AKSILAGA

AKSILAGA
KEMBALINYA ALEXSYA


__ADS_3

Kini gang stranger berkumpul di rumah sila lebih tepatnya di kamar sila.


"Gimana sil,Lo masih sakit?" Tanya Tina yang duduk di samping ranjang kamar sila.


"Gak kok gue cuma kecapean" sila menjawab seadanya dan tidak mau membuat sahabatnya khawatir.


"Lo gak usah bohong deh! Coba Lo ceritain ngapa Lo bisa sampe sakit setelah naik lift?kayak ada misteri gitu deh!"


"Jangan lebay deh kalian semua,gue benaran cuma kecapean"


"Au ah Lo bohong sil"


"Iya serius"


"Atau "


"Atau apa?" Tanya sila penasaran Kalimat apa yang terpotong dari mulut alin.


"Atau kita bakalan cari tau,dan jika kita tau bakalan kita sebarkan di sosial media, gimana? Tawaran yang bagus kan?


"Ih apa si Lo!jgn kayak anak kecil! Pandai main ngancem!"


"Gue gak ngancem sil,gue serius ****!"


"Iya iya gue ceritain,jadi gini tiga tahun yang lalu Oma gue masuk rumah sakit,jadi gue sekeluarga harus menunggu Oma di rumah sakit, setiap pulang sekolah gue terus mampir untuk melihat Oma dan bergantian dengan Maura, trus saat gue naik lift ada ibu ibu hamil sama anaknya, mau kelantai empat dan gue di lantai lima,gue gak tau ibu ibu tu hamil berapa bulan trus di pertengahan ibu tu terjatuh dan darah mengalir dari atas kebawah,ya gue shok anaknya gak tau apa apa mungkin masih umur tiga tahunan lah,gue mau bantu ibu tu tapi ada kepala yang keluar dari lobang nya,gue kaget dan gue mundur gue berteriak sekencang kencangnya buat minta tolong saat life berhenti di lantai empat gue keluar untuk cari bantuan,dan ibu ibu tadi di bantu deh sama suster rumah sakit,habis itu gue gak berani naik lift terpaksa la gue harus naik tangga untuk ke lantai lima,untung aja cuma satu lantai lagi,gue merasa terrauma masih shok gue terus terbayang bayang, habis sampe di lantai lima ternyata Oma gue di pindahin lantai tiga dan terpaksa lagi gue turun tangga dan gak mau naik lift,gitu ceritanya"


"Ooooooooooooohhhhhhhhh" jawab mereka serempak.


"Oooh doang? Gue cerita panjang x lebar kalian hanya jawab oh? "


"Ya harus gimana lagi?"


"Au ah" sila beranjak dari tempat tidur dan mengambil minum.


---


Suara lempar batu terdengar di jendela membuat mata menoleh pada sumber suara.


"Apaan tu?kok ribut ribut di luar rumah Lo sil?" Elsa memberhentikan aktivitas main hpnya.


"Gak tau gue" jawab sila juga kebingungan.


"Liat yuk! Mana tau ada tawuran lagi" Elsa beranjak dari tempat duduknya dan mendekati jendela serta diikuti kawan kawannya.


"Whatt?"


Mereka semua terbengong saat melihat pasukan gangster memanjat pagar rumah sila. Cukup banyak cukup ramai dan tidak bisa kami bertujuh melawannya. Dengan jumlah yang banyak pembantu sila serta saptam rumah sila kewalahan menghadapinya.


"Kita harus hentikan semuanya! apa maksud kedatangan alexsya kerumah gue?" Darah sila meronta ronta sampe ke ubun-ubun.


"Lo jangan turun,biar kita berenam yang turun" alin mulai berdrama.


"Kok gue gak boleh turun? Ini rumah gue,gue berhak untuk ngelakuin apa aja"


"Lo gila ya?Lo itu lagi sakit! Ingat Lo tu lagi lemah! Lo jangan sok Sokan buat jadi pahlawan!"


"Tapi din--" omongan sila terpotong saat Farah memegang pundaknya.


"Benar,Lo harus dengarin alin,dan biarkan kami yang menghadapi ingat bahwa lo masih butuh kami dan sekarang Lo lagi tidak bisa apa apa kami lah yang akan membantu lo,jika Lo gak percaya pada kita semua, berarti lo gak percaya pada diri Lo sendiri"Farah mengeluarkan dakwah singkat jelas dan padat.


---


Mereka berenam pun keluar dari rumah sila tanpa SENJATA DAN BACKING.


"Apa maksud kedatangan Lo kesini alexsya?" Tina berdiri di barisan terdepan untuk mewakilikan teman temannya.


"Akhir Lo semua keluar juga!mana ketua lo? Apa dia gak berani natab mata gue? Apa dia telah kalah? Atau dia takut liat gue yang telah membuatnyaterbaring di rumah sakit?" Alexsya tidak bisa mencari keberadaan sila.


"Gue disini! Jangan Lo kira gue bakalan sembunyi di markas sendiri"


Seluruh mata menoleh mata sumber suara. Ia mereka melihat sila yang berdiri di barisan paling belakang.


"Bullshit! Kalo Lo gak sembunyi di markas Lo sendiri,buka pagar rumah Lo sebelum gue masuk sendiri"


"Teman teman gue udah bilang,apa urusan Lo ke sini? Apa Lo gak takut jika gue bakalan buat Lo yang terbaring di rumah sakit? Apa Lo gak ingat Lo pernah koma? Apa Lo gak ingat Lo hampir mati beberapa kali di tangan gue?"


"Kedatangan gue kesin----" pembicaraan alexsya terpotong ia dan kawan kawan melihat warga mendekati mereka dengan membawa senjata.


"Cabut woii cabuttt!" Ujar charamel saat melihat warga mendekati. Mereka pun beranjak dan pergi mengendarai motor miliknya.


"Gue bakalan kembali sil"


" Gue siap nunggu Lo!dan gue bakal mempulangi Lo kerumah sakit lagi"


---


Pagi ini tepat pukul [08:35] seluruh murid berkumpul di lapangan sma arwana menyaksikan pertandingan basket antar sekolah sma arwana dan Budipekerti. Kapten SMA arwana adalah Galang seorang playboy dan suka mencari keributan bisa menjadi andalan sekolah menantang SMA Budipekerti kaptennya alvaro cowok tajir dan suka Hura Hura dengan uang orang tua dan bermain cewek sesuka hati. SMA Budipekerti sangat unggul dalam bermain basket setiap sekolah yang dia tantangan pasti kalah dan SMA Budipekerti lah yang akan menang. Kini SMA Budipekerti menantang SMA arwana.


***


Sudah beberapa menit main akhirnya point mereka sama imbang hanya beda satu dan pemenangnya adalah SMA arwana. SMA Budipekerti sangat takjub tapi beda halnya dengan Alvaro ia sangat kaget dan tidak menyangka bahwa yang ia anggap remeh ternyata ada di atasnya saat ini.


--


"Yyyyyyyeeeeee!!!" Akhirnya sekolah kita menang gaes dini yang sangat senang dan berlompat lompat.


"Ih Din Lo jangan alay deh" ketus sila melihat kawannya kayak anak kecil.


"Lo tu gak tau sih! sekolah kita bisa menang tanding basket dengan SMA Budipekerti"


"Iya gue tau tapi gak usah lebay banget deh"


"Ih sil Lo gak asik deh! Lo tu sebenarnya tim mana sih? Alvaro atau Galang?"


Sila hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan dini. Dini menarik tangan sila untuk ke lapangan dan memberikan selamat pada gang atvenger.


"Lang" sila memanggil dari belakang membuat cowok itu membalikkan badannya.


"Ia? Lo mau bilang selamat? Sorry gue gak butuh"


Rasanya niat sila ikut bersama dini sangat lah salah.


"Gak"


"Trus? Mau ngajak gue makan?"


"Pede amat sihh ll--" ucapan sila terpotong saat melihat kehadiran Alvaro.


"Hay Lang"


"Hay ro" mereka berdua saling berjabat tangan layaknya anak muda zaman sekarang.


"Mana?" Tanah alvaro pada Galang dan melihat ke arah sila.


"Ini" Galang merangkul sila dan membawa perempuan itu ketempat Alvaro.


"Sila?"tanah alvaro bingung?kok bisa?


"Iya sila dia adalah pacar baru gue,Lo kenal?" Tanya Galang memastikan sedang sila terkejut atas yang ia lihat.


"Kenal dong siapa yang gak kenal sama cewek cantik badgirl kayak sila"


Mata sila menatap tajam Alvaro. Ia tidak suka di bilang badgirl meski semua emang benar.


"Ooh yaudah gue,sama sila kesana dulu ya" Galang pergi di hadapan Alvaro dan menarik tangan sila menjauh dari alvaro dan teman temannya.


--


"Ih apa apaan sih lo lang!" Sila menepis tangan Galang.


"Bawel banget si Lo"


"Ngapain Lo bilang sama Alvaro gue pacar Lo?


"Pede amat si Lo"


"Hellowww Lo tu yang pede mau jadi pacar gue! Asal Lo tau ya gue anti cowok!"

__ADS_1


"Lo gak normal ya?


"Ewww Lo aja kali yang gak normal atau Lo gak laku?" Sila terawat geli melihat ekspresi muka galang.


"Lo kali yang gak laku"


"Lo"


"Lo!"


"Elo Galang!"


"Lo arsilla?"


"Ih gue malas ah debat sama playboy kayak Lo" sila meninggalkan Galang yang masih berdiri.


"Tunggu"


"Apa?"membuat langkah kaki sila berhenti.


"Makasih dah nolongin gue"


What? Galang bilang makasih?demi apa?demi bulan dan matahari?demi planet di bumi?


"Udah jangan bengong kali"


"Apaan sih lo"


"Eh tunggu sil"


"Apa lagi?"


"Gue antr pulang ya atas ucapan terima kasih"


"Gue gak bisa"


"Gue gak suka di tolak"


"Rese banget si Lo,gue kan udah bilang sama sama kali"


"Kapan?dalam hati?"


"Serah Lo!"


"Ok gue tunggu di parkiran" Galang meninggalkan sila yang masih kesal dengannya.


"GUE GAK MAU GALANG ALHIKMAH BARON!"


---


Ikan hiu makan badak


I Love you mendadak


Kamu .. iya kamu...kamu loooh


Kamu udah vote?


Pasti belum:(


Ih kamu mah jahat zhyeng!


Aku mah ben-cieeee


Vote itu free zhyeng!


Free!


Gratis kok!


Jangan lupa vote dan follow akun aku:)


Aku hitung ya kalo gak vote sama follow kita putus!


K-I-T-A!


1


2


4


5


Udah?


Pasti belum:(


Ih


Jahat deh kamu Bambang!


Aku hitung lagi ya


5


4


2


1


TERIMAKASIH ZHYENG :* luv deh hehe...


Okh kita lanjutkan ceritanya kita,ehh.. maksudnya cerita aksilaga.


Siap?


Jawab dulu atuhh


Bambang zhyeng:)


---


Pulang sekolah adalah impian para murid dan guru. Tujuh cewek cantik melewati lorong sekolah yang masih ramai, seluruh sorotan mata menatap ke mereka yang lebih tepatnya ke sila,baju yang di keluarkan rambut yang terkunci kuda membuat aura kecantikannya keluar. Langkah demi langkah mereka lewat dengan canda tawa sampai akhir langkah mereka berhenti melihat ketujuh pasukan atvenger menghalangi jalan mereka.


"Hai el!" Udin melambai lambai kan tangganya pada Elsa yang berdiri di samping sila, mampu membuat wanita itu risih.


"Sila,gue duluan ya, soalnya gue pulang sama Udin" Elsa menatap wajah sila.


"Kok bisa?" Tanya sila memastikan


"Udah lah sil, ingat" alin berdiri di samping elsa dan membiarkan wanita itu pergi ke Udin.


"Hay gaes gue pinjam Elsa ya" Udin menatap ke cewek cewek tersebut.


"Jagain dia" pesan farah.


"Sip bos Q"


"Gaes sorry gue gak bisa pulang barang kalian dan gak bisa ngumpul nantik malam gue ada urusan" Elsa memperjelas dan meninggalkan ke-enam sahabat untuk pergi ke parkiran motor bersama Udin.


"Din, jadikan?" Tanya Dika memastikan pada dini yang dari tadi hanya menunduk.


"Jadi kok" dini mengangkat kepalanya dan melihat kearah dika.


"Gue juga ya sil,gaes gue duluan" dini melambaikan tangan dan pergi bersama Dika ke area parkir.


"Trus tinggal kita berlima?" Tanya alin dan menatap ke teman temannya.


"Kayaknya gak deh Lin,bakann berempat" Farah melihat kearah Galang yang mendekati mereka.


"Lo mau minjam sila?" Spontan Tina atas kehadirannya Galang. Ia hanya tersenyum saat di tanya oleh Tina tanya ia.


"Ok gue pinjamkan"


"Apaan sih lo tin,gue gak mau!"

__ADS_1


"Sil!"


"Apa Lo mau ceramahin gue?"


"Please"


"Gue gak mau"


"Ingat sil atau --- " pembicaraan Tina terpotong.


"Iya- iya" sila dengan sigap langsung memotong pembicaraan Tina.


"Udah sana lang" alin menyenggol lengan Galang membuat refleks.


"Ok gue pinjam ya" senyum Galang pada ke empat wanita Tersebut dan merangkul sila untuk ke parkiran.


Sila sangat risih tapi ia urungkan niat ntah bagai mana isi hati saat ini.


---


Diperjalanan pulang tidak ada percakapan antara mereka dan tidak ada yang memulai duluan.


Sangat Sulit bertemu dengan dua orang yang memiliki sifat yang sama dingin dan cuek tapi akan bertolak Belakang dengan Galang yang bersifat playboy akan meruntuhkan tembok hati milik sila sang badgirl sang primadona.


"Sil" Galang memandang ke depan dan fokus pada kendaraan dan hanya melihat dari kaca spion untuk melihat sila.


"Hmm" jawab sila singkat. Hemat berbicara.


"Lo lapar?"


"Gak"


"Mau makan?"


"Gue gak lapar, ngapain Lo tawarin makan!"


"Kali kali Lo mau makankan apa lagi sama gue"


"Apaan si Lang Lo mau antar gue pulang atau antar gue pergi makan"


"Kedua duanya"


"Gue tolak,udah ah Lo fokus aja sama kendaraan Lo, gue gak lapar jangan nanya lagi!"


"Okelah"


Gue pastikan Lo bakalan makan bersama dengan gue, selamanya. dan gue pastikan perut Lo akan merasa kenyang.


---


"Makasih Lang" sila menyodorkan helm milik Galang dan masuk kedalam rumah


"Lo gak mau nawarin gue masuk"


"Gak "sila masih melangkah kedalam,tapi kakinya berhenti melihat Tante linia dan mamanya noviya sedang berbicara di kursi depan.


"Ngapain Lo balek lagi?pasti nawarin gue masuk ya?"


"Ogah ****! Pede amat Lo! Gue cuma mau bilang nyokap Lo ada di rumah gue"


"Serius?" Galang turun dari motornya dan masuk kedalam halaman rumah.


Nyesel gue ngasih tau, bodoh amat sih gue.


"Ma.." panggil Galang dan mendekati mamanya.


"Galang udah pulang?" Linia memangil Galang dan laki laki itu mendekat.


"Hai Tante" Galang menyalami noviya.


"Hai juga Galang"


"Kamu sendiri nak?" Tanah linia pada anaknya.


"Gak ma, Galang pulang sama sila"


Membuat linia dan noviya saling memandang satu sama lain.


"Kamu serius pulang sama anak Tante?" Tanah noviya memastikan


"Iya tan" Galang menunjukkan kearah sila yang memainkan handphone.


"Wahhh... Ada berita bagus ni"


"Iya Lin,bakalan seru jika kita rayakan"


"Hmmm betul viy"


"Hallo ma hallo Tante" sila masuk kedalam rumah setelah menyalami linia,ia tidak mendengar ucapan orang tuanya untuk mengajak Galang masuk dan SAMA SEKALI tidak melihat dirinya.galang


---


Sila menghempaskan tubuhnya di atas kasur dengan baju seragam yang lengkap ia menutup mata perlahan lahan untuk menghilangkan rasa ngantuk.


"Apas bangat gue hari ini"


Tidak ada orang yang bicara sendirian lagi dan hanya terdengar suara detik jam.


Jam sudah menunjukkan pukul [20:00] sila bangun dari tidur dan pergi ke kamar mandi,ia lupa ada Janji bersama dengan alin,ada les fotografi.


"Mamaaa...., Mauraaa.....,papa..... Aku pergi dulu sama alin pergi les fotografi"


"Kamu gak makan dulu?tawar Okta pada putrinya.


"Gak pa aku dah telat,Ra jangan lupa kerjain tugas gue di kamar"


"Hmm" jawab Maura sambil mengunyah makanannya.


---


"Lin loh dah bawa kamera?"


"Udah dong,yuk jalan"


"Yuk" sila mengendarai mobil sport Lamborghini miliknya ke tempat les.


"Gue takut sil" alin memegangi tangan sila


"Lo takut kenapa?"


"Takut gak lulus,gue pingin banget ikut lomba itu"


"Lo harus percaya diri, jangan berfikiran negatif dulu"


"Ia sih tapi gue udah nyerah duluan, gue takut gak terpilih"


"Klo lo gak terpilih lomba, pasti ada jalan lain untuk Lo ke depannya" sok bijak sila.


"Baik semuanya kita berkumpul dulu untuk mempersingkat waktu,udah ada beberapa kelompok yang kakak bagi untuk fotografi satu kelompok ada empat orang,kalian bisa liat di Mading, terimakasih selama malam"


Suara dari mic itu terdengar sangat jelas di telinga orang di sekitar,dan mereka berhamburan melihat Mading,tak lupa dengan sila dan alin mereka pertama kali yang melihat nama mereka tertera.


Kelompok empat


arsilla Dheviyara


Bunga charlin


Galang Alhikmah Baron


Mahaputra


"What??"


"What??"


"What??"

__ADS_1


__ADS_2