
Di perjalanan pulang hujan membasahi tubuh kami berdua,dan terpaksa kami harus berteduh di ruko ruko yang tutup di pinggir jalan.
"Sorry ya sil,Lo jadi kehujanan"
"Iya gakpapa"
Keheningan muncul tidak ada yang membuka suara lagi.
"Dingin anjrrr"
"Tahan silll..."
"Jangan kayak bangke!"
"Please cepat dong redaa!"
"Sumpah! Kudu gue merinding gara gara kedinginan!"
Batin gue sangat kuat sampe sampe sebuah jaket pengukur di pundak gue.
"Buat Lo"
"Aa--- makasih"
"Hmm"
Senyum manis Galang membuat gue meleleh seperti kena panas.
"Huhhh..."
"Akhirnya hujan reda juga"
"Yuk Lang kita pergi"
"Gue udah kedinginan"
"Yuk"
Gue dan Galang melanjutkan perjalanan pulang.
"Makasih" gue memberikan helm pada Galang dan jaketnya.
"Lo mau mampir dulu?buat hangatin badan Lo?" Tawar gue basa basi.
"Gak usah,gue lanjut aja" Galang memberikan senyum pada gue dan pergi dari area rumah gue.
Gue masuk ke dalam rumah dan menghempaskan tubuh gue kesofa.
"Udah pulang Lo? Sama Galang ya?"
Suara dari arah dapur membuat gue harus menoleh.
"Apaan sih Lo!"
"Sana ganti baju Lo! Basah tau nantik Lo sakit! Ngerepotin gue aja!"
"Mama sama papa mana?"
"Belum pulang sila!"
"Lama banget?"
"Wajar dong! Mama sama papa pergi keluar negeri!"
"Serius lo?"
"Hmmm.."
"Lo mau kemana? Rapi banget?"
"Mau jalan sama Nabil"
"Nabil anak Baron?"
"Iya "
"Serius Lo?"
"Bercanda!"
"Ihh! Maura!"
"Iya gue serius!"
"Owh yh! Tadi ada pesan tuh dari Fandi sama Lo"
"Pesan apa?"
"Ngajak Lo double date dinner sama pasangan"
"WHAT?" gue beranjak terkejut.
"Emg telinga Lo pekak ya?"
__ADS_1
"Gue udah jelasin ya! LO DI AJAK DOUBLE DATE DINNER SAMA PASANGAN!" ketus Maura.
"Bukan gitu raa! Masalah gue sama siapa? Siapa yang mau jadi pasangan gue! Lo gak berhak Nerima tantangan Fandi!" Gue kesal dan menghempaskan kaki gue ke lantai.
"Sama galang aja"
"Ahh? Sama kutu kuprettt tu?"
"Ogah!"
"Gue udah bilang kok!"
"Sama Galang?"
"Sama om Baron!"
"Ihhh Ara!"
"Iya sama Galang la ****! Gue udah bilang sama nabil suruh jemput Lo malam ini!"
"MAURAAAAA!!"
"BAIIIII SILAA!! JANGAN LUPA SIAP SIAP NANTI MALAM!" Maura keluarrrr rumah dan memasuki mobil Nabil yang sudah dari tadi menunggunya.
"Tuhan tolong aku!"
[19:45]
Tinkkkk.... Tonkkkk.....
"Jangan bilang itu Galang! Oh tuhan please!"
Line.
Galang: cepat buka pintunya!
Galang: woiii!
Benar dugaan gue.
"Hhuaff...."
"Iya bentar!" Gue membuka pintu dan ternyata benar dia Galang.
"Ada apa?"
"Lo blm siap?" Galang sangat keren dengan celana selutut berwarna kopi susu kaus hitam simpel tapi menawan .
"Menurut Lo?"
"Lelet kali"
"Kalo Lo gak mau nunggu yaudah pulang aja sana!"
"Yaudah!"
"Gue juga ogah kali pergi sama Lo"
"Gue juga, kalo bukan di paksa Nabil sama kakak Lo gue juga gak bakalan mau jemput Lo"
"Cepat sana ganti baju"
"Gue tunggu"
Huffg.
Gue pun masuk kedalam rumah dan Menganti pakaian,sangat simpel dress hitam Blink Blink rambut yang tergerai indah.
"Yuk"
"Wowww cantik banget"
"Mata gue langsung katarak"
"Udah jangan liatin gue terus gue tau kok kalo gue cantik" pede gue sambil melihat Galang.
"Pede" Galang beranjak dan masuk ke mobil
"Emang" gue mengikuti laki laki itu dari Belakang sambil menahan senyum gue.
Sesampainya di restoran yang lebih tepatnya di dalam mall. Gue melihat Fandi dan Salma.
"Hai sila" Fandi mengulurkan tangannya pada gue.
"Hai" balas gue menjabat tangan Fandi.
"Sangat menyakitkan masa lalu itu terus terngiang di kepala gue saat gue melihat mata Fandi melihat masa lalu yang begitu indah namun saat datang alexsya membuat semuanya lengkap"
"Kenalkan ini pacar gue salam" Fandi memperkenalkan Salma pada gue dan Galang.
"Udah tau"
"Kenalkan itu Galang pacar gue" pede gue dan menoleh pada Galang memberikan senyuman.
__ADS_1
"Galang"
"Lo Galang ketua atvenger kan?"
"Iya"
"Kenalkan gue Fandi,mantan sila"
"masa lalu Lo sekarang menjadi masa depan gue"
Mata gue terbuka lebar saat ucapan yang terlontar pada mulut Galang.
"Yuk masuk sayang...." Salma merangkul tangannya di pinggang Fandi.
Sedangkan gue dan Galang mengikuti dari belakang.
"Mata gue panas jika melihat dua manusia ini di depan gue! Rasa gue pingin pergi! Namun niat gue harus luluh! Lupakan kenangan pada Fandi!"
"Udah berapa lama kalian pacaran" tanya Fandi pada kami berdua.
"Sebulan"
"Setahun"
Jawabkan serempak namun membingungkan.
"Maksud gue sama sila satu tahun lewat sebulan" jelas Galang pada Fandi.
"Ooh"
"Kalo kalian?" Tanya gue pada salma dan Fandi.
"Sebulan"
"Sebulan"
"Hmmm... Oh"
Terjadi keheningan antar kami berempat tidak ada yang membuka pembicaraan sama sekali.
"Kita sudah selesai makan Jadi gue sama salma pamit dulu" Fandi memegang tangan salma dan membawa beranjak.
"Ok"
"Hati hati buat kalian berdua"
"Thanks"
"Ooh iya bro"
Fandi menepuk pundak Galang membuat laki laki itu menoleh.
"Gue minta sama Lo jagain sila, jangan buat dia sakit hati seperti kelakuan gue dulu" Fandi membisikan ke telinga Galang maupun dapat di dengar oleh sila namun samar samar.
"Pasti"
"Bye gaes" Salma melambaikan tangan pada kedua sejoli tersebut.
Huffg.
"Lega gue"
"Kenapa Lo?"
"Masih belum move on?"
"Kepo"
"Urusan sama Lo apa coba?"
"Gue nanya aja kali"
"Pulang yuk! Gerah gue disini" sila berjalan menuju parkiran meninggal Galang.
"Kok kita berhenti?"
"Gue mau beli air mineral"
"Cepat"
"Lo mau nitip?"
"Gak udah kenyang" jawab gue ketus dan Galang keluar dari mobil.
Line.
Dea: gue kangan:(
Dea: please lang:(
Notif dari hp Galang membuat gue terdiam,dan betanya tanya
siapa Dea?
__ADS_1
Apa hubungannya sama Galang? Jangan bilang gue terjebak lagi dalam lika liku percintaan ini.
Dag!