AKSILAGA

AKSILAGA
CAMPING 2


__ADS_3

Vote:)


Gue dan Galang berdiri di tengah tengah lingkaran yang di kelilingi murid kelas 12,saat ini yang ada di pikiran gue hanyalah ketakutan dan kegugupan melihat sorotan mata mereka mengarah kekami berdua.


"Udah santai aja... Jangan gugup" bisiknya di telinga gue,namun Sangat jelas di telinga anak murid yang lain.


"Iya" gue menjawab dengan lemas dan menunduk kepada.


"Jadi siapa yang mulia memberikan pertanyaan dan siapa yang akan menjawabnya?" Pak Bambang memecahkan kebisuan antara kami semua.


"Galang dulu pak.." sorak Dika Dengan keras.


"Iya pak, Galang dulu " diikuti dengan putra Dengan semangat 45.


"Setuju" alin dan Farah serempak menyoraki.


"Biar sila yang jawab dengan jujur" Tina memanas Manas kan suasana.


"Oke oke... Bapak setuju" pak Bambang ikut berseteru.


"Jadi Giman Galang dan sila,siap kan dengan gamenya?" Tanya pak Bambang.


"Siap"


"Siap pak.."


Jawab kami serempak membuat seluruh murid murid jadi salah tingkah.


"Tadi kalian semua harap tenang,dan bisa mendengar pertanyaan dari Galang" pintah pak Bambang,dan meninggalkan kedua sejoli itu di tengah lapangan.


Sepi


Masih tidak ada pertanyaan dari laki laki di depan gue,gue berharap dia tidak lupa ingatan mendadak.


"Lang" panggil gue pelan.


"Lang, Galang!" Panggil kedua itu membuat reflek Galang tersadar dari lamunannya.


"Apa Lo masih ada rasa sama gue?"


'deg!'


Jawab itu membuat gue bisu,ia bisu di tempat, mengapa laki laki itu bisa berfikir seperti itu? Apa mungkin dia masih ada rasa sama gue? Ah! Gue terlalu gere!


"Jawab" Galang menatap kedua mata gue sangat lekat,gue juga bisa melihat Dimata Galang apa yang gue rasakan.


"Aaa- aannu..." Jawab gue gugup,dan memalingkan wajah.


"Jawab sila,gue butuh jawaban Lo,di depan teman teman" sungguh Galang membuat darah gue yang mengalir seperti membeku.


"Kenapa?"


"Lo nanya kenapa? Aturannya gue yang nanya sama Lo,kenapa saat gue berusaha mengejar lo,dan mendapatkan hati Lo,tapi Lo malah menganggap gue angin lalu? Kenapa? Gue salah menyukai Lo? Atau gue bukan prioritas Lo?"


Benar,benar benar pertanyaan yang sangat sulit gue jawab,kenapa laki laki itu memberikan pertanyaan yang tidak bisa gue jawab? Jelas sekali hati dan pikiran gue itu bertolak belakang, Mulut gue tidak bisa berkata jujur, namun percaya hati gue pasti Jujur.


"Gak ada guna Lo nanya itu! Gue emang dari dulu gak perang suka sama Lo! Please jangan berharap lebih sama gue Lang! Di depan teman teman gue berkata jujur, bahwa jalan menuju hati gue sudah di tutup rapat oleh mantan gue! Gak ada yang tau dimana kunci pintu hati ini! Gue gak ada rasa sedikit pun sama Lo! Dan ngpa Lo masih berharap sama gue? Untuk pernyataan konyol Lo? Lo kan udah punya pacar,jadi jangan pernah nyakitin hatinya, jangan buat dia masuk kedalam kegelapan seperti yang gue alami di masa lalu"


"Jangan bohong sil! Gue gak suka kebohongan!"


"Jangan paksa gue buat meneteskan air mata hanya untuk membuktikan bahwa juga bener"


---


"Sil! Lo tu gimana sih?! **** amat jadi orang!" Farah tiba-tiba datang dan menepuk pundak gue, membuat gue reflek terkejut.


"Apaan sih far? Gue lagi gak mau di ganggu!" Cuek gue


"Apa maksud Lo buat pergi dari sana? Lo Gilak ya? Atau Lo udah gak waras?"


"LO TU YANG GAK WARAS! Lo gak bisa bedain mana orang yang lagi cemburu sama orang yang bodoamat? Gue bingung sama diri gue sendiri,apa gue masih cinta sama Galang apa gak? Dan kenapa saat dia mengasih harapan ke gue,tiba tiba dia pergi begitu aja? Apa mungkin gue terlalu ****? Atau gue terlalu berharap? Apa gue terlalu bucin?"


"Iya Lo salah sil! Lo terlalu ****,bukan gue gak ngertin posisi lo! Tapi Lo hanya mementingkan diri Lo! Lo seperti katak dalam tempurung! Lo hanya kita dengan gelar badgirl lo,Lo itu merasa kuat? Gak! Saat katak keluar dari dalam tempurungnya ia sadar bahwa dunia luas! Begitu juga Lo! Saat seseorang telah menutup pintu hati Lo,Lo gak mau lagi membuka buat yang lain! Sampe sampe Lo nyesel sendiri! Lo kayak orang ****! Lo rela membuat seseorang senang demi mengorbankan kesenangan Lo sendiri! Sadar,bahwa citra itu gak baik! Dia tau kalo Galang suka sama Lo, tapi kenapa dia gak berfikir bahwa Lo juga suka sama dia? Lo harus sadar! Bahwa laki laki itu punya kesabaran yang terbatas! Rasa cemburu yang terbatas juga! Jangan jadi manusia ****!"

__ADS_1


"JADI GUE HARUS BAGAI MANA FAR?"


"Lo harus datangin Galang,jujur lah padanya dan pada diri Lo sendiri,buat dia mengerti bahwa Lo benar benar cinta sama dia! "


"Gue gak bisa! Gue udah terlambat far!"


"Gak,lo gak terlambat sil! Percaya la dia bakal ngertin Lo" 


"Gue belum siap far"


"Tenang gue bakal pujuk dia buat ngertiin Lo" rangkul Farah di pundak gue.


"Iya" jawab gue pasrah.


"Gue bakal ajak Galang buat ketemuan sama Lo,Lo mau kan?" Tawar Farah.


"Gue blm siap far" tolak gue sedikit.


"Gak! Lo harus siap 100% dan percaya bahwa Galang juga punya rasa seperti yang Lo rasakan! Jangan pernah biarkan cinta sejati Lo pergi dengan orang lain, meskipun dia termasuk sahabat lama Lo!"


---


Malam semakin gelap, hanya bintang bintang dan bulan lah yang menyinari langit malam, hanya suara jangkrik yang terdengar dan beberapa suara hewan kecil lainnya.


Saat ini malam yang sangat sulit bagi gue,ia atau tidak,benar atau salah. Hanya tuhan yang tau.


"Lo udah siap kan?" Tanya farah sekali lagi saat menuju tempat yang telah di kasih tau Galang.


"Iya" jawab gue pasrah.


"Gue percaya kok"


Pertemuan malam ini sangat menakutkan bagi gue,saat tempat yang di kasih tau Galang jauh dari rombongan yang lain dan juga suasana yang tidak bisa gue bayangkan.


"Itu Galang" gue melihat kearah laki laki yang memakai jaket Levis sedang bersandar di salah satu pohon.


"Udah sana samperin" Farah mendorong pelan tubuh gue mendekati Galang.


"Lo?"


"Oke" gue melangkah pergi meninggalkan Farah dan mendekati Galang.


"Lang" panggil gue memecahkan lamuan


"Lo mau ngomong apa?" Tanpa basa basi Galang langsung ke intinya.


"Tentang yang tadi"


"Lo masih belum puas? Apa Lo gak berfikir sebelum bicara bahwa ucapan Lo itu hanya buat malu diri Lo sendiri!"


'deg'


Suara yang biasa saja namun terdengar jelas di telinga gue, hati gue  jelas langsung deg-degkan mendengar perkataan yang baru saja di ucapkan Galang.


"Bukan gitu" jawab gue dengan kepala tertunduk.


"Trus apa?"


"Lo harus dengarin gue" saat ini kesabaran gue habis atas bacotan Galang.


"Dengarin apa? Lo nyesel atas omongan Lo tadi? Apa Lo masih ada rasa sama gue? Atau Lo merasa bersalah atas ucapan Lo sama gue?"


"IYA! Sebenarnya benar semua Lang! Gue nyesel ngomong kayak tadi! Jujur hati dan pikiran gue bertolak belakang gue suka sama Lo! Tapi mulut gue selalu berbohong! Mungkin gue bodoh! Sewaktu Lo ngejar gue, di saat itu lah gue bodoamat sama Lo! Dan sekarang gue sadar gue telah terjebak dalam lika liku percintaan! Percintaan sama Lo! Apa mungkin gue hanya mimpi bisa dapatin Lo lagi? Pacar sahabat lama gue? Disaat gue kehilangan Lo,tp Lo tidak sama sekali! Apa Lo buat citra jadi pelampiasan Lo aja? Apa Lo buat gue cemburu dengan pacaran dengan citra?!"


"sekarang Lo nyesel? Gue gak bisa berkata apa apa lagi! Gue gak ada rasa sedikit pun sama Lo,dan setelah pertunangan kakak Lo dan abg gue,giliran gue dan citra yang bakal tunangan dan melanjutkan ke tahap keseriusan! Mungkin sampe disini kisah kita! Kisah dimana gue terlalu berharap sama Lo,dan sekarang Lo yang menyesal!"


'deg!'


Hati gue terasa kena cambuk, sakit, pedih dan lainnya yang di rasakan oleh hati gue,apa mungkin ini yang dinamakan cemburu? Apa gue benaran sudah gila akibat cinta? Tuhan bantu gue.


"Selamat,aku minta maaf kalo ada salah Lang,dan maaf kalo aku tidak membalas perasaan mu"


Gue berlari meninggalkan laki laki itu, pergi menuju tenda, sungguh menyebalkan air mata ini turun tanpa  di undang,rasa sakit ini berkicau kicau di dalamnya,pikiran gue malam ini sangat Sangat hancur! Yang hanya gue pikirkan saat ini hanya pingin kembali ketempat tidur gue,ya! Gue pingin pulang,gue gak sanggup bertemu dengannya lagi! Galang.

__ADS_1


---


"Sil... Gue minta maaf,gue salah, please maafkan gue..." pujuk Farah di samping gue.


"Mungkin gue **** far! Harus berharap sama Galang! Gue *****! Telah menghabiskan air mata dan waktu gue hanya untuk dia!" Gue menghapus air mata di pipi gue,dan mengangkat kepala.


"Lo gak ****,Lo juga gak ***** hanya saja Lo kurang percaya diri untuk mengungkapkan perasaan Lo sama dia! Meskipun sudah telat tuhan itu maha tau,gue percaya Galang masih ada rasa sama Lo,gak mungkin seseorang secepat itu melupakan orang yang pernah dia kejar kejar selama ini"


"Lo gak usah belain Galang! Gue gak suka dengan sikap Lo yang berfikir bahwa Galang masih ada rasa sama gue! Gue kira Lo benar ternyata salah! Galang gak ada lagi rasa sama gue,saat gue jujur padanya gue melihat mata Galang gak bohong dia memang sudah tidak mencintai gue melainkan mencintai citra gue terlalu berharap bahwa omongan Lo yang  ada benarnya ternyata gak sama sekali!" Bentak gue.


"Maaf..." Farah menundukkan kepalanya tanda bersalah.


"Gak ada guna Lo minta maaf sekarang!,gue sudah di permalukan dan harga diri gue sudah gak ada lagi Dimata Galang!" Gue mengalihkan pandangan gue kearah lain.


"Gue pingin sendiri" minta gue pada Farah.


"Iya... Gue keluar,kalo Lo ada apa apa,Lo tinggal panggil gue" Farah beranjak dari tempat duduknya dan keluar dari tenda menghampiri yang lain.


---


Vote:)


"Far" panggil seseorang dari belakang gue.


"Apa?" Gue menoleh pada sumber suara,gue melihat dini dan yang lain menghampiri gue.


"Sila mana?" Tanyanya khawatir.


"Ditenda"


"Ngapain?"


"Tidur"


"Secepat itu?"


"Iya, emang kenapa?"


"Jangan bohong far! Kami liat tadi sila nangis pas kabur dari lingkaran,ada apa?" Alin curiga


"Gak ada kenapa kenapa girl! Sila kecapean" elak Farah


"Lo bukan kawan kami far! yang menyembunyikan sesuatu dari kami"Dila merujuk atas ucapan Farah.


"Huffff..." Farah menghela nafas berat.


"Oke gue bakal jujur,kalo semuanya sudah pada tidur, kita bakal kumpul pada satu tenda"


"Yaudah tenda gue aja" tawar Tina


"Oke"


---


[03:45]


Seluruh murid telah tertidur tidak ada jasad murid murid lain yang berkeliaran di sekitar tenda kecuali, ke-enam wanita tersebut.


"Jadi kita udah lengkap kan?" Farah menghitung seluruh anggotanya, kecuali sila.


"Udah cepat cerita!" Alin menggosok gosok matanya yang ngantuk.


[...]


"Jadi gitu ceritanya" Farah melihat kelima Sahabatnya.


"Jadi sila beneran cinta sama Galang?" Alin terkejut atas cerita Farah


"Hmm.."


"What the ****"


"Wajar aja kali jika dia cinta, namanya juga manusiawi" potong Tina

__ADS_1


"Iya sih.. tapi ada yang salah deh, seharusnya kita tanya langsung sama Galang,gue rasa Galang bohong sama kita semua, mungkin aja citra jadi bahan permainan " Dila memiliki firasat yang benar.


---


__ADS_2