
Pagi ini seluruh murid murid SMA arwana berkumpul di lapangan bersama pak Bambang dan guru yang lain. Gue dan temen-temen gue sudah tau apa maksud dari pak Bambang mengumpulkan kami semua. Yaitu membubarkan atvenger. Gue juga udah tau kalo vagirin telah dicari oleh polisi dan serigo jadi buronan.
"Baik anak anak apa kabar kalian lagi ini?" Pak Bambang Sangat bersemangat 45 pagi ini untuk menyampaikan informasi pada seluruh murid.
"Baik pak" jawab kami serempak.
"Saya mengumpulkan kalian semua ini di Lapangan ada maksud tertentu."
"dimana dua hari yang lalu ada kejadian perang antara atvenger dan vagirin di sekolah arwana!"
"Dan dimana seorang wanita yang ingin di perkosa sama salah satu anggota vagirin,ini membuat saya malu dan nama sekolah juga malu! Wanita itu di selamatkan oleh murid arwana dan anggota vagirin yang tidak terima pada mereka dan mencari keributan di sekolah ini!"
"Saya sebagai guru sangat kecewa!"
"saya juga tau bahwa pemimpin atvenger adalah Galang! Yang suka mencari keributan di sekolah lain dan suka mencari gara gara sama sekolah lain"
"saya juga tau siapa siapa aja anggotanya"
"dan saya beserta para guru SMA arwana memutuskan BAHWA ATVENGER HARUS DIBUBARKAN! ATAU KALIAN ANGGOTA ATVENGER HARUS DI D.O DARI SEKOLAH INI!"
Seluruh murid murid arwana terkejut pada apa yang barusan di ucapkan pak Bambang kami semua saling menoleh tidak percaya dan saling mantap satu sama lain. Begitu juga dengan Galang laki laki yang tidak masuk selama dua hari setelah kejadian perang itu, beserta dengan kawan kawan yang lain. Mereka sangat shock apa yang barusan di katakan pak Bambang dengan keputusan yang sangat berat itu membuat hati Galang sakit,ia harus kehilangan keluarga keduanya.
"Lang!"
"Lo mau kemana?!"
Yan melihat Galang pergi dari barisan dan diikuti oleh Dika dan amas.
"LANG TUNGGU!"
"LANG!"
"GALANG!"
langkah gue berhenti melihat seorang wanita berdiri di hadapan gue,dan begitu juga dengan kedua teman gue.
"Minggir!"
"Tunggu Galang"
"Apa?" Gue menaiki satu alis gue pada wanita di depan gue.
"Gue tau Lo sangat kecewa atas kejadian itu"
"Tapi gue hanya bisa minta maaf"
"Gak guna!"
"Apa dengan cara Lo minta maaf atvenger bakalan bisa bersatu lagi?"
"Bisa"
"Bullshit"
"Lo gak harus jadi pengecut! Hanya gara gara atvenger bubar!"
"Ingat Galang! Kalian masih satu sekolah kalian juga bisa main sama bercanda bersama!"
"Tapi tidak dengan gelar kalian sebagai laki laki ternakal di sekolah ini!"
__ADS_1
"Lo minggir sila"
"Sebelum gue habis cerita,gue gak bakalan kasih Lo lewat!"
"Saran gue cuma satu jangan jadi pengecut!"
Gue membalikan badannya gue dan meninggalkan Galang beserta kedua temannya.
Arsilla.
Gue terkejut dengan apa yang barusan pak Bambang katakan, Sangat memalukan bagi gue! Karena nama gue terseret atas ucapan pak Bambang.
"Memalukan!"
"Sil" alin menyenggol lengan gue,membuat gue tersadar dari lamunan gue.
"Apa?" Gue menoleh pada wanita di samping gue.
"Liat deh itu Galang" alin menunjuk kearah laki laki yang bubar sendirinya dari barisannya.
"Trsu?" Tanya gue gak ngerti maksudnya.
"Lo harus tahan dia"
"Buat apa Lin?"
"Ini berat bagi dia! Jangan sampe stranger bubar juga seperti atvenger"
"Maksud Lo?"
"Sil... Atvenger itu adalah murid murid nakal dan pemberontak dan Lo tau kan Galang gak bisa berpisah dari atvenger Lo harus cegah dia supaya dia semakin gak naik darah"
"Iya" jawab gue 45 dan ikut meninggalkan barisan,gue mengikuti laki laki itu dari arah yang berbeda.
Langkah gue berhenti saat melihat Galang menuju kearah yang gue skat.
---
Gue berjalan hati hati mendekati Galang yang berada di warbar,sama dengan halnya gue juga cabut saat pelajaran buk mayang. Gue takut dia kenapa kenapa.
"Hai Lang!" Gue duduk di sampingnya dan membuat laki laki itu tersadar atas kedatangan gue.
"Ngapain Lo disini?"
"Duduk" jawab gue polos.
"Lo gak belajar?"
"Kalo Lo?"
"Gue nanya ke Lo!"
"Gue sama kayak Lo!"
"Lo bacut?"
Gue menganggukkan kepala.
"Demi apa Lo cabut?"
__ADS_1
"Demi Lo!" Jawab gue jujur membuat laki laki diam.
"Lo cabut jugakan Lang?"
"Hmm..."
"Lang"
"Apa?" Laki laki itu tidak menoleh pada gue.
"Gue minta maaf ya"
"Buat apa?" Sama sekali laki laki itu tidak menoleh.
"Karena gue atvenger bubar"
"Bukan salah Lo!"
"Tapi gue juga terlibat Lang! Gue yang nyuruh Lo buat nyelamatin alexsya"
"Emang kalo gak ada gue Lo bisa nyelamatin alexsya sendiri?"
Gue terdiam atas ucapan laki laki itu.
"Serigo itu berbahaya"
"Dia aja bisa nyelakai Alexsya apa lagi Lo!"
"Ii...ya...iya" gue menunduki kepala gue.
"Gimana alexsya?" Galang mengalihkan topik pembicaraan.
"Dia udah baikan"
"Dia masih dirumah Lo?"
"Gak"
"Trus dimana?"
"Dia ketempat omanya"
"Kalo orang tua udah tau?"
"Udah.. gue yang ngasih tau"
"Trsu gimana respon orang tuanya?"
"Orang tuanya bakal liatin dia di rumah Omanya"
"Ohh"
Kata kata itu lah yang mengakhiri pembicaraan kami berdua,tidak ada yang memulai pembicaraan duluan.
Drittttt.... Drittttt....
Gue meraih handphone gue di dalam saku.
Kak maura.
__ADS_1