AKSILAGA

AKSILAGA
PENCARI JEJAK


__ADS_3

Sila berlari sangat kencang di lorong sekolah yang sangat sepi,ia menaiki tangga satu persatu untuk memasuki kelas.


Nihil.


Sepi


Senyap


Kosong


Tidak ada satupun murid di sekolah,gue mengeluarkan handphone milik gue dan menghubungi Tina,tidak ada jawaban gue akan coba lagi ternyata nihil. Emang tidak ada jawaban. Gue turun dari tangga atas dan melangkah pergi ke parkiran.


Brukk


"Adduhhh sakit anjiirrr" gue berteriak kesakitan saat bola basket mengenai kepala gue.


"Sorry"


Gue melihat ke arah seorang yang berdiri di samping gue.


"Lo ga papa?"


Dan ternyata itu Galang.


"Bgst Lo! Orang kesakitan Lo malah nanya gak papa!" Ketus gue.


"Ngapain Lo ke sekolah?" Tanya Galang menaiki satu alisnya.


"Mau belajar ****,bukan mau cari ribut sama Lo!"


Galang hanya ketawa tak percaya begitu yang di ucapkan sila.


"Lo ya ****! makanya jangan libur terus! Teman Lo ga ada yang ngasih tau apa kalo hari ini libur dari hari Senin- rabu" jelas Galang pada gue yang kelihatan bingung.


"What?"


Galang meninggalkan gue yang masih kebingungan.


"******* kok teman teman gue gak ada yang ngasih tau sih?malu sendiri deh gue! Kepala gue sakit lagi kena bola basket Galang"


---


Gue memarkirkan mobil sport Lamborghini gue di depan cafe


"thebaron" . Gue turun dan masuk kedalam cafe.


"Permisi non,mau pesan apa ya?" Tanya pelayang pada gue dan memberikan menu makanan di cafe tersebut.


"Yang paling enak aja mbk" jelas gue


"Ok tunggu ya non"


pelayang tersebut meninggalkan gue.


Tak berapa lama pelayan tersebut mengantarkan makanan dan minuman di depan meja cafe yang gue tempati. Makanan sama minuman itu emang sangat enak. Gue gak tau namanya yang pasti gue baru pertama kalinya makan makanan kayak gitu. Tak berapa lama ada pelanggan yang masuk kedalam cafe tersebut. Dan itu ternyata Galang!.


What?


Gue memalingkan wajah gue tapi telat! Mata gue sama mata Galang saling bertemu.


"Ngapain Lo di cafe gue?" Tanya Galang yang memakai kaos hitam celana basket, sangat cool dan so cool muka yang berkeringat dan rambut yang basah.


"Cafe Lo?mimpi kali!" Sewot gue pada Galang.


"Ini emang cafe gue cupu!"


"Ih pede amat Lo ini cafe punya Lo!,ingat ya gue bukan cupu! Dasar Playboy!" Ucap gue dengan ketus.


"Gue buktikan sama Lo!"


Kaki Galang berhenti melihat pelayanan yang menyodorkan undangan.


"Den Galang ini ada undangan dari papa aden,katanya bakalan ada acara makan malam sama keluarga temannya,tadi papa sama Mama Aden udah pulang duluan" ucap pelayanan itu sangat jelas di telinga gue.


"Benaran ini cafe milik dia?"


"Malu sendiri deh gue"


"Makasih mbk"jawab Galang pada pelayan tersebut. Galang menghampiri gue.


"Udh gue bilang kan?" Tatap Galang pada mata gue.


Galanga pergi ninggalin gue untuk memesan makanan untuk dirinya sendiri.


---


"Woiii Lo pakai baju apa nanti malam?" Tanya Maura yang duduk di samping ranjang gue.sila


"Ada acara apa?" Tanya gue penasaran.


"Lo gak tau nantik makan ada acara sama kawan papa ****" Maura beranjak dari tempat duduknya


"gue bakalan ke kamar Lo nantik makan! Lo harus siap siap!".


"Iya *****" gue balas singkat dan memainkan handphone.


---


[[20:00]]


Di rumah sila sangat rame ada beberapa orang yang datang kerumahnya.


"Nth untuk apa sangat merepotkan " batin gue.


Seseorang memasuki kamar gue dengan gaun hitam.


"Lo belum siap?" Maura melihat gue yang sedang memainkan handphone.


"Gue gak mau turun,kalo mama sama papa nanya bilang aja gue sudah pergi"


"Sudah telat ****! Mama sama papa udah tau Lo ada di rumah"


Gue langsung duduk terkejut dan menatap kakak gue Maura.


"What?ra gue gak mau turun capek!" Jawab gue sangat kesal pada Maura.


Maura dan sila hanya beda 3 tahun.wajar jika sila hanya manggil nama doang.


"Gue turun duluan" Maura ninggalin sila.


---

__ADS_1


"Hallo keluarga baron!" Sapa bokap gue OKTA.


"Sudah lama kita tidak ketemu keluarga Oktavia" sapa seorang laki laki paruh baya pada bokap gue BARON.


"Ayo masuk" Okta menyuruh keluarga baron masuk kedalam rumah.


Oktavia adalah keluarga gue,Okta nama bokap gue dan noviya adalah nyokap gue nama gue,kakak gue pasti ada gelar keluarganya.


"Hallo mbk viya" sapa seorang wanita paruh baya pada nyokap gue. LINIA


"Hallo juga mabk linia,apa kabar?" Viya memeluk linia dan linia membalas pelukan viya.


"Aku baik mbk,gimana kabar mbk?"


"Aku juga baik"


"Mana anak mu Lin?"


"Ada di luar mbk,ntr saya panggilkan dulu" linia memanggil kedua putranya. Galang dan Nabil


"Aduhh ganteng bangat anak kamu lin" puji viya pada kedua anak linia,kedua laki laki tersebut menyalami viya.


"Mana anak mu viy?kok gak nampak?"


"Iya,masih di atas kayak, ayo duduk dulu,aku panggilkan mereka dulu"


Saat viya membalikan badan ia melihat Maura menuruni anak tangga dengan gaun berwarna hitam rambut yang tergerai bewarna kecoklatan.


"Ini anak kamu viy?" Tanya linia sambil menunjuk maura.


"Ia ini anak ku"


"Cuma satu? "


"Gak,masih ada adiknya di atas"


Maura mendekati linia dan Baron,ia menyalami kedua orang tua tersebut.


"Kamu cantik kali nak" puji Baron pada Maura yang tersenyum malu.


"Makasih om"


"Siapa nama kamu nak?" Tanya linia yang sangat kagum melihat kecantikan Maura.


"Maura tan"


"Cantik kayak orang nya"


Maura hanya tersenyum malu dan menunduk kepalanya. Viya menyuruh pembantunya untuk memanggil sila di kamarnya. Beberapa saat kemudian sila turun dari atas tangga berbeda dengan Maura, sila memakai celana jeans dibawah lutut dan memaki kaus hitam putih rambut di kuncir satu,muka yang cantik putih dan memiliki lesung pipi kiri kanan membuat sorotan mata melihat ke arah dia. Benar ternyata Galang juga sama terkejutnya saat melihat sila.


"What kok ada Galang playboy sih?" Sila mengentikan langkah kaki dan melihat ke arah Galang,mata mereka saling bertemu.


Dari tadi Galang sudah merasa curiga bahwa rumah yang mereka datangi adalah rumah arsilla di badgirl.


"Hallo Tante om" sila tersenyum pada mereka berdua dan menyalaminya.


"Hallo juga,kamu cantik Banget siapa nama kamu?" Tanya linia pada sila


"Sila"


"Wahhh nama yang bagus sila" Baron juga memuji nama sila.


"Kalian berdua Sangat cantik" puji linia pada kedua wanita tersebut.


"Ayo kita duduk makan dulu" viya menyuruh keluarga baron untuk keruang makan. Seluruh orang memasuki ruang makan kecuali sila. Wanita itu mengeluarkan handphone dan tidak pergi ke ruang makan. Setelah ruang tamu sepi ia keluar rumah dan pergi bersama mobil Lamborghini-nya.


---


"Pak saya pergi dulu,klo mama sama papa nanya bilang aja pergi ngumpul tempat biasa" sila memerintah satpam rumahnya.


"Iya non" satpam itu membiarkan mobil sila keluarga halaman rumah dan semakin jauh.


---


Saat satpam menutup gerbang rumah ia melihat laki laki tegak di belakangnya.


"Mau kemana sila pak?" Tanya Galang penasaran.


"Katanya pergi ke tempat biasa"


"Kemana?"


"Gak tau juga den"


"Ooh, makasih pak"


"Sama sama den"


Satpam itu membiarkan Galang yang masih sedang melihat jalan yang di lewati mobil sila.


---


Lampu lampu warna warni menerangi ruangan Dangan musik yang sangat mengema di sisi ruangan.


Sila memasuki klub malam bersama keeman sahabatnya. Tujuan mereka bukan untuk bersenang senang tapi mereka mencari alexsya musuh mereka yang menyebabkan sila harus tertidur di rumah sakit. Sila mendatangi salah satu gerombolan laki laki yang di sana ada serigo ketua ******. Musuh besar atvenger.


" Gue mau ngomong sama Lo serigo" suara sila menjadi sorotan mata anggota ******.


Vagirin ada lima orang anggota inti. Serigo ketua mereka robi,gheri,afdhol dan dery.


"Sila?" Tanya serigo dan berdiri di hadapan cewek cewek tersebut.


"Udah sembuh Lo?


"Gue mau nanya di mana alexsya" sila tidak suka basa basi.


"Gue sama alexsya sudah putus dan gue ga tau dia dimana,ngpain Lo cari dia?"


"Bukan urusan Lo" sila meninggalkan gerombolan vagirin,tapi tangan di pegang oleh serigo.


"Jangan buru-buru dong sil,sini aja senang senang dulu"


Sila menepis tangan serigo.


"Jangan sentuh gue!" Sila membalikan badannya


"Gue tau Lo semua itu murahan"


Satu pukulan menghantam rahang bawah serigo yang membuat laki laki terjatuh.


Membuat seluruh sorotan mata memandangi mereka bertujuh. Klub yang rame tadi sepi sekejap mata.

__ADS_1


"Jaga ucapan lo serigo,atau Lo bakalan menghilangkan seperti alexsya!" Sila mengecam gerah serigo.


"Emang benar kan?"


Satu pukulan menghantamnya lagi membuat di sudut matanya berdarah.


" Gue sama teman teman gue bukan murahan,kami nakal bukan berarti kami seperti yang kalian lihat"


Sila dan teman temannya meninggalkan klub itu.


---


Saat perkelahian sila dan serigo tidak ada satupun dari mereka yang berani meterainya. Karena mereka tau itu hak sila.


"Kita bakalan cari kemana lagi alexsya?" Tina berjalan di samping sila.


"Kita harus cari mereka semua sampai dapat malam ini juga! Gimana pun caranya dan di mana pun mereka ngumpet" ucap sila spontan.


Dan memasuki mobil Lamborghini miliknya bersama Tina,di mobil lain ada dini dan alin, dila dan Farah serta Elsa.


---


Mereka berhenti di gudang tua yang kini di tempati oleh gangster.


"Gue yakin mereka ada di dalam" alin berdiri di samping Farah membuat ke enam sahabatnya melangkah maju untuk memasuki gudang tersebut.


Nihil


Gudang itu sudah Sangat sepi tidak ada tanda tanda orang disana.hanya bekas air hujan yang memenuhi gudang tersebut.


"Bullshit! Alexsya berani membuat gue semakin murka"


Sila dan teman temannya berusaha mencari di setiap gedung yang kosong.sudah hampir satu jam mereka pun berkumpul di titik awal.


"Gue gak ada ketemu jejak alexsya" farah mengelap keringatnya dengan sapu tangan.


"Gue juga"


"Kita harus pergi dari sini dan menanyakan pada citra" pinta sila pada ke enam sahabatnya.


---


Mereka Samapi di sebuah apartemen milik citra.


"Gue bakalan telepon citra" alin mengeluarkan handphone miliknya. Ia mencari kontak citra dan meneleponnya. Tak berapa lama kemudian tersambung.


"Hallo lagi bicara dengan siapa ya?


Tanya pemilik nomor dari seberang.


"Gue alin"


"Oh alin,ada apa?"


"Gue di depan apartemen lo"


"What?kok bisa ada urusan apa Lo ke seni?"


"Gue sama yang lain, nomor berapa kamar Lo?"


"Lantai 5 no 145 "


"Gue otw"


Panggilan terputus.


---


"Kita bakalan naik lift?" Tanya sila saat kami berdiri di depan pintu lift.


"Iya sil gak mungkin naik tangga,jauh ****!"


"Emang kenapa Lo takut naik lift? Tanya Farah membuat wanita itu mengangguk. Kami semua terkejut.


"What" kami menjawab serempak dan saling mantap.


"Lo takut naik lift?kok bisa?" Dila memastikan apa ini benar atau tidak


"Oh iya gaes gue lupa bilang, kalo sila gak bisa naik lift dia bakalan mabuk" spontan Tina meningkatkan teman temannya yang bengong.


"What serius? Trus gimana dong gak mungkin kita naik tangga" Elsa pun semakin kaget.


"Ia gue mabuk kalo naik lift,kalian aja aja yang gak tau gue" jelas sila dan menolehkan matanya.


"Gue kira Lo sangat sangat dan sangat nakal tapi ternyata kelemahan lo takut naik lift?" Omongan dini mampu membuat gelak tawa mereka.


"Bullshit Lo din!" Sila tidak terima jika di ledek.


"Trus kita mau naik apa?tetap naik lift atau naik tangga?" Farah pasrah pada keenam sahabat.


"Kita naik lift aja,sil Lo nantik tutup mata aja" saran Tina.


Sila hanya mengangguk sebenarnya ia sangat takut tapi demi ketemu citra ia bakalan berusaha. Di dalam lift mereka semua mentertawakan sila yang menahan perutnya yang terasa sakit dan akan muntah.


"Masih lama ya?" Sila semakin menutup mulutnya rapat rapat.


"Satu tangga lagi kok sabar ya" Tina berusaha mengelus ngelus punggung sila agar tidak muntah.


---


Rumah arsilla


Di rumah masih sangat rame. Maura tampak kebingungan dan melihat ada anggota keluarga yang kurang ternyata itu SILA. Maura menaiki kamar adiknya dan ternyata NIHIL ia tidak ada di kamar,Maura juga menanyakan pada pembantunya mereka juga tidak melihat sila. Maura keluar rumah dan menanyakan pada satpam rumah,kata satpam ia pergi ketempat biasa. Maura merasakan ada hal yang mengajak.


--


Jam sudah menunjukkan pukul 23:35


Rumah Maura telah sepi keluarga Baron telah pulang kerumahnya.


---


Galang


"Kemana sila?sama siapa dia? kenapa dari tadi belum pulang?" Pikiran Galang terus berputar memikirkan sila.


Bullshit ngapain gue pikirin sila


Gak guna


Basi

__ADS_1


Sampah


Cinta memang ajaib ! Bisa membuat seorang playboy menjadi seorang yang sangat misterius.


__ADS_2