
Kantor yang menjulang tinggi bak mencakar langit berdiri kokoh di pusat kota adalah tujuan Rendy dan Novan saat ini.
Ren... kita sudah sampai...!!
Rendy turun dari mobilnya tanpa berbicara sepatah kata pun..
Di perjalanan masuk ruangan....
Van... Apa rencana mu untuk menghadapi mama...??
Tidak ada...!! (jawab Revan singkat dan cuek)
Rendy menghentikan langkah dan membalikkan badannya ke arah Novan yang ada di belakangnya...
Apa maksudmu tidak ada...?? (Rendy bertanya dengan ekspresi marah).
Maaf tuan...tuan tidak menyuruhku untuk membuta rencana...!! (sahut Novan dengen menyeringai Devils)
Kau..... Brengsek.....!!
(Rendy merasa marah dan terpojok)
Apa kau tidak punya inisiatif untuk bertindak tanpa perintahku...!!!
Maaf Boss.... yang akan menemui nyonya besar adalah putranya, kenapa aku harus yang harus pusing....(Sahut Novan dengan santai nya).
Novan.... Bagus sekali jalan pikiranmu...!!
Trimakasih tuan atas pujian nya....(Jawab Novan senang).
Van... Silahkan kemasi barang-barang mu dari kantor ini, karna aku tidak yakin bisa menyelamatkan mu kalo aku sendiri tidak selamat....!! (Rendy menyunggingkan senyumnya tak kalah Devils nya..)
Novan seketika membelalakkan matanya dan berhenti didepan life..
Ayo... cepat masuk atau kau mau naik tangga darurat..(Rendy membuyarkan lamunan Novan).
Ah.... iya aku masuk...(jawab Novan spontan).
Di dalam life khusus...
Novan memberanikan diri untuk bertanya seraya memecah keheningan..
Ren.... apa sudah kau dapatkan alasan yang tepat untuk mama mu....?? (Novan seperti ketakutan karna jawaban Rendy adalah penentu karier nya di kantor ini).
Belum... aku tidak mau pusing dengan jawaban ku, karna kau tau dia adalah mamaku , jika aku dipecat dari sini aku tetap bisa menikmati semua fasilitas ini, lain halnya dengan kau,,,!!!
aku tidak yakin ada perusahaan yang mau menerima mu bekerja dikantornya jika mamaku tidak memberimu surat rekomendasi atas kinerja kerjamu...ππ.
Novan semakin gemetar mendengar ucapan Rendy yang sangat.. sangat masuk akal..
Ren... kau bilang saja kemarin ada insiden kecil yang mengakibatkan mu Harus dirawat dirumah sakit selama sehari...(ucapan Novan memberi masukan pada Rendy).
Apa mamaku akan percaya begitu saja...!!
Tentu saja tidak semudah itu...(Novan menjawab dgn penuh keyakinan karena Novan tau nyonya besar bukan tipikal orang yang mudah percaya).
Kita buat sandiwara ini lebih meyakinkan...!!
__ADS_1
(Novan meyakinkan Rendy).
Caranya...(tanya Rendy kepo).
Suruh ibumu menghubungi bengkel ini..(menunjukkan kartu layanan servis dari bengkel yg sedang memodif mobil Rendy akibat insiden di kampus).
Kemudian minta ibumu menghubungi pihak Rumah sakit dan aku akan memastikan Direktur itu berkata bahwa kemarin memang kau di sana karena mengalami insiden kecil..!!
Gimana oke...???
Oke.....deal...(Rendy dan Novan berjabat tangan).
"Rendy tersenyum senang karena ide dari sahabatnya dan memang Rendy tau sahabatnya itu bisa diandalkan."
Ren... sebelumnya, kita perban dulu tangan mu agar terlihat meyakinkan dan juga jidat mu itu....!!!
Ide yang bagus... ayo cepat karena kita tidak pernah tau kapan mama ku akan muncul...(ucap Rendy semangat).
Setelah life terhenti...
Ting... pintu life terbuka..
Mereka bergegas masuk ke ruangan yang bertuliskan Presdir (Ruangan Rendy).
Mereka melaksanakan rencana itu dengan sangat rapi, mengambil peralatan P3K., Termasuk menghubungi pihak rumah sakit agar tidak bicara uang macam-macam.
Oke.... Ren, semu sudah siap...(ucap Novan dengan menghela nafas panjang).
Van... apa tidak bisa kau kurangi lilitan perban di kepalaku... aku tampak seperti mummi hidup..(protes Rendy).
Aku tidak mau cepat kurangi lilitan perban di kepalaku, cukup kau tempelkan kapas dan hansaplas di keningku tidak usah berlebihan seperti ini..(Protes Rendy semakin keras).
Mereka mulia bisa bernafas lega dan duduk dengan menyandarkan tubuhnya semakin dalam di sofa yang ada di ruangan itu.
Ren... berikan aku berkas-berkas terkait anak cabang perusahaan kita yang ada di negara Singapore..(pinta Rendy dengan suara tenang).
Ya Tuhan .... baru saja mau bernafas lega kau sudah memerintah ku.
(gumam Novan kesal).
Kau lupa aku bisa menyelamatkan hidup mu.....Van
Jangan membantahku....!!
(Rendy menyunggingkan senyum Devils nya)
Kau tidak menyelamatkanku tapi kau menyelamat kan gadis itu...!!! (Sahut Novan Kesal).
Sontak Rendy menajamkan pandangannya pada Novan,dan menyatukan kedua alisnya..
Novan yang mendapat tatapan itu sangat paham akan maksud dari tatapan itu, Rendy meminta kejelasan atas Ivan Novan.
Maksudku... Kau tidak ingin mama mu tau tentang gadis itu, karena jika sampai nyonya besar tau tamatlah riwayat gadis itu..
Jika kamu berbicara jujur pada mama mu mungkin mama mu akan memaaf kan mu tapi apakah mama mu juga akan memaafkan gadis itu...???
Dan aku sangat yakin bahwa aku ada di antrian nomer dua untuk kau selamatkan..
__ADS_1
Tentunya setelah kau menyelamatkan gadis itu...!!!
Maaf kan aku Van ....Aku juga ragu dengan apa yang ku rasakan.
Aku merasa iba pada gadis itu atas apa yang menimpa orang tuanya, dan aku juga merasa takut jika terjadi sesuatu padanya, aku tidak tega melihat Kania menangis..
Hatiku terasa sakit melihat dia menderita, dan aku slalu ingin di dekat nya untuk menjaganya serta memastikan tidak ada yang akan melukainya. Aku ingin melihat Kania tersenyum walaupun aku belum pernah melihat senyumnya..(Rendy merebahkan tubuhnya semakin dalam di kursi kebesarannya sementara Novan menjadi pendengar setia yg budiman).
Ren... aku mau ambil berkas berkas yang kamu minta..." Suara Novan membuyarkan kesunyian sesaat".
Rendy menganggukkan kepala nya sebagai tanda mengiyakan kata-kata Novan.
Novan melangkahkan kaki keluar ruangan.
Setengah jam kemudian....ππ
Tok... tok....tok..
(suara pintu diketuk).
Masuk jawab Rendy dari dalam ruangan..
Ren.... ini berkas yang kamu minta..
coba kamu pelajari sepertinya ada yang janggal pada barang masuk dengan jumlah uang yang ada sekarang.. dan aku lihat stok barang di bagian pemasaran tidak sesuai denagn minat pasar yang sudah kita setujui pada rapat bulan lalu.
(Novan menunjukkan berkas berkas itu).
Van... selidiki siapa yang berani bermain main di perusahaan ku...(Perintah Rendy).
Baik lah kita akan mulai di bagian penyetokan barang, dari situlah kita bisa tau kenapa angka penjualan menurun.
ceklekkk...
(suara pintu terbuka)..
Rendy dan Novan kaget akan kehadiran seseorang yang tidak asing lagi..
Rendy terbangun dari duduknya sementara Novan menghadapkan tubuhnya tegap dan menyapa dengan menundukkan kepalanya beberapa detik..
Ya.... benar sekali dia adalah nyonya besar alias mama nya Rendy yang bernama nyonya Sarah...
Sedikit cerita tentang nyonya Sarah...
Nyonya Sarah adalah orang tua tunggal Rendy. 10 tahun yang lalu suaminya meninggal dunia akibat serangan jantung mendengar perusahaannya terancam gulung tikar..
Saat itu Rendy masih berusia 15 Tahun dan baru duduk di bangku SMP Tahun terakhir..
Nyonya Sarah adalah wanita yang sangat kuat dalam keadaan terpuruk akibat kepergian suaminya.. Nyonya Sarah tidak memerlukan waktu yang cukup lama untuk bangkit dan menyelamatkan perusahaannya. Saat itu Nyonya Sarah hanya memikirkan masa depan putranya yaitu Rendy Putra Mahardika..
Dia mempelajari tentang kondisi perusahaan nya dengan cepat dan menemukan dalang di balik anjloknya saham perusahaan nya. Setelah itu nyonya Sarah mengambil langkah panjang untu menstabilkan perusahannya dengan menggandeng beberapa perusahaan yang pernah di bantu. Dan secara berangsur-angsur perusahan mulai pulih dan stabil kembali bahkan sekarang bisa melebarkan sayapnya dan menjadi perusahaan yang patut diperhitungkan kebesaran dan keberadaan nya.
Saat Rendy menyelesaikan kuliahnya dan pulang dari luar negeri, nyonya Sarah langsung memberi tanggung jawab untuk memimpin perusahaan inti Mahardika Generally Group dan ibunya ikut menopang perusahaan itu dengan mengurus perusahan Mahardika Generally Group lainnya..
Dan sejak saat itu nyonya Sarah menjadi wanita tangguh dan kuat.
kembali ke cerita utama...yuuukkkk.....
__ADS_1