AKSILAGA

AKSILAGA
MUNGKIN?


__ADS_3

Kamu  adalah jalan menuju sembunyi yaitu, sembuh dari sunyi.


Gue memasuki rumah dengan lesuh tidak ada tenaga,bukan Galang yang mengantar gue pulang melainkan alin dan Tina, ntah mengapa setelah melihat Galang dan wanita itu di warbar rasa semangat hidup gue lenyap seketika.


" Gue tidak tau siapa wanita itu,apa dia pacar Galang?"


"Atau simpanan Galang?"


"Nthla.... "


Gue membaringkan tubuh ini di atas tempat tidur dan memejamkan mata ini,air mata gue tiba tiba mengalir tanpa di undang ntah.. ada maksudnya.


'huffg!'


---


Malam ini di rumah gue ada kedatangan tamu yaitu keluarga Baron. Gue juga gak tau apa maksud mereka datang.


"Lo gak kebawah?" Maura merapikan rambutnya dan melihat dirinya di pantulan cermin yang indah.


"Emang ada acara apa?" Tanya gue masih bingung, melihat kakak gue kelihatan cantik.


"Acara pertunangan"


"Siapa?"


"Gue sama Nabil" Maura menatap gue gak percaya.


"SERIUS?" gue reflek berdiri dari ranjang dan mendekat ke maura.


"Iya silaa" Maura menatap gue.


"Kok Lo mau?"


"Perjodohan"


"Lo kira kita hidup di zaman Siti Nurbaya?"


"Harus pakai jodoh jodohin?"


"Gue gak tau cara pikir papa sama Mama"


"Kok Lo mau sih?"


"Ini pesan mama sila,gue di jodohin sama Nabil"


"Papa juga setuju,kata papa keluarga Baron itu sudah seperti keluarga kita juga,dan ini waktunya gue di jodohin sama anaknya Nabil,dan Lo sama Galang tinggal nunggu waktu"


"WHAT? GUE SAMA GALANG?"


"OMG! Ra gue gak mau! Dan gak bakalan mau! Gue itu udah gede udah bisa milih calon sendiri"


"Demi apa?" Maura menaiki sebelah alisnya.


"Kayak Fandi yang kata Lo udah gede yang bisa milih calon sendiri?"


"Ooh tuhannn!!" Gue mengacak rambut gue frustasi.


"Gue tunggu di luar,Lo harus turun juga! Jangan buat papa kecewa harus manggil Lo!" Maura keluar dari kamar gue.


'huffg!"


"Apaan sih pakai jodoh jodohin!"


"Kayak anak alay!"


"Kayak anak kecil!"


Semua sumpah serapah gue keluarkan atas kekesalan gue.


Gue menuruni anak tangga satu persatu, gue melihat keluarga Baron yang mungkin dari tadi sudah menunggu,mata gue terarah pada satu titik dimana ada Nabil yang memakai jas hitam dan kemeja putih, sangat ganteng,gue tidak melihat keberadaan Galang 'sukur..' namun itu tidak benar,gue melihat Galang dari arah belakang rumah,memakai baju kemeja putih lengan yang di gulung sesiku membuat kelihatan ganteng.


"Malam Tante..omm.." gue mengalami mereka berdua seperti kedua orang tua gue sendiri.


"Malam sila... Kamu cantik banget" puji linia.


"Makasih Tante,Tante juga cantik" puji gue kembali.

__ADS_1


"Haha.. kamu bisa aja" linia tersenyum malu,wanita paruh baya itu emang kelihatan cantik seperti anak muda,gue kangen kasih sayang mama...


Gue duduk di sebelah Maura, mewakili mama.


"Jadi gimana? Maura? Nabil?" Om Baron membuka pembicaraan.


"Kalian bakalan mengadakan tunangan sekitar 4 bulan lagi" linia membuka pembicaraan juga.


"Maura gimana?" Papa melirik kearah Maura.


"Iya pa... "Jawab Maura membuat gue bingung sendiri kenapa dia mau di jodohin?


"Kamu Nabil?" Om Baron melirik laki laki yang duduk di samping Galang.


"Iya pa..."


"Baiklah nantik mama,papa sama om Okta bakalan ngurus pertunangan kalian berdua,ini hanya di hadiri keluarga dekat,hanya privasi" linia melihat keduanya.


"Kalo kamu sila?" Linia memecahkan lamuan gue.


"Ha...apa Tante?" Jawab gue dan mengaruk Tengkuk kepala yang tidak gatal.


"Kamu mau bertunangan sama Galang?" Kata kata linia membuka gue salah tingkah.


"Ss--sila Tante? Sama Galang?" Gue melihat laki laki itu dan ia membalasnya.


"Gak ma..." Laki laki itu membuka pembicaraan.


"Kenapa Galang? Sila kan baik cantik lagi" linia menatap gue.


Perasaan gue seperti kena air mendidih dimana kata kata Galang seperti menolak gue,dimana tadi di sekolah gue melihatnya dengan wanita lain,dimana kata kata manisnya waktu mengungkap perasaannya sama gue musnah begitu saja.


"Aku udah ada calon sendiri,lebih cantik dan lebih pengertian serta baik hati" Galang menatap gue dan gue membalas dengan tatapan kebencian.


"Siapa?" Linia mulai kepo.


"Citra"


Mata gue membulat dengan kata kata Galang menyebutkan nama citra,teman dekat gue sendiri yang sudah gue anggap sebagai sahabat dan bagian dari stranger.


"Citra? Linia menatap putranya.


"Oh anak Tante Rahma"


"Kamu suka sama citra?"


"Banget ma.. aku sama dia udah pacaran malahan"


Gue menundukkan kepala menatap kebawah rasanya hati gue sangat sakit dan perih perut gue sangat sakit seperti ada yang menghantam. Maura melirik kearah gue.


"Yaudah,acara malam ini udah selesai kami pamit dulu" om Baron berdiri dan diikuti oleh linia dan kedua anaknya.


Gue berlari kearah kamar begitu cepat meninggalkan mereka semua,gue mengambil kunci mobil dan keluar dari rumah.


"Sila..." Teriak Maura dari arah ruang tamu melihat gue yang menyembunyikan sesuatu.


Gue mengendarai mobil sekencang kencangnya tak tau arahnya kemana. Rasanya gue kacau malam ini gue mengambil keputusan yang salah lari dari kenyataan dan kenyataan itu adalah sangat pahit.


Gue memakirkan mobil gue di sebuah kafe dekat sekolah,gue mengambil bangku paling ujung dekat dengan pepohonan malam.


"Mau pesan apa mbk..?" Tanya pelayan kafe tersebut.


"Minuman terfavorit aja "


"Baik... Ditunggu ya mbk.."


"Iya" jawab gue datar,pelayan itu pergi dari hadapan gue.


Disini gue harus memenangkan pikiran gue,dan bertanya tanya dalam hati citra pacar Galang? Kok bisa? Rasanya pikiran gue kacau dengan kejadian hari ini membuat SIAL! Ternyata teka teki semalaman penuh yang gue tebak tebak akhirnya terungkap wanita yang di warbar itu adalah citra,muka wanita itu tertutup oleh pelukan Galang membuat gue tidak bisa melihat lebih jelas. Gue mengeluarkan handphone gue dan memakainya.


Tak berapa lama pelayanan itu mengantarkan minuman yang gue pesan.


"Makasih mbk.." gue tersenyum padanya


"Sama sama.." pelayan perempuan itu membalas senyuman gue.


Mata gue melihat kesegala arah di kafe yang padat itu, tatapan gue jatuh pada citra dan Galang.

__ADS_1


"Citra? Galang?" Gue melihat kedua sejoli itu memasuki kafe.


"Kami boleh duduk disini?" Mata gue terarah pada seseorang yang berdiri didepan gue.


Mata gue membulat melihat mereka berdua berdiri didepan gue, kening gue berkerut tidak tau harus merespon apa.


"Bo--boleh" jawab gue agak gugup.


"Makasih" citra duduk di samping Galang dan Galang duduk di depan gue.


"Sila?" Gue terbuyur dari lamunan gue melihat kearah citra.


"Apa?" Jawab gue datar.


"Lo kenapa?" Citra melihat gue sedikit aneh.


"Gak papa" gue memalingkan wajah.


"Citra sayang..." Panggil Galang lembut selembutnya membuat gue mual.


"Iya sayang Galang?" Suara citra begitu menjijikan di telinga gue.


"Kamu tau nabil? Abg aku bakal di jodohin sama kakak si sila,Maura" gue melihat Galang tak suka.


"Kakak Maura?" Citra menatap gue, dan gue gak acuh hanya fokus pada handphone.


"Iya sayang... Tadi aku kerumah calon besan"


"Benar sila?"


"Hmmm..." Tidak ada jawaban dari gue.


"Kapan tunangannya?"


"4 bulan lagi sayang" suara Galang sangat lembut.


"Habis kak Maura sama kak Nabil tunangan,kamu juga mau tunangan sama aku?" Citra memegang tangan Galang.


' menjijikan'


"Kalo takdir bersama kita,aku bakal menghalalkan kamu sayang..." Galang memegang lembut kepala citra.


"Kamu mau jadi istriku?"


"Mau banget Galang..."


"Aku juga mau jadi suami mu" Galang memeluk citra, namun pelukan itu tidak berlangsung lama,gue tidak acuh dengan mereka berdua dan masih fokus pada handphone.


"Kamu tau sayang?"


"Apa?"


"Tadi ada orang salah tingkah" sindir Galang melirik kearah gue, membuat gue reflek menoleh, sindiran Galang sangat gantung dan alay!


"Siapa?" Citra memanyunkan bibirnya pada galang.


"Jangan deh, nantik aku kena marah lagi sama mama..."


Gue beranjak dari tempat duduk dan membawa minuman gue yang masih bersisa keluar dari kafe.


"Sila" panggil citra membuat langkah gue berhenti.


"Apa?"


"Lo mau kemana?"


"Pulang"


"Cepat banget"


Gue hanya anggap angin lalu dan melanjutkan perjalanan gue.


Galang.


"Akhirnya gue dapat membuat sila kesal "


"Permainan di mulai arsilla Sampe kapan Lo harus menyerah?"

__ADS_1


---


__ADS_2