
Hari ini gue masuk sekolah,gue harus siap dengan segalanya yang akan gue hadapi nantik termasuk Fandi yang bakalan datang ke sekolah gue lagi.
Gue lagi di perpustakaan untuk melihat lihat buku baru yang di letak Bu mayang.
"Udah datang Lo"
Gue menoleh pada sumber suara itu.
"Lo"
"Hmm"
"Ngapain Lo disini?"
"Ini perpustakaan tempat umum kali" Galang menyandarkan tubuhnya di rak perpustakaan dan melipat kedua tangannya di depan dada.
"Ngpin Lo gak masuk sekolah semalam?"
"Peduli apa si Lo?'
"Jelas gue peduli"
"Bacot!"
"Gue mau nanya sama Lo"
"Apa?"
"Ngapain Lo ninggalin gue pas di taman hari tu"
"Ngpa emgnya?"
"Gue nanya!"
"Bawel banget si Lo!"
"Gue serius sila"
"Gue lebih serius! Apa maksud Lo bawa gue ke taman kalo ujung ujungnya hanya buat gue jadi nyamuk!"
"Maksud?"
"Menurut Lo!"
"Salma?"
"Pikir aja sendiri!"
"Gue gak ada hubungan apa apa kali sama salma"
"Trus hubungan sama gue?"
"Lo cemburu ya?"
"Idih! Najis!"
"Kalo iya bilang aja kali"
"Gak usah ngaco deh Lo Lang!"
"Buktinya Lo pergi ninggalin gue"
"Bodoamat"
"Gue gak ada hubungan sama salma,gue bantuin dia waktu tu karena div hampir mau menamparnya" jelas Galang.
"Peduli apa gue?"
"Yakin Lo gak peduli?"
"Apaan sih Lang!"
"Udah jangan marah lagi,gue udah jelasin kan"
"Ih!"
"Cantik banget Lo kalo lagi salah tingkah" cengigir Galang.
"Galang!" Gue ningalin Galang.
"Sil... Sil..."
--
Benar kata Galang gue salah tingkah bangat,di sepanjang lorong menuju kelas gue kayak orang gila yang senyum senyum sendiri
Langkah gue berhenti senyum di bibir gue juga hilang saat melihat Popy dan kawan kawan berdiri di hadapan gue.
"Ngapain Lo halangi jalan gue?"
"Minggir!"
"Gak semudah itu sila!"
"Gue udah tau tentang Fandi!"
"Dasar tukang kepo!" Senyum sinis gue terlihat di bibir gue.
"Peduli apa sih gue?"
"Asal Lo tau sila,gue bisa menjebak Lo kalo Lo itu macam macam sama gue!"
"Menurut Lo gue takut?"
"Makasih telah jadi htrs gue!"
"Cihh"
"Karena Lo udah tau masa lalu gue dengan Fandi jadi gue gak perlu takut atau malu! Karena menurut gue itu sampah masyarakat!"
"Dan satu lagi Popy! Gue gak ada urusan sama Lo! Kalo Lo ingin cari gara gara jangan sama gue! Nasib Lo bakalan berujung seperti alexsya!"
"Musuh didalam selimut sendiri!"
---
"Ikan hiu makan badak i love mendadak neng sila"
"Apaan sih Lo din!"
"Yaelah sil,baperan waeh"
"Sikat lagi dinnn" Dika beserta kelima Sahabatnya hanya mentertawakan Udin yang di omeli sila.
"Ikan hiu makan saus tiram"
"Cakap..."
"Kepedasan ****!"
"Betul tu yaa.... Ralat!"
"Ikan ****** di sungai..."
"Cakappp"
"Gak tau gue gaes..... " Udin mengaruk Tengkuk kepalanya yang tidak gatal.
"Eeehh!! Dasar Lo din.. Din"
"Biar gue aja" Galang berdiri dan menghampiri sila.
"Buah kedondong buah manggis"
"Cakeppp...."
"Hai manis kenalan dong" Galang mengulurkan tangannya pada wanita di depan.
"Hajar terus Lang! Jangan kasih ampun!" Sultan menyoraki dari belakang putra.
"Najis"
"Sombong amat si loh"
"Minggir! Kalian semua ngapain ada di tangga! Tangga tu tempat jalan bukan tempat nongkrong!"
__ADS_1
"Lo mau gabung sil?" Putra menawarkan wanita itu untuk gabung.
"Ewww... Amit amit"
"Minggir! Gue mau lewat!"
"Lewat aja kalo bisa"
Galang mengode kawan kawan untuk tidak memberikan sila jalan.
"Apa sih mau kalian!"
"Gue lagi gak mood buat berdebat, sumpah!"
"Hmmm.... Gue cuma mau Lo pulang sama gue nantik"
"ANJYYYYY HAJAR LANG!"
"GAK SUDI!"
Galang mendekati mukanya dengan wajah sila, membuat wanita itu mundur beberapa langkah.
"Gue gak suka di tolak arsilla Dheviyara!"
"Gue gak suka di paksa Galang alhikmah Baron!"
Kedua sama sama menatap tajam tidak ada yang berani mundur dan tidak ada yang berani maju,muka mereka sangat dempet.
---
"Farah Lo tau gak?"
"Gak!"
"Ih Farah Lo tu harus dengerin gue dulu" oceh Elsa pada Farah yang asik bermain handphone.
"Apa?"
"Putra suka sama Lo"
Uhukkk.... Uhukk...
"Serius Lo?"
"Iya,gue tau dari Udin"
"Omg Kok angker banget sih!"
"Apanya yang angker?"
"Muka putra di otak gue!"
"Gue jadi merasa aneh! Ngapa juga tu anak suka sama gue!"
"Lo suka sama dia juga!"
"NGAK!"
"ooh gue kira Lo juga suka sama dia"
"Ewh gak mau!"
"Gue suka sama sultan anjrrr bukan putra!"
"Tapi putra suka sama Lo! Sultan kan suka sama alin ****!"
"Alin suka sama Amas!"
"Amas suka sama Tina!!"
"Kok aneh ya?" Jawab mereka serempak.
"Idih!"
"Lo tau gak Far,kalo Galang suka sama sila"
"Lo tau dari mana?"
"Dari Udin lagi"
"Jelas dong Udin dia kan Sahabat Galang!"
"Benar juga sih Lo!"
"Tapi kalo sila?"
"Mana gue tau! Lo kira gue Mak nya apa?"
"Kan Lo sahabat sila!"
"Lo juga ****! Emg Lo mau jadi tukang kebun sila?"
"Gak la.."
"Haii gaes! Lagi gibah ya? Gibah siapa?" Sila tiba tiba duduk di samping Farah bersama alin.
"Gibahin Lo!"
"Gue?"
"Iya elo arsilla"
"Kok bisa kalian gibahin gue?"
"Jelas dong!"
"Tentang apa?"
"Hubungan Lo sama Galang!"
"Ewh gue gak ada hubungan apa apa tu sama kutu kuprettt!"
"Katanya Lo nantik pulang sama dia ya?"
"Gak! Tau dari mana Lo?"
"Udin kasih tau gue!" Elsa menyodorkan handphone pada sila.
"Sialan!"
"Udah jangan di tolak mana tau cocok sama Lo!"
"Gak mau! Nantik gue bakalan sakit yang kedua kalinya! Harus gitu gue pindah sekolah lagi?"
"Kan ada kita sil" alin memotong pembicaraan mereka.
"Sama aja! Yang ngerasain kan gue bukan kalian!"
"Udah terima aja!"
"Kok kalian gini sih! Gak mau dukung gue!"
"Bukan gitu! Lo harus lupain Fandi,dan buktikan sama Fandi kalo Lo itu udah move on dan udah dapat yang baru!"
"Betul tu sil"
"Iya iya! Gue terima!"
"GITU DONG!" jawab mereka bertiga serempak.
"Tiga kurcaci lagi mana?" Alin mencari tina,Dila,dan dini.
"Lagi nungguin dini yang bakalan di Tempak Dika!" Elsa menyimpan handphone.
"Serius Lo?" Tanya sila memastikan.
"Gue bercanda! Iya serius lah ****!"
"Dimana?"
"Warbar!"
"Ikut yuk!" Alin beranjak dari tempat duduknya dan diikuti ketiga sahabatnya.
"Dini..... " Dika berlutut di hadapan wanita Tersebut.
__ADS_1
"Iya?.... " Dini sangat gugup ia menundukkan kepalanya dan Mengigit bibir bawahnya.
"Mau kah kamu jadi pacar ku untuk selamanya sampai waktu memisahkan kita berdua?" Dika memberikan setangkai bunga mawar merah pada wanita itu.
Dini menganggukkan kepalanya tanda iya. "Iya aku mau...."
"Ambil lah bunga ini" pintah Dika pada wanita yang sedang malu malu itu.
"Makasih dikaa...." Dini mengangkat kepalanya dan melihat laki laki di depannya.
"HAJARRR TERUS DIKK!"
"JANGAN KASIH KENDOR!"
"GILAK LO DIKK... BISA BISANYA NEMBAK ANAK ORANG DI DEPAN ANGGOTA ATVENGER"
"OKEH GAES RESEPSI PENEMBAKAN TELAH SELESAI GUE DAN DINI RESMI PACARAN"
Dika merangkul wanita itu yang malu malu kucing sambil menunduk kepalanya ia juga Mengigit bibir bawahnya tak mau menunjukkan kebahagiaan.
"ANJYYYYY Lo kapan Din? Dika udah tuh" putra menyenggol lengan Udin.
"Sabar cewek gue lagi otw"
"Yaelah kuatkan nyali Lo mana tau Lo bakalan di tolak!"
"Santay ae kali put! Masih ada sila"
Galang melihat Udin sinis.
"Hehehe canda boss Q" cengigir Udin.
"Yaelah Din! Ntr Lo bakalan berujung nama kalo ambil jatah Galang"
"Iya gue tau!"
"Tina"
"Dila"
Gue memikul bahu wanita tersebut mereka terkejut dan membalikkan badannya.
"Sila,Farah, Elsa,alin!"
"Ngapain kalian ada di sini?"
"Mau liat resepsi penembakan dini lah" alin melihat kearah depan Sangat ramai oleh anak anak atvenger.
"Udah telat"
"Yahhh... Telat deh kita! " Elsa mencibirkan mulutnya.
"Udah tenang aja! Gue bakalan liat resepsi penembakan Lo kok saa" sila menepuk pundak Elsa.
"Haii Elsa!" Suara itu terdengar dari arah belakang dan membuat kami semua menoleh.
"Udin?"
"Gaes gue pinjam Elsa ya" Udin merangkul pergelangan tangan Elsa dan membawanya ke tengah tengah.
"Ashipppp akhirnya babang Udin bakalan mengeluarkan jurusnya" sultan berdiri dan memberi tepuk tangan pada sejoli yang ada di depannya diikuti oleh anak anak atvenger yang lain.
"Ok gaes gue disini bakalan mengungkapkan perasaan gue pada seseorang yang gue cinta selama ini"
Udin mengeluarkan boneka beruang madu di hadapan wanita itu. Yang membuat wanita itu tertunduk malu.
"Saaa" panggil Udin pelan dan lembut.
"Iya?"
"Gue tau gue playboy tapi percaya lah gue bakalan hijriah dan bakalan memiliki satu wanita aja,yaitu Lo! Apa Lo mau jadi pacar gue? Gue bakalan janji sama diri gue sendiri dan sama stranger bakalan menjagain Lo always!"
"Yes, i am ready and gue bakalan jadi pacar kamu" Elsa mengangkat kepalanya menatap Udin.
"Really?"
Elsa menganggukkan kepalanya.
"Iya"
Begitu cepat berlangsung acara penembakan. Seluruh murid murid bubar dan memasuki kelas.
Setelah selesai pelajaran terakhir seluruh murid murid berhamburan keluar membawa tes mereka untuk pulang. Tapi beda dengan sila yang harus piket sendirian.
"Lin! Bantuin gue dong!"
"Gak ah malas silll... Gue udah di jemput soalnya"
"Please"
"Sil masih ramai kok cuma kelas kita aja yang sepi jadi Lo bisa piket cepat cepat"
"Iya sil..."
"Betul tu sil jangan manja!"
"Apaan sih Lo! "
"Udah jangan di ganggu Din! Sana Lo pergi udah di jemput tuh sama om gojek Lo Dika! Lo juga saa,sana pergi ojek online Lo dah nunggu di depan!" Farah menunjuk kearah pintu luar ada Udin dan Dika yang menunggu. Nth sejak kapan! .
"Bye sil..." Seluruh anggota stranger keluar.
"Nyebelin banget sumpah! Mana gue piket sendiri lagi!"
"Awas aja besok gue buat berantakan kelas biar ****** yang piket besok!"
Geram gue dan menyapu dengan cepat.
"Masih lama ya mbk O.B?"
Suara dari pintu kelas membuat gue harus mengentikan aktivitas gue dan menoleh pada sumber suara.
"Ngapain Lo disini?"
"Lo lupa gue mau antr Lo pulang"
"Gue nolak Lo!"
"Gue gak suka di tolak!"
"Gue gak suka di paksa!"
"Kalo gue gak paksa Lo Bakalan pulang sama siapa?"
"Kepo amat!"
"Lo kan gak bawa mobil"
"Mendingan Lo bantuin gue dari pada Lo ngoceh Mulu!"
"Ogah! Lo aja yang piket sendiri!"
"Cepatan piket langit udah gelap!"
Berapa menit kemudian sila akhirnya selesai piket,ia mengambil tasnya dan mengikuti Galang menuju parkiran.
"Ni pakai"
"Jangan bilang kalo gue yang harus makain helm buat Lo" Galang memberikan helm pada sila.
"Gak usah repot-repot"
"Naik"
Gue mengikuti perintah laki laki itu.
"Pegangan dong sil"
"Gak mau!"
"Ntar jatuh gue gak tau ya"
"Ih Galang cepat aja deh!"
"Iya iya" Galang memajukan motor untuk keluar area sekolah dengan senyum di bibirnya melihat Tingkah sila.
__ADS_1