Aku Bertahan Karena Mu

Aku Bertahan Karena Mu
Kedatangan Kania di MGG part 1


__ADS_3

Pagi menjelang seperti biasa Rendy menghampiri Novan dan berangkat bersama.. Di dalam mobil selama perjalanan ke kantor Rendy menanyakan rencana Novan untuk menyambut Kania..


"Van... apa rencanamu..??".


"Kalian bertemu di lantai atas ruang manajer..


Kau akan jadi satpam di depan lift atas menggantikan pak Yadi... aku akan menunggu Kania di lobby kantor agar Kania tidak bertemu karyawan lainnya dan menanyakan keberadaan mu.. dan itu tidak boleh terlambat..


Aku akan berpura-pura tidak sengaja bertemu dengan Kania agar dua tidak curiga. Dan kita cukup menyingkirkan pak Yadi satpam atas dan memindahkan 2 sekertaris itu sementara waktu sampai acara kunjungan duta besar selesai..." ( Novan menjelaskan panjang kali lebar tentang rencana nya)


"Aku setuju...!!" ( Rendy menyetujui rencana Novan dengan sangat antusias karena memang itu rencana yg bagus agar tidak banyak orang yang tau tentang rahasianya)


"Ingat waktu jangan sampai lewat dari jam 1.. karena kita ada Rapat dan seminggu terakhir ini kita akan sering libur menggarap proyek gila milikmu..." ( jelas Novan dengan nada tegasnya).


Di rumah Kania


Pagi hari Kania sudah bersiap untuk membuat sarapan pagi untuk dia bawa ke tempat kerja Rendy... Kania sudah membeli semua bahan bahan yang di butuhkan ya pulang kerja kemarin. Kini Kania siap mengeksekusi capcay goreng yang dia buat..


"Emmm.....aku rasa sudah enak..😊" (gumam Kania sambil mencicipi hasil masakannya).


Didalam kamar nenek yang mencium aroma masakan dari dapur merasa penasaran dan keluar dari kamar untuk melihat sumber aroma itu, nenek melihat Kania yang sedang di dapur sepagi ini merasa heran dan menghampirinya...


"Sayang.... kau sedang apa pagi pagi begini..??"


"Nenek... mengagetkan saja...!!, aku sedang bikin sarapan buat nenek dan aku mau bawa makanan ini untuk sarapan mas Rendy juga...!! ( Kania sangat bersemangat sekali dalam menyiapkan sarapan pagi ini). Nenek sini cicipi masakan aku udah enak belum...?? ( Kania menyendok kan masakannya dan menyuapi nenek nya)..Gimana nek udah enak belum, apa masih ada yang kurang..?? (dengan ekspresi wajah yang tegang Kania menunggu jawaban dari nenek terkait hasil masakannya).


"Enak...enak sekali, sisakan yang banyak untuk nenek ya...karna ini enak sekali...!!"


(puji nenek Sukma yang memang benar masakan nya ini enak).


"Beneran kan nek.... nenek gak bohong kan...??". ( Kania masih merasa kurang percaya diri dengan hasil masakannya dan nenek bisa melihat itu dari wajah Kania).


"Kania.... semua masakan asalkan di masak dengan rasa cinta dan ikhlas pasti sangat enak...sayang.."


( nenek meyakinkan Kania bahwa memang masakannya sudah enak).


"Terimakasih nek.... " (raut wajah Kania kini berganti sumpringah lagi setelah mendengar kata-kata nenek Sukma)..


"Sayang... bagaimana hubungan kamu dengan Rendy apa sudah ada peningkatan...??" (nenek mulai kepo).


"Biasa biasa aja..malah nenek tau sendiri mas Rendy sekarang jarang kemari kan...??" ( Kania memonyongkan bibirnya membuat nenek gemes ingin mengikat bibir Kania).


"Sayang... apa kau punya perasaan special dengan Rendy...??" ( ya memang benar adanya nenek berharap Kania bisa bersama Rendy secepatnya karena sejujurnya nenek berharap Kania secepatnya bersama Rendy agar saat dia pergi Kania sudah ada yang menjaga dan melindunginya...tanpa ada yang tau sebenarnya nenek sudah di diagnosa menderita jantung sejak kemetian Sugiono dan Ningsih, namun dia sembunyikan semua ini dari Kania karena nenek tidak mau Kania terbebani dengan penyakitnya).


"Maksud nenek perasaan bagaimana...??" ( Kania memang masih sangat polos, wajar saja jika Kania belum mengenal cinta usianya saja baru 18tahun dan selama di SMA dia di jaga ketat oleh ayahnya baik di sekolahan ataupun di rumah...Kania bersekolah di SMA yang sama dengan tempat mengajar ayahnya pak Sugiono jadi tidak sulit untuk menjaga Kania di sekolahan waktu SMA dulu, dan alhasil Kania belum mengenal cinta sama sekali bahkan tidak ada teman laki laki di sekolahnya yang berani mendekati Kania walaupun sebenarnya banyak yang menyukainya dan hanya menjadi pengagum rahasianya saja karena takut dengan ayahnya).


"Maksud nenek perasaan yang hanya kamu rasakan saat dekat bersama Rendy dan perasaan itu tidak bisa kamu rasakan selain bersama Rendy...!!" ( nenek menjelaskan maksud pertanyaannya dengan menekan nekan kan kata demi kata agar Kania paham).


"Oh....!!!" (Kania hanya menanggapi dengan ber oh ria saja tanpa tau jawabannya itu sangat penting untuk nenek).


"Oh...apanya, jawab nenek bagaimana perasaan kamu..!!"" ( nenek mulai kesal karena tidak mendapat jawaban pasti dari Kania yang hanya malah dianggap pertanyaan sepele oleh Kania).


"Ada sih nek.... rasanya saat aku sama mas Rendy itu sama seperti saat aku bersama ayah...nek..." (Kania menjawab dengan gamblangnya dengan ke polosnya dan tersirat tidak ada kebohongan sedikitpun pada mata dan wajah Kania saat mengungkapkan rasa specialnya...)


"Udah ah.. Kania mau mandi dulu takut telat..!!!".


Kania keluar dari dapur dan masuk kekamar mandi meninggalkan nenek di dapur yang masih merasakan kebahagiaan karena ternyata Kania juga merasakan cinta ada Rendy walaupun Kania sendiri belum menyadari kalau itu adalah perasaan cinta, namun nenek merasa lega setidaknya itu adalah lampu hijau untuk nenek semakin mendekatkan Kania dengan Rendy).


1 jam berselang...


Kania keluar dari kamar..


Nek...nenek sarapan sendiri ya..aku mau berangkat ke kantor...emmuah. ( Kania pamit dan meninggalkan ciuman sayangnya untuk Nenek).


Sekeluarnya Kania dari rumah, nenek memastikan Kania sudah benar benar pergi, setelah nenek yakin Kania pergi, nenek mengambil HP dan menghubungi seseorang..


Hallo...!!


Hallo.., nek...!!

__ADS_1


Kania sudah berangkat ke tempat mu dan dia juga membawa bekal untuk sarapan bersama, kamu jangan makan dulu tunggu Kania datang agar cucuku tidak kecewa...!!


Iya... nek..


Tuuuttt....tuuuttt...(sambungan di putus sepihak)...


Hah...selalu saja mematikan hp tanpa basa basi dulu..(Rendy berdecak kesal).


**Rendy di kantor..


"Ren...ayo sarapan...!!" (ajak Novan karena merupakan kebiasaan mereka sarapan di cafe depan kantor).


"Tidak... kau saja... aku menunggu sarapan ku sebentar lagi datang..!!" ( tolak Rendy dengan gaya menyombongkan diri karena akan ada wanita cantik yang membuatkan makanan). "Apa Kania akan datang sepagi ini...!!" ( Novan merasa kaget dan tidak percaya jika benar Kania akan datang sepagi ini..).


Iya... dia sudah di perjalanan kemari...!!


"Celaka...!!" ( Novan mulai bingung akan rencananya karena dia tidak mengira bahwa Kania akan datang sepagi ini ke kantor).


"Apanya yang celaka...!!" ( Rendy yang tidak berfikir bahwa semuanya belum dibereskan untuk menyambut Kania merasa bahagia bahagia saja).


"Celaka jika Kania sampai bertemu karyawan lain dan menanyakan dirimu...Bodoh..!!!" (Novan berdecak kesal akan kebodohan Rendy yang bisa membuat semua rencana gagal).


"Benar...cepat kau jaga di luar...!!" (perintah Rendy yang baru ingat akan masalah yang di sampaikan Novan padanya).


"Sialan....aku belum sarapan, aku mau sarapan dulu...!!" ( tolak keras Novan).


"Tidak...tunggu Kania datang dulu baru kau sarapan...aku akan ganti baju dan menyingkirkan mereka sesuai rencana kita..dan ingat perjanjian kita...!!" ( Rendy bergegas merapikan lantai atas agar Kania tidak curiga nantinya).


"Dasar....menyusahkan saja....!!" ( Novan sangat kesal dengan semua keadaan ribet ini).


Novan masuk ke lift dan turun ke bawah... sementara Rendy mulai menyingkirkan orang orang di ruangan itu mulai dari pak Yadi dan 2 sekertaris nya Agus dan Salim...


Rendy memanggil pak Yadi keruanngannya


"Pak Yadi...!! keruangan ku sekarang..!!" (perintah Rendy melalui sambungan intercom).


"Pak.. hari ini pak Yadi bisa istirahat dulu dirumah tapi bajunya di ganti dulu dan tinggal seragam kamu di sini..." (Rendy to the points karena mengingat waktu yang dia miliki sangat sedikit).


"Kenapa pak... apa aku di pecat...apa salah saya pak..!!" ( Pak Yadi sangat panik pasalnya dia tidak mengerti akan sikap tuannya yang tiba-tiba saja menyuruhnya pulang).


"Tidak pak, saya tidak memecat pak Yadi, hanya saja hari ini adalah hari bahagia untuk ku makanya aku ijinkan pak Yadi libur dan besok pak Yadi berangkat lagi seperti biasa...!!".


"Baik Tuan dan terimakasih atas kebaikan hati tuan.." (Pak Yadi sudah paham dan merasa lega karena ternyata dia tidak di pecat).


"Hemmm...!!" (Jawaban singkat)


"Maaf tuan kalau saya boleh tau.. hari bahagia ini hari dalam rangka apa pak...?? ( tanya pak Yadi penasaran, melihat aura Rendy yang enggan untuk menyampaikan alasannya, pak Yadi merasa takut dan menarik kata katanya). "Maaf tuan saya terlalu lancang bertanya, maaf kan saya tuan..!! "(pak Yadi merasa bersalah dan takut karena sudah berani beraninya menanyakan hal pribadi pada tuannya).


"Tidak apa-apa pak Yadi..nanti juga kau akan tau..!!" ( Rendy berdiri dari duduknya dan menghampiri pak Yadi sambil menepuk bahu pak Yadi, Rendy mengisyaratkan agar pak Yadi keluar dari ruangan nya).


Sekarang giliran Salim dan Agus yang harus di bereskan..Rendy memanggil pak Agus dan Salim secara bersamaan, untuk masuk keruangan nya..


Tak berselang lama terdengar pintu ruangan Rendy diketuk...


Tokk...toookkk..tokk..


pintu terbuka otomatis dari dalam..


"Tuan memangil kami...??" .(ucap pak Agus).


" Benar pak Agus dan pak Salim.., hari ini aku ingin kalian berdua untuk mengecek proyek Rose gold yang dulu di tangani Excel perkasa.. catat sampai dimana proses mereka dan lihat juga apa yang dibutuhkan untuk proses tersebut..!!" ( ucap Rendy yang memberi tugas tanpa di pikir terlebih dahulu karena Rendy ingin segera mereka berdua cepat menyingkir).


"Tapi tuan....!! bukannya itu tugas lapangan untuk bagian tim pelaksana..dan sepertinya kemarin mereka sudah menyerahkan laporannya pada tuan Novan..!!" ( Jawab pak Salim yang merasa aneh dengan perintah tuannya dan merasa tuanya sedang tidak fokus memberikan perintah pada mereka).


"Benarkah...!! ( Rendy merasa bingung sendiri dengan perintahnya yang memang tidak masuk akal dan asal keluar dari mulutnya).


"kalau begitu...aku ingin kalian berdua mengerjakan tugas kalian di tempat lain..karena aku ingin mengosongkan ruangan ini...!! cepat kemasi berkas berkas kalian dan jangan kembali sebelum aku menyuruh kalian kembali..!!" (merasa tidak punya alasan untuk menyingkirkan Agus dan Salim, Rendy memerintah dengan asal namun dengan suara tegas dan tinggi agar mereka takut dan segera menyingkir).


"Baik tuan.." ( dengan nada cemas dan takut pak Agus dan pak Salim langsung bergegas pergi karena tak ingin Rendy semakin kesal).

__ADS_1


Mereka membungkukkan badan dan berlalu pergi dari ruangan.


Di dalam bis...


Kania sangat resah karena dirinya terjebak macet yang cukup panjang..Kania hanya bisa melihat jam tangannya beberapa kali dan merasa waktu sangat cepat sekali bergulir. Di lihatnya jarum sudah menunjukkan pukul 8 namun belum ada tanda-tanda bis ini akan bergerak..


"Huhhh... kenapa macet ini panjang sekali...kapan aku bisa sampai tempat mas Rendy, waktu sarapan juga sudah lewat pasti dia sudah sarapan di luar, gagal deh rencana aku buat sarapan sama mas Rendy..." ( Batin Kania yang merasa lama sekali di dalam bis).


Kania mendudukkan tubuhnya lebih dalam lagi pada kursi penumpang sambil menghela nafas panjang selang beberapa menit.. terasa bis mulai bergerak maju, jalanan juga mulai terurai kemacetannya...


Kania mulai bersiap siap untuk turun di area perkantoran, Kania turun di halte bis tempat para karyawan naik turun dari bis..


Saat sudah turun Kania merasa kagum dengan pemandangan kanan kiri jalan di sana berjejer gedung gedung yang menjulang tinggi layaknya tiang penyangga langit.



Kania..puas memandangi area perkantoran di sekitarnya..Dia mulai mencari kantor MGG tempat Rendy bekerja... cukup lama Kania berjalan menyusuri jalan sambil melihat nama nama gedung yang dia lewati, hingga Kania mulai merasa kelelahan dan beristirahat di Taman kecil di pinggir jalan..


Kania melihat seorang wanita dengan fashion yang sangat cocok sekali dengan orang kantoran, Kania berfikir sejenak untuk memberanikan diri bertanya tentang kantor MGG.


"Permisi mbak.... mau numpang tanya, mbak tau gak dimana kantor MGG itu, aku udah nyari dari tadi tapi belum ketemu.." Bukannya mendapat jawaban dari perempuan itu malah tatapan merendahkan yang Kania dapatkan dari wanita itu.


Merasa tidak mendapatkan jawaban dari wanita di hadapannya Kania mencoba mengulang pertanyaannya kembali..


"mbak...mbak tau gak dimana kantor MGG".


"Di sana...!!!" akhirnya wanita itu menunjukkan arah menuju MGG dan masuk ke dalam mobil mewah yang menghampirinya , tangannya tanpa rasa curiga sedikitpun Kania segera berterimakasih dan berlalu pergi kearah yang di tunjuk wanita itu..


Cukup lama Kania berjalan mencari cari kantor MGG yang di maksud wanita tadi tanpa terasa dia kembali lagi ke halte bis tempat di mana tadi Kania turun..Disaat itu dia baru sadar kalau dia hanya di kerjain oleh wanita yang dia tanya tadi..rasa kesal, marah, lelah dan juga rasa sedih bercampur jadi satu dalam diri Kania hingga akhirnya dia memutuskan untuk duduk kembali di halte bis dan mengurungkan niatnya untuk bertemu Rendy..


Di kantor.....


Rendy merasa resah dan juga kelaparan karena Kania yang sampe jam setengah 10 tak kunjung tiba..


"Lama sekali Kania harusnya cukup 1 jam saja dia sudah bisa sampai sini tapi kenapa sampai jam segini belum datang juga..( gumam Rendy di dalam ruangan nya).


Di lobby Novan juga merasakan hal yang sama jengkel dan juga kelaparan..Novan menelpon Rendy yang ada di lantai atas..


"Ren... kau telpon Kania sekarang, tanya di mana dia sekarang aku sudah tidak tahan di sini sangat panas, aku juga bisa mati kelaparan kalo Kania tidak datang datang juga...!!".


"Aku juga bingung Van.... kenapa Kania belum sampai juga aku juga khawatir kalau terjadi sesuatu dengan di....!!, aku telp Kania dulu".. ( Sahut Rendy yang juga merasakan hal sama dengan Novan bahkan lebih khawatir lagi).


Telpon di matikan....


Rendy menghubungi Kania karena dia juga merasa sangat khawatir kalau-kalau terjadi sesuatu dengan Kania karena sampai jam 10 dia belum juga sampai...


Kania menerima panggilan video call dan segera mengangkatnya...


Hallo mas....!! ( sapa Kania)


Kania... kau dimana...!!!


"Aku...aku..." (Sura Kanai terdengar bergetar dan dari raut wajahnya terlihat bahwa dia sedang sedih, Rendy yang melihat pemandangan sekitar Kania di Video itu segera mengakhiri telpon nya).


"Tunggu aku disitu jangan kemana-mana...!!!".


tuuuutttt..,... telp di matikan...


Secepat mungkin Rendy berlari turun dari lantai atas menuju lobby kantor tanpa peduli dengan baju yang dia pakai dan tanpa peduli dengan semua karyawannya yang memandang aneh dan heran sekaligus tidak percaya pada apa yang mereka lihat dengan penampilan Rendy.


Rendy menghampiri Novan...


"Van...Kania ada di halte bis...!! " ( Rendy berbicara masih dengan nafas yang tersengal-sengal).


Tanpa menunggu jawaban dari Novan, Rendy berlari menuju halte dan tidak menghiraukan panggilan Novan...


"Ren...Rendy.... Ren....tunggu....!!!" (panggilan Novan sudah tidak di pedulikan oleh Rendy).


Tanpa berfikir panjang Novan tau apa yang harus dia lakukan secepat mungkin Novan mengambil mobil yang ada di area parkir khusus dan mengejar Rendy...saat Novan mengemudikan mobilnya dia sudah melihat Rendy bersama denagn Kania di halte bis..

__ADS_1


__ADS_2