AKSILAGA

AKSILAGA
BENCANA


__ADS_3

"Sya... Lo ikut gue ya"


"Nga...gk... Maa....auuu"


"Sya.. tolong!"


---


"Alexsya belum sadar?" Maura meletakkan air putih di samping tempat tidurnya.


"Belum ra..."


"Kok bisa kalian Nemu Alexsya?"


"Dia mabuk,dan serigo membawa ke hotel"


"Serigo...?"


"Iya ketua ******"


Potong Galang dari arah luar pintu kamar,dan masuk melihat kaadan alexsya.


"Lo kok tau?"


"Siapa yang gak kenal sama serigo kak,dia ketua berrengsek dia juga suka mempermainkan wanita"


"Tunggu.... Tunggu..."


"Maksud kalian Alexsya mau di perkosa sama serigo di hotel?"


"Seperti gitu"


"Serius?"


"Iya raa..."


"Hmmm...."


"Gini-gini...."


"Yaudah itu kan belum terjadi tapi kita harus hati hati aja,jangan sampe terulang lagi"


"Iya"


"Iya"


Jawab kami serempak atas bijaksana Maura.


"Gue pulang dulu ya"


Pamit Galang pada kami berdua.


"Cepat banget Galang"


"Udah malam kak"


"Yaudah"


"Sil"


"Hmm..." Gue melihat malas pada Maura.


"Anterin Galang kebawah"


"Gak malas! Dia kan punya kaki sendiri"


"Gak baik tau!"


"Lo aja sana antrin kok nyuruh gue?"


"Lo kan teman dia! Bukan gue!"


"Malas ah!"


"Atau uang jajan Lo gue potong!"


"******* deh!"


Gue turun dari ranjang dan menghampiri laki laki itu di ruang tamu.


"Lo udah mau pulang?"

__ADS_1


"Iya, kenapa Lo masih belum mau pisah sama gue?"


"Najis!"


"Cepatan sana Lo pulang" usir gue sama Galang, sedangkan laki laki itu hanya cengigir gak jelas.


"Bye sil" laki laki itu mengedipkan sebelah matanya pada gue,dan melaju keluar dari area rumah gue.


"Ew!" Gue menghela nafas berat dan masuk ke dalam rumah.


---


Pagi ini sekolah arwana ribut, seluruh murid murid berhamburan keluar kelas menuju ke lapangan untuk melihat perkelahian antara vagirin dan atvenger. Berita semalam sungguh sangat cepat tersebar membuat nama vagirin tercemar.


Galang memukuli habis habisan serigo, sedang kan serigo tidak mau kalah dengan Galang,laki laki itu justru membalasnya lebih dari Galang.


"Lo laki laki brengsek serigo! Dimana jati diri Lo sebagai laki laki?!" Galang mencengkram leher serigo membuat laki laki itu kesulitan bernafas.


Sedangkan kawan kawan serigo juga kalah dengan pukulan anggota atvenger.


Pak satpam sekolah juga kewalahan menghentikan perkelahian antara atvenger dan vagirin.


"Lo seharusnya gak usah ikut campur!" Serigo memukul perut Galang.


"Lo kira gue bakalan kayak Lo?! Lo itu laki laki gak punya otak!" Satu pukulan menghantam kepala serigo membuat laki laki itu terjatuh tak berdaya,banyak luka luka atas pukulan Galang di wajahnya, Begitu juga dengan Galang.


Seluruh guru SMA arwana akhirnya menyerah tidak ada yang bisa menggantikan perkelahian itu,sampai akhir pak Bambang meminta bantuan warga,dan perkelahian berhenti anggota vagirin berpencar saat melihat warga yang mendatangi sekolah arwana, sedangkan anggota atvenger sama dengan halnya mereka juga ikut kabur dan berpencar.


Lain halnya dengan stranger mereka tidak melihat kejadian perkelahian antar atvenger dan vagirin namun mereka ingin mendengar cerita tentang alexsya yang ingin di perkosa oleh serigo.


"Lo serius kan sila?" Dini mendekati mukanya pada sila untuk memastikan.


"Iya gue serius"


Saat ini keadaan kelas sungguh sepi hanya tersisa tujuh orang saja yaitu stranger. Karena seluruh murid melihat kejadian perkelahian.


"Demi apa? Serigo kok tega amat"


"Mana gue tau Din!"


"Sumpah tu anak kayak ********!" Potong farah.


"Betul tu far!"


"Nth" jawab gue sambil menaiki bahu gue.


"Sekarang alexsya masih di rumah Lo?" Tanya alin.


"Iya"


"Dia gak pulang kerumah orang tuanya?"


"Nth"


"Kami nantik mau kerumah Lo ya sil"


"Buat apa?"


"Liat alexsya"


"Hmm..."


"Kami nantik juga bakalan bawa citra"


"Iya"


Rumah arsilla.


"Hai sya!"


"Gimana kabar Lo?"


Alin duduk di samping alexsya yang sedang menonton tv.


"Enak Banget sih Lo! Kayak ratu di rumah sila!" Batin Farah.


"Gg..u..e.. gue baik kok"


"Kok kalian di sini?"


Alexsya bersikap biasa pada teman teman gue.

__ADS_1


"Ini kan rumah sila"


"Jadi kami boleh dong ke sini" sindir farah dan menatap malas.


"Far!" Panggil gue pelan tapi penuh tekanan.


"Gue mau minta maaf sama kalian semua,karena kalian baik banget sama gue dan buat Lo sil gue minta maaf banget" alexsya mengatur duduk dan berusaha meminta maaf.


"Butuh baru Lo datang! Mana teman Lo yang lain? Gak bantuin Lo? Munafik banget sih teman Lo!" Batin Farah.


"Kami tau Lo banyak salah sama kami! Dengan Lo pernah nyulik gue dan jadikan gue umpan buat teman teman gue,dan Lo juga pernah datang kerumah sila dengan teman teman, Lo dan juga Lo pernah buat sila masuk rumah sakit! Gak cukup dengan drama Lo? Dan Lo gak ingat tahun lalu lo bunuh anak orang?" Tina berdiri di samping citra dengan tangan di depan dada.


Mata gue terbuka lebar,ingin gue lampiaskan amar gue terhadap perkataan Tina,tapi ada benarnya. Namun gue urungkan niat gue.


"Gue tau gue salah! Tapi kali ini gue ingin minta maaf sama kalian semua,gue bakalan lakuin apa aja demi kalian mau maafkan gue"


Butiran-butiran air mata terjatuh di pipi alexsya.


"Kita pingin gangster di bubarkan" ucapan Farah membuat kami menoleh padanya.


"Kalo Lo gak mau"


"Gak papa gue gak maksa!"


"Gue mau"


Ucapan Alexsya membuat kami semua terkejut.


"Ngapain Lo gak balik ke rumah orang tua Lo?" Tanya Dila yang menyimpan handphone miliknya.


"Gue di usir"


Mata kami semua membulat atas ucapan wanita itu.


"Kok bisa?" Tanya Elsa.


"Atas kejadian gue membunuh naisa" jujur alexsya pada kami semua dan air mata yang mengalir begitu aja.


"Sya... Lo emang jahat tapi percaya lah kami masih punya hati kok" alin membuka suara membuat alexsya tersenyum kecil.


"Gue benar benar menyesal karena udah jahat sama kalian semua atas perselisihan gue sama sila"


"Iya sya...."


"Kami maafin Lo kok" ucapan Farah tiba tiba membuat suasana menjadi hening seketika.


Dan pelukan membahasi kami semua.


"Thanks ya gaes...."


"Iya sya..." Jawab gue dan mengelap air mata di muka gue.


Pelukan antara kami pun berlangsung sangat lama.


"Sya...." Panggil gue hati hati.


"Iya?" Alexsya berupaya tersenyum.


"Lo gak mau kembali ke orang tua Lo?"


"Sulit sil"


"Kenapa?"


"Mereka ngusir gue"


"Kesalahan gue sangat besar dan mencoret nama baik keluarga gue sendiri karena ke egois gue"


"Lo harus berusaha minta maaf"


"Percuma"


"Gue udah pernah coba tapi alhasil orang tua gue pindah ke Singapore demi gak mau bertemu dengan gue"


"Nyokap sama Bokap Lo?"


"Bokap gue yang sangat benci sama gue"


"Sedangkan nyokap gue udah berusaha gak mau pindah"


"Namun sia sia,bokap gue memaksa"

__ADS_1


"Lo harus kuat"


"Iya..."


__ADS_2