
"woii melamun aja loh!"
"Sill!"
"Apaan sih Lin!"
"Ngapain Lo disini?"
"Ni buat Lo" alin menyodorkan sebuah amplop putih.
"Apaan nih?
"Buka aja,gue gak ikut lomba fotografi"
"Kenapa?" Tanya gue penasaran dan membuka suratnya.
"Bokap sama nyokap gue gak kasih izin"
"Jadi sorry ya sil"
"Jadi gue bertiga aja sama kutu kuprettt?"
"Hmmm..."
"Yaudah deh" gue mengangguk pasrah pada alin.
"Ooh iya sil,nantik malam acaranya"
"Acara apa?"
"Seleksi lomba fotografi ****! Masak Lo lupa sih!"
"Bukan lupa gak ingat *****!"
Huffg!
Gue berserta keenam sahabat gue berjalan di sepanjang lorong sekolah menuju kantin banyak mata yang melihat banyak mulut mulut yang julit.
"TUNGGU!"
Langkah kami berhenti dan melihat pada sumber suara tersebut.
"Udin?"
"Udah sana sampirin aja saaa.."
"Gak mau! Gue lagi ngambek!"
"Nantik Lo nyesel Lo saa!"
"Ihh kalian tu gak tau masalah gue sama Udin! Jelas jelas dia kemaren anterin Ghea pulang!"
"Jadi Lo cemburu?"
"Iya lah sil,mana ada cewek yang gak cemburu kalo cowoknya jalan sama cewek lain!"
"Udah saa... Putusin aja!" Farah melirik tajam kearah Elsa.
"Mulut Lo!"
"Gue masih waras kali mau mutusin Udin!"
"**** di pelihara" sindir farah.
"Farah!"
"Apa?"
"Benarkan gue?"
__ADS_1
"Udah udah!"
"Mendingan Lo samperin Udin saaa... Kami tunggu di kantin"
"Iya sana!" Usir sila.
Kami pun melanjutkan perjalanan menuju kantin.
"Kita duduk Diman nih?"
"Udah penuh NII"
"Gara gara Elsa kita gak dapat tempat duduk"
"Kita duduk di sana aja!" Tina menunjukkan kearah meja atvenger.
"Gilak Lo?"
"Kita bisa di ambis masa!"
"Lo kira tu meja punya nenek moyang mereka?"
"Kita bayar kali!"
"Kalo mereka gak terima yaudah! Kita pakai cara kekerasan!"
Tina berjalan paling depan menuju meja atvenger di ikuti dengan yang lain.
"Lo semua mau pesan apa?" Tanya Farah berdiri di depan meja.
"Yang biasa aja"
"Iya far, biar cepat!"
"Ok Tunggu ya!"
Farah dan dini beranjak dan membeli pesanan teman temannya.
Kami menoleh pada seseorang yang berdiri didepan kami.
"Ngpin Lo?" Tanya Dila pada popy.
"Kalian gak salah duduk? Ini meja atvenger!"
"Lo kira ini meja punya nenek moyang Lo?" Tina berdiri dan mendekati mukanya pada popy!
"Dan ini juga bukan meja nenek moyang Lo!"
"Gue sama teman teman gue udah duluan disini! Jadi Lo jangan ganggu!"
"Pergi!" Pintah Ghea yang ada di Belakang Popy.
"Lo aja yang pergi! Ngapain nyuruh kami?" Sila beranjak dari tempat duduknya dan melihat lekat ketiga cewek yang ada di depannya.
Byurrr....
Kuah sisa bakso terguyur di hadapan muka tina. Wajahnya terkena sisa bakso.
"Awwww mata gue!"
"Tin Lo gak papa?" Dila memastikan bahwa mata Tina gak papa. Dan membawanya pergi keluar kantin.
"******* LO NIKI! APA MAKSUD LO NYIRAM TINA PAKAI KUAH BAKSO? KALO LO GAK TERIMA GAK KAYAK GINI! YANG LO KENAKAN ITU MATA TIAN ANJING!" emosi sila memuncak ia mencengkram erat kerah baju Niki sedangkan wanita itu ketakutan,seisi kantin melihat kejadian tersebut.
"HARUSNYA GUE YANG NANYA SAMA LO SILA! APA MAKSUD LO BUAT NYURUH ANGGOTA LO BUAT DUDUK DI KURSI ATVENGER?"
satu pukulan menghantam ujung mata Niki,wanita itu tersungkur.
"Gue kasih tau sama Lo Niki! Jangan pernah berhadapan sama gue atau nyawa Lo gak selamat!"
__ADS_1
"Lo harus tanggung jawab kalo mata Tian kenapa kenapa!"
Farah dan dini melihat kejadian itu dan sama dengan sila mereka juga naik darah. Sedangkan Tina dan dila telah pergi dari kantin.
"Bullshit Lo silaa!"
Tangan Popy terhalang oleh tangan dini,yang siap ingin menampar pipi sila.
"Jangan lakukan itu! Atau nasib Lo gak selamat!" Ancam dini dan mencengkram erat tangan Popy, wanita itu menahan kesakitan atas cengkraman tangan dini.
"Pergi Lo!"
Ketiga cewek itu beranjak dari kantin, sedangkan keempat cewek itu beranjak juga dari kantin melihat keadaan Tina.
Langkah gue berhenti tangan gue ada yang mencengkram.
"Lepas!" Gue menepis kasar tangan Galang.
"Apa maksud Lo buat mukulin Niki?"
Galang mempererat cengkraman Tersebut.
"Lepas Galang!"
"Gak! Sebelum Lo jawab pertanyaan gue!"
"Harusnya Lo tanya sama mereka bertiga! Apa maksud mereka menyiram kuah bakso ke muka tina!"
"Karena anggota Lo yang salah!"
"Maksud Lo apa?"
"Itu tempat duduk atvenger! Bukan stranger!"
"Jadi Lo kira tempat duduk Lo itu punya nenek moyang lo?!"
"Asal Lo tau ya Galang gue sama teman teman gue punya hak buat duduk dimana aja!"
Mata gue menatap lekat dan tajam ke mata Galang,sedangkan laki laki itu juga membalas tajam. Tidak ada orang disana ketiga cewek itu telah menuju ke UKS melihat keadaan Tina, sedangkan sila harus berhadapan dengan Galang.
"Cihh"
Mata gue membulat dan terkejut saat Galang mengendong gue layaknya karung beras yang di bopong di pundak sebelah kiri.
"GALANG LEPAS!"
"GALANG!"
"TOLONG!"
"APAAN SIH LO! LEPAS GALANG!"
"TOLONG!"
"GALANG!"
"Lo bisa diam gak!"
Ntah kemana laki laki itu membawa gue, seluruh orang yang melihat kami sangat aneh, dan anggota atvenger yang lain juga sudah berusaha buat nyuruh laki laki itu nurunin gue tapi tidak ada yang ia dengar satu pun.
Laki laki itu nurunin gue di belakang tangga kelas yang sudah tidak ada penghuninya.
"Apaan sih Lo!" Gue menepis tangan laki laki itu namun sia sia.
"Lo udah kelewat!"
"Ini gak ada urusannya sama Lo!"
"Salahkan Popy bukan gue!"
__ADS_1
"Dan ingat Galang gue paling benci jika disalahkan kalo sebenarnya gue bukan yang salah!" Gue berusaha keluar dari hadapan laki laki itu.
Di luar sudah banyak yang melihat dan mata Mata menatap gue tajam dan sinis. Gue melihat ke arah Popy dan kawan kawan yang tersenyum sinis sama gue.