
HAY GAES SELAMAT MENIKMATI CERITA KU JANGAN LUPA VOTE YA! DAN KOMEN JIKA ADA KESALAHAN AKU SENANG JIKA KALIAN JUGA SENANG MEMBACA CERITAKU!
Seluruh anggota stranger berkumpul di GOR sekolah arwana dan bersiap siap untuk bertanding basket. Sila yang sedari tadi bersiap langsung menghampiri teman temannya yang lain yang masih berdandan dan berwangi wangian.
"Gaes cepat dikit,jam udah pukul 4:45 jangan sampe kemalam kita pulang" sila yang menunggu di depan pintu toilet sambil melirik jam tangan yang terlingkar di pergelangan tangan sebelah kirinya.
"Sabar dikit sil, namanya juga cewek kalo keluar dari toilet itu harus WA-NGI" ketus dini pada sila yang mendesaknya dari tadi.
"Lo tu kalo mau wangi wangian liat tempat dongg!!!" Sila menggeleng gelengan kepalanya melihat kelakuan teman temannya yang sangat L-E-L-E-T. "Din,cepat dikit kalo kemalam,Lo harus antr gue pulang TITIK" koceh alin pada dini dan menghampiri sila dan berdiri di sampingnya.
"Sabar dong gaes,gue juga baru ganti baju nie belum pakai sunblok lagi,ntr kalo gak di pakai hitam deh gue" ocehan Farah yang tak terima di desak oleh alin dan sila.
"Ya udah deh gue sama alin ke lapangan dulu,awas kalo Lo semua telat gue guyur pakai air" ancam sila pada kelima Sahabatnya dan meninggalkan mereka,iya pun pergi menuju lapangan gor bersama alin.
"Sil,Lo pulang sama siapa nantik?" Tanya alin pada sila yang sedang memasang tali sepatunya yang longgar.
"Gue pulang sama om gojek" jawab sila singkat pada alin.
"Ah?Lo sama om gojek?ngapain Lo pulang sama om om ****!" Tanya alin tak mengerti atas jawaban sila sambil mengdribble bola.
"Ihh Lo tu yang ****,gue pulang pakai gojek" ketus sila sambil mengdribble bola yang di ambilnya di tanggan alin.
"Ooh,gue kira kan" alin pun pergi dan mengambil botol air mineral.
"Kenapa Lo nanya lin,mau nebeng?" Sambil mengikuti alin dari Belakang.
"Iya ni sil,gue mau nebeng,gak ada yang ****** soalnya" mensejajarkan langkah kaki dengan sila.
"Sorry lin gue naik gojek,mobil gue di service soalnya" tolak sila pada alin yang ingin menebeng pulang bersamanya.
"Yauadh deh sil,gue tanya sama yang lain aja" sambil melemparkan sebotol air minum pada sila,dan sila pun menangkapnya.
---
"Hallowwww gaesss" sapa seseorang dari belakang dan kami menoleh dan mencari sumber suara itu.
"Lama bangat si kalian berlima udah 30menit ni kami nunggu" ketus sila gak terima atas keterlambatan teman teman.
"Iya nie dini,farah sama Elsa lambat bangat,tadi gue sama Dila mau nyusul kalian tapi malah di ancam" jawab Tina ga terima disalahkan dan membela diri.
"Sudah gue duga,bau kalian ber-tiga kayak mau pergi ke kondangan, wangi banget tapi gak pada tempatnya WOI!" ketus alin udah dari tadi capek menunggu mereka untuk berdandan SANGAT LAMA.
"Hellowww gini gini kita tu harus tetap tampil cantik dan cool maski gak pada tempatnya MANA TAU ada pangeran yang ketemu gimana?,gak mungkin kita bau asem ew kali woiiii!" ocehan dini panjang kali lebar pada ke enam sahabatnya.
"Din Din... Perlu gue mandiin Lo pakai air 7 rasa?" Ketus sila pada dini yang sangat gak berterimakasih.
"Emang ada sil?" Tanya Farah penasaran.
"Iya, adalah" jawab sila santai sambil mengangkat satu kakinya ke atas kaki yang lain.
"Apa?" Jawab mereka bersamaan.
"1 air got 2air obokan 3 air kencing Lo semua 4air iyur 5air mandi Lo 6 air ceboan pak Subowo 7 air bekas cucian beras" jawab sila santai sambil mengikat rambutnya kebelakang seperti ekor kuda.
"EWW!!SILA" jawab mereka berenam tidak terima.
"Udah gak usah lebay kalian"
"Elo sih menjijikan kali mandi pakai air bekas ceboan ,ewww gak gue bayangkan kalo sempat terminum" Tina sambil memegang perutnya merasa jijik.
__ADS_1
"Udah ah cepat ke lapangan gue sama alin dah dari tadi nunggu kalian para putri **** eh typo maksudnya putri berbie" sambil mentertawakan ke enam sahabatnya yang dari tadi gak bisa lepas dari cermin kecil milik mereka.
---
Sudah hampir 1jam mereka bermain basket merekapun terbaling di atas lantai bewarna hijau membentuk lingkaran dan melihat ke langit langit gor.
"Capek sumpah" suara Dila yang terngos ngos masih terdengar.
"Ia ni, ****** deh gue nantik tiba rumah harus skincare lagi"dini yang dari tadi hanya melihat mukanya di cermin kecil milikknya.
"Din gue boleh minta tolong gak sama loh?" Alin yang duduk di sebelah dini.
"Mau minta tolong apa Lo sama gue" dini yang penasaran pun menghadap ke samping dan menyimpan cermin miliknya.
"LO TU GAK USAH LEBAY *******!" Ocehan alin yang membuat ke lima sahabatnya pun ikut duduk.
"Iri bangat si Lo lin,gue tau kalo gue itu cantik wajar kalo elo iri" bantah dini pada alin yang tak terimah di ledekin.
"Yaelah Din Din.. untung Lo Sabahat gue kalo gak udah gue buat masuk rumah sakit Lo ntr" Elsa yang dari tadi hanya melihat perdebatan antara mereka berdua.
"Betul tu Din,liat tu si sila tanpa skincare aja mukanya udah kayak orang Korea,tanpa bedak sedikit pun, pantesan orang banyak suka sama dia tapi sayang di tolak, **** atau bodoh ya?" Pintah Dila yang memuji sila sambil meremehkannya.
"Hello mbkkk itu muji atau cemeeh?" Jawab sila ketus pada Dila dan menatapnya dengan tatapan sinis.
"Hehe selow ae la mbk canda doang" cengigir Dila pada sila yang tak mau memperbesar masalah.
---
Saat mereka asik tetawa tertiwi mereka mendengar suara botol yang jatuh dari sudut belakang lapangan gor.
"Gaes kayak ada yang mengintip kita deh" Tina yang penasaran langsung berdiri dan diikuti oleh teman temannya.
"Bola bola!" sahut sila pada Elsa agar memberikan bola basket kepadanya.
"Siapa tu woi! Keluar Lo jangan pengecut cuma bisa main ngintip!" Teriakan sila membuat seseorang di balek besi besi tua itu pun keluar.
---
"Apa maksud Lo ber lima ngintip kita?dasar mata keranjang! Dan sejak kapan kalian disana?!" Lontaran kemarahan sila pun cukup membuat cowok cowok itu diam dan menunduk.
"Enak aja Lo ngatain kita mata keranjang,kita tu baru tiba dan Lo jangan nyalahin kita dong!" Teriakan seorang dari belakang mereka,membuat seluruh mata melihat 2 laki laki berjaket parasut hitam.
"Oh loo!" Jawab sila singkat dan menyuruh teman temannya untuk cabut dari dana dan tidak meladeni cowok cowok disana.
"Cabut gaes!" Perintah sila itu pun membuat kelima Sahabatnya ikut melangkah pergi.
"Dasar cupu!" Suara yang sangat kecil dan sangat terjekas di telinga ke tujuh wanita itu mampu memberhentikan langkah kaki mereka.
"Lo ngomong apa barusan?!" Sila pun berbalik badan dan melihat Galang yang lebih tinggi dan besar darinya.
"Lo semua hanya geng CUPU!" Kata kata Galang mampu membuat darah sila naik dan wanita itu sempat memejamkan matanya.
"Lo gak salah bicara? Geng Lo yang cupu atau geng gue?!" Tangan telunjuk sila tertuju di depan muka galang.
"Gue ga salah bicara,emg benarkan?saat geng gue datang geng Lo langsung pergi itu namanya CUPU" kata kata Galang mampu membuat darah sila naik semakin drastis.
"Bullshit!" Sila pun berbalik badan dan meninggalkan gerombolan atvenger.
"Dasar geng cupu!" Sorakkan dari ketujuh laki laki itu mampu membuat darah sila hampir meledak,ia pun melempar bola basket itu dan mengenai kepala udin.
__ADS_1
"Woi!!" Sorakaan dari geng atvenger tidak menghentikan langkah kaki stranger.
Seseorang menendang bola basket itu dan mengenai pergelangan kaki Tina,Tina yang merasa kesakitan pun terjatuh.
"Tin Lo gak papa?" Tanya alin pada Tina dan membantu mendirikan Tina.
"gue gak papa kok,cuma sakit doang" suara Tina yang menahan rasa sakit mampu membuat sila tak bisa diam, sebagai ketua ia harus melindungi Anggota dari serangan musuh termasuk ATVENGER.
"Maksud Lo apa?Lo gak liat kawan gue kakinya kesakitan gara gara ulah Lo!" Sila lagi lagi menunjukkan muka galang.
"Lo kurang senang?" Galang pun mendekati wajahnya ke wajah sila,dan sila pun menurunkan jari telunjuknya dan mundur perlahan lahan,iya mulai merasa cemas dan hawa di dalam tubuh sudah terasa Padas dingin.
"Lo takut? Kenapa muka Lo pucat?" Galang pun tak main main dengan omongan langkah kaki Galang pun semakin maju membuat Jetak jantung sila semakin tak ke kontrol, langkah kaki Galang berhenti dan menatap gila wajah sila yang begitu mempesona dari rambut yang bewarna coklat kehitaman dan terikat satu di belakang dan berbentuk seperti ekor kuda,iya juga melihat manik mata sila yang begitu cantik bulu mata yang lentik dan panjang serta bola mata yang berwarna kecoklatan,yang tak bisa berpaling dari wajah sila lesung pipi kiri dan kanan serta bentuk muka yang cabi. mampu membuat seseorang di dekatnya tergila gila.
"Udh Lang jangan di kasih ampun sikat aja" seru Dika yang membuat suasana menjadi lebih memanas. Galang pun berbalik badan dan melihat kawan kawannya
"Lo harus tanggung jawab! Karena bola yang Lo lempar kena kepala udin!" Galang mundur dan masih melihat wajah wanita di depan semakin menjadi merah dan tertunduk.
"Gue dengar Lo jago main basket,gue serta teman teman gue nantang Lo main basket!" Kata kata Galang mampu membuat semua gang stranger menoleh kepadanya termasuk sila.
"Lo nantangin kita? Gak pada tempatnya!" Sila pun membalikan badannya dan meninggalkan mereka. "Atau" suara Galang tampak terjeda yang membuat langkah kaki stranger berhenti sejenak
"Lo bakalan ngerasain besok akibat karena telah menolak tantangan dari kita,dasar CUPU!". Langkah kaki stranger berhenti kecuali sila.
"Gue terima tantangan Lo!" Jawab alin ketus pada Galang dan mampu membuat langkah kaki sila pun berhenti "Lin!" Sila pun berbalik badan dan melihat ke-enam sahabat menyetujui tantangan itu.
"Gue serta teman teman gue setuju" Galang pun pergi menghampiri teman temannya.
"Dengan satu syarat" membuat langkah kaki Galang terhenti.
"Apa?" Galang membalikan badannya untuk mendengarkan gang stranger berbicara.
"Jika kami benang kalian harus dan wajib jadi babu kami selama 1 bulan penuh! 24 jam" ucapan yang terlontar dari mulut dini mampu membuat sila semakin naik darah.
"Ok gue setuju! jika kami yang menang kalian harus jadi babu kami juga selam 48 jam!" Galang mengambil keputusan sendiri dan di setujui oleh kawan kawan sendiri.
"Gue beri waktu buat Lo semua untuk siap siap" Galang pun pergi setelah memerintahi gang stranger,dan pergi ketempat atvenger.
---
"******* banget Lo lin,din,ambil keputusan di bawah kepemimpinan gue!" Ketus sila gak terima dengan keputusan alin yang sepihak.
"Salah gue ya?" Pertanyaan alin mampu membuat darah sila semakin menjadi jadi.
"Tenang sil,alin benar degan membuat keputusan seperti ini kita bakalan menunjukkan bahwa kita bukan gang cupu yang mereka maksud, mereka harus tau juga keahlian kita dan supaya mereka gak main main lagi sama kita" jelas Tina pada sila dan merangkul pundak sila sebagai penenang dan pengertian untuk sila.
---
Sudah 45 menit main skor mereka imbang untuk menentukan siapa yang menang dan siapa yang kalah.hanya pakai cara curang itulah yang saat ini yang ada dipikiran Galang, stranger sangat ahli dalam bermain basket dan atvenger hanya alhli dalam perkelahian. Galang mengode kawan kawan yang lain untuk mencari jalan pintas. Saat sila mengdribble bola basket Udin pun melempar kepala sila degan botol plastik bekas dan saat itulah Galang beraksi untuk merebut bola dari sila dan memasukkan bola ke ring lawan.
"Yeeeeee......" Jiritan jiritan yang terdengar di atvenger. saatnya tidak memuaskan kalo tidak memakai cara curang mungkin stranger lah pemenangnya.
"Lo semua curang!" Sila menatap tajam semua gang atvenger dengan tatapan sinis.
"Bukan kita yang curang tapi Lo semua ****,udahlah kalo kalah ya kalah aja jangan ngelak dari perjanjian!" Oceh Dika pada sila dan anggota lainnya.
"Gue dan kawan kawan gue, gak akalan nerima kekalahan dari gang atvenger dan soalnya perjanjian gue batalkan karena kalian memakai curang!" Sila pun berbalik badan dan meninggalkan atvenger di tengah gelap lapangan yang tersisa hanyalah lampu LED 3 buah yang menerangi mereka,saat sila melangkah beberapa langkah, tangannya di tarik dari balakang oleh galang yang membuat muka cewek itu hanya sejengkal jaraknya dari muka galang.
"Lo kalo jadi ketua gak usah pengecut,kalo kalah yaudah kalah aja"kata kata Galang mampu membuat cewek itu terdiam sekejap menjadi patung dan menyembunyikan rasa merah di mukanya.
__ADS_1
"Lo tu yang pengecut" sila melepaskan tangan Galang dari pergelangan tangannya.
---