnya.
"Gue lagi gak mau debat sama Lo!" Jawab sila singkat dan mengeluarkan handphone miliknya.
"Aduhhhh sila!,sampe kapan Lo kayak gini sih! Udah JOMBLO! gak ada harapan buat cari kesenangan gitu sama orang lain buat mengisi hati Lo yang kosong?!" Ketus Maura yang menghentikan makan popcorn dan melihat adiknya yang sedang melihat layar handphone miliknya.
"Diam Lo *******! Gak nyambung banget si Lo jadi kakak, bukannya hibur gue malah bikin pala gue pusing!" Sila pun menyimpan handphone miliknya ke dalam tas dan beranjak dari tempat duduknya untuk pergi ke kamarnya.
---
Setelah membereskan buku sekolah dan memasuki nya kedalam tas,sila mengambil handphone miliknya yang sedang di cas dan berbaring diatas tempat tidur yang bewarna merah.
"Woi! Kawan Lo nyari tu di bawah!" Maura memasuki kamar sila tanpa ada izin sedikit pun dari pemilik kamar.
__ADS_1
"Ehh *******!enak aja Lo masuk kamar gue tanpa ketuk pintu dulu!" Sila yang asik main handphone terkejut dan langsung duduk sambil melihat kakaknya serta mengoceh pada Maura yang sembarangan masuk kamarnya tanpa izin.
"Siapa?!" Sila pun berdiri dan menyimpan handphone di bawah bantal.
"Liat aja sendiri!" Maura pun tampak kesal, setelah di omeli adiknya dan keluar dari kamar sila.
---
Sila menuruni anak tangga untuk melihat tamu yang di bilang kakaknya.
Tiba tiba kaki sila berhenti untuk turun dari dua anak tangga dan melihat ternyata tamu yang di maksud kakak adalah galang!.
"Hay!" Sapa Galang dan mengangkat satu tangan ke atas pada sila yang masih berdiam di atas tangga.
"Seharusnya Lo senang karena gue mau kerumah Lo!" Galang pun beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri sila yang masih kelihatan kaget atas kehadirannya.
"Ah? ngapain gue harus senang?!" Sila pun melipat kedua tangannya di depan dada sambil melihat Galang mencurigakan datang kerumahnya malam malam.
"Lo gak ingat perjanjian dari awal?" Tanya Galang pada sila,dan ikut ikutan melipat kedua tangannya di depan dada.
__ADS_1
"Perjanjian apa?Lo kalo ngomong yang jelas dong gak usah berbelit belit! Kok Lo tau rumah gue! Siapa yang kasih tau lo?" Sila mengutarakan maksud kedatangan Galang kerumahnya.
"Tantangan basket yang geng cupu lo! kalah dari geng hits gue" Galang pun langsung mengutarakan maksud dan tujuan dia datang ke rumah sila tanpa berbasa basi.
"Besok pagi gue jemput Lo datang ke sekolah bareng gue!" Galang mendekati mukanya ke depan muka sila tidak terlalu lama tapi mampu melihat manik mata sila yang sangat indah,Galang pun langsung berbalik badan dan meninggalkan rumah sila,saat mau pulang Galang pun berpamitan kepada Maura kakak sila.
"Gue gak bakal mau pergi bareng Lo!" Sila berteriak pada punggung belakang Galang, yang melangkah keluar dari rumahnya. Tidak ada sahutan dari Galang, nampak laki laki itu telah pergi dari halaman rumah sila.
---
"Asyiaap udah ada cowok nie" goda Maura pada sila yang sedang duduk dan melamun di belakang halaman rumah sambil melihat ke kolam renang.
"Apaan sih lo! Ganggu aja!" Sila tersadar dari lamunannya saat melihat kakak yang sedang menggoda dirinya.
" Ternyata ada juga cowok yang mau dekatin lo! Semoga dia betah! Semoga dia juga mampu membuat pertahanan yang Lo bangun selama ini hancur!" Maura duduk di samping adik dan melihat ke kolam renang.
"Bullshit!" Jawab sila singkat dan memalingkan pandangannya.
"Sil,gue kasih tau sama lo,buat berubah dan melupakan masa lalu yang sangat buram bagi hidup lo! Emg sulit tapi Lo harus berusaha jangan buat Lo terjerumus kegelapan!,banyak orang yang suka dengan Lo! tapi mereka menyerah saat melihat sifat dingin serta cuek. Lo yang gak mau ngerespon mereka sedikitpun membuat mereka menyerah." Maura mengutarakan perasaannya pada adiknya yang sedang butuh teman curhat dan mengungkap semua yang dia pendam selama ini pada sifat dan kelakuan adiknya.
__ADS_1
"Semuanya sangat tidak mungkin!" Sila menatap manik mata Maura yang penuh dengan harapan bahwa kakaknya sangat tau perasaan saat ini.
"Bukan,mungkin! Tapi sangat tidak asing! Seperti kejadian di masa lalu lo!".