
Gue memasuki rumah yang sudah banyak orang didalam.bendera kuning di depan rumah gue membuat penyesalan pada diri gue sendiri.
"Sil... Yuk masuk" Maura merangkul gue buat masuk kedalam rumah.
"Ra... " Panggil gue dengan nada yang lesuh.
"Lo harus kuat!"
"Gue sama kok kayak Lo"
"Kita sama sama kehilangan"
"Kehilangan orang yang kita cintai yaitu seorang ibu"
Gue menghela nafas berat dan memejamkan sejenak mata gue.untuk mencerna perkataan Maura yang sangat menyentuh.
"Iya..ra...."
"Gue percaya sama Lo sil..."
"Gue sayang sama Lo... Sama seperti Lo sayang sama mama..."
Maura memeluk adiknya Sangat erat meskipun ia wanita tapi ia harus kuat demi adik dan papanya.
Langkah kami berhenti saat nama gue di panggil seseorang.
"SILA"
Gue menoleh pada sumber suara.
"Kalian?"
"Hai sila"
"Lo harus kuat ya" Farah menepuk pundak gue dan membalas senyumannya.
"Iya sil,kita tau kehilangan seseorang yang di cinta itu sakit dan menyakitkan"
"Kalian tau dari mana? Gue kan blm kasih tau"
"Gue yang ngasih tau sil" Maura memotong pembicaraan mereka.
"Gue tinggal dulu ya"
"Iya Ra..."
"Iya kak.."
"Sil turut berdukacita ya"
"Makasih gaes! Kalian baik banget sama gue"
"Bukan kita sil yang baik sama Lo,tapi Lo yang baik sama kita"
"Kita senang kok jika Lo bahagia lagi"
"Jangan sedih sil, kita bakalan ikut sedih"
"Iya sil... Lo harus kuat untuk hari ini dan kedepannya"
"Kita sayang sama Lo kok sil"
Satu pelukan hangat pada tubuh sila dan semuanya ikut dalam pelukan sahabat itu.
__ADS_1
"Makasih gaes! Gue juga sayang sama Lo semua yang selalu ada dalam suka maupun duka" senyum gue timbul meskipun singkat.
---
Pagi ini setelah pemakaman mama,gue tidak pulang kerumah melainkan menenangkan pikiran gue yang cukup kacau.
Gue memarkirkan sembarangan mobil gue,dan gue masuk kedalam gudang tua,dimana tempat ini adalah markas lama vagirin dan gangster.
Gue menaiki anak tangga satu persatu.
Gue sampe di atas gudang tersebut.
"TUHAN! MENGAPA KAU AMBIL MAMA KU SECEPAT INI?"
"APA SALAH KU TUHAN...."
"SUNGGUH TUHAN.... AKU BELUM SIAPPPP!"
"APAKAH INI TAKDIR KU?"
"JAWAB TUHAN.... JAWAB....."
gue terduduk di lantai yang penuh pasir dengan tangisan dengan teriakan tidak ada yang mendengarnya.
"MAMAA.... MENGAPA MAMA PERGI BEGITU CEPAT?"
"SILA MASIH SAYANG SAMA MAMA....."
"SILA BELUM BISA HIDUP TANPA MAMA...."
"MAA...."
gue ngeluarkan seluruh kunek kunek gue yang terpendam,air mata yang bercucuran mengalir rambu yang berantakan mata yang sembab itu lah gue sekarang merasa tidak waras seperti orang gila, seperti ingin menghabisi nyawa gue sendiri.
Suara dari belakang membuat gue mengangkat kepala gue dan mengelap air mata gue,gue melihat kearah belakang ada seseorang yang mengikuti gue. FANDI.
"Fandi?"
Laki laki itu mendekati gue.
"Lo harus kuat sil..."
"Emang berat... Tapi Lo harus ikhlas"
"Lo perempuan yang gak boleh lemah..."
Laki laki itu mengusap air mata gue.
"Ng... ngapain Lo disini?"
"Buat Lo"
"Buat gue? Buat apa?"
"Gue tau kehilangan orang yang di sayang itu Sangat sulit"
"Lo gak tau rasa kehilangan seorang ibu itu berat"
"Gue disini buat Lo.."
"Gue gak butuh Lo!" Gue memalingkan mata malas.
"Gue emang berrengsek dan gue emang kejam gue pernah menghiyanati Lo dan perasan Lo! Tapi percaya la gue mu masih cinta sama Lo!"
__ADS_1
"Gue pingin sendiri.. please tinggalin gue"
Gue tau maksud laki laki itu datang di saat gue lagi bersedih bukan berarti gue senang ada orang yang peduli sama gue, namun gue benci orang itu mengambil kesempatan disaat seperti ini.
Laki laki itu mengabulkan permintaan gue,ia pergi dari hadapan gue dan meninggalkan gue.
Beberapa saat kemudian ada seseorang laki yang mendekati gue,ia duduk di samping gue dan memberikan gue air mineral.
"Buat Lo"
Gue mengangkat kepala gue dan melihat kearah laki laki itu.
"Ngapain Lo disini?"
"Ambil" Galang menyodorkan air mineral buat gue.
"Gak" tolak gue.
"Harus gue minumkan?"
"Gak perlu"
"Yaudah ambil"
"Gue gak haus Lang!"
"Lo gak boleh membantah!"
"Please tinggalin gue"
"Gue butuh sendiri"
"Gak bisa sila... Lo itu cewek gue gak mau Lo kenapa kenapa"
"Lo gak tau rasanya sakit hati gue saat ini"
"Gue tau sil" Galang menolehkan kepala gue menghadap ke dia.
"Gue sayang sama Lo sih..."
"Gue gak mau Lo kenapa kenapa..."
"Asal Lo tau sih... Jika kita kehilangan seorang yang kita sayangi dan kita cintai itu gak berlangsung lama tuhan punya rencananya sendiri..."
"Gue gak mau Lo terlibat dalam labirin dan tidak tau jalan keluar"
"Hidup itu naik turun dan hitam putih,Lo gak selama di bawah pasti Lo bakalan naik keatas dan Lo juga gak bakalan dalam fase hitam pasti bisa dalam fase putih"
"Ingat sil... Tuhan punya rencana buat Lo kedepannya"
"Gue gak mau Lo terjebak dalam lika liku yang rumit"
"Gue pingin Lo berubah buat mama Lo... Jauhilah sifat Lo yang dicap sebagai wanita baik hati yang nakal seorang primadona sekolah dengan gelar badgirl"
Mata gue membulat gue berusaha mencerna ucapan Galang, sepertinya kepala gue terkena benda yang sangat berat kacau ia.. hari ini gue begitu kacau... Hati gue kacau... Pikiran gue juga kacau.....
"Gue sayang Lo sil"
Galang mendekati tubuhnya pada tubuh gue ia memeluk gue dalam kehangatan. Air mata gue tidak bisa di tahan dalam bisu yang masih lekat dalam bibir gue,gue gak bisa berkata apa apa,gue hanya bisa membalas pelukan laki laki itu dengan derasnya air mata.
"Sil..." Galang melepaskan pelukannya itu dan mengusap air mata gue.
"Gue gak mau Lo membalas perasaan gue sekarang, gue tau Lo butuh waktu gue hanya ingin yang terbaik buat Lo"
__ADS_1
Satu kecupan manis di dahi gue kini Raga gue membeku gak tau harus berbuat apa dan berkata apa mata gue yang merah rambut gue yang kacau.