Aku Bertahan Karena Mu

Aku Bertahan Karena Mu
Kekuatan Cinta...


__ADS_3

Di Dalam ruang jenazah....


Setelah perawat itu membuka pintu dan mempersilahkan Kania dan tuan Rendy masuk, Kania segera berlari masuk tanpa bertanya dimana orang tuanya.


Tiba-tiba... Kania berlari kearah dua mayat yg saling berjejeran dan masih tertutup kain kafan.


Dokter dan perawat disanapun merasa tercengang karna memang benar diposisi itulah jenazah pak Sugiono dan Bu Ningsih di posisikan..


Dengan memasang wajah tanpa ekspresi dan tubuh yang mematung dokter itu bergumam dan terdengar oleh semua orang yg berada di ruangan itu.


"Kekuatan cinta yang luar biasa.... hingga bisa mendobrak gerbang yang memisahkan orang tuanya dengan anaknya..


kekuatan cinta menuntunnya menemukan orangtuanya walau tanpa suara dan rupa.


hanya sebuah isyarat cinta yg menarik gadis ini kemari.. sangat mustahil bagi manusia namun tidak untuk sang pencipta.. inikah kekuatan cinta....????"


Sontak semua orang yang mendengar merasa terharu dan ada beberapa yg meneteskan air mata melihat sebuah kekuatan cinta.


Mereka semua tersenyum dengan senyum yg sulit diartikan.


Rendy yang mendengar itu mendekat kearah Kania dan siap berdiri dibelakang Kania untuk berjaga-jaga dengan kemungkinan yang akan terjadi pada tubuh Kania, di tambah lagi tubuh Kania yang masih lemah.


Karena Rendy tahu itu adalah kondisi tersulit bagi Kania..


Dengan cucuran air mata dipipi di iringi Isak tangis dari bibir Kania, dia memberanikan diri untuk membuka kain kafan itu.... dan benar saja itu adalah wajah ayahnya.....


Tubuh Kania seperti tersengal lalu diam mematung beberapa saat dan kemudian berbalik kearah jenazah yang satu lagi....


Saat Kania membuka kain kafan dari jenazah yang kedua mata Kania mulai mengeluarkan air mata yg tidak bisa terbendung...


karena memang benar itu adalah Jenazah ibunya...


Seketika tubuh Kania bergetar hebat dan jatuh ke lantai namun Rendy yg sudah siap segera menangkap tubuh Kania namun tetap saja tubuh itu terjatuh kelantai namun dengan pelan.


Rendy pun ikut terduduk dilantai dengan bertumpu pada lututnya sembari memeluk tubuh kania...


Saat Kania menangis pilu diiringi air mata yg sangat deras, Rendy mengusap kepala Kania dan merebahkannya di dadanya..


Kania membalikkan badan dan merebahkan tubuhnya semakin dalam dia menangis terisak-isak di dada Rendy sembari memukul- mukul tubuh Rendy...


Rendy hanya terdiam dan membiarkan Kania memukul tubuhnya sampai dia puas..


Rendy merasakan kesedihan Kania yg sangat luar biasa, dia meluk Kania lebih erat dan semakin erat sembari mencium ujung kepala


Kania..


Tenanglah.... semua akan baik-baik saja. Walaupun mereka sudah pergi..


Yang pergi adalah raganya namun tidak dengan cinta dan harapannya..


Mendengar suara itu Kania mengangkat tubuhnya mencoba berdiri dan memandang Rendy sembari menganggukkan kepalanya..


Kania teringat ucapan ibunya beberapa hari yang lalu..


" Sayang.... suatu saat nanti kami akan pergi meninggalkan kamu, tapi itu hanya raga kami, bukan cinta dan harapan kami, kamu akan memiliki hidup yang lebih baik lagi.."


Walaupun air mata itu masih berlinang Rendy memapah Kania untuk duduk di kursi yg ada didekatnya... saat Kania sudah terduduk Rendy berlutut dan memegang tangan Kania untuk menenangkannya..


Kita makamkan sekarang...???


kasian orang tua mu.... mereka ingin istirahat dengan tenang.... "ucap Rendy pelan"


Seketika Kania mengalihkan pandangannya yg sedari tadi hanya tertuju pada jenazah orang tuanya.


pandangannya dialihkan ke asal suara itu, ya benar itu suara Rendy.....


Kania menganggukkan kepala mengisyaratkan bahwa dia setuju orang tuanya dimakamkan.


melihat anggukan Kania Rendi berdiri dari hadapan Kania dan mengelus kepala Kania..


Rendy berjalan menuju salah satu dokter yg berdiri tidak jauh di ruangan itu...


Dokter.... siapkan semua administrasi gadis ini dan orang tuanya, saya yang akan bertanggung jawab, dan siapkan pula mobil untuk kepulanagn jenazah kedua orang tuanya..." perintah Rendy pada salah satu dokter diruangan itu "


Baik tuan.... segera kami laksanakan.... ucap dokter tadi..


Rendy kembali mendekati Kania...


kita pulang dulu, kita tunggu mereka dirumah sambil mempersiapkan pemakamannya..


dirumahmu ada siapa....? Rendy mencari tau untuk menghubunginya..


nenek... (jawab Kania singkat)


ada siapa lagi..?? ( mencoba mencari tau lebih lanjut)


Kania hanya menggelengkan kepala dan itu artinya tidak ada siapa-siapa lagi dirumah nya selain neneknya..


kau punya saudara... paman, bibik, om, atau Tante.


Kania kembali menggelengkan kepala.


Karena memang hanya mereka keluarga Kania.


sedikit cerita tentang orang tua Kania...


Ayah Kania adalah anak satu-satunya ibu Sukma (nenek Kania)


Sugiono dan Ningsih saling mencintai sejak di bangku kuliah..


Ningsih berasal dari keluarga yg terpandang dan terhormat, sementara Sugiono adalah anak dari seorang petani.


Sugiono kuliah di universitas yg sama dengan Ningsih, hanya saja Sugiono dari jalur beasiswa karena Sugiono memang cerdas, disiplin dan memiliki jiwa pemimpin yg bijaksana..


Saat dikampus Sugiono selalu mengikuti semua program kesiswaan yg ada di kamus.. dan Ningsih juga selalu ikut terlibat. Keterlibatan mereka di Kegiatan kampus membuat mereka semakin dekat dan saling menyukai, Ningsih juga kagum dengan cara berfikir Sugiono yg sangat cepat dan tepat.


Sugiono selalu menjadi ketua dalam setiap program itu. sementara Ningsih ikut program itu karena panitia memasukkan Ningsih sebagai salah satu jajaran kepengurusan agar lebih mudah untuk berhubungan dengan Dekan di kamus itu...

__ADS_1


Ningsih memang bukan anak dekan di kamus itu tetapi ayahnya adalah donatur tetap di kamus itu, dari situlah Semua dekan di kampus itu sangat segan kepada Ningsih..


Saat orang tua Ningsih mengetahui kalau Ningsih dekat dengan Sugiono, keluarga Ningsih tidak terima dan mencabut beasiswa Sugiono, beruntung tidak sampai dekeluarkan, karena Sugiono tidak melakukan perbuatan yang mencoreng nama kampus ditambah lagi Sugiono dipertahankan oleh para dosen kampus itu karena kecerdasannya yang luar biasa.


Sugiono tetap berusaha untuk bisa melanjutkan kuliahnya di Tahun terakhir meskipun tanpa beasiswa.


Sugiono bekerja keras dengan menjadi ojek online di malam hari dan bekerja dibengke saat siang hari..


Penuh perjuangan yang dilalui pak Sugiono


dan Ningsih..


samapilah mereka di acara wisuda..


sehari sebelum wisuda itu dimulai.


Ningsih dan Sugiono bertemu dan membicarakan kelanjutan hubungan mereka..


Saat itu Ningsih tidak mau berpisah dengan Sugiono apalagi Ningsih sudah mendengar pembicaraan orang tuanya dengan salah satu rekan kerjanya bahwa mereka akan menjodohkan Ningsih dengan anak sahabatnya..


saat Ningsih menyampaikan perihal itu Sugiono merasa marah namun tidak tau harus berbuat apa..


Sugiono memgutarakan sebuah harapan yang mencengangkan hati..


Kita Kawin lari dan pergi dari sini...!!!


dan Ningsih pun setuju.


Sugiono menjual semua sawah dan hewan ternak milik ibunya (ayah Sugiono sudah meninggal cukup lama) dan menggunakan semua uang itu untuk biaya hidup selama mereka dalam pelarian.


Tak lupa Sugiono mengajak ibunya juga untuk ikut pergi bersamanya.


Dan samapailah mereka di Jakarta


awalnya mereka mengontrak rumah kecil dan menikah disitu. kemudian Sugiono mencoba mendaftarkan diri menjadi salah satu pendidik di sekolahan itu akhirnya diapun diterima walaupun hanya sebagai guru kontrak.


Setelah itu Ningsih juga mulai mendaftarkan diri di sebuah sekolahan dan diapun juga diterima.. Setelah hampir 2 tahun menjadi guru kontrak kabar baik pun menghampiri mereka. Sugiono dan Ningsih ikut masuk dalam jaringan PNS.. dan sejak saat itu mereka mulai merubah hidupnya sedikit demi sedikit.


Mulai dari membeli tanah kaplingan, membangun rumah dan setelah itu mereka dikarunia seorang putri yg sanagat cantik.


Namun sayang saat itu Kania lahir prematur karena Ningsih terjatuh dari sepeda motor dan mengalami pendarahan yang mengharuskan bayi nya di lahirkan secara cecar walaupun belum saat nya.. dan Ningsih pun harus kehilangan rahimnya...


Saat itu hari-mereka sangat sulit. Sampai akhirnya pak Sugiono mencari pekerjaan sampingan menjadi tukang ojek online..


Akhirnya masa krisis itu terlewati.


Kania tumbuh menjadi anak yg cantik dan juga ceria serta menjadi gadis yang cerdas..


Ningsih juga sudah sehat dan sudah pulih serta bisa melakukan aktifitas seperti sebelumnya.


Saat kedua orang tua Kania pergi mengajar Kania di jaga oleh neneknya..


nenek Sukma sangat mencintainya karena dia tau tidak ada cucu lain yang akan hadir di keluarga Sugiono..


Saat Kania berusia 2 tahun orang tua Ningsih datang mencari Ningsih dan ingin membawa paksa Ningsih untuk pulang ke solo.


walaupun orang tua Ningsih mengancam akan menghapus nama Ningsih dari daftar ahli warisnya Ningsih tetap bersikukuh untuk tetap di Jakarta bersama keluarga kecilnya...


akhirnya sejak saat itu keluarga Ningsih sudah tidak mengakui nya sebagai salah satu keluarganya.


**Kembali ke cerita utama...


Perjalanan pulang**..


Rendy memapah Kania dari kamar jenazah itu menuju mobil nya, saat sampai di ruang depan Rendy melihat Novan yang kebingungan mencari dirinya..


Dari kejauhan Novan melihat Rendy yang sedang memapah gadis itu...


Langsung saja Novan menghampirinya dengan berlari kecil...


Ren.... kamu dari mana..??


Aku mencarimu dari tadi, di telp juga tidak aktif..!!! (Novan bertanya dengan nada agak kesal).


Rendy Hanya terdiam...


Van.....!!!


Antar kami pulang..!! ( perintah Rendy)


Kemana..? ( tanya Rendy bingung)


Minta alamat korban kecelakaan tadi...(Novan semakin bingung dengan perintah Rendy)


**Novan melaksanakan perintah Rendy dan sudah mendapatkan alamatnya..


Novan menyiapkan mobil*...


Rendy tau bahwa pikiran Kania tidak karuan dan belum bisa diajak berkomunikasi dengan baik..


Di dalam mobil Kania hanya diam dan terlihat meneteskan air mata.


Novan mencoba memecah keheningan..


Ren.... siapa gadis itu...?


Kania...!!


dan apa hubungannya dengan korban kecelakaan tadi.....???


Mereka orang tuanya..!!


Dan apa hubungannya dengan kamu...???


Tidak ada...!!


Dalam percakapan panjang itu Kania sama sekali tidak peduli dan seakan tidak mendengar percakapan itu*..

__ADS_1


Sampai dirumah Kania...


Ren... sesuai dengan alamat yg tertera sepertinya ini rumahnya...?? " Ucap Rendi ragu"


Kania turun dari mobil tanpa ada suara yg keluar dari mulutnya...


Rendy langsung mengikutinya...


Tok...tok...tok...


(Kania mengetuk pintu rumahnya)


nek.... nenek.... aku pulang...


Iya.... tunggu sebentar...( Saut nenek Sukma dari dalam rumah).


Ceklekk


(Suara pintu dibuka)


Sayang.... ada apa ini.... kenapa kamu terlihat berantakan dan kenapa kamu menangis...?


Mana ayah dan ibu...??


(nenek Sukma menghujani Kania dengan pertanyaan kebingungan)


Tak ada jawab dari Kania..


Sayanggg.... kamu kenapa...??


dan siapa mereka....?? (Tanya nenek kebingungan).


Kania kembali meneteskan air mata...


Saat Kania terlihat hampir jatuh, Rendy berlari dari pintu untuk membantu Kania..


Rendy langsung membopong Kania.


Nek... antar aku ke kamarnya...!! (pinta Rendy)


Iya.... disanya kamarnya.(Nenek menunjukkan kamarnya Sambil mengarahkan tangannya).


Rendy langsung membawa Kania ke kamarnya dan merebahkan di kasur...


Nenek yang melihat itu semakin bingung dan khawatir dengan keadaan Kania..


Rendy yang melihat kebingungan wanita baya itu mencoba bertanya.


Maaf nek.... apa anda nenek dari Kania...??


Iya... aku neneknya...kenapa dengan cucuku, bukannya dia tadi pergi ujian ke kampus dengan ayah dan ibunya.. ???


Apa yang terjadi... dan dimana orang tuanya...??


" pertanyaan bertubi-tubi keluar dari mulut nenek"


Nek.... nenek yang sabar ya....


Ayah dan ibunya dalam perjalanan pulang...( Ucap Rendy bingung menjelaskan)


Syukurlah... (Sahut nenek Sukma)


Tapi.... (Rendy menghentikan ucapannya karena tak tega dengan nenek)


Tapi kenapa nak....?? (tanya nenek penasaran)


Mereka tadi mengalami kecelakaan dan.....(ucapan Rendy lagi-lagi terhenti)


Dan kenapa dengan mereka..., mereka tidak apa-apa kan...?? (Tukas nenek penasaran)


"Mereka pergi nek.... ayah dan ibu ninggalin kita...Ayah dan ibu gak sayang sama aku..."


Nenek terkejut dengan ucapan Kania... dan marah dengan meninggalkan suaranya...


Jaga ucapan kamu Kania...


mereka menyayangimu lebih dari nyawa mereka sendiri...


Ibumu... ibumu mempertaruhkan nyawanya agar kamu bisa lahir kedunia ini dengan selamat walaupun saat itu dia tau kemungkinan untuk hidupnya hanya tinggal 30%...


Nenek menangis sesegukan....


Nak... apa benar apa yg dikatakan cucuku....???


(tanya nenek pada Rendy)


Jawab nak....!!!


Rendy menganggukkan kepalanya sebagai tanda membenarkan ucapan Kania.


Nenek terduduk dipinggir tempat tidur Kania dan memandang dalam pada Kania..


Kania terduduk dari tidurnya dan memeluk neneknya...


Ya Tuhan.....cerita apa yang sedang kau mainkan untuk keluargaku...."ucap nenek"


Terlihat cucuran air mata terlihat dari mata nenek Sukma


Nek... percayalah bahwa ini adalah jalan terbaik untuk mereka... dan cinta mereka benar-benar abadi..


Cinta mereka benar-benar sehidup semati..."Rendy mencoba menenangkan nenek"


Kamu benar nak....!!


Doa itu yg selalu dipanjatkan mereka agar mereka bisa sehidup semati bersama...


(Ucap nenek Sukma)

__ADS_1


dan nenek pun mulai menyunggingkan bibirnya walau masih menangis..


__ADS_2