
Sayang.... kamu mandi sana abis itu bantu ibu didapur ya..."pinta ibunya Kania"
Oke.... bosss !!! "sahut Kania "
Habis mandi Kania Berniat kedapur membantu ibunya... namun mata Kania mencari sesuatu yg tak dia lihat...
Buk..... ??? "Panggil Kania"
Ada apa....
Nenek sama ayah dimana..??? kok sepi...!!
Oh... Ayah nganter nenek ke bidan sebelah
Kenapa.......!!!! Nenek sakit...!!???
"tanya Kania dengan suara kaget dan bertanya-tanya"
Enggak.... sayang..!!!
Ayah cuma mo ngecek Tensi sama asam urat nenek aja..
Oh... kirain nenek kenapa-napa
Ayo... cepetan bantu ibuk....
disela-sela acara memasak Kania memulai pembicaraan dengan nada yg sangat lembut.
Buk....???
Ada apa anak ku...??
Bisakah kita seperti ini selamanya...?
Ibu Ningsih terdiam sejenak dan Mandang putrinya... kemudian Bu Ningsih tersenyum lembut..
Tidak sayang....πππ
kenapa Bu... kenapa tidak bisa...!!!?????π°π°
Karna.....hidupmu akan lebih baik dari pada hidupmu sekarang..."jawaban Bu Ningsih menenangkan hati Kania"
Suatu saat nanti kami akan meninggalkanmu dan itu pasti, tapi itu hanya raga kami bukan kasih sayang kami.
Suatu saat nanti kamu akan memiliki pelindung yg akan rela melakukan apapun demi kebahagiaan kamu.. dan kamu akan memiliki keluarga yg lebih sempurna dan lebih bahagia.
Ibu Ningsih mengecup kening putrinya dengan lembut...
Ehhh....sayang, itu di balik telurnya....,!!!
"teriak Bu Ningsih menyadarkan Kania"
Eh.... iya buk...!!
Awas hati-hati... minyaknya...
oke.... sudah buk, untung aku punya ibu yg slalu siapπππ
Di meja makan...
Seperti biasa selesai makan mereka meluangkan waktu untuk berdiskusi
Yah,buk... Sabtu besok antar aku ke kampus ya...Sabtu besok aku ujian dan jangan lupa ayah, ibu,nenek doakan aku ya...πππ
Ucap Kania memulai pembicaraan..
Gimana..... buk....? (tany pak Sugiono pada istrinya Ningsih)
Coba kita lihat besok ya sayang....besok ibu coba ijin ke sekolahan buat antar kamu...(jawab Bu Ningsih)
Ya... udah yah, buk, nek Kania tidur dulu...
" mencium pipi ke tiga orang tersebut"
Iya sayang.... mimpi indah ya..
Di dalam kamar..
Kania segera tidur karena hari ini cukup melelahkan dan menyenangkan...
Di ruang tengah...
__ADS_1
ketiga orang itu sepertinya sedang berbincang serius..
No... Gimana untuk biaya kuliah Kania...???
apa kalian benar-benar mampu...?? (tanya nenek)
Iya buk untuk biaya registrasi awal sudah ada 25 juta buk (jawab pak Sugiono)
Kira-kira apa itu cukup...??( sahut nenek lagik)
Entahlah buk..."sahut pak Sugiono bimbang"
Ibuk janagn kuatir, Aku masih ada simpanan emas yg bisa saya jual..(timpal ibu Ningsih, menghilangkan kekuwatiran neneknya kania).
Aku juga masih ada simpanan, ibu harap bisa membantu kalian, demi cucuku Kania "
Trimakasih buk....(ucap bu Ningsih pada mertuanya)..
Ya sudah.... ayo kita tidur (ajak nenek, sambil melangkahkan kaki ke kamar )
besok jangan lupa kita minta ijin untuk hari Sabtu ya buk...(minta pak Sugiono pada istrinya)
Iya yah....!!
Pagi hari...
Kania keluar kamar menyambut ketiga orang itu..
Pagi ayah... pagi ibuk... pagi nenek (Kania terlihat ceria Sekali )
Pagi sayang...(kompak)
Wowww... Kompak sekali ya keluarga kitaπ
(ucap nenek sambil menggoyangkan kepalanya ala India)
Buk, kania... saya sama ayah berangakt dulu ya...?? (ijin Bu Ningsih)
Iya ... hati-hati dijalan (balas Kania )
Jangan lupa beresin rumah ya cantik.... (sambil mencium kening Kania )
Oh... iya ma....yah....(teriak Kania dari dalam rumah, menghentikan ayah dan ibunya yg sudah ada di depan mobil tuanya)
Nanti jangan lupa minta ijin buat anterin anak cantik mama ini
(mereka tersenyum dan berlalu masuk kedalam mobil)
**Sudah pukul 03:00
Sebentar lagi orang tua Kania ulang dari sekolahan...
Terdengar suara mobil tua yg berbahan bakar solar, membuat semua orang yg ada dirumah mendengarnya...
Mereka disambut oleh kania....
sambil mencium tangan kedua orang tuanya**
Buk.... gimana ibuk gak lupa kan... ibuk udah ijin kan....dibolehin kan.....
(Kania mencerca kedua orang tuanya dhengan pertanyaan yang bertubi-tubi)
Sayang... kamu mau tau apa mau tau banget..."ucap Bu Ningsih meledek Kania "
Mau tau lah buk..."jawab Kania ketus,sambil memajukan bibirnya"
Tiba-tiba Kania kaget dari belakang ayahnya menepuk bahu Kania
kalo mau tau bawain dulu tas Ayah sama ibu...!!! " ucap Sugiono seperti membuat perintah pada Kania"
Oke...yah, deal aku bawakan tasnya..
Kania membawa tas punggung ayahnya dan tas leptop milik ibunya tak lupa tas jinjing milik ibunya juga dibawa oleh Kania
Kania menaruh tas tersebut di ruang kerja
dan kembali mencari orang tuanya..
Ayah, ibu... apa jawabannya...,???
Ayahnya tersenyum dan menganggukkan kepalanya sebagai tanda mereka bisa mengantarkan Kania hari Sabtu besok.
__ADS_1
Pagi pun tiba...
Ibu hari ini membuat bekal untuk dimakan di kampus tak lupa ibu pun membawa tikar seperti orang mau camping...
Ibu Ningsih ingat kalo pas lagi masa-masa seperti ini pedagang banyak yg menaikkan harga 3kali lipat dari harga normal.. bahkan terkadang pembeli harus antri menunggu makanan yg dipesan siap.. jadi bi Ningsih berinisiatif dari rumah untuk membawa bekal tersebut..
Pukul 07:00 WIB
Ayah sudah membersihkan dan memanaskan mesin mobil tuanya.
Ibu Ningsih sudah siap dengan bekalnya
dan Kania siap dengan semu buku dan peralatan tulisnya mereka pun berangkat, tak lupa berpamitan dengan nenek yang ditinggal sendiri dirumah..
Mereka sampai di kampus
Tepat pukul 07:45 WIB
Kania langsung turun dulu dan masuk kedalam ruangan
Yah... buk.... doakan Kania ya...??
Tentu sayang....β€οΈβ€οΈ
Saat Kania melangkah pergi, tiba-tiba ibunya memanggil nya kembali, sontak Kania menoleh dan betapa terkejutnya Kania langsung dipeluk dengan erat, telinganya mendapat bisikan dari ibunya.. " jadilah wanita yg kuat sayang walau tanpa kami "
Kania membelalakkan matanya dan kemudian tersenyum. da.... da putri kecil ayah πππ
Kania membalas lambaian tangan ayahnya... dan masuk kedalam ruangan..
Tak biasanya ayah melambaikan tangan, pikir Kania.
Sesi pertama jam 08:00 s/d 12:00
Sesi ke dua jam 14:00 s/d 16:00
Yah.... gimana nich parkiran penuh semua
"gumam ibu Ningsih khawatir"..
Coba sebelah sana aja ya buk....
Ayo Yah...
Itu-itu yah... !! itu kosong sambil menunjuk tempat parkir yg kosong..
Saat pak Sugiono mencoba memutar mobil tuanya dengan berlahan tiba-tiba saja mobil sport mewah menempati tempat parkir yang akan di pake pak Sugiono. dengan cepat pak Sugiono menginjak rem mobilnya agar tidak bertabrakan dengan mobil sport tersebut..
Bu Ningsih sampai membenturkan badannya ke depan mobil karena rem mendadak suaminya itu...
Sontak pak Sugiono melihat keadaan istrinya..
Gimana buk..... ada yg sakit, mana yang sakit (tanya pak Sugiono memastikan istrinya tidak apa-apa).
Gak papa yah...(ucap Bu Ningsih menghilangkan ke khawatiran suaminya).
Pak Sugiono melihat anak muda yg keluar dari mobil sport itu, Tanpa rasa bersalah anak muda itu pergi begitu saja seolah tak melihat mobil tua yg di dalamnya masih ada sepasang suami istri paruh baya.
Pak Sugiono merasa kesal dan ingin turun dari mobil namun tangannya sudah dipegang oleh istrinya seraya memberi isyarat agar dia tidak turun..
Lama-lama entah kenapa ibu Ningsih meremas dadanya dan menunjukkan raut wajah yang menahan sakit..
Seketika itu pak Sugiono memegang badan istrinya sembari bertanya dengan nada yang sangat khawatir..
Buk... buk... Ningsih...kamu kenapa...??Ningsih jawab aku sayang... Ningsih janagan buat aku takut...
Sementara itu Ningsih terlihat semakin pucat satu tangannya menggenggam dada nya satu tangannya lagi memegang tangan suaminya dengan sangat kuat..
Ningsih... sayang...bertahanlah..
kita ke rumah sakit sekarang...!!
bertahan sayang aku akan membawamu kerumah sakit...
Pak Sugiono melajukan mobilnya sangat kencang, namun sekencang apapun mobilnya melaju kondisi mobil tua itu sudah tidak sesehat dulu...
Pak Sugiono semakin khawatir dengan istrinya dia terus saja memandangi istrinya hingga membuatnya tidak konsentrasi saat mengemudikan mobilnya...
dan tanpa sadar pak Sugiono menerabas lampu merah yg ada dihadapannya..
seketika itu mobil box besar dari arah samping menabrak mobil pak Sugiono yang menerabas lampu merah
__ADS_1