
Disisi lain Kania yg sedang mengerjakan ujian merasa sangat resah, keringat dingin mengucur dari badannya.
Entah kenapa hatinya terasa tidak tenang bahkan semua peralatan tulis Kania jatuh kelantai satu persatu hingga berserakan di lantai.
Terpaksa Kania harus mengambil kartu ujian kartu masuk dan peralatan yang lain yg jatuh.
Saat Kania terbangun tanpa sadar kalung yg berliontin biru itu tersangkut di gagang kursi. Sehingga saat Kania berdiri kalung itu pun tertarik dan putus.
Kania tiba-tiba ingat kalung itu adalah pemberian ibunya saat Kania berumur 15 tahun, rasa khawatirnya semakin menjadi-jadi.
Kania berusaha menyelesaikan ujian itu dengan sangat cepat agar bisa secepatnya keluar dari ruangan itu.
Benar saja Kania keluar lebih cepat dari jadwal dan menyerahkan hasil ujiannya pada petugas yang ada di ruangan itu.
Dengan sangat kencang Kania berlari menuju parkiran, namun dia tidak menemukan mobil ayah dan ibunya, Kania mengambil Hp nya dan mencoba menghubungi orang tuanya namun nihil kedua hp orang tuanya tidak ada yang aktif membuat Kania semakin ketakutan dan khawatir.
Kania tidak putus asa dia mencari lagi di tempat parkiran yang lain, hasilnya juga nihil. Kania masih melangkahkan kakinya mencari ke seluruh penjuru kampus sambil berlari kencang dan memotong jalan tanpa dia sadari ada mobil yg juga sedang melaju kencang dari kanan jalan tersebut.
Beberapa detik kemudian terdengar suara cccccchhhiiittssss..... bbbraakk
secara bersamaan terdengar pula suara Aaaaaaaaaaaaaaaaaaa......blug.
semua mata melihat kejadian itu dan mengerumuni tempat itu..
Kemudian Keluarlah pria yg sangat tampan dengan wajah yang sangat perfeksionis
ditunjang dengan postur tubuh tinggi,besar dan otot yg kekar..
Semua mata para wanita yg melihat pria itu langsung membuka matanya tak sadar kan diri karena terpesona dengan ketampanan pria itu tanpa peduli dengan gadis yg terbaring dijalan.
Benar laki-laki itu adalah Rendy Putra Mandala
Rendy berteriak-teriak sendiri sembari mengumpat dan memaki habis gadis itu dengan ucapan yg sangat dingin..
Dasar wanita bodoh, sialan kau, kalau kau
mau mati, mati sendiri jangan seret-seret
aku.....!!!!
Dari jauh pria itu mendekati gadis yg terkapar di jalan sembari berteriak-teriak.
Hai.... wanita gila bangun kau, aku tidak menabrakmu bagaimana kau bisa berpura-pura pingsan hah....!!!
Kau lihat mobilku hancur karena menabrak pembatas jalan dan ini semua karena ulahmu...
Gadis itu masih diam saja tak merespon.
Oh... atau kau mau aku bangunkan secara paksa.." gumam Randy"
Dasar wanita gila..
Rendy tidak melihat pergerakan dari gadis itu dan membuatnya semakin marah.
Dengan terpaksa Rendy merendahkan tubuhnya dan membalik tubuh gadis yg terkapar itu.
Wajahnya terlihat pucat sekali, badannya juga sangat panas..
__ADS_1
Semua orang di situ mulai sadar akan keadaan si gadis itu dan berbalik menghujat laki-laki itu. Semua orang meminta laki-laki itu untuk bertanggung jawab dan membawa gadis itu kerumah sakit.
karena biar bagaimanapun dalam kecelakaan ini mobil itu yg harus bertanggung jawab.
Melihat begitu banyak orang yang menyudutkannya akhirnya orang itu pun mengangkat tubuh Kania dan membawa masuk kedalam mobil untuk di bawa ke rumah sakit.
Sesekali Rendy melihat wajah Kania entah mengapa emosinya sedikit mereda, dia mulai bisa mengontrol emosinya.
Di dalam mobil Randy seperti sedang menelepon seseorang, dan benar saja terdengar suara di seberang sana.
Hallo...ada apa tuan Ran...??
Cepat kirimi aku mobil di rumah sakit *******
(ucap Randy dingin)
Kenapa di Rumah sakit tuan ....??
Apa Tuan kecelakaan...??
Atau ada apa ini...??
Jangan banyak tanya cepat laksanakan perintahku...!!! atau kau mau aku lempar ke jalanan...!!!
Baik tuan ... saya segera meluncur..
Dan ternyata yang di telpon adalah Sekertaris sekigus sahabatnya yg bernama Novan.
Sampai rumah sakit
Tuan silahkan ke pendaftaran dulu, kami yg akan merawat nona ini.
di ruang pendaftaran
Randy diminta beberaap data tentang gadis itu.. Randy sama sekali tidak tau.
Hay... memang kau pikir kau siapa mengintrogasi ku sampai seperti itu...!!!
apa kau tau sekali hentakan saja aku bisa robohkan rah sakit ini...( ucapanya sangat dingin dan arogan)
Bbraakkk.......Aku katakan sekali lagi,,, aku hanya menolong korban tabrak lari.. (sambil menggebrak meja).
Keributan di ruang resepsionis itu terdengar sangat kencang dan menjadi tontonan semua orang yg ada di rumah sakit.
Tak selang lama datanglah kepala Direksi Rumah sakit dengan nafasnya yang tersengal- sengal karena berlari sangat kencang, dan betapa terkejutnya ketua direksi itu karena yang sedang ribut disini adalah putra dari Tuan Mahardika (pemilik dari rumah sakit itu)
Tanpa mengatur nafasnya terlebih dahulu kepala Direksi itu langsung meminta maaf .
Ma.....maa... ma...af... Tuan Randy, atas ketidak nyamanan anda.
Apakah ada yg bisa saya bantu..?? ucap kepala Direksi ketakutan dan masih terengah-engah nafasnya..
Apa seperti ini pelayanan kalian.. Pantas saja uang yang digelontorkan untuk rumah sakit ini tak pernah cukup, ternyata ini penyebabnya...
Maafkan kami tuan...
Kami lalai... mohon beri kesempatan pada kami, kami akan memperbaiki segalanya.
__ADS_1
Disaat bersamaan terdengar suara dokter yg meminta data diri tentang gadis tersebut..
Maaf sus.... tolong berikan data gadis yg baru saja masuk itu...!!!
Sontak Randy membalik badannya dan menajamkan pandangannya pada dokter yg baru datang itu.
Dalam hitungan detik dokter itu langsung menundukkan kepala setelah melihat siapa laki-laki yg ada di hadapannya.
Maaf tuan... saya tidak mengira kalo tuan ada disini.."ucap dokter itu sopan"
Kenapa.... memangnya, kau takut kalo kemampuanmu aku ketahui dan ternyata sangat tidak berbobot... ha..!!!
(masih dengan tatapan yg dingin dan kesombongannya).
Bukan begitu tuan...
Saya menanyakan data pasien itu agar bisa menghubungi keluarganya dan segera datang kesini karena gadis itu sudah bangun hanya saja.... kondisinya sangat lemah karena belum makan seharian dan sepertinya sedang memikirkan hal yang berat..itu saja tuan
(otak Randy mulai menerima ucapan dokter itu dan memikirkan tentang keluarganya karena tidak mungkin dia akan menunggui gadis yg tidak dia kenal)
panggilan darurat..... panggilan darurat
segera sediakan ruang operasi untuk korban kecelakaan dan 1 ruang otopsi jenazah.
Suara itu terdengar dari alat yang ada di ruang resepsionis itu,segera semua perawat berlarian menyiapkan ruangan tersebut tanpa ada yang memperdulikan tuan Rendy lagi, karena bagi pekerja rumah sakit keselamatan pasien adalah yang utama.
Lima menit kemudian....
terdengar suara Wwwiiiiiuuuuuu..... wwiiiiuuuu....
tersebut menbawa 1 pasien yg sudah sangat kritis dengan darah yg keluar dari seluruh tubuh dan 1 jenazah yg juga korban kecelakaan..
Randy merasa miris melihat korban kecelakaan tersebut dan saat akan bertanya ternyata disitu sudah tidak ada siapa-siapa..
tinggal 1 perawat yg berada di ruang resepsionis..
Suster kenapa Semua pergi.(tanya Rendy marah karena merasa di abaikan)
Maaf tuan kami mengutamakan Keselamatan pasien (ucap suster tegas)
Di banding kedatangan ku disini..
suster tersebut mengangguk..
Sontak Randy langsung memecat suster tersebut dan anehnya suster tersebut bukannya bersedih dia justru berterimakasih.
Apa maksud terimakasihmu itu suster...?
"Tanya Randy bingung."
Suster itu menjawab : jika dengan memecat kami semua pasien bisa selamat kami siap tuan.
Rendy semakin tidak habis pikir.. dengan orang-orang yang bekerja disini.
Baiklah suster aku tarik ucapanku kau tidak di pecat.. Pertahankan prinsip itu..( ucap Rendy bingung)
Trimakasih tuan...
__ADS_1