AKSILAGA

AKSILAGA
MUSUH TETAP MUSUH


__ADS_3

"aduhhh sakit bangke! Pelan pelan dong!" Sila mersa sangat kesakitan saat di obati oleh dhesy di UKS.


"Ini udah pelan!Lo aja yang dikit dikit berkelahi emag Lo gak sayang sama muka lo yang cantik dan mulus ni bakalan ada bekas luka?"omel dhesy pada sila yang setiap ada luka pasti pergi ke uks.UKS tempat langganan sila.


"Ngapain sih Lo berantam terus?emag gak capek?"


"Gak sih,udah hobi" jawab sila santuyy.


"Gue yang capek ****!" Dhesy pun menekan bekas luka sila dengan kuat membuat wanita itu berteriak kesakitan.


"****! Pelan pelan dong!" Oceh sila pada dhesy yang kurang ikhlas mengobati bekas lukanya. Setelah beberapa menit di UKS sila kembali ke kelasnya bertemu dengan sahabat Sahabatnya stranger.


---


[[ 14:35 ]]


Kelas IPS 1 penuh dengan keramain anak anak murid yang berkumpul di depan pintu untuk menyaksikan kejadian di dalam kelas. Sila yang penasaran kejadian apa yang ada di dalam kelas ia pun menerobos masuk kedalam dan melihat kejadian yang sangat tidak bisa di logika kan. Alexsya berserta ke empat temannya menyekap teman teman sila. Kini mata sila semakin berapi api hatinya yang bercampur aduk serta kejadian tadi membuat hati gelisah. sila menatap ke enam sahabatnya yang di ikat oleh gangster mampu membuat darahnya naik 100 kali lipat masuk kedalam ubun-ubun kepalanya.


"AlEXSYA!!" Suara sila mampu membuat mata gangster menoleh pada dirinya yang berdiri di depan papan tulis yang di kerumbuni anak murid.


"Akhirnya Lo datang juga!" Alexsya bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri sila.


"Lepasin teman teman gue!" Pintah sila dan menatap tajam pada alexsya.

__ADS_1


"Tidak semudah itu ketua stranger"


"Apa mau Lo *******?! Gak usah banyak bacot Lo!"


"Santai sila!gue gak ma-- " pembicaraan alexsya terpotong,satu pukulan mengenai ujung mata Alexsya dan membuat wanita itu terjatuh karena belum siap atas serangan sila. Serangan berikutnya mengenai wajah mulus alexsya membuat bekas luka di bawah bibir dan mengeluarkan darah. Sila mencengkram kerah baju alexsya dan membuat cewek tak berdaya itu terangkat


"gue bilang sama Lo baik baik alexsya! Gue gak bakalan menerima permintaan perdamaian Lo dan permintaan maaf Lo karena musuh tetaplah menjadi musuh!. Satu pukulan mengenai perut alexsya membuat wanita itu terjatuh lemah dan tidak bisa bangkit serta melawan. Mata sila menatap tajam ke empat teman gangster


"lepasin teman teman gue!" Sila mengepalkan tangannya dengan kuat untuk meredahkan amarahnya. Satu pukulan mengenai kepala belakang sila. yang menyebabkan kepalanya terasa sakit,sila pun terjatuh saat kepalanya di pukul pakai kursi kayu oleh alexsya.


"Lo emang benar sila musuh tetaplah menjadi musuh! Dan gue bakalan memusuhi Lo sampai akhir hayat hidup gue! Dan gue gak bakalan Sudi minta maaf serta perdamaian sama Lo dan teman teman Lo!!" Alexsya pergi meninggalkan kelas yang sudah menjadi sepi karena tidak ada yang bisa menghentikan perkelahian tersebut.mereka hanya bisa melihat dan jika mereka berani ikut campur,mereka bakalan menyesal. kini sila terbaling lemah dan tidak bisa membalas Alexsya,pukulan tadi mampu membuat kepalanya terasa 10 kali lebih sakit. Dan tidak mampu untuk membuka ikatan tali yang mengikat tubuh teman temannya.


---


Kini di rumah sakit mereka berenam masih menunggu di depan ruang UGD. Mereka mengantar sila kerumah sakit, karena pukulan yang sangat keras dan sakit itu mampu membuat sila tidak menyadarkan diri saat ini.


"*******! Gue bakalan balas perbuatan alexsya dan teman temannya" Tina yang dari tadi memendam amarahnya melihat alexsya yang memperlakukannya dan memukuli sila dengan kursi mampu membuat darahnya meronta-ronta.


"Gue dan yang lain bakal ikut sama dengan Lo tin,kita semua bakalan membalas Alexsya!dan membuat ia merasakan tidur di ruang UGD!" Dini yang semakin tidak tega melihat sila terbaring di tempat tidur membuat ia ingin menghabisi alexsya sekarang juga.


Beberapa menit mereka menunggu di depan ruang UGD akhirnya mereka melihat dokter keluar dari ruang tersebut.


"Dok gimana ke adaan teman kami sila?" Tanya alin serta teman temannya pada dokter yang baru saja keluar dari ruangan.

__ADS_1


"Teman kalian tidak terlalu serius keadaannya, hanya sedikit benturan yang menyebabkan ia merasakan sakit kepala dan pingsan" ucap dokter tersebut pada keenam wanita itu dan pergi meninggalkan mereka semua.


---


Seluruh anggota stranger yang berjumlah 450 orang berada di rumah sakit untuk menunggu kesadaran ketua mereka.


"STRANGER!" Seseorang yang memanggil dari ujung ruangan mampu membuat suaranya berdengung dan membuat seluruh sorotan mata menuju ke dia.


"Kak maura?" Tina yang melihat Maura dari jauh dan mendekati ke pasukan stranger.


"****** kita gaes!kita bakalan kena omel!" Alin pun sama seperti anggota yang lain takut saat kehadiran maura.


"Apa apaan kalian semua ini! Apa yang terjadi sama Adek gue? " Maura menatap ke-enam wanita yang berada di depannya dan anggota lainnya menatap ke Maura.


"An-u an anu kak it itu.. sila pingsan di pukulin " Farah menatap wajah Maura yang semakin memerah.


"Udah gue bilang dari dulu sama kalian semua! Bubarkan stranger! Dan jangan ada perkelahian kalian gak pernah dengarin gue,dan sekarang Adek gue yang kena imbasnya!" Maura membentak seluruh anggota stranger dan menatap tajam.


"Siapa pelakunya?"


"Alexsya" seluruh anggota stranger menjawab serempak.


"Alexsya? bullshit!" Geram Maura dan meninggalkan anggota stranger di lorong rumah sakit pergi untuk mencari alexsya dan teman temannya.

__ADS_1


"****** kita" dini yang dari tadi menahan rasa takutnya sekarang merasa lega atas perginya Maura dari rumah sakit.


__ADS_2