
Selamat pagi nyonya....
(Sapa Novan sembari menunjukkan senyum indahnya).
Hemm... duduklah aku ingin bicara pada mu..
(perintah nyonya besar pada Novan).
"Celaka..... kenapa aku yang harus diajak bicara"
(Batin Novan, Sambil melirik ke arah Rendy yang masih berdiri di depan kursi kebesarannya)
Nyonya apa anda tidak salah ingin berbicara dengan saya, bukannya seharusnya anda berbincang-bincang dengan Tuan muda....😱😱 (Tanya Novan menunjuk Rendy sambil mengingatkan).
Apa kau menolak berbicara dengan ku Novan...!!!
Tidak nyonya... saya tidak berani menolak perintah nyonya...😬😬
Baguslah... kalau begitu duduk lah....!!
Baik nyonya.... (Novan mendudukkan tubuhnya di sofa yang ada di ruangan itu)
Rendy yang melihat itu merasa bingung sendiri kenapa mamanya seperti mengacuhkan Rendy, mama nya lebih memilih bicara dengan Novan dan bukan padanya.
Bahkan mama nya seolah tidak peduli dengan perban yang ada di tangan dan luka yang ada di kening Rendy..
Rendy merasa bingung apakah mamanya sudah mengetahui kebenarannya tentang apa yang dilakukan Rendy kemarin.
Di pihak lain Novan merasa ketakutan kalau-kalau nyonya nya ini menanyakan kejadian yang sebenarnya dan meminta kejelasan pada Novan..
Itu sama artinya Novan memakan buah simalakama.
Jika Novan berkata jujur maka dia akan selamat dari singa betina tapi mati di terkam anak singa muda...
Jika Novan berkata bohong seperti rencananya maka Novan akan selamat dari mulut anak singa muda tapi mati diterkam singa betina.
Van... bagaimana perkembangan perusahaan ini....? ( Tanya nyonya besar memulai perbincangan nya ).
Untuk saham perusahaan inti terkendali nyonya dan meningkat tiap bulannya, hanya saja ada masalah di salah satu anak cabang perusahaan yang ada di Singapure..
Lantas apa tindakan kalian Van...?
kejadian ini baru berlangsung di bulan ini nyonya dan kami baru mengetahui setelah kami mendapat laporan data bulan kemarin..
Bertindak lah cepat....!! (perintah nyonya).
__ADS_1
Baik nyonya kami juga sudah mulai menyelidiki masalah ini secara intens.. dan kami sudah mengambil langkah cepat terkait siapa yang berani bermain-main dengan perusahaan ini..
Kapan akan dibereskan...?? (Tanya nyonya besar mengintrogasi).
Secepat mungkin nyonya..
Bagus.... aku mengandalkan mu (Ucap nyonya besar percaya)
Rendy terduduk kembali di kursi kebesarannya, Rendy berusaha menutupi kebingungannya dengan memainkan leptop nya, entah apa yang sedari tadi di kerjakan Rendy bahkan Rendy tidak menyadari jika sedari tadi mama nya melirik Rendy dengan tatapan yang sangat sinis.
Mendengar suara langkah yang semakin mendekatinya. Langsung saja Rendy mengalihkan pandangan menuju Suara itu dan betapa kagetnya Rendy saat melihat mamahnya sudah berdiri didepan meja dan menatap intens pada dirinya...
Jika kau tidak punya kesibukan lebih baik kau bermain diluar saja...!! (ucaan dingin dan keras dari mama nya Rendy).
Mah... ada angin apa yang membawa mama kemari...?(tanya Rendy mencoba tenang).
kenapa, apa mama tidak boleh datang kesini...??
Tentu saja boleh ma, mama bisa kesini kapan saja....!!
Apa luka itu kau dapat saat bermain-main diluar sana....!!
Iya mah.... tapi aku tidak bermain-main seperti yang mama tuduhkan.(Jawab Rendy mengelak dari tuduhan mamanya)
Lantas apa yang terjadi dengan mu, kenapa tangan dan kening mu di tambal seperti ban motor hah....??
kau ngebut... Atau ugal-ugalan di jalan...??
Tidak ma..., aku sudah berhati-hati tapi karena mungkin kemarin adalah hari sial ku..(jawab Rendy dengan nada menyesal).
Itu bukan hari sial mu tapi karma untuk anak yang membangkang pada orang tua...(mama Rendy terlihat kesal dan berlalu untuk duduk di sofa kembali)..
Maksud mama apa...?? aku kan sudah menuruti perintah mama..🤗🤗
Dengan kabur dari rapat dan menghilangkan di rapat yang sudah terjadwal seharian itu....!!
(mama nya Rendy semakin marah, karena Rendy pergi meninggalkan rapat tanpa izin terlebih dahulu dan tanpa alasan yang jelas).
Rendy semakin bingung untuk bicara apa pada mama nya.. karena memang biar bagaimana pun Rendy bersalah pada mamanya.
Emmm..... ma, aku minta maaf, tidak seharusnya kemarin aku pergi meninggalkan rapat itu..(nada bicara Rendy seolah menunjukkan penyesalan yang dalam).
Apa kau benar-benar menyesal dan akan bertanggungjawab untuk memperbaiki semuanya...?
Iya ma... aku akan bertanggung jawab penuh atas kejadian kemarin...(Sahut Rendy tegas).
__ADS_1
Kalau begitu bersiaplah untuk ke Singapura sekarang dan selesaikan masalah itu dalam 3 hari, jika kamu berhasil akan aku pertimbangan apakah aku akan mengutuk mu menjadi batu atau tidak..🙄🙄.
Aku pastikan mama tidak akan kecewa...(sahut Rendy dengan sombongnya).
Van.... apa aku bisa percaya pada boss mu itu..?? (tanya nyonya muda dengan menggerakkan matanya kearah Rendy sesaat, mengagetkan dan kembali menatap Novan dengan tatapan seolah meminta kejelasan).
Untuk kejadian pastinya saya tidak tau nyonya.. yang saya tahu tuan menelpon saya untuk segera ke rumah sakit dan meminta saya untuk mengurus mobilnya yang sempat ringsek karena menabrak pembatas jalan.
"Saat Novan mencoba melirik Rendy terlihat Rendy geram dengan tutur Novan terkait cerita kejadian kemarin.
Namun berbeda dengan Novan yang sangat senang melihat raut wajah Rendy yang sangat tegang dan ketakutan itu..
Sekilas Novan menunjukkan senyum Devils nya pada Rendy, mencoba semakin membuat Rendy kesal."
Van... kau tau maksudku...??
Iya nyonya...(jawab Novan sambil menganggukkan kepalanya).
Silahkan nyonya menghubungi pihak rumah sakit terkait dengan keberadaan tuan di sana dan ini adalah foto mobil tuan yang ringsek akibat kecelakaan kemarin, nyonya juga bisa menghubungi bengkel tempat mobil tuan diperbaiki..(Novan menunjukkan sebuah foto dari hp nya dan memberikan nomer telp bengkel yang saya dimaksud).
"Novan berfikir bahwa nyonya besar akan mengambil nomer telpon milik bengkel itu tapi ternyata dia mengacuhkan kartu servis mobil itu kemudian berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah Rendy yang masih duduk di kursi kebesarannya".
Mama tunggu hasilnya...!! ( nyonya muda menepuk pipi Rendy pelan dan berlalu keluar dari ruangan itu, Novan yang melihat itu seketika menundukkan kepalanya seperti memberi penghormatan kepada nyonya besarnya.)
Ceklekkk.... blugg...
(Suara pintu yang di buka dan di tutup kembali).
"Seketika itu kaki Rendy dan Novan terasa sangat lemas Rendy terduduk di kursi kebesarannya sementara Novan terduduk di sofa didekatnya, hingga terdengar suara tertawa mereka yang terkekeh dan memenuhi isi ruangan itu.."
Van... kita berhasil....!! (Rendy melebarkan mulutnya merasa lepas dari ketegangannya).
Iya Ren... semoga saja begitu...(sambil menghela nafas panjang).
Kau tau Van, jantungku hampir copot karena mama meminta penjelasan padamu bukan padaku...🤨🤨 "ucap Rendy heran"
Aku pun heran kenapa mama mu lebih percaya pada ku dari pada padamu..Apa jangan jangan aku adalah anak kandung yang sebenarnya🤔🤔..!! ( Ucap Novan menggelikan dan dengan ekspresi wajah yang di buat dok imut).
"Rendy yang mendengar itu langsung berdiri merasa geram dan berjalan mendekati Novan untuk memberi perhitungan pada novan.
Rendy melempar pulpen yang ada di tangan nya ke arah Novan.."
Hay... kau manusia alay....!!
"Dengar baik-baik...!!!!.
__ADS_1
Mungkin benar kau anak nya tapi karena mamaku punya otak yang waras mamaku lebih memilih ku untuk menjadi kan aku anak nya, secara aku lebih tampan, lebih pantas untuk menjadi CEO dan tentunya tidak membuat malu keluarga karena punya keturunan yang tampan seperti aku.."
.(sahut Rendy dengan sombongnya)