AKSILAGA

AKSILAGA
ANEH


__ADS_3

Pagi ini gue Galang terganteng sekomplek perumahan beserta teman teman gue yang kegantengan di bawah gue menunggu gank vagirin di warbar.


"Lang semua pasukan dah siap,kita bakalan perang sekarang?" Putra menghitung seluruh anggota atvenger.


"Cancel aja perangnya jadi Minggu depan!"


"Serius Lo lang?tapi gue dah suruh anak anak buat datang ke warbar"


"**** amat si Lo put! Najis kali gue cancel perang sama anak vagirin Lo kira barang yang beli di online yang bisa di cancel?"


"Yealah gue kira beneran!"


"Lang gue liat kemaren Lo jalan sama sila ya?" Tanya sultan yang tiba tiba datang dan menghampiri sejoli yang lagi duduk.


"Tau dari mana Lo?" Tanah Galang mengangkat alisnya.


"Gue kemaren ke taman ****,gue liat Lo sama sila"


"Serius Lo lang?PDKT Lo sama tu cewek?" Putra memotong pembicaraan.


"Doakan"


"Serius Lo lang?gue selalu doakan Lo yang terbaik sama sila" sultan duduk di samping Galang.


"Tapi.."


"Tapi apa Lang?"


"Gue rasa ada yang aneh sama tu anak"


"Kenaway?"


"Kemaren dia ngirim pesan sama gue untuk terakhir kalinya"


"What? Maksud Lo?"


"Hmmm... Gue gak tau ah!" Galang meninggalkan putra dan sultan.


"Bos! vagirin tu" yan menunjuk gerombolan vagirin mendekati warbar dengan pasukannya.


"Akhir Lo datang juga gue kira Lo gak bakalan datang!" Galang mendekati serigo ketua vagirin.


"Lo kira gue pengecut! Lo salah orang!"


"Trus apa maksud Lo untuk nantangin atvenger kalo ujung ujungnya Lo semua kalah!"


"Jangan sombong dulu Galang!"


"SERANGGG!!" serigo beserta anggota menyerang atvenger layaknya film anak jalanan.


Pertengkaran berhenti melihat warga mendekati warbar,warga juga membawa satpam.


"Cabut woii cabuttt!!" Robi memerintah kawan kawan untuk cabut sebelum nyawanya melayang.


Begitu pula dengan atvenger seluruh anggota Atvenger berhamburan.


Galang berlari tidak mengikuti kawan kawan ia mencari jalan pintas untuk diri sendiri. Ia terus berlari sampai ia menabrak seseorang.


Brukll...


"Au sakit" wanita itu terjatuh beserta beberapa barang belanjaan.


"Eeehh sorry sorry..."


"Lo?"


"Lo?"


"Adduhhh Gallllangg!! Ngapain sih loh nabrak gue kayak orang di kejar warga aja!" Sila berdiri dan mengambil barang barang yang jatuh.


"Iya gue di kejar warga" Galang tampak cemas dan membatu sila.


"Ahh?? Hahaha" sila mentertawakan Galang dengan ekspresi wajah yang ketakutan.


"Lo harus bantuin gue"


"Gue? OGAH!"


sila memasuki mobil Lamborghini tiba tiba Galang juga ikut masuk kedalamnya.


"Ih Galang! Lo keluarrrr!"


"Gue cuma numpang doang"


"Lo tu harus bantuin gue!"


"Gue dah banyak bantuin Lo,jadi Lo harus balas Budi!"


"What?"


"Gue harus balas Budi? Stroberi Mangga apel SORRY GAK LEVEL KELUAR GALANG!" Mulut sila di bekap oleh tgn Galang membuat wanita itu sulit untuk bernafas.


"Gue bilang sama Lo sekali lagi arsilla Dheviyara gue mohon mohon bangat bantu gue please" Galang melepaskan tgn dan memohon dengan lembut pada sila.


Wanita itu hanya menatap Galang yang tidak jelas!.


"Gue tolongin Lo dengan satu syarat"


"Apa?"


"Ngapain Lo bisa di kejar kejar warga?"


"Bukan urusan wanita,itu urusan laki laki"


"Gue gak butuh basa basi Lo jawab! Lo kelahi lagi?'


"Hmmm"


"Dasar pandainya cuma berantem"


"Kayak Lo gak aja" Galang menatap wanita itu tajam.


Untuk tidak memperpanjang sila menyalakan mesin mobilnya dan beranjak dari supermarket.


Di perjalanan pulang tidak ada yang memulai pembicaraan baik Galang maupun sila yang mengendarai mobil.


Sila memberhentikan mobilnya di depan rumah galang.


"Udah sampai Lo bisa turun" sila memberhentikan mobilnya dan menyuruh laki laki itu turun


"Makasih" sila tidak menatap melainkan hanya melihat ke depan.galang berusaha bersikap biasa.


"Hmm"


Galang keluar dari mobil sila dan masuk kedalam rumah.


"Tuhan gue pingin bersama dia lebih lama lagi,tapi ego gue lebih tinggi membuat gue harus gengsi!"


Gue memasuki rumah dan duduk di samping Okta di ruang keluarga.


"Udah pulang kamu sil?" Noviya memanggil dari arah dapur.


"Udah ma...ini belanjaan"


"Paa..."


"Hmmm.." Okta yang asik menonton bola tidak memperdulikan panggilan anaknya.

__ADS_1


"Pa..papaap!" Teriak sila pada kuping Okta.


"Apa sila? kamu gangguan papa nonton aja"


"Sila mau nanya"


"Apa?"


"Kapan papa ajak si... "


"GOLLLLLLLLLL" Okta berteriak sekencang mungkin dan sangking bersemangat melihat timnya menggolkan gawang lawan.


"Sil..sil.. udah tau papa suka bola masih aja di ganggu" Maura turun dari tangga dan mendekati sila.


"Ra ajak gue dong"


"Kemana? Mall?pasar?taman?atau kuburan tempat favorit Lo" Maura ketawa geli melihat reaksi sila.


"Iih bukan raa"


"Trus?"


"Ke pantai"


"Gue gak mau"


"Gunung?"


"Gak mau juga"


"Trus mau Lo ke mana?"


"Gak kemana mana"


"Ih Maura! Nyebelin deh" sila mencubit lengan Maura membuat wanita itu kesakitan.


"Aaaduhhh sakit bodoh!" Maura memukul kepala sila pelan.


"Aauuu Maura!"


"Udah udah kalian kok malah berantem gangguan papa lagi nonton aja" Okta memotong pembicaraan kedua anaknya.


"Pa nantik malam jadikan kerumah keluarga baron?" Tanya Maura pada Okta yang sedang asik menonton.


"Jadi"


"Yeeeeee" Maura pergi ninggalin sila dan Okta.


"Apa?kerumah Baron?kerumah galang? Adduhhh *******!"


"Ma... " Maura mendekati noviya yang sedang memasak.


"Apa?"


"Nanti malam aku pakai baju warna apa yang Bagus?"


"Maura... Kamu pakai baju warna apa aja tetap bagus kok kamu cantik jadi semua baju pasti cocok" noviya mendekati anaknya dan memujinya.


"Makasih maaa.... Aku sayang mama deh" Maura layaknya seperti anak kecil menciumi pipi mamanya.


"Iya sayang sama sama"


---


Malam membuat ku lebih tenang, sebab masalah ku disiang hari telah serna.


"Sillllaaa cepat turun" Maura dan kedua orangtuanya menunggu wanita itu di Raung tengah.


Sila turun dari kamar melihat ketiga sejoli itu menunggu.


"Serius kamu sila?kok bisa Tina masuk rumah sakit? yaudah kamu boleh gak ikut tapi kamu jangan malam malam pulang ya" noviya membelai rambut anaknya.


"Iya maa... "


Okta, noviya dan Maura pun pergi meninggalkan rumah.


"Syukur untuk orang tua gue percaya!"


Gue beranjak dan memasuki kamar untuk mengambil kunci mobil.


Rumah Baron.


"Paaaa... Ada tamu tuh" Nabil beranjak dari sofa dan masuk kedalam kamar.


"Oktaaaa" Baron dan linia menghampiri keluarga oktavia


"Baron.... Apa kabar brooo?" Begitu pula dengan bokap gue kalo udah ketemu kawan lama pasti kayak kayak anak muda.


"Liniaaa...." Sapa nyokap gue pada Tante linia.


"Noviya"


"Maura..."


"Iya Tante..." Maura menyalami linia.


"Mana sila?" Linia mencari seseorang kekurang dalam keluarga Oktavia.


"Gak ikut Tante" jawab Maura lembut pada linia.


"Kenapa?"


"Jenguk kawan masuk rumah sakit"


"Oooh pantes gak nampak si manis" kekeh linia pada kedua wanita Tersebut.


"Mana anak kamu lin?" Kt nyokap gue sambil mencari kedua putra linia.


"Ada di kamar mereka,nanti aku panggilkan"


"Ayoo... Masuk.. duduk duduk..."


Sangking asik mengobrol mereka lupa dengan waktu. Jam sudah menunjukkan pukul 22:00


"Tante omm..." Sapa kedua laki laki dari arah yang berlawanan. Nabil dan Galang.


"Eeh si ganteng" sapa nyokap gue milih keduanya.


"Alay sumpah! Bagus gue ikut sila lagi!" Batin gue.


"Galang kamu baru pulang?" Linia melihat putranya yang memakai jaket parasut hitam berlambang tengkorak.


"Iya ma.."


"Dari mana kamu Galang?" Tanya Noviya.


"Ngumpul tan sama teman teman" Galang menyalami Okta dan noviya begitu juga dengan Nabil.


"Sama kayak anak aku mabk,si Silla suka banget ngumpul sama kawan kawan"


"Iya.. ?"


"Ia mbak.. kalo Maura beda banget kayak anak rumah"


Begitulah kalo emak emak kalo udah ngumpul pasti ngibahin anak anaknya. Dan suka membanding-bandingkan.


---

__ADS_1


Berbeda di rumah Baron, sila lebih asik bersama teman temannya.


Bukan anak malam ,bukan cewek murahan, bukan tempat tongkrongan yang biasa biasa aja, tempat tongkrongan yang elit di apartemen alin.


Asik bercanda tawa membuat semuanya melenyapkan masalah. Begitu juga dengan sila ia mampu mengendalikan rasa sakit hati pada Galang. Bukan kayak wanita biasa kalo udah shok pasti bakalan nangis! berbeda 100 derajat!.


Derittt..... Drittttt....


Suara handphone sila membuat keheningan pada malam itu.


"Sil hp Lo bunyi angkat!" Pintah Dila melihat sila yang asik makan.


"Ah bodoamat"


"Penting mungkin!"


"Gak mau gue lagi makan Lo gak liat?"


"Iya udah gue aja yang angkat"


"Hmm"


Dila meraih handphone sila di atas meja yang jarak jauh dari kerumunan.


GALANG?


"Ha..llo?"


"Sil!Lo kok gak kerumah gue?"


"What?"


"Eh.. ini siapa?"


"Gue Dila"


"Sila mana?"


"Ada tuh lagi makan"


"Ada pesan?"


"Kalo gak ada gue putuskan"


Titttt.... titttt...


"Sil"


"Aa?"


"Siapa yang nelpon?"


"Galang"


Uhukk...uhukk...


"Sillllaaa Lo gak papa?"


Sila mengambil air dan langsung meneguk sampe habis.


"Serius Lo Galang? Trus dia bilang apa? Lo bilang apa?"


"Panik amat mbk,santy ae kali!"


"Gue serius"


"Dia nanya Lo katanya ngpa gak kerumah dia"


"Ooh bodoamat lah"


"Emang Lo aja janji sama dia?"


"Gak sih"


"Trus?"


"Bokap nyokap gue sama kakak gue kerumah dia gua gak ikut"


"Kok bisa?"


"MALAS!"


"alasan Lo?"


"Liat Tina masuk rumah sakit"


Uhukkk...uhukkk...


"******* Lo sil nyampain gue Lo!" Tina menyenggol lengan sila


"Sorry cuma itu alasan gue supaya gak ikut kerumah Galang, makanya gue bilang Lo masuk rumah sakit"


"Harus gue gitu?"


"Ih santai aja kali tin! Emosian banget!"


Tina hanya menghela nafas berat tidak mau memperpanjang masalah.


"sil lo pulang jam berapa gue mau nebeng!" elsa berjalan mendekati sila


"gak tau"


"ih gue mau nebeng!"


"sa, ngapa gak minta jemput sama udin kesayangan lo aja?" cengigir alin menggundang canda tawa.


"HAHAH"


"tul tu mana udin lo?"


"apaan sih kalian!"


"ciihh... ngambek!"


"SILAAAAA!"


"why?"


"saa.. ELSA.."


"apa sih lin?"


"gue mau nanya"


"Aa?"


"lo pacaran sama udin?"


pertanyaan alin mampu membuat seluruh mata stranger menoleh pada elsa


"GAK GAES! GUE GAK PACARAN SAMA UDIN! CUMA PDKT DOANG!" elsa beranjak dari tempatnya menggalkan kami.


"yaelah pms lo ya?" farah melihat kepergian elsa.


"udah udah.. jangan di perpanjang nantik dia ngadu sama babangnya!" cengigir alin.


---

__ADS_1


__ADS_2