
Rendy merasa masalah ini sanagat berat dan tidak ada yang bisa membantunya keluar dari masalah ini. Rendy menyadari sepenuhnya Novan melakukan ini atas ijinnya dan untuk ke baikan dirinya tapi kenapa... hatinya begitu sakit saat melihat Kania menangis dan ketakutan...
Rendy melangkahkan kakinya dengan gontai menuju parkiran mobilnya Rendy menginjak gas nya dan melaju menuju rumah Kania..
"Ahh... itu pasti mas Rendy..." (batin Kania yang mendengar suara mobil berhenti di depan rumahnya).
Kania membukakan pintu sebelum Rendy mengetuknya terlihat di depan pintu Kania menunggu Rendy masuk dengan senyum manisnya...
Mas... aku kira gak jadi datang...π€π€!!
Kenapa... apa aku terlambat dari jadwal makan malam mu...ππ ??
Belum...ππ Ayo masuk...!!
Seperti nya enak...Aku gak nyangka nenek pinter masak...(Rendy menerka bahwa itu masakan nenek).
Ihhhh.... aku yang masak...π©π©!! (Kania tidak terima itu dibilang masakan neneknya karena memang Kania yang masak).
Benarkah...boleh aku mencicipinya...π€¨π€¨??.
Tentu saja...kamu boleh makan semuanya mas...ππ.
Kania mengambilkan makanan untuk nenek dan untuk Rendy..Saat mengambil makanan untuk Rendy Kania melirik Rendy yang menundukkan kepala dan dari raut wajah terlihat kesedihan yang mendalam, namun Kania belum berani untuk menanyakan karena takut mengganggu nafsu makan Rendy. Kania terus menahan diri untuk tidak menanyakan masalah Rendy dan sebisa mungkin membuat Rendy tertawa bahagia dengan canda tawanya..
Selesai makan Kania mengajak Rendy ke taman samping rumah dan Duduk di bangku taman.. Rendy mencoba menyembunyikan kesedihannya sebisa mungkin agar Kania tidak mengetahui akan masalahnya.. Namun ternyata Rendy salah dia tidak bisa menutupi rasa sedih yang dia rasakan dari Kania..
Mas....(Kania membangunkan Rendy dari lamunannya dan memulai pembicaraannya dengan harapan Rendy bisa berbagi masalahnya dengan bercerita pada Kania).
Iya Kania... kenapa...??.
Kira kira besok aku boleh berangkat kerja gak...??
Iya boleh...tapi hati hati ya jangan mudah percaya sama orang asing...seperti kemaren...!! ( jujur saja Rendy sangat menghawatirkan keadaan Kania).
Mas... apa mas Rendy percaya padaku....?? ( Kania mencoba menarik emosi Rendy).
Kenapa kamu bertanya seperti itu Kania...aku sangat percaya padamu...(sahut Rendy sambil memandang mata Kania dan memegang tangannya Kania, Rendy merasa Kania ingin mengatakan sesuatu).
__ADS_1
"Mas kalau kamu percaya padaku kamu bisa berbagi masalah denganku jangan dipendam sendiri seperti ini... aku tau kau sedang ada masalah kan...?? aku harap kamu mau membaginya dengan ku, mungkin aku tidak bisa memberikan solusi pada masalahmu tapi setidaknya aku bisa menjadi pendengar yang baik untuk kamu...." (Kania meyakinkan Rendy agar mau berbagi masalah dengannya).
"Masalahnya....." (Rendy menggantung ucapan nya karena merasa belum yakin untuk menceritakan masalahnya dimana masalah itu berkaitan dengan kejadian yang kemarin di alami Kania).
"Masalahnya kenapa mas... kamu gak percaya sama aku..." (Kania mencoba tetap tersenyum agar Rendy bisa percaya pada diri nya).
Kania... seandainya Sahabatmu melakukan kesalahan yang tidak disengaja hingga menyakiti seseorang yang kamu cintai, apa yang akan kau lakukan...??
Aku akan marah padanya tapi untuk membencinya..., sebelum aku membencinya aku akan mengingat semua kebaikannya dulu dan aku akan membandingkan berapa banyak kebaikan yang sahabat ku lakukan untukku dan seberapa banyak kebahagiaan yang sudah aku lewati bersama sahabatku, aku akan minta maaf pada orang yang aku sayang atas nama sahabatku jadi aku tidak akan kehilangan sahabatku ataupun orang yang aku sayang. Dan aku... aku akan mendekatkan sahabatku dengan orang yang aku sayang....
"Semudah itukah....kau memaafkan orang itu...?? ( Rendy merasa heran dengan kata kata Kania tapi memang itu yang Rendy inginkan dia ingin Kania tetap bersamanya dan Rendy juga ingin hubungannya dengan Novan seperti dulu lagi...)
"Ya... asal kan orang yang kita cintai bisa memaafkan sahabat kita kenapa aku tidak bisa memaafkan sahabat ku..."
Rendy terdiam dan memikirkan semua perkataan Kania, seandainya kamu tau Kania jika kamu orang yang aku cinta dan Novan lah sahabat baik ku bahkan bisa dibilang kakak ku...haruskah aku lakukan ini, tapi aku belum siap bertemu Novan dan bagaimana kalau kamu tahu kejadian kemarin juga adalah atas sepengetahuanku dan bodohnya aku mengiyakan rencana itu...(Hati Rendy merasa belum siap untuk menceritakan yang sebenarnya ada rasa takut pada diri Rendy jika Kania akan marah dan menjauhi dirinya. sementara Rendy tidak bisa jauh dari Kania).
"Mas... kamu mau cerita pada ku...??"
(Tatapan mata Kania meneduhkan hati Rendy dan membangkitkan keberanian Rendy untuk bercerita tentang masalahnya...)
Kania... kamu tahu Novan kan...??
Iya, dia bukan cuma bos tapi dia adalah sahabatku sejak kecil dan dia adalah orang yang selalu membantuku...(Rendy menghentikan ucapannya).
Kenapa mas dengan pak Novan...?? kalian baik baik saja kan...?? (Kania berharap semoga mereka baik baik saja).
Kania kau janji tidak akan membenci aku ataupun Novan...
Kenapa mas... apa ini ada sangkut pautnya dengan ku..??
Aku mohon Kania... berjanjilah kau tidak akan membenciku...aku mohon ( Rendy memegang tangan Kania dan mencium tangan Kania, tanpa terasa butiran air mata keluar dari mata Rendy dengan cepat Rendy menyeka air matanya dan menahan air mata nya sebisa mungkin agar tidak jatuh kembali).
Kania yang melihat Rendy seperti itu entah mengapa hatinya juga merasa bersedih, Kania seperti bisa merasakan apa yang Rendy rasakan...
"Iya... mas aku akan maafkan dan aku janji aku tidak akan membencimu asal kau mau bicara jujur padaku... ceritakan apa yang terjadi.."
Kania..kejadian yang menimpa mu kemarin adalah rencana....... No....Van...(Rendy bergetar dan mulutnya terasa kaku untuk mengucapkan nama sahabatnya, Rendy merasa takut jika Kania membenci Novan)
__ADS_1
Apa....apa maksud ucapanmu...mas...!!!
"Kania merasa kaget dengan nama yang di sebutkan Rendy, orang yang merencanakannya mencelakai dirinya...Kania merasa sulit untuk bernafas karena rasa tidak percaya."
Kania... aku mohon dengarkan aku dulu Kania...aku akan ceritakan semuanya dan Novan tidak sengaja melakukan itu padamu...
(Kania sudah berdiri dari duduknya dengan raut wajah yang tidak bisa di artikan lagi derai air mata nya meluncur membasahi pipinya... ingin rasanya Kania tidak percaya hal itu, tapi tidak ada kebohongan sedikitpun di mata Rendy).
Kania segera menjauhkan tubuhnya dari Rendy dan beranjak pergi meninggalkannya...
Kania... Kania... tunggu aku akan jelaskan semuanya.... Kania kau sudah janji tidak akan membenciku...(Kania sudah berdiri dari duduknya dan ingin segera pergi dari sana namun Rendy menghentikan langkah Kania dan memegang erat tangan Kania) ""Kania dengarkan aku Kania... Novan tidak sengaja dia melakukannya karena ingin meyakinkan dirinya bahwa kau wanita yang baik, dan pantas untuk aku cintai....""
Kania menghentikan gerakan tubuhnya yang sedari tadi meronta-ronta, Kania terlihat mematung setelah mendengar kata-kata terakhir Rendy... Kania menatap mata Rendy penuh tanya...namun mulutnya terasa kaku untuk berbicara...
Kania... aku.... aku.... Kania aku sangat........ men....cin...ta....i.... kamu,
Aku.... men...cin...ta....i... mu sejak pertama bertemu...Tapi aku masih bimbang dengan perasaan ku aku tidak yakin kalau ini cinta ataukah hanya rasa iba atas kecelakaan orang tuamu...
Novan... melakukan rencana itu agar aku semakin yakin dengan perasaanku bahwa aku sangat mencintaimu... dan kau.....kau adalah wanita Yang sangat baik untuk ku...
Kau mempertahankan harga dirimu dan kesucianmu dan tidak peduli dengan uang yang ada di hadapanmu...
Hanya itu tujuan Novan... dan laki laki yang mengganggumu tidak akan berani melakukan apapun padamu karena... karena dia..... dia.... gay...dia penyuka sesama jenis...(Rendy berbicara sehalus mungkin dan dengan suara lirih).
Kamu bohong....kamu bohong sama aku kan mas... Novan bukan orang yang baik kan... dia jahat kan... aku benci Novan... aku benci dia....
(Kania berteriak histeris dan menangis sejadi-jadinya...Rendy berusaha menenangkannya dan memeluk erat tubuh Kania, Kania meronta-ronta agar Rendy melepaskan nya namun pelukan Rendy semakin kencang dan mereka terduduk di tanah, Rendy masih memeluk erat tubuh Kania agar bisa tenang..)
"Kania... aku mohon jangan membenci Novan, jangan membencinya, kau tau betapa berharganya Novan untuk ku... bukan karena dia bos ku...tapi lebih dari itu dia sudah seperti kakak untuk ku..dia selalu melindungi ku..Aku mohon Kania... jangan benci Novan.... Maafkan Novan... Kamu dan Novan adalah hidupku aku tidak bisa kehilangan salah satu dari kalian berdua... Tolong aku Kania..."
Kania melunakkan hatinya dan menyeka air matanya,sekarang Kania terlihat lebih tenang.
"Mas... aku mau tidur.... lepaskan tanganmu" ( Kania ingin menghindar dari Rendy, dia butuh waktu untuk menenangkan dirinya dan berfikir dengan tenang serta mendinginkan hatinya yang saat ini terasa panas)...lepaskan aku... mas aku bilang lepaskan aku...!!! ( Kania membentak Rendy dengan suara yang sangat keras).
"Tidak Kania... aku tau kau bohong, kau ingin menghindari aku, aku sangat mencintaimu... tolong maafkan Novan untuk ku...aku mohon aku memohon padamu maafkan Novan demi aku..."
Kania memandang dalam pada mata Rendy terlihat ketulusan di mata Rendy dan mata Rendy mengisyaratkan bahwa dia sungguh-sungguh tidak ada kebohongan sedikitpun di mata Rendy.
__ADS_1
Kania menarik nafas dalam dan menganggukkan kepalanya pelan sebagai isyarat bahwa Kania menerima permintaan maaf dari Rendy untuk Novan. "Ya mas... aku maafkan Novan dan aku tidak akan membencinya... aku akan melupakan semua yang terjadi..""
Trimakasih Kania... terimakasih...atas maaf mu... untuk Novan... Rendy mencium tanagn Kania dan memeluk erat tubuh Kania dan meletakkan kepala kania di dadanya dan betapa terkejutnya Kania mendengar detak jantung Rendy yang memacu hebat bak suara kaki kuda yang sedang berpacu cepat.