AKSILAGA

AKSILAGA
TUNANGAN


__ADS_3

Malam ini adalah yang ditunggu tunggu oleh keluarga gue dan keluarga Baron, pertunangan kakak gue dan Nabil.


"Dah siap Lo?" Gue menghampiri Maura yang sedang melihat riasannya.


"Udah.. gue cantik gak sil?" Maura melirik gue.


"Lo cantik kali kak,mirip sama mama, mungkin jika mama disini dia bakal nangis liat putrinya yang bakal tunangan dengan paras cantik Lo,gue yakin mantan mantan Lo bakal nyesel" puji gue


"Haha. Jangan lebay sil! Semua sudah diatur tuhan,gue percaya Lo juga bakal tunangan sama pilihan Lo ataupun papa "


"Iya.. yuk kita kebawah semuanya udah nunggu" gue dan Maura turun kebawah.


Mata gue menuju kesatu orang yang telah lama tidak gue liat, Galang.iya Galang dan citra menghadiri acara pertunangan tersebut, ntah apa rasanya mata gue memanas dan hati gue sakit melihat citra dan Galang bergandengan, rasanya gue gak siap.


"Gak papa sil" Maura melirik gue dan tersenyum.


"Iya" jawab gue.


Gue dan Maura turun dari tangga, seluruh mata melihat kami,baik dari kawan kerja papa atau pun dari teman teman lama mama... Andai mama masih ada, mungkin lebih bahagia...


"Malam om,Tan" sapa gue pada keluarga Baron.


"Malam sila,kamu cantik banget sila" puji linia


"Makasih Tan"


"Sama sama sayang..."


"Tan,Nabil mana?" Maura melirik keseluruhan ruang melihat calon tunangan.


"Ada sama Galang tadi pergi sebentar" jawab linia.


"Ooh gitu ya Tan"


"Iya Maura,kalian berdua sangat cantik seperti sudah cocok kalo keduanya jadi menantu Tante" gombal linia.


"Makasih Tan..hehe" cengigir Maura diikuti gue.


"Malam tan" tiba tiba suara yang ntah dari mana itu telah membuat mood gue turun,citra menghampiri kami


"Malam citra"


"Tan, Galang mana ya?" Tanyanya pada linia.


"Tadi keluar sama Nabil" jawab linia


"Oh gitu ya Tan"


"Iya.."


"Sil" panggilnya pada gue.


"Apa?"


"Gue mau ngomong sesuatu" citra menarik tangan gue menjauh dari semua orang.


Setelah cukup jauh,citra melepaskan tangan gue.


"Apaan sih cit! Lo tarik tarik tangan gue,mau ngomong apa?"

__ADS_1


"Apa benar Lo masih suka sama Galang?" Citra langsung ke intinya.


"Iya, emang kenapa?" Jawab gue jujur meskipun pertanyaan citra sangat sulit buat keluar dari mulut gue sendiri.


"Jangan mimpi! Karena Galang milik gue seutuhnya dan selamanya!" Ancam citra.


"Santai aja kali cit! Gue gak bakal ngambil pacar orang,dan asal Lo tau rasa itu telah musnah! Gak ada sedikit pun rasa suka gue sama Galang,jadi Lo gak perlu berfikiran yang negatif!"


"Bagus,kalo Lo sadar! Jika Lo berani dekatin Galang,gue bakal buat perhitungan sama Lo!"


"Gue kira sahabat itu gak ada yang nikung tapi nyatanya salah, sahabat lebih nyakitin kalo nikung! Lo sahabat gue tapi Lo seperti musuh gue! "


"Lo emang pernah jadi sahabat gue!  Tapi dulu, soal percintaan tidak ada namanya sahabat,hanya musuh!"


"Gue gak peduli!" Gue pergi ninggalin Citra yang nampak kesal.


Langkah gue berhenti melihat Galang berdiri tepat di depan pintu,ntah apa yang ada di pikiran laki laki itu...


"Permisi,mau lewat" jawab gue sopan padanya dan berjalan masuk,tapi tangan gue seperti ada yang menahan, benar. Galang memegang pergelangan tangan gue saat ingin masuk.


"Gue cinta sama Lo"


'deg'


Kata kata manis itu membuat harapan gue buat melupakannya hancur dan musnah, sungguh kata yang singkat tapi sangat menyakitkan.


"Jangan ngerap lagi! Karena gue bukan manusia yang gampang di bodohin!"


"Lo jangan munafik sila! Gue liat dari mata lo,kalo Lo itu belum bisa lupa dari gue,dan gue percaya cinta Lo masih sama kayak cinta gue"


"Maaf,gue masih ada urusan di dalam" gue berusaha melepaskan genggaman itu namun sia sia.


Tiba tiba laki laki itu membopong gue layaknya mengangkat beras yang di letakan di bahu.


"Lang! Lepasin gue!" Gue reflek terkejut aksinya.


"Diam!" Galang masuk kedalam mobilnya dan semakin mempercepat mobilnya menjauh dari acara pertunangan.


"Lang!"


"Galang!"


"Galang!!"


"Lang! Mau kemana sih?! Itu kan acara tunangan kakak gue!" Gue kesal sama laki laki yang telah menculik gue disaat Acara yang sangat penting ini.


"Kalo Lo gak mau jujur,gue gak bakal balikin Lo ke acara itu!" Ancamnya.


"Mau jujur apa lagi sih Lang?!" Protes gue.


"Soal perasaan Lo ke gue"


"Gue gak suka sama Lo titik!"


"Jika Lo Bohong,Lo bakal nyesel yang kedua kalinya!"


"Nyesel apanya?"


"Lepasin gue Galang!"

__ADS_1


"Gak! Lo gak bisa pergi jika belum jujur!"


"IYA! GUE MASIH SUKA SAMA LO! GUE MASIH CINTA SAMA LO! TAPI APA MUNGKIN GUE BISA MEMILIKI LO?!" gue meneteskan air mata,ntah apa yang barusan gue ucapkan rasanya seperti tidak nyata,laki laki itu memberhentikan mobilnya di sembarang tempat.


"Bisa, karena cinta kita sama sil" laki laki itu menghapus air mata di pipi gue.


"Gak! Karena Lo milik citra bukan gue!"


"Citra emang pacar gue,tapi Lo yang gue cinta"


"Bullshit Lo Lang!" Gue membuka pintu mobil dan kabur dari Galang.


"Sila Tunggu!" Laki laki itu mengejar gue.


"SILA TUNGGU!" langkah gue berhenti,gue menoleh pada sumber suara itu,tidak dengan gue sendiri Galang juga menoleh.


"Farah?" Gue melihat Farah mengikuti kami berdua.


"Gue udah tau semuanya sil! Lo harus ngertin Galang! Dia cinta sama Lo! Lo gak boleh egosi hanya karena Galang telah memiliki orang lain? Galang tidak mencintai citra,dia hanya jadikan citra sebagai bahan taruhan!"


'dag!'


"Lo tau dari mana?" Tanya gue penasaran.


"Lo gak perlu tau,urusan citra akan jadi urusan gue,dan Lo Galang! Putusin citra! Lo jangan jadi cowok pengecut yang memiliki dua cewek!" Marah Farah.


"Lo harus jelasin Lang! Apa maksud Lo jadikan citra sebagai bahan taruhan?"


"Itu rencana Anak yang lain sil! Gue udah jujur sama Lo" jujur Galang.


"Gue masih kesal sama cowok yang hanya mempermainkan perasaan cewek! Setelah citra siapa lagi?"


"Gak ada sil! Gue bakal janji sama diri gue sendiri mencintai satu orang saja,yaitu Lo!"


"Gue cinta sama Lo sil! Apa Lo mau maafkan gue?" Laki laki itu memegang tangan gue lembut.


"Gue maafkan Lo Lang! Gue juga gak bisa menyembunyikan rasa cinta gue ke lo,gue  merasakan kehilangan saat Lo gak ada bersama gue"


"Gue juga sil... Selamanya gue bakal mencintai Lo dan apa Lo mau jadi pacar gue?"


'deg!' pertanyaan itu membuat gue deng dengkan.


"Iya,gue mau jadi pacar Lo always!"


"Always sil"


"I love you arsilla Dheviyara"


"I love you too Galang AlHikmah Baron"


Tiba tiba laki laki itu memeluk gue, dengan satu kecupan di kening. Membuat gue gak bakal menghilangkan momen terindah ini,gue berterimakasih pada Tuhan telah  mendengar doa gue.


"I Love you always sila,gak bakal ada orang ketiga di antara kita" bisiknya.


TAMAT!!!!


TERIMAKASIH TELAH MEMBACA CERITAKU SAMPAI TAMAT!


JANGAN LUPA VOTE BAGI YANG BELUM.

__ADS_1


SAMPAI JUMPA DI CERITA SELANJUTNYA.


__ADS_2