
Galang.
Gue bingung harus berkata saat ini
Kenapa gue harus memikirkan arsilla?
Dia gak menarik bagi gue
Bukan tipe gue
Bukan idaman gue
Tapi saat gue didekatnya gue merasa tenang
Gue merasa nyaman
Gue merasa lagi terbang
Apa gue menyukainya?
Ntah lah hanya waktu yang dapat menjawabnya.
---
Gue duduk di ranjang gue sambil memainkan handphone gue terus kepikiran manusia yang nyebelin itu tapi kenapa gue sangat bodoh harus memilih dia jadi pacar gue saat di tanya alvaro.
Gue membuka aplikasi line,gue membuka obrolan chat dengan arsilla,gue ada id nya dari dini,gue berusaha untuk memulai mengchat duluan. Ok gue bukan tipe cowok yang ingin di chat sama cewek tapi gue yang harus ngechat duluan.
"Woi"
"Apa?"
"Gue mau pergi"
"Hubungan sama gue APA?Lo harus pamit sama gue ah?"
"Lo mau ikut ga?"
"Gak usah sok nawar! Gue tolak!"
"Ok gue otw rumah Lo"
"Apaan si Lang!gue kan nolak!"
"Gue gak suka di tolak"
"Jadi? Gue harus bilang wow gitu?"
"Iya"
"Bodoamat"
"Tunggu di luar siap siap pakai baju bagus jangan malu maluin gue,gue otw"
Read
--
Arsilla
Gue memainkan handphone gue di ruang keluarga. Rumah gue saat ini sangat sepi Bokap nyokap gue pergi Maura juga pergi,gue merasa bosan dan sangat bosan. Gue pingin keluar. Tapi sama siapa? Teman teman gue juga lagi sibuk.
Line
Gue membuka app line ada pesan dari Galang.
tumben?
Paling modus.
"Woi"
"Apa?"
"Gue mau pergi"
"Hubungan sama gue APA?Lo harus pamit sama gue ah?"
"Lo mau ikut ga?"
"Gak usah sok nawar! Gue tolak!"
"Ok gue otw rumah Lo"
"Apaan si Lang!gue kan nolak!"
"Gue gak suka di tolak"
"Jadi? Gue harus bilang wow gitu?"
"Iya"
"Bodoamat"
"Tunggu di luar siap siap pakai baju bagus jangan malu maluin gue,gue otw"
Ih apaan sih tu anak!
Malas gerak.sumpah
Tapi gue juga bosan di rumah.
Tokk...tok...
"Palingan juga Galang,ogah ah gue buka"
"Sillllaaa.... Buka pintunya"
"Suaranya kayak gue kenal deh,bukan Galang"
Gue pun beranjak dan membuka pintu ternyata MADURA.
"Lama banget sih lo buka pintunya"
"Iya maaf,gue kira tadi maling makanya gak gue buka"
"Maling pala lu! Siang siang gak ada maling ****!" Maura masuk kedalam rumah dan menerobos gue.
"Ngapain Lo pulang?"
"Barang gue ada yang tinggal"
"Oh"
"Sil" Maura mengentikan langkahnya
"Aa?"
"Ada gebetan Lo tu di luar"
"Siapa?"
"Liat aja sendiri"
Maura masuk ke kamarnya dan mengambil barang yang tinggal, sedangkan sila melihat tamunya ternyata galang.
"Ngapain Lo ada di rumah gue?" Sila mencoba mendekati galang yang masih duduk di motornya.
"Kan udah gue bilang,gue bakalan otw kerumah Lo,Lo blm siap"
"Nampak Lo?"
"Belum,tapi tetap cantik kok" puji Galang pada sila dan turun mendekatinya.
"Bacot,gue lagi sibuk"
"Kata kakak lo,Lo gak ada ngapa ngapain"
"Dia bohong"
"Yakin Lo nolak gue?"
__ADS_1
"Yakin"
"Ok gue bakalan masuk kerumah lo"
"Ahh? buat apa"
"Nungguin Lo buat siap siap jalan sama gue"
"Gue gak mau"
"Ok" Galang pun berjalan menuju pintu rumah sila.
"Eeehhh tunggu"
Galang mengentikan langkahnya.
"Iya gue ikut"
"Gitu dong,yaudah sana ganti baju,ingat jangan malu maluin gue pakai baju bagus"
"Mau kemana sih emangnya?"
"Nantik Lo juga tau,sana ganti baju Lo,harus gue yang gantiin?"
"Idih! Najis"
Sila pun berjalan masuk kedalam rumah. Berapa menit kemudian sila keluar dari rumah memakai celana jeans selutut bewarna biru Dongker dan baju kaos bewarna hitam serta sepatu Converse.
"Cantik banget.sumpah" batin galang saat melihat sila keluar.
"Udah yuk!jangan liatin gue terus,gue tau gue cantik" pede gue.
Mereka pun keluar dari halaman rumah.
---
"Ngapain coba Lo ajak gue ke taman? Gak guna amat"
"Kalo gue ajak Lo ke mall gue yang malu"
"Kok Lo malu? Kalo malu ya jangan ajak gue kali"
"Gue malu jalan sama cewe yang gak sesuai tempat kalo pakai baju"
"Setidaknya ini sopan,meski gak mewah"
"Bawel Lo,gue haus ni" Galang dan sila berhenti dan mencari tempat duduk.
"Hubungan sama gue apa?"
"Lo gak mau belikan gue minum?"
"Ogah,Lo aja sana beliin"
"Yaudah gue beliin buat tuan putri" Galang mengedipkan mata pada sila dan meninggalkan wanita itu.
"Ew" sila kelihatan risih namun sangat bahagia.
---
Sudah hampir 45 menit Galang tak kunjung kembali.
"Mana tu anak!jangan bilang dia tersesat atau jangan bilang gue di kerjain dan di tinggalkan disini,awas aja kalo sampe gue bakalan hajar dia habis habisan" sila beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Galang, namun langkahnya berhenti saat melihat Galang berpelukan dengan salma.
"Kenapa dengan hati gue?"
"Rasanya sangat sesak"
"Rasanya hati gue habis di tabra"
"Rasanya hati gue kayak di remas remas"
"Rasanya hati gue kayak ada yang menghantam"
"Tuhan tolong"
"Omg gue kok alay gini"
"Rasanya mata gue memanas"
Sila masih melihat dari jauh begitu mesranya mereka berdua,kini hatinya bercampur aduk,tak tau jalan pulang,tak tau arah mata angin.
Sila pergi dari taman dengan hati yang bercampur aduk dengan mata yang memanas.
Galang.
"Rasanya saat ini hati gue ada di atas sangat bahagia sangat bahagia kesempatan bisa berjalan dengan sila salah satu sejarah dalam hidup gue,setau gue sila bakalan menolak dengan berbagai alasan,dan setau gue sila tidak pernah jalan dengan laki laki"
Langkah gue berhenti saat melihat div menampar salma,div salah satu anggota OSIS di SMA arwana tapi sifatnya sama cewek membuat gue membencinya.
"DIVV!!!" Suara gue yang lantang membuat keduanya melihat ke gue gue mendekati div dan salma.
"Apa yang Lo lakukan sama salma?Lo nampar dia?Lo laki laki atau bukan jangan hanya pandai sama perempuan aja,klo Lo laki laki Lo jangan main kekerasan"
"Gue gak ada urusan sama Lo lang! mendingan Lo pergi atau Lo bakalan nyesel!" Pintah div mendorong bahu galang.
"Gue gak takut!" Galang memelototi div.
Satu pukulan menghantam perut Galang,sampe laki laki itu terjatuh.
"Gue gak ada urusan sama Lo lang!udah gue bilang jangan ikut campur!ini urusan gue sama salma."
Satu pukulan menghantam ujung mata div membuat laki laki itu terjatuh, perkelahian antar mereka berhenti saat satpam taman datang.
"Gue paling benci laki laki yang kasar sama cewek!klo Lo ada masalah Lo gak harus main kekerasan sama wanita!" Galang mengusir laki laki itu dari hadapannya yang penuh dengan luka di wajahnya.
"Lo gak papa?" Galang mendekati wanita yang lagi menangis dan menutupi mukanya dengan kedua tangannya.
"Gue gak papa Lang, makasih Lo udah nolongin gue"
"Iya sama-- sa--" omongan Galang terpotong iya kaget salma memeluknya tiba tiba membuat laki laki itu canggung. Galang membalas pelukan salma karena ia tau wanita itu lagi butuh penenang.
Pelukan itu emang tidak sebentar namun lama.
"Sorry lang" wanita itu melepaskan pelukannya dan mengusap matanya.
"Ia gak papa,lain kali kalo Lo di jahatin div,Lo harus bilang ke gue"
"Iya Lang"
"Yaudah gue pergi dulu ya" Galang pun langsung pergi dan menghampiri sila.
Namun wanita itu gak ada di sana di tempat duduk yang Galang dan sila tempati. Galang pun bertanya pada pembersih taman.
"Permisi mbk nampak wanita yang duduk di sini?"
"Tadi saya nampak dah pergi mas"
"Ooh makasih mbk"
"Ia mas" pembersih taman melanjutkan aktivitasnya.
---
Arsilla.
Gue memasuki rumah dengan keadaan lemas,badan gue rasanya lelah gue duduk bersandar di sofa ruang keluarga gue mengeluarkan handphone,di rumah tidak ada orang.
Terkadang cinta datang pada mu dalam bentuk yang berbeda sehingga tak sadar bahwa kamu telah terjatuh.
Rasa yang gue rasakan saat ini mengingatkan gue pada masa lalu gue sendiri, dimana Sahabat gue yang telah mengambil cinta milik gue sendiri. Alexsya!
"Sillllaaa"
"Siapa sih manggil manggil gak jelas"
Gue pun berjalan menuju pintu untuk membuka pintu.ternya alin.
"Ngapain Lo disini?"
"Mau numpang kamar mandi"
__ADS_1
"Ahh?kayak di rumah Lo gak ada kamar mandi aja"
"Yaelah gue mau pergi main la sil"
"Yaudah yuk masuk"
Alin pun masuk dan duduk di sofa ruang keluarga sila
"Rumah Lo sepi amat kaya kuburan"
"Iya pada keluar semuanya"
"Lo gak keluar"
"Udah pulang"
"Dari mana? Sama siapa?"
"Gue lupa dari mana dan sama siapa"
"Muka Lo ngapa?kok kayak kurang senang gitu"
"Mau Lo gimana?"
"Gue dengar tadi Lo jalan sama Galang, benar?"
"Ntah gue lupa"
"Is serius!"
"Gue serius gue lagi gak mau membahas tentang Galang"
"Hmm"
"Sil"
"Aa?"
"Jalan jalan yuk, bosan nih"
"Kemana?"
"Taman"
"Gak ah malas jauh"
"Mall"
"Ramai"
"Trus dimana dong?"
"Kuburan"
"What the fak!"
"Hahahaha,gue malas Lin CAPEK" sila pun meninggalkan alin dan pergi ke dapur untuk mengambil minuman.
Saat alin memainkan handphone ia mendengar suara pintu berbunyi.
Tokk....tokkkk
"SILLLLL ada tamuuuuuu"
"Buka tolong"
"Is malas ah! Lo kan punya kaki lagian ini rumah Lo"
"Gue minta tolong ****!" Sila meneriakkan alin dari dapur.
"Is iya iya gue bukakan"
"Lin sila mana?" Tanya laki laki dari luar pintu.
"Si..sill.siilllaa ada di dalam ngaa... ngapain Lo disini?" Tanya alin pada Galang yang kelihatan khawatir.
"Gue mau ketemu sila, panggil kan dia"
"Emang kenapa?"
"Bukan urusan Lo"
"Lin.. siapa yang mang.." sila melihat Galang yang berdiri di depan pintu rumahnya.
"Lo? ngapain Lo disini?"
"Sil gue mau ngomong sama Lo"
"Ngomong apa? ngomong aja kali gue gak ngelarang"
"Ngapa Lo tinggalin gue di taman"
"Guu..guuee... Gue kebelat mau ke kamar mandi"
"Ah?" Tanya Galang masih Minggu pada raut wajah sila.
"Iya Lo gak Caya bangat sih"
"Udah kan lang? Sekarang sila mau pergi sama gue dan lo harus pergi"
"Kok Lo ngusir gue sih Lin?"
"Benar kata alin gue mau pergi sama dia,jadi Lo harus pergi" sila meninggalkan Galang dan alin yang masih berdiri di depan pintu. Wanita itu sungguh Sangat kuat untuk berbohong, hatinya sangat kacau tapi ia harus berbuat apa? Gak ada guna.
---
"Sil kita mau cari buku apa sih?udah lama tau kita di toko buku orang!gue ngantuk bgst!"
"Sabar dong gue cuma cari satu buku lagi kok,Lo kalo ngantuk ke mobil aja dulu nantik gue nyusul"
"Iis Lo tu"
"Ehh sil Lo jadikan ikut lomba fotografi?"
"Hmmm"
"Ih sil Lo jangan dingin gitu dong"
"Apaan sih Lin,Lo gak jadi ngantuk?"
"Gak" alin menggeleng gelengan kepala.
"Oh kok gue yang ngantuk ya"
"Masa?"
"Iya ngantuk gara gara ocehan Lo"
"Ew"
"Gue nanya Lo jadi ikut lomba apa gak sih woiiii?" Suara alin membuat pengunjung toko buku melihat berdua sinis.
"Ih Lo jangan kayak ******* dong malu maluin" sila menggenggam mulut alin.
"Gue kan nanya ****" alin bersuara sangat pelan namun terdengar oleh sila.
"Iya gue ikut"
"Gitu dong, susah amat buat bilang iya"
"Gue lakukan buat Lo, harusnya gue menolak namun hati dan mulut gue bertolak belakang"
Galang AlHikmah Baron.
"Gue merasa ada yang aneh sama sila.apa mungkin dia melihat gue dan salma?apa mungkin dia termakan api cemburu? Gue merasa bersalah,gue bisa melihat dari mata dan cara pandangnya pada gue,gue takut ia menjauh"
Gue menghempas badan gue ke tempat tidur dan mengambil handphone gue. Ada dua pesan masuk dari sila yang membuat gue penasaran.
Arsilla: makasih jalan jalan tadi! buat mata gue panas.
"Udah gue duga dia pasti melihat gue dan Salma" gue buka pesan satu lagi.
__ADS_1
Arsilla: anggap aja tadi yang terakhir kita jalan! Dan gue peringati sama Lo Galang alhikmah Baron gue gak ada janji sama Lo lagi atas kekalahan tantangan dari Lo,karena udah impas bagi gue"
---