Aku Bertahan Karena Mu

Aku Bertahan Karena Mu
Kekaguman Santi pada Novan


__ADS_3

Johan melangkahkan kakinya keluar rumah menuju mobil Novan untuk mengambil makanan yang di beli oleh Novan dalam perjalanannya menuju rumah Kania, sebagai buah tangan dan juga bentuk permintaan maaf Novan kepada Kania.


Tanpa disadari dari tadi ada yang memperhatikan wajah Novan dengan pandangan terpesona bahkan tanpa berkedip dan dengan mulut yang terbuka, cukup lama Santi memandang Novan dengan ekspresi kagum pada ketampanan Novan, sampai pada akhir nenek tanpa sengaja melihat wajah Santi dan dengan sengaja nenek mengusapkan satu tangannya menutup mata Santi yang tak henti hentinya memandang Novan, seketika Santi terkaget dengan gerakan tangan nenek yang melibas wajahnya.."" tutup mulutmu nanti kalo ada lalat masuk baru tau rasa kamu..."" ( ucap nenek pada Santi yang sedari tadi mulutnya terlihat mengangah)..


"Nenek...." (Santi merasa malu karena sikap nya yang terlihat seperti wanita bodoh yang begitu kagum dengan seorang laki-laki yang baru dilihatnya tetapi Santi sendiri tidak menyangkal akan ketampanan Novan dan tubuh atletis nya).


""Apa anda kesini tidak memberitahukan pada mas Rendy, kenapa tidak mengajaknya....??""


Kania mengajukan pertanyaan dengan nada sinis pada Novan karena jujur saja Kania mungkin sudah memaafkan perbuatan Novan tapi untuk melupakan itu butuh proses panjang bagi Kania.


Rendy yang mendengar pertanyaan Kania juga masih menyadari kemarahan Kania dari nada bicara Kania yang terdengar keras dan tanpa mau memandang Novan saat bicara.


namun Novan tidak terbawa emosi justru Novan bisa membawa diri untuk tetap berbicara semanis mungkin dan dengan ekspresi yang bersahabat.


""Aku sudah memberitahukan tentang niat ku kemari aku juga sudah minta ijin pada Rendy untuk aku bertemu dengan kamu, hanya saja Rendy minta maaf tidak bisa ikut karena Rendy ada tugas jaga malam hari ini.""


""Siapa saja, tolong..... !! bantu aku, makanannya berat sekali....""


Suara Johan yang terdengar berat dan tertahan membuat Kania dan semua orang yang ada di ruangan itu seketika dan kompak menoleh ke arah suara itu...


"He... Jo, kamu bisa membawa satu persatu makanannya kenapa di angkat sekaligus...!!"


(Novan bergegas membantu Johan mengangkat kardus makanan yang di tumpuk oleh Johan di depan dadanya hingga Johan kesulitan untuk melihat jalan di depan nya).


Kita mau makan dimana.. Kania...πŸ™‚πŸ™‚??


Di meja belakang saja.. sana...πŸ™„πŸ™„!! ( Kania menunjuk arah meja makan yang ada di seberang dapur dan melangkahkan kaki nya di ikuti oleh Novan dan Johan yang mengekor dibelakang Kania sambil membawa kardus makanan nya..""taruh saja di situ"" ucap Kania sambil menunjuk ke arah meja makan di depannya.. Novan dan Johan juga langsung meletakkan makanan itu..


Oke... mari kita makan....Kania, nenek dan kau....siapa namamu...🀨🀨??.


Novan baru menyadari keberadaan Santi di ruangan itu karena sedari pertamanya masuk rumah terjadi ketegangan antara Kania den Novan yang membuat Novan hanya fokus pada permohonan maafnya tanpa peduli dengan orang orang yang ada di sekitar..


Santi yang merasa sedang di ajak bicara oleh Novan merasa bingung dana mencoba menoleh ke belakangnya mungkin ada orang lain yang di ajak Novan berbicara namun setelah kepalanya clingak clinguk mencari orang lain tetapi tidak ada siapa-siapa.. maka Santi memberanikan diri untuk bertanya...


""apa yang anda maksud adalah saya...πŸ˜€πŸ˜€""


Santi menunjuk batang hidungnya sendiri karena merasa tidak percaya jika Novan menanyakan tentang dirinya..


Iya... kamu, nama kamu siapa..🀨🀨?? Novan mengulang pertanyaannya pada Santi.


"kenalkan nama ku Santi 🀭🀭 " (dengan nada sumpringah dan penuh semangat Santi memperkenalkan dirinya dan mengulurkan tangannya sebagai tanda perkenalan..


Novan sempat ingin menolak uluran tangan Santi namun saat Novan mengalihkan pandangannya pada Kania Novan merasa mendapat intimidasi dari tatapan Kania dan tatapan itu terasa seperti tatapan kejam yang membuat Novan harus mengikuti perintahnya seketika itu juga Novan menerima uluran tangan Santi dan menyebut namanya dengan canggung dan getar...""Hay..... nama ku Novan, Novan iya namaku Novan, kau bisa memanggilku Novan 😏😏""


"Namaku Santi, kau boleh memanggilku Santi πŸ˜€πŸ˜€"

__ADS_1


Novan dan Santi Sling memandang terlihat Rona bahagia pada wajah Santi yang mendapat sambutan perkenalan dari Novan namun terlihat terbalik dengan Novan yang mengurai ekspresi datar dan terlihat biasa biasa saja. Cukup lama kecanggungan yang terjadi antara Santi dan Novan, hingga suar Johan memecah kecanggungan mereka..


""Tuan.... apa kita jadi makan, aku.... sudah lapar...😌😌"" suara khas Johan yang disertai gerak tubuh gemulainya mengembalikan kesadaran kedua insan tersebut.


Tentu... ayo kita makan....πŸ™‚πŸ™‚ (Novan menyahuti kata Johan dengan melebarkan senyumnya).


Novan menarik satu kursi "silahkan duduk Kania", Novan memperlakukan Kania bak putri namun tetap saja Kania memasang ekspresi datar..


"hey... kau..😑😑!!" suara nenek terdengar menggelegar memenuhi ruangan dan membuat semua meta menatap takut pada nenek.


Kau pikir siapa dirimu hah....😀😀 (nenek nampak marah dan menaikkan nada suaranya tinggi, nenek menatap Novan tajam dan tanpa berkedip sontak Novan yang mendapat tatapan itu menunduk dan meminta maaf..


"Maaf nek... aku tidak bermaksud tidak sopan, aku hanya.... berusaha untuk..πŸ₯ΊπŸ₯Ί." (ucapan Novan dipotong oleh sahutan nenek yang begitu cepat)


Untuk apa... untuk menyakiti cucu ku lagi...😠😠!!


"Tidak nek... aku tidak akan mengulangi lagi...πŸ₯ΊπŸ₯Ί"


"dengar aku belum memberikan hukuman untuk mu atas perbuatan mu pada cucuku, dan aku belum memaafkan mu... ingat itu.." ( nada nenek terdengar mengancam).


"Nek... aku minta maaf aku berjanji tidak akan mengulangi lagi dan aku.... aku siap menerima hukuman dari anda...πŸ₯ΊπŸ₯Ί."


"Bagus....!!"


sekarang kau layani kami semua yang ada disini, itu hukuman kecil untuk mu...😀😀!!


"layani kami semua seperti ratu..😑😑""


"Apa termasuk Johan juga...??" (Novan menunjuk ke arah Johan).


"Tentu saja,Johan juga korban disini...Kau paham...!!""


"Iya nek..." ( Novan terdengar pasrah kembali)


"Baiklah Sekarang kita makan dan kau Novan makan sendiri di ruang tamu...


Siapkan kursi untuk kami.." (nenek memerintah Novan dengan menatap tajam serta wajah galaknya).


Novan menyiapkan kursi kursi untuk diduduki di mulai dari menarik kursi pertama untuk nenek.


Silahkan duduk nenek..silahkan duduk Johan silahkan duduk.......(Novan mengingat ingat nama Santi yang dilupakannya)


Santi...daya ingat mu lemah sekali ( nenek berkata dengan sinis dan di akhiri gumam yang masih didengar jelas oleh Novan "heran bagaiman orang bodoh seperti dia bisa jadi boss..πŸ™„.""


"Ayo semua kita makan...." nenek memulai acara makan dengan sangat senang karena telah menyingkirkan Novan.

__ADS_1


Yang lainnya pun tidak kalah bahagia saat menyantap hidangan di meja makan terkecuali Santi yang merasa kehilangan kesempatan untuk bisa memandang Novan.


Setelah acara makan makan selesai mereka kembali ke ruang tamu..nenek yang melihat Novan makan di sana tiba tiba memasang wajah galaknya lagi...


Kau... habis ini bersihkan dapur dan jangan keluar sebelum dapurku bersih...!!


"Mencuci piring... tapi nek, aku..." (ucapan Novan terhenti setelah melihat mata nenek yang memandang tajam dan berwajah galak)


"Baik nek....saya akan membersihkannya" ( nada pasrah keluar dari mulut Novan yang beranjak berdiri dan melangkahkan kaki ke dapur).


Santi yang melihat Novan berjalan ke dapur merasa kasihan dan memberanikan diri untuk bicara pada nenek denagn hati hati.


"Nek....dia kan cowok mana bisa di suruh bersih bersih dapur..πŸ€—πŸ€—" .(Santi mencoba berbicara sehalus mungkin dan dengan memasang wajah imutnya agar nenek tidak marah...


"Memang kenapa kalo dia cowok...😏😏!!"


"Tidak apa apa nek...tapi aku kasihan... nek bolehkah aku membantunya... boleh ya nek..πŸ€—πŸ€—"".(Santi merengek agar nenek mengijinkannya)


"Baiklah kau bantu dia tapi ingat dia bukan laki laki baik.. jadi jaga hatiku agar tidak suka dengan dia....😏😏"


"Iya nek... aku ke dapur ya..."


nenek menganggukkan kepalanya pelan tanda mengijinkan Santi..


Santi melangkahkan kakinya ke dapur dan melihat Novan kebingungan melihat semua piring kotor dihadapannya,Novan terlihat frustasi bingung harus mulai dari mana dia menggaruk kepala belakangnya dan bahkan mengacak acak rambutnya sembari berguman. "ya Tuhan... apa yang harus aku lakukan...😟😟!!!"" tak berselang lama suara Santi terdengar dari belakang...


"Aku bisa membantu mu...,πŸ™‚πŸ™‚""


Benarkah, apa nenek tidak marah...(Novan mencari cari keberadaan nenek dengan menjulurkan kepalanya).


"Tidak, aku sudah minta ijin pada nenek...""


Baguslah... sekarang kita mulai dari mana...πŸ€”πŸ€”??


masukkan sabun ke dalam wadah ini dan beri sedikit air, kita siap untuk mencuci.. aku yang memberi sabun kamu yang membilas...


Oke.. baiklah...(Santi membantu Novan dari proses awal).


Selama mereka mencuci piring, Santi mengajak berbincang bincang tentang beberapa hal diantaranya proses kenal Kania dan lainnya. Tak terasa dapur sudah bersih kembali mereka pun keluar dari dapur, dan melihat nenek Kania dan Johan sedang berbincang seru sekali hingga mereka bisa tertawa lepas.


Melihat kehadiran Novan dari arah dapur nenek memasang wajah galak kembali kepada Novan..


"Sekarang sudah malam kalian pulang sana besok Kania harus kerja.... Santi kau juga harus pulang tapi tidak boleh dengan dia(nenek menunjuk Novan) dia itu jahat jadi kamu harus hati hati...😀😀


"Iya nek... aku pulang naik taksi... tapi bisakah aku menumpang sampai jalan besar...aku akan cari taksi.."

__ADS_1


Tidak bisa.... kamu pesan online saja...!! (nenek menentang keras permintaan Santi).


Akhirnya mereka pun pulang, begitu juga dengan Santi yang pulang setelah taksi pesanannya datang.


__ADS_2