Aku Ayahmu

Aku Ayahmu
Part 34 - Meraih Hatinya Kembali!


__ADS_3

Setelah menjemput Iva, mereka bertiga berada di kamar Vio, sedang berbicara tentang rencana Laura untuk kembali ke perusahaan.


"Apa ibu akan kembali ke perusahaan? Bibi Tania baru saja pergi ke perusahaan paman Bryan, katanya ada hal penting yang harus diurus," tanya Vio, mencoba memahami situasi.


Laura duduk di sebelah Vio, merasa perlu memberikan penjelasan. "Ibu harus kembali menyelesaikan beberapa pekerjaan. Ibu janji akan pulang cepat hari ini."


Regan, yang tiba-tiba muncul di pintu kamar, ikut berbicara, "Kau tidak perlu pergi ke perusahaan. Aku akan meminta Mila untuk menyelesaikan tugasmu."


Laura menatap tajam Regan, "Tidak. Itu tugasku. Aku tidak bisa melempar tanggung jawab ku pada orang lain. Aku akan kembali ke perusahaan."


Regan merespons dengan nada tegas, "Aku adalah atasanmu. Aku tidak memerintah mu untuk kembali ke perusahaan. Jadi kau di rumah saja, anak-anak lebih membutuhkanmu."


Laura merasa perlu memberikan klarifikasi, "Kau hanya atasanku. Kau tidak bisa mengatur hidupku, apalagi keluargaku."


Regan kembali berbicara, kali ini dengan nada lebih serius, "Kau berbicara mengenai tanggung jawab. Bekerja di perusahaan adalah tanggung jawab mu, lalu apakah menurutmu melempar Vio pada bibinya bukan lah termasuk lepas dari tanggung jawabmu sebagai seorang ibu?"


Laura merasa semakin marah, "Aku harus kembali ke perusahaan dan bekerja untuk menghidupi kebutuhan kedua anakku."

__ADS_1


Regan mencoba untuk menenangkan situasi, "Baiklah, jika itu keinginanmu. Mulai sekarang, kau tidak hanya menganggap ku sebagai atasanmu saja, anggap aku calon suamimu. Aku akan menanggung semua kebutuhan kalian, kalian bertiga sekarang tanggung jawabku."


Laura semakin marah dan teriak, "Kau tidak bisa seenaknya bicara seperti itu. Kau-"


Regan memotongnya dengan suara yang tegas, "Aku juga ayah kandung mereka, jika kau lupa!!"


Laura kelewat kesal dan langsung pergi dari kamar Vio, meninggalkan Regan dengan senyum simpul di wajahnya.


Tetapi Iva yang duduk di sana tidak bisa membungkam rasa penasarannya. "Kenapa ayah mengatakan seperti itu pada ibu? Ibu paling tidak suka dibercandakan semacam itu. Ibu sensitif jika membahas tentang hal itu."


Iva merasa semakin penasaran, "Ayah serius? Ayah akan menikah dengan ibu? Tapi apa ibu ingin menikah dengan ayah? Bukankah ibu belum memaafkan ayah."


Regan mencoba menjelaskan dengan lembut, "Ayah membutuhkan dukungan kalian untuk mendapatkan maaf dan untuk meluluhkan hati ibu kalian kembali."


Iva dengan penuh semangat menjawab, "Tentu. Kami akan mendukung dan membantu ayah mendapatkan ibu kembali."


Namun, Vio, yang masih merasa kesal, merespons dengan ketus, "Aku tidak akan memberi dukungan pada ibu untuk memberi maaf. Aku tidak ingin kau kembali."

__ADS_1


Regan dan Iva merasa berat hati mendengar sikap Vio, yang masih belum siap menerima niat baik ayahnya untuk memperbaiki hubungan keluarga mereka.


...***...


Elwin melihat dengan senyum kagum saat atasannya, Regan, akhirnya kembali ke kantor perusahaan mereka. "Akhirnya kau kembali. Aku pikir kau lupa dengan perusahaanmu."


Regan menatap Elwin dengan tatapan tajam, "Kenapa kau di ruanganku?"


Elwin menjawab dengan santai, "Kau tidak lihat, seberapa banyak berkas yang menumpuk di meja mu? Dan aku harus mengurus semuanya."


Regan hanya menggelengkan kepala dengan nada ketus, "Jangan berlebihan. Kau bahkan bisa menyelesaikan lebih dari ini."


Elwin merasa percaya diri, "Kau bahkan tahu kejeniusan ku seperti apa. Bagaimana dengan perusahaan kakakmu? Apa karyawan di sana tetap masih menggoda dan mencari perhatian darimu?"


Regan menjawab sambil merenung sejenak, "Seperti yang kau lihat. Dan selama Sean tidak di sini, aku akan menggantikannya sementara waktu di perusahaannya. Dan kau ku tugaskan mengurus semuanya di sini."


"Aku mengerti tujuan mu tidak hanya itu. Bersenang-senanglah, dan raih hatinya kembali." pesan Elwin, tersenyum menggoda.

__ADS_1


__ADS_2