
"Huuuakkkkk" gue menguap dan melihat ke jendela sinar matahari telah menyorot tajam ke kamar gue, sangat indah bisakah hari ini gue sama seperti matahari?
Gue turun dari tangga gue melihat Maura ada di meja makan sendirian.
"Hai kakak ku Ara"
"Tumben Lo bahagi banget,ada apa?"
"Ih Lo nie gue baik di curigai gue cuek di gibahin"
"Iya iya sorry" Maura mengolesi selai strawberry ke roti tawar miliknya.
"Mama sama papa mana?" Gue duduk di depan Maura.
"Udah pergi dari tadi pagi"
"Kemana?"
"Gak tau"
"Kok Lo bisa tau mama sama papa pergi?"
"Gue liat dari jendela"
"Lo gak sekolah?"
"Malas ah!"
"Kenapa?"
"Malas raa"
"Iya kenapa Lo malas sekolah silaaa?!"
"Ada Fandi"
Uhukkk.... Uhukkk..
"Minum.. minum..." Gue memberikan segelas air pada Maura dan wanita itu meneguknya.
"Kok bisa ada Fandi?" Tanya Maura memastikan dan meletakkan roti miliknya di piring.
"Ntah gue gak tau,kemaren dia datang ke sekolah gue,makanya gue gak mau sekolah sekarang gue takut raa... Takut di teror"
"Udah gakpapa Lo jangan takut,ada gue,ada teman teman Lo juga"
"Tapi raa..."
Pembicaraan sila terpotong mereka berdua mendengar suara bel dari luar.
Tinkkk.... Tonkkkk..
"Buka ra..."
"Gak ah gue makan,Lo aja sana"
"Gak mau gue belum mandi"
"Yauadh gak usah di buka"
"Ok"
Tinkkkk.... Tonkkkk....
Suara yang kedua kalinya membuat mereka berdua muak.
"Sini gue aja yang buka! Ganggu orang pagi pagi aja!" Maura beranjak dari kursinya dan membuka pintu.
"Siapa si---" Maura terdiam saat melihat fandi berada di depan rumah mereka.
"Hai kak "
"Ngapain Lo ada di rumah gue? Belum senang buat nyakitin hati adk gue untuk tahun lalu?"
"Gue bukan mau bahas itu"
"Trus?"
"Gue mau ketemu sila"
"Sila gak ada"
"Kemana dia?"
"Lo pikir gue bakalan ngasih tau Lo?"
"Please"
"Mau memohon seribu kali Lo sama gue AMIT AMIT gue kasih tau!" Maura meletakkan tangan di depan dada.
"Gue pingin jelasin sesuatu sama dia"
"Udah cukup Fandi UDAH! lo jangan basa basi mending Lo pergi karena adk gue udah bahagia sama orang lain jadi Lo jangan pernah merusak hubungan adk gue!"
"Sama siapa?"
"Ketua atvenger"
"PERGI!" Maura mengusir Fandi yang masih gak percaya bahwa sila sama ketua atvenger Galang.
Plakkkk
"Siapa?" Tanya sila tiba tiba dari arah belakang Maura.
"Aa... Annu ibu tetangga sebelah" Maura tampak terkejut atas kehadiran sila tiba tiba.
"Ooh"
"Udah siap makan Lo?"
"Udah"
"Oh"
Tokkk...tok....
"Siapa lagi sih tu!" Sila risih dengan ketukan pintu rumah.
"Biar gue bukakan" Maura beranjak dan membukakan pintu.
"Siapa siii... Eeh nabil"
"Hai ra"
"Hai, ngapain?"
"Ini mama gue ngasih makan buat Lo sama sila, katanya orang tua kalian pergi kan dari pagi?" Nabil menyodorkan sebuah tempat nasi pada Maura.
"Iya"
"Makasih"
"Iya sama sama"
"Lo sama siapa kesini?"
"Sama Galang" Nabil menunjuk ke arah luar rumah ada Galang di atas motor.
"Ooh"
"Mau masuk dulu?"
"Gak usah, makasih"
"Iya"
"Sila udah berangkat sekolah?"
"Dia gak masuk sekolah hari ini"
"Kenapa?"
"Aa..an.. dia lagi sakit"
"Ooh yaudah gue duluan ya cepat sembuh bilang sama dia"
"Iya makasih Nabil,bilang juga sama Galang ya"
"Iya"
Nabil beranjak dari pintu rumah Maura dan menaiki motor Galang.
"Siapa? Ibu tetangga lagi?"
"Gak"
"Trus suaminya?"
"Ih bukan ****"
"Jadi?"
"Nabil sama Galang"
"Ahh? Kok bisa ngapain mereka?"
"Ngasih ini" Maura menyodorkan sebuah tempat nasi pada sila yang isinya makanan.
"Wowww enak banget nampak njrrr"
"Hmmm"
__ADS_1
---
Sekolah.
"Sila kok belum datang sih?" Farah melirik jam tangannya sudah hampir bunyi bel.
"Paling terlambat lagi" jawab dini santai sambil memainkan handphone.
"Mungkin sih"
"GAES!" teriakan dari pintu kelas membuat seluruh sorotan mata tertuju pada sumber suara.
"Apaan sih Lo saa! Teriak teriak gak jelas!" Dini menyimpan handphone miliknya.
"Sila gaes silaa"
"Kenapa sila?"
"Gue denger sila gak masuk sekolah hari ini" Elsa mengatur nafas dan duduk di bangku sila.
"Kok bisa?" Tanya Tina panik.
"Gak tau juga sih,gue cuma denger di kantor dia absen hari ini"
"Kita jenguk pulang sklh "
"Gak usah ah!" Alin motong pembicaraan teman temannya.
"Kok Lo ngomong kayak gitu?"
"Dia bukan sakit tapi malas sekolah karena semalam ada Fandi nyari dia"
"Serius Lo?"
"******* Fandi!!" Geram Farah.
"Tenang dulu,kita bakal jebak Fandi, sebelum itu kita harus tau apa maksud dia mau nemuin sila"
"Betul juga kata Lo lin"
"Khamm..." Suara dari depan kelas membuat kami menoleh ternyata pak Bambang telah tiba.
"Ehh bapak" cengigir dini.
"Duduk kalian semuapada tempatnya!" Bentak pak Bambang pada ke enam wanita Tersebut.
"Ia pak" jawab kami serempak
"Pada kawan kalian satu lagi?" Tanya pak Bambang dan menghitung jumlah stranger.
"Sila pak?"
"Kanga ya pak?"
"Cieeeeee" jawab kami seisi kelas serempak.
"UDAH!"
"saya nanya ngpa dia gak masuk sekolah hari ini? Buka kangan sama dia!"
"Cihh gak mau ngaku" batin alin
"Sakit pak" jawab Farah dari belakang.
"Bisa sakit juga dia ternyata"
"Yaelah pak dia kan manusia bukan robot kali pak"
"Iya iya kamu benar juga"
"Yauadh saya bakalan mulai pelajaran"
"Buka buku kalian semua"
Pelajaran membosankan pak Bambang akhirnya telah selesai seluruh siswa siswi Keluar kelas berhamburan menuju kantin.
Stranger asik makan dan mengundang canda tawa. Saat kami asik menikmati makanan salma menghampiri kami.
"Sila mana?" Tanya salma menoleh pada kami berenam dan mengatur nafas.
"Kenapa?"
"Dicariin"
"Sama siapa?" Tanya alin sambil menaiki alisnya
"Gangster"
"Dimana?!" Tanya Farah dan memukul meja.
"Di Belakang sekolah warbar"
Seluruh anggota stranger berhamburan keluar kantin dan sorotan mata tertuju pada mereka semua.
"Ngapain Lo cariin sila?" Farah berdiri paling depan untuk mewakili pertanyaan teman temannya.
"Akhirnya Lo semua datang! Gue cari sila bukan kalian!" Alexsya membalikan badannya dan melihat pasukan stranger.
"Urusan Lo sama sila itu menyangkut kita semua"
"Jadi Lo jangan basa basi"
"Cepat beri tau kita semua apa maksud Lo datang ke sekolah kami?"
Ia alexsya tidak datang dengan kawan kawan melainkan sendiri.
"Gue gak ada hubungan sama kalian semua, hubungan gue sama sila menyangkut Fandi!"
"Cihhhh jangan sok belagu Lo sya! Jangan munafik! Kita semua udah tau kalo Lo bukan ciri ciri sahabat sejati! PENIKUNG!"
"Lo semua boleh ngatain gue PENIKUNG tapi kalian harus tau maksud gue menyukai Fandi! Dan menjadikan dia pacar gue!"
"Bullshit bangat Lo sya!"
"Mendingan Lo pergi sebelum nyawa Lo habis di sini dan Lo bakalan ngusulin naisa!"
Mata alexsya membulat mendengar kata kata yang di ucapkan Tina mengenai naisa.
---
Seluruh murid arwana berkumpul di lapangan belakang sekolah melihat atvenger dan vagirin berantem. Tepat di warbar setelah stranger bubar ****** menghancurkan warbar dan mengundang perhatian atvenger lebih tepatnya Galang.
Perkelahian antar vagirin dan atvenger begitu lama vagirin yang sudah babak belur akibat pukulan atvenger membuat mereka belum menyerah.
"Apa maksud Lo!" Galang mencengkram erat kerah baju serigo.
"Gue yang harusnya bertanya sama Lo Lang! Apa maksud putra yang hancurin markas vagirin!" Serigo menepis tangan Galang.
"Kalo Lo ada masalah sama putra gak harus hancurin markas gue! Lo selesain sama dia secara jantan!"
"Lo takut?"
Satu pukulan menghantam ujung mata serigo membuat laki laki itu terjatuh ke tanah.
"Gue bilang sekali lagi sama Lo serigo! Gue gak ada hubungan sama masalah Lo sama putra!"
"Putra kawan Lo kan?tapi ngapa Lo gak bantuin dia?"
"Bullshit!" Putra dari arah belakang menghajar habis serigo membuat laki laki itu mengeluarkan darah di ujung bibirnya.
"Put! Sabar put!" Udin dan Dika memegang tubuh putra.
"Cabut!" Serigo memerintahkan teman temannya untuk cabut dari markas atvenger.
"Gue bakal balas Lo Lang!"
---
"Diniiii"
Langkah kaki wanita itu berhenti dan membalikkan badannya, ternyata amas dan Galang menghampirinya.
"Kenapa?"
"Sila mana?" Tanya Galang dan mengatur nafasnya.
"Hmmm... Kenapa emgnya?"
"Gue nanya"
"Gak gratis!"
"Maksud Lo?"
"Maksud gue semua informasi itu gak gratis Galang,jadi Lo harus bayar!"
"Matre bangat si Lo" Amas memotong pembicaraan mereka berdua.
"Kalo gak mau yaudah" dini melanjutkan perjalanan.
"Ok"
Langkah berhenti dan membalikkan badannya.
"Sip"
"Sekarang kalian mau nanya apa sama gue?"
"Tentang sila"
"Sila?"
__ADS_1
"Yang mana?"
"Teman Lo ****?"
"Gue juga tau kali sila teman gue! Maksud gue mau nanya apa tentang dia! Ih!"
"Ngapa dia gak masuk sekolah hari ini?"
"Hmmm... Katanya sakit sih"
"Kok bisa?"
"Mana gue tau,dia kan manusia Galang"
"Sakit apa?"
"Hmmmm... Gue gak tau sih,tapi dia tu gak mau masuk sekolah karena malas setau gue sih ia,karena kemaren dia di teror sama mantannya"
"Siapa?" Tanya Galang penasaran.
"Fandi"
"Lo taukan Fandi ada sekolah mana tu,gue lupa"
"Fandi alexsya?" Tanya amas memastikan.
Gue hanya mengangguk kepala tanya ia.
"Ia"
"Setau gue dia dah putus sama alexsya"
"Iya tu makanya gue gak tau,kalo udah putus sama alexsya ngpa harus kejar sila,dia juga udah putus sama sila karena di tikungan sahabat sendiri"
"Siapa sahabatnya?"
"Lo norak Banget si Lang, alexsya sama sila tu dulu sahabat tapi karena alexsya nikung sila sama Fandi sila tu jadi benci dan alexsya membunuh naisa,Lo berdua kenal kan?"
"Gue kenal yang anak orang kaya itu kan?"
"Iya betul tu masy"
"Ooh gtu"
"Jadi dia dirumah?"
"Iya lah,gak mungkin dia di rumah gue!"
"Udah kan?"
"Udah gue kasih sejelas jelasnya jadi kalian berdua harus bayar gue 100 ribu! Titik pakai diam!"
"AAHHHH??"
"Iya 100 RB!"
"Banyak banget anjrr!"
"Gue kan dah kasih tau ****,kalo gue gak kasih tau pasti nantik kalian nyari gue lagi"
"Cepat mana uangnya!"
Galang mengeluarkan uang di dompetnya satu lembar uang merah.
"Makasih Galang sama amas,gue butuh banget uangnya"
"Bye... Byeeee" gue beranjak dari sana dan meninggalkan Amas dan Galang.
"Gilak tu cewek" Amas berdiri di samping Galang dan menggeleng kepalanya.
"Iya benar Gilak dia ngompas!"
---
Dirumah gue asik dengan handphone milik gue dan maskeran.
Tinkkkk.... Tonkkkk...
"Siapa sih gangguan aja *******!"
"DI RUMAH GAK ADA ORANG!"
"Sil! Lo Gilak ya!" Maura datang dari arah dapur.
"Ngapa juga gue gilak!"
"Lo kali yang Gilak!"
"Jelas jelas kalo Lo bilang gak ada orang di rumah tu artinya ada ****! Kalo gak mau bukakan pintu tu gak usah di jawab kali!"
"Hehe iya gue lupa" cengigir gue pada Maura yang berjalan kearah pintu.
"Bentar"
"Siapa sih wo--"
"Haii kak ara!!"
"Eh kalian ngapain?"
"Numpang ke toilet!"
"Ahh?"
"Ihh kami tu mau jenguk silaaa"
"Ooh yaudah masuk"
Seluruh anggota stranger masuk.
"SILLLAAA!" Alin beserta teman temannya mengikuti dari belakang melihat sila lagi main handphone.
"KALIAN?"
"Kok bisa ke sini?"
"Kami nyasar!"
"Ah?"
"**** amat si Lo! Kami tu mau liat Lo!' Farah duduk di sofa samping sila.
"Enak ya sih dirumah gak sekolah"
"Iya enak banget"
"Tadi ada yang nyarin lo"
"Siapa?"
"GALANG" jawab mereka serempak.
"CIEHHHHH"
"apaan sih,balas bgt gue bahas dia skrg!"
"Udah gak usah SOK jual mahal" Tina menekan kata SOK dan duduk di samping alin.
"Au ah"
"Tadi alexsya juga nyarin Lo"
"DINI!" semua mata menyorot pada dini yang keceplosan.
"Uuppps sorry gaes" dini menutup mulutnya rapat rapat.
"Ngapain dia nyarin gue?"
"Gak ada apa apa kok"
"Gak usah bohong!"
"Iya serius"
"Gue gak suka basa basi!"
"Iya dia nyarin Lo"
"Ngapain?"
"Mau cerita tentang Fandi"
"Udah gue duga!"
"Lo udah tau?"
"Filing doang!"
"Ooh untuk deh"
"Jadi kalian mau ngapain kesini?"
"Nunggu Lo siap siap"
"Mau ngapain?"
"Jalan jalan ke mall"
"Serius?"
"Iya" jwb mereka serempak.
__ADS_1