AKSILAGA

AKSILAGA
FOTOGRAFI


__ADS_3

Gue merasa tidak siap untuk ikut lomba, apa lagi dengan kejadian di sekolah.


Huffg!


Line.


Gue meraih ponsel gue yang di atas meja,ada notif dari putar.


Mahaputra: sil sorry gue gak jadi ikut lomba.


"Tuhan apalah lagi ini! Masa sih aku harus berdua sama Galang!"


"Ih"


"Malas Banget anjirr!!"


Gue menghempas badan gue ke kasur dan memejamkan mata gue.


Belum sempat untuk tidur pintu kamar gue terbuka,ada seseorang yang berdiri di ujung pintu.


"Maura?"


"Ngapain Lo di sana?"


Gue duduk di ranjang gue dan melihat Maura yang masih berdiri di ujung pintu.


"Teman Lo jemput tuh!"


"Galang!"


"Lo ada lomba fotografi kan?"


"Sana ganti baju Lo!"


"Gue bakal nyuruh Galang nunggu!"


"Jangan lama lama!"


Maura pergi dari ujung pintu kamar, sedangkan gue malas buat beranjak dan harus bertemu sama kutu kuprettt Tersebut.


Mau tidak mau gue harus siap berhadapan dengan Galang. Gue menuruni anak tangga satu persatu menuju ruang tamu.


"Yuk" gue melihat Galang yang asik dengan handphonenya.


"Lama banget sih Lo!" Laki laki itu beranjak dari tempat duduknya dan pamitan sama kakak gue.


"Kak aku pergi dulu" pamit gue sama Maura.


"Jangan lama lama Lo pulang"


"Hmm"


"Galang jagain Adek gue"


"Iya kak"


"Apaan sih ra!"


"Lo kira gue anak kecil!" Sindir gue dan berjalan menuju pintu rumah.


"Yauadh kak,aku pamit dulu ya"


"Iya"


Galang Keluar menyusul sila.


"Ni ambil" Galang menyodorkan helm pada gue. Gue menerima helmnya.


Diperjalanan tidak ada yang membuka suara sama sekali! Hanya terdengar suara kendaraan yang lain dan bunyi klakson gak jelas.


Akhirnya kami sampe di tempat acara,banyak kali pengunjung yang datang menghadiri lomba fotografi.


Berharap bakalan menjadi momen yang indah namun akan jadi mala petaka.


"Yuk"


Galang berjalan paling depan dan meninggalkan gue yang masih melihat lihat kesegala penjuru.


Gue mengikuti laki laki tersebut dari belakang.


"Kita duduk dimana ni? Udah penuh" gue mensejajarkan kaki gue dengan Galang.


"Lo sih lambat banget!"


"Acara jam 7 kita datang jam 8!"


"Kok Lo nyalahin gue sih?"


"Jelas Lo yang salah la!"


"Lo juga yang salah! Ngapain gak ngabarin gue!"


"Lo kira gue bapak Lo? Yang harus ingatin Lo terus?"


"Gue juga gak mau kali punya bapak kayak Lo!"


"Gue juga gak mau punya anak kayak Lo kali!"


"Ew!"


"LANG!"


suara itu membuat kami berdua menoleh.


"Alvaro?"


"Hai Lang! Lo ikut fotografi juga?"


"Iya"


"Hai sil"


"Hai"


"Kenalin pacar gue!" Alvaro memperkenalkan pacar baru. KEYLA.


"Keyla?"


"Hai sil"


"Lo pacar alvaro?" Tanya gue penasaran.


"Iya sil" Keyla menjawab dengan malu malu.


"Kalian berdua ngapain disini? Ikut lomba juga?" Tanya Galang.


"Gak,cuma liat liat doang"


"Oh"


"Kalian gak masuk?"


"Gak ada tempat duduk!" Jawab gue jujur.


"Serius? Yaudah ikut gue aja"


Kami berdua mengikuti Alvaro dan Kayla dari belakang.


"Gak nyangka gue Keyla bisa dapatin hati Alvaro,pakai pelet apa sih dia?"

__ADS_1


"Lang!"


Tidak ada jawab dari laki laki di samping gue.


"Lang!"


"Galang!"


"Apa?"


"Gue haus"


"Trus?"


"Beliin dong"


"Lo kira gue babu lo?"


"Pilit banget sih Lo!"


"Emang!"


"Ih Galang please!"


"Gak!"


"Gue mager!"


"Awas Lo ya!"


Gue beranjak dari tempat duduk gue dan ningalin Galang.


"Mana ni! Tukang jualan!"


"Masak sih gak ada yang jualan gitu!"


"Gue haus!"


"Ih! Nyesel gue ikut!"


"Harus berhadapan sama si kutu kuprettt !"


"Mendingan gue ngundurin diri aja!"


Gue berjalan semakin jauh mencari kedai di sekitar tempat lomba.


"Ni buat lo"


Seseorang memberikan gue air mineral.


Gue menoleh pada orang yang berdiri di depan gue.


"Fandi?"


"Iya buat Lo"


"Ambil"


"Gak makasih!" Tolak gue sok jual mahal.


"Udah ambil aja" Fandi melekat di tangan gue.


"Makasih"


"Sama sama" ia tersenyum pada gue meski kecil namun berati.


"Selamat ya buat Lo"


"Buat gue?"


"Iya,udah jadi pacar Galang"


"Gak usah di bahas!,itu masa lalu dan gue udah bahagia sekarang"


"Iya"


"Ngapain Lo disini?"


"Gue panitia lomba fotografi"


"Serius?"


"Demi apa?"


"Bokap gue yang mengadakan lomba fotografi"


"Oh"


"Lo ---"


Ucapan Fandi terpotong melihat Galang dari ujung jalan menghampiri mereka.


"SILA!"


"Galang?"


"Ngapain Lo disini?"


"Buat Lo" Galang menyodorkan air mineral.


"Gak! Makasih udah dapat!" Tolak gue.


"Hai Lang!"


"Hai!"


"Gue duluan ya gaes!" Fandi meninggalkan kami berdua.


"Ngapain tu anak?" Tanya Galang melihat pundak Fandi yang semakin menjauh.


"Bukan urusan Lo!"


"Ini urusan gue kali!"


"Kalo terjadi apa apa sama Lo gimana?"


"Ini tanggungjawab gue!"


"Kakak Lo nitip Lo itu ke gue bukan ke Fandi!"


"Bawel amat sih Lo!" Gue meninggalkan galang.


"Tunggu!" Langkah gue berhenti tangan gue di pegang oleh Galang.


"Apa sih Lang?"


"Gue gak suka kalo Lo dekat dekat sama Fandi"


"Emang kenapa? Lo kan bukan siapa siapa gue?"


"Suatu saat nantik Lo bakal jadi siapanya gue"


"Fandi itu gak baik!"


"Kayak Lo baik aja?"


"Gue emang baik kok, contoh gue kasih Lo minum"


"O aza!"

__ADS_1


"Jangan menilai seseorang dari luarnya Galang!"


"Tapi percaya lah sama gue sila, senakal nakalnya gue,gue gak pernah yang namanya menyakiti hati perempuan"


"Masa iya?"


"Lo gak percaya sama gue?"


"Gak! Karena Lo suka PHP-in cewek!".


"Tau dari mana Lo gosip sampah kayak gitu?"


"Udin!"


"Udin?"


"Hmm.. iya"


"Gue tau Udin yang cerita sama Elsa!"


"Itu dulu bukan sekarang!"


"Sama ajakan? Playboy!"


"Beda!"


"Bodoamat" gue melanjutkan perjalanan gue meninggalkan galang.namun lagi lagi langkah gue berhenti,gue melihat alexsya dan serigo.


"Lang sini"


"Apaan?"


"Lo mau minta di gendong?"


"Gak ****!"


Galang menghampiri gue.


"Lo liat tu deh Lang!" Gue menunjuk sebuah motor.


"Siapa tu?"


"Alexsya sama serigo"


"Trus?"


"Galang! Lo tau kan kalo serigo itu berbahaya!"


"Alexsya juga berbahaya kok"


"Galang!"


"Geram deh gue sama Lo! Beda tau alexsya tu cewek kalo serigo itu cowok!"


"Lo bayangin aja kalo terjadi sesuatu sama alexsya gimana? Lo mau terjadi seperti itu?"


"Jadi?"


"Kita harus nyusul mereka Lang!"


"Yaudah yuk!" Galang memegang pergelangan tangan gue tanpa gue sadari.


"Kemana arah mereka tadi?"


"Mana gue tau! Gue kan fokus bawa motor! Seharusnya Lo yang liat!"


"Iya sorry la,Lo kira mata gue buat liatin mereka doang!"


"Jadi gimana ni Lang?"


"Kita belok kiri aja"


"Lang itu motornya!"


Gue menunjuk kesalah satu hotel yang disana ada motor hitam milik serigo.


"Ngapain mereka di hotel?"


"Gue gak tau juga Lang"


"Yaudah yuk"


Galang dan gue memasuki hotel bintang tiga itu dan melihat ke seluruh penjuru.


"SERIGO!"


langkah kedua sejoli itu berhenti.


"Sila?"


"Ngapain Lo sama alexsya disini?"


"Bukan urusan Lo!"


"Ini urusan gue!"


Gue melihat alexsya yang sedang mabuk dan di bopong oleh serigo.


"Lepasin alexsya"


Gue menepis tangan serigo,namun laki laki itu mendorong gue.


"Aww"


"Lo jangan ikut campur sila!"


"Ini gak ada urusannya sama Lo!"


"Ini permintaan alexsya!"


"Bullshit Lo!"


"Mau apa sih go? Lo bakalan lecehkan dia kan?"


"Dasar sampah!"


"Lo yang sampah! Cewek gak punya tata Krama!"


Serigo ingin menampar gue, namun tangannya terhalang oleh tangan Galang.


"Lo jangan bagak sama cewek!"


"Dimana jati diri Lo sebagai laki laki?"


Satu pukulan menghantam wajah Galang membuat laki laki itu tersungkur. Dan Galang membalas dengan memukul perut serigo berulang kali sampe laki laki itu babak belur,di lorong hotel sangat sepi tidak ada satu orang pun yang lalu lalang di sana.


"Sya... Lo gak papa?" Gue membopong wanita itu menjauh dari serigo.


"Syaa!!"


"Sila?" Wanita itu nampak seperti mabuk berat.


"Lo mabuk?"


"H.mmm.mmm"


"Sya... Lo ikut gue ya"


"Nga...gk... Maa....auuu"

__ADS_1


"Sya.. tolong!"


__ADS_2