
"saaa..." Panggil gue hati hati pada perempuan yang sedang duduk di samping gue.
"Apa sil?"
"Gue mau nanya sama Lo" Elsa membalikan badannya menghadap gue.
"Nanya apa?"
"Coba Lo tanyain sama Udin kalo Galang punya pacar apa gak?"
"Demi apa Lo nanya itu?" Elsa shok mendengar perkataan gue, mungkin gue yang salah kali yaa...
"Serius gue mah"
"Semalam gue di ajak double date dinner sama Fandi,trus gue ajakin Galang itu di PAKSA MAURA! dan pas pulang gue liat notif line di hp Galang pesan dari dea buat Galang katanya sih kangen,. makanya gue minta bantu sama Lo tanyain sama Udin dia udah punya pacar apa belum? Gak mungkin kan nantik di ujung waktu gue dibilang orang ketiga" jelas gue pada Elsa yang menatap gue lekat lekat.
"Setau gue sih sill.. Galang gak pernah pacaran"
"Serius lo? Fitnah! Dia kan playboy anjyyyy"
"Makanya Lo jangan pandang sebelah mata"
"Dia emang playboy tapi dia gak pernah namanya pacaran,dia cuma PHP hati cewek aja kok buat pelampiasan"
"Berrengsek"
"Cuma buat bersenang senang sil..."
"Lo tau kalo Galang baru pertama kali nganter cewek kerumah itu cuma Lo"
"Demi apa?"
"Serius! Gue tau dari Udin,dia nganterin cewek pulang itu cuma Lo doang!"
"Trus gue harus bilang wow?"
"Dasar Lo *******!"
"Gue serius!"
"Kayaknya dia suka deh sama Lo"
"Lo suka juga kan sama dia?"
"Gak ih!"
"Jangan bohongin kata hati Lo! Pikiran sama hati itu bertolak belakang kalo soal percintaan" bijak Elsa pada sila yang masih terbengong.
"Lo cemburu ya dapat notif dari dea tu?"
"Gak ih!"
"Sok jual mahal banget!"
"Bodoamat"
Gue pergi ninggalin Elsa yang cengigir gak jelas.
Langkah gue berhenti ada yang memanggil gue dari belakang.
"Sillaaa"
"Alan?"
"Haiii" Alan mensejajarkan kaki pada gue.
"Ngapain Lo manggil gue?" Gue menaiki satu alis tanda bingung.
"Buat lo" Alan menyodorkan sebuah coklat pada gue.
__ADS_1
"Buat gue?"
"ambil"
Gue mengambil coklat dari alan.
"Makasih"
"Lo nantik malam ada acara gak?"
"Banyak"
"Kenapa?"
"Gue mau ngajak Lo jalan"
"Gue? Gak salah Lo? Lo kan pacar Jihan gak mungkin gue jalan sama pacar orang,apa kata dunia nanti"
"Udah putus"
"Jadi menurut Lo gue mau sama yang namanya barang bekas!"
"Oh"
"Gimana mau?"
"Sorry gue gak bisa,banyak acara"
"Kalo malam besoknya?"
"Sama gue gak bisa juga!"
"Emang kenapa sih Lo mau ajak gue jalan?"
"Gue butuh teman curhat"
"Gue bukan tempat Nerima curhatan orang!"
"Gak udah alay!"
"Lo mau jadi pacar gue sil?"
Mata gue terbuka lebar sangat lebar apa yang barusan di ucapin Alan sangat tidak masuk akal.
"Gue? Gak salah orang Lo?"
"Gak sih"
"Gue cinta sama Lo"
"Gue gak cinta sama Lo"
"Ok,Lo bisa gak cinta sama gue, tapi gue pastikan kalo Lo bakalan jatuh cinta pada gue"
"Gue gak mau! Lo jangan maksa dong!"
"Atau jangan jangan coklat ini sogokan?"
"Gak kok"
"Kalo Lo anggap ni sogokan gue tolak" gue memberikan coklat itu di tangan Alan.
"Gak sil sama sekali gak!" Alan memberikan coklat itu di tangan gue lagi.
"Asal Lo tau ya Alan gue bukan cewek sembarang! Gue emang nakal tapi gue masih waras buat bergaul sama lawan jenis dan masih milih yang cocok jadi pacar gue! Jangan dengan Lo pikir setelah Lo mutusin Jihan Lo bisa dapatin gue cihh.. sampah! Gue bukan seperti yang Lo kira"
"Sorry gue lancang"
"Makasih coklatnya"
__ADS_1
Gue pergi meninggalkan Alan yang masih terkejut.
Di perjalanan menuju kelas gue melihat Keyla.
"Keyy!"
"Sila?"
"Buat Lo" gue menyodorkan coklat yang di beri Alan untuk untuk gue
"Buat gue?"
"Buat nyokap bokap Lo"
"Ah?"
"Iya buat Lo ****!"
"Tumben?"
"Uang gue terlalu banyak makanya gue kasih Lo coklat"
"Thanks sil"
"Sama sama"
Gue pergi ninggalin Keyla yang masih senyum senyum sama coklat yang ia pegang.
"TINA"
Gue menoleh pada sumber suara
"Lo panggil gue?" Tanya gue pada laki laki dari belakang yang manggil gue.
"Manggil nenek gue! Iya manggil Lo la ****!"
"Slow aja kali!"
"Ngapain Lo manggil gue?"
"Lo liat Elsa ga?"
"Lo kira muka gue kayak emak emak ya?"
"Maksud Lo?"
"Gue bukan emak Elsa udinnn! Jadi Lo jangan nanya ke gue!"
"Lo kan sahabat, makanya gue nanya ke Lo,kalo Lo penjaga kantin gak bakalan gue nanya sama Lo!"
"Bacot banget Lo! Gue gak liat!"
"Gitu kek jawabnya gak usah panjang x lebar "
"Bawel banget sih Lo din!"
Gue melanjutkan perjalanan gue ke kelas.
"Ehh tunggu"
"Apa lagi?"
"Amas kirim salam"
"Bodoamat!"
Gue mengibaskan rambut gue.
"Sok jual mahal banget sih Lo!"
__ADS_1
"O"
"Idih nantik nyesel tau rasa Lo!"